Sila pun telah dipindahkan keruang rawat inap,ega tetap setia mendampingi bunda sila yang sedang menunggu sang putri terbangun dari pingsan nya.
Entah apa ungkapan yang tepat bagi persaan ega saat ini,disatu sisi ega begitu bahagia karna wanita yang selama ini dia cintai tengah mengandung anaknya tapi disis lain ega juga merasa bersalah karna anak itu hadir karna sebuah kecelakaan dan mungkin sila tidak akan dapat menerima nya.
Satu jam berselang sila pun mulai membuka mata nya.Dia mengedarkan pandangan nya melihat sekeliling yang lagi lagi asing bagi nya.
Sila terlonjak kaget begitu melihat ega berada disamping nya dan sedang memegang erat tangan nya.Karna keterkejutan nya reflek sila menghempaskan tangan ega.
"sila kamu sudah bangun.?"tanya ega yang terkaget karna tangan nya dihempaskan begitu saja oleh sila.
"sedang apa kamu disini.?pergi ga,aku gamau ketemu sama kamu,aku benci sama kamu ga,pergi sekarang juga ga pergi."teriak sila histeris begitu mendapati ega ada disamping nya dan menggenggam erat tangan nya.
Bunda erna yang sedang berada diluar pun dibuat kaget dengan suara teriakan dari sang anak,beliau pun bergegas masuk kedalam dan melihat apa yang terjadi pada sang putri tercinta.
"sila kenapa sayang,ada apa,kenapa teriak begitu ada apa sayang.?"tanya sang bunda begitu masuk kedalam kamar perawatan sila.
"tolong usir dia dari sini bun,aku gamau liat dia,aku gamau ketemu dengan nya bun...tolong bawa dia keluar dari sini bun."sila tambah histeris disaat aang bunda masuk kedalam ruangan itu.
Tak henti hentinya dia meminta agar ega keluar dari ruangan itu,hal itu menambah kebingungan bunsa erna dengan tingkah laku sang anak.
Dengan berat hati akhirnya ega pun keluar dari kamar tempat sila dirawat,walaupun tak langsung meninggalkan rumah sakit tersebut.
Ega masih setia menunggu diluar ruangan,tepatnya didepan kamar sila dengan perasaan yang gamang ega memutuskan akan menceritakan awal mula tragedi ini berawal.
Setelah sila mulai tenang dan kembali tertidur bunda erna pun keluar ruangan dan menemui ega yang masih setia menunggu diluar ruangan.
"kamu ga pulang nak,sebentar lagi mau malam sebaiknya kamu pulang dan istirahat."ucap bunda erna yang kini telah duduk disamping ega.
Walaupun begitu penasaran dan begitu banyak nya pertanyaan yang telah muncul dibenak bunda erna akan ke anehan sikap sang putri tapi dia enggan untuk bertanya disaat melihat kondisi ega yang terlihat lebih terpuruk dengan keadaan sila.
"bunda..."panggil ega lirih dia masih menyiapkan mental nya agar lebih kuat lagi seandainya penolakan terlontar dari mulut bunda erna.a
"iya nak...ada apa sayang.?hemm.?bisa cerita sama bunda sebenar nya ada apa ini.?"akhirnya bunda erna pun menanyakan prihal ke anehan yang terjadi.
Ega pun berdiri dari duduknya dan mulai bersimpuh dihadapan bunda erna."bunda maafkan ega bunda...ega yang udah buat sila hancur bunda...egalah ayah dari bayi yang sila kandung bunda...ega seorang bajingan bunda...ega pria brengsek bunda...tapi...tapi ega mohon bunda ijinkan ega bertanggung jawab atas anak yang sila kandung bunda...ega mohon biarkan ega bertanggung jawab atas perbiatan bejad ega bunda."lagi lagi bunda erna dibuat syok tak percaya akan apa yang terjadi hari ini.
Begitu banyak hal yang mengejutkan nya hari ini,hal yang benar benar diluar dugaan nya.Walau tidak menutupi rasa kecewa nya terhadap ega tapi erna juga bersyukur karna orang yang harus bertanggung jawab atas cucunya itu adalah ega orang yang telah dia anggap sebagai anaknya sendiri.
"siapa yang hamil.?"tetiba terdengar suara sila menyela diantara percakapan ega dan bunda erna.Bunda erna berdiri dari duduknya dan menghampiri sang putri dan memeluk erat tubuh lemah itu guna memberi kekuatan kepada sang putri agar kuat menjalani semua cobaan yang dialami nya.
Sila merenggangkan pelukan samh bunda dan netranya memindai ega yang masih setia dengan posisi duduk bersimpuhnya.Ega tak mampu lagi mengangkat kepala semua terasa berat untuknya,walaupun dia mencintai ibu dari sang calon buah hati tapi tidak dengan cara seperti ini juga pikirnya namun apalah daya nasi telah menjadi bubur,niatnya menghidarkan sila dari bencana malah dia sendiri lah yang menjadi petaka bagi gadis cantik itu.
"ngga bun...sila ga mau bun...sila ga mau hamil bunda...ayo bun kita minta dokter buat buang janin ini bun ayo bun."sila yang syok histeris meminta sang bunda membuang calon cucu nya itu.
"astaghfirullah sayang...istigfar nak...kamu ga boleh bilang gitu sayang."lagi bunda erna kembali memeluk sila yang terus menangis histeris dan meminta agar mengeluarkan sang janin yang tak berdosa itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Wanti Suswanti
masih untung kamu ditolong sama Ega mau bertanggung jawab..apa jadinya kalau kamu sama Natan bakal dibuang kayak sampah...
2024-01-20
2