Kurang dari 30menit ega telah sampai didepan rumah sila dan bergegas berlari masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan sila.
"gimana bi semua keperluan nya sudah siap?"tanya ega begitu masuk mendapati sila dan bi asih duduk diruang tamu.
"sudah den...mari kita segera pergi biar non sila segela dapat penanganan dokter"lanjut bi asih.
Tanpa bertanya dan tanpa meminta ijin pada sang punya tubuh,dengan sigap ega langsung membawa sila dalam gendongan nya dan membawa nya masuk kedalam mobil dikursi bagian belakang dan disusul oleh bi asih yang ikut masuk menemani sang majikan muda nya.
Tak ada penolakan dari sila karna sila terlalu fokus merasakan dahsyat nya rasa nyeri saat kontraksi datang.
Kurng lebih 40 menitan mobil ega pun sampai disalah satu rumah sakit ibu dan anak tempat biasa sila memeriksakan kandungan nya.
Ega membawa sila masuk keruang penanganan,beberapa suster dan seorang dokter wanita pun telah datang dan mulai memeriksa ke adaan sila.
Tak lama sang dokter pun keluar guna memberi tahu kondisi pasien dan meminta salah satu anggota keluarga menemani sang pasien agar bisa memberi dukungan pada saat proses persalinan berlangsung.
"bisa saya bicara dengan suami pasien?"tanya dokter yang menangani sila,ega pun sedikit berlari dari tempatnya berdiri kebetulan dia telah melakukan administrasi terlebih dahulu.
"saya dok ada apa ya"tanya ega cemas begitu berada didepan sang dokter.
"tenang pak ibu sila baik baik saja...kondisi nya saat ini adalah hal yang wajar bagi wanita yang akan melahirkan secara normal jadi bapak tidak usah khawatir...saya memanggil bapak untuk meminta bapak menemani pasien."
"biasa nya dalam masa kontraksi seperti sekarang sang ibu perlu dukungan penuh dari keluarga terutama dari suami."lanjut aang dokter menjelaskan.
Ega tampak ragu ketika diminta dokter masuk menemani sila didalam,cukup lama ega hanya berdiri diambang pintu sampai bi asih datang dan membuyarkan lamunan nya.
"masuk saja den...bibi yakin non sila ga akan menolak kehadiran den ega...apalagi nyonya dan non bila masih belum bisa dihubungi...kalo bukan den ega siapa yang akan menemani non sila...saya akan mencoba terus menghubungi nyonya dan non bila."
dengan langkah yang sedikit ragu ega pun mulai memasuki ruangan dimana sila akan menjalani proses melahirkan secara normal.
Perlahan ega menghampiri ranjang pasien dimana sila terbaring disana sedang merintih kesakitan.
Ega pun memberani kan diri menggenggam tangan sila yanh sudah basah oleh keringat dan membelai pucuk kepalanya memberi dukungan kepada sila agar kuat menjalani proses persalinan nya.
Kali ini sila melunak,tak ada penolakan bahkan uang mengejutkan dan membahagiakan bagi ega adalah sila membalas genggaman tangan ega dan menarik tangan nya agar ega mengelus perut buncitnya.
Ada perasaan yang entah apa itu namanya yang pasti ega merasa takjub untuk pertama kali nya ega menyentuh perut buncit sila dan mengelus nya.
"terus usap kaya gitu ga...biar sakit berkurang...aawww ssiiittttthhhh"sila kembali meringis,dengan sabar dan telaten ega pun terus berada disamping sila memberi dukungan pada calon ibu dari anaknya itu.
Satu jam berlalu dan suara tangis sang bayi pun menggema memenuhi ruang persalinan.
ega begitu takjub melihat tubuh mungil yang diberikan oleh suster untuk di adzani oleh nya.
dengan suara yang bergetar ega mulai mengadzani putri kecil nya itu dan setelah selesai di adzani sang bayi pun dibawa sementara keruangan perawatan bayi tuk mendapatkan perawatan pasca lahir.
Sambil menunggu sila dipindahkan keruang rawat inap ega pun menunggu dikoridor rumah sakit ditemani oleh bi asih.
Tak berselang lama bunda erna pun datang ditemani oleh nabila anak sulung nya.
"gimana ke adaan sila nak"tanya bunda erna begitu sampai dihadapan ega.
"sila baik baik saja bunda...dia berhasil melahirkan putri kami dengan selamat dan secara normal."jelas ega menceritakan kondisi sila dengan rasa haru.
"alhamdulillah syukur lah kalo begitu"ucap syukur bunda erna karna sila mampu melewati masa paling penting bagi satiap kaum hawa.
Sila pun mulai dipindahkan ke ruangan rawat inap di ikuti oleh bunda erna,nabila,bi asih dan ega tentu nya.
Sedang sang bayi masih diruang perawatan bayi karna masih dalam pantauan dokter anak disana.
Ega pun memasuki ruangan tempat sila akan menginap selama masa pemulihan pasca melahirkan.
Ega menatap sila penuh rasa haru,dia sangat berterimakasih pada sila karna mau bejuang melawan rasa sakit demi melahirkan putri kecil mereka.
Ega melangkahkan kaki nya mendekati sila san ingin mengucapkan terimaksih akan tetapi sila terlebih dahulu angkat bicara.
"bawa dia pergi sekarang ga...aku ga mau melihat nya...aku sudah memenuhi janji ku dan sekarang giliran kamu...bawa jauh dia dari hidup aku dan jangan pernah muncul lagi dihadapan ku."pinta sila begitu ega berdiri didekatnya.
Semua yang ada diruangan itu pun dibuat terkejut dengan pernyataan sila,dia bahkan belum melihat wajah sang anak tapi dia sudah meminta ega membawa nya pergi jauh.
Tanpa sepatah kata pun ega membalikan badan nya dan berjalan keluar ruangan.
Hatinya bagai diremas,rasa kecewa dan sakit menyelimuti hari yang seharusnya disambut dengan suka cita malah menjadi nestapa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
ira rodi
sampe sekarang aku baca ceritanya bagus banget....biasanya sih cewek yg di suruh pergi bawa bayinya sekarang malah si cowok....
2024-03-09
2
Wanti Suswanti
ada ya perempuan kayak sila binatang aja gak tega buat ninggalin anak yg baru dilahirin lah ini dia yg ngerasain sakit waktu melahirkan dengan entengnya bilang suruh dibawa pergi...aku gak respect banget sama cewe kayak sila..
2024-01-20
1