Sila kembali mengurai pelukan sang bunda dan berjalan perlahan menghampiri ega yang ikut menangis dengan posisi nya masih berlutut dihadapan bunda erna dan juga sila.
"ini semua karna kamu...karna kamu hidup aku hancur...karna kamu aku harus hamil sebelum aku nikah karna kamu aku masa depan aku hancur...dasar pria brengsek,bajingan kamu ega....tega kamu sama aku...tega kamu ga...apa salah aku sama kamu ga...salah apa aku sama kamu kenapa kamu tega hancurin hidup aku."teriak sila memaki sang sahabat dan menghadiahi tubuh tegap itu dengan pukulan bertubi tubi dari tangan mungil sila.
Tak ada kata yang terucap dari bibir ega,dia hanya terdiam menundukan kepalanya dan membiarkan sila melampiaskan amarah yang selama satu bulan itu dia tahan sendiri.
Perlahan pukulan itu melemah dan diganti dengan isak tangis yang memilukan.Bunda erna pun tak kuasa lagi menahan air mata yang sedari tadi dengan sekuat tenaga ditahan.
Entah apa yang harus dilakukan,marah dan kecewa jelas itu sudah pasti tapi dia juga begitu tak tega melihat anaknya yang harus menanggung akibat dari perbuatannya yang belum diketahui apa alasan dan penyebab bayi itu hadir didalam rahim putrinya.
Bunda erna pun begitu bingung dengan semua yang terjadi hari ini,3minggu meninggalkan sang putri untuk urusan bisnis nya dengan sang suami begitu pulang dia dihadapkan dengan kejadian yang membuat jantung nya bagaikan rollercoster.
Entah apa yang terjadi dengan sang putri dan sahabat nya yang merupakan anak dari teman sekaligus rekan bisnis sang suami tersebut hingga kedua remaja yang memasuki masa dewasa itu mengalami hal yang seharus nya tidak terjadi.
Setelah pukulan sila terhenti ega pun memberanikan diri untuk menggenggap erat tangan sila dan mengutarakan penyesalan dan niat nya mempertanggu jawabkan perbuatan nya.
"maafkan aku sila...aku tau ini berat...bukan cuma untuk kamu tapi untuk aku juga...aku akan bertanggung jawab atas bayi itu dan juga kamu."lirih ega.
Secepat kilat sila melepaskan tangan nya dari ega dan menyorot ega dengan tatapan penuh kebencian.
"pergi kamu ga...aku ga mau lihat kamu lagi...dan aku juga ga mau bayi ini...aku tidak mau dia lahir kedunia ini."penyataan sila begitu membuat ega dam sang bunda kaget bukan kepalang.
"ngga sil aku mohon...tolong jangan lakukan itu...dia tidak berdosa sila...biarkan aku merawatnya."ega kembali meraih tangan sila agar mengurungkan niatnya mengugurkan kandungan nya.
"Maaf aku sila...maaf karna telah membuat hidup kamu hancur sila...maaf karna telah menorehkan luka yang dalam dihati kamu sila...tapi aku mohon tolong pertahan kan bayi itu sila...aku janji setelah dia lahir aku akan membawa nya pergi dan tidak akan pernah muncul lagi dihadapan kamu sila...aku mohon pertahan kan bayi itu."dengan suara lirih ega memohon kepada sila agar mempertahan kan calon buah hatinya.
Sila terdiam sejenak,dia melepas genggaman tangan ega dan beranjak dari duduknya dan berjalan kembali menuju kamar tempatnya dirawat tapi sebelum dia memasuki kamarnya dia berhenti sejenak di ambang pintu dan berkata.
"baik...aku akan melahirkan nya untukmu...tapi aku mohon sama kamu selama aku hamil tolong jangan pernah muncul dihadapan aku ga...datanglah saat dia lahir nanti dan bawa dia pergi sejauh mungkin jangan sampai aku melihat kalian lagi....selamanya."sila pun melanjutkan langkah nya dan menghilang dibalik pintu.
Bunda erna pun bergegas menghampiri ega yang tampak lebih terpuruk akan semua yang terjadi pada nya dan juga sila,bunda erna memeluk erat tubuh ayah dari cucu pertama nya itu.
Ada sedikit kelegaan dihati bunda erna dan juga ega mendengar keputusan sila untuk tetap mempertahan kan calon bayi nya tapi juga kesedihan yang begitu mendalam mengingat bahwa sang anak tidak akan pernah mendapat kasih sayang dari sang ibu kandung nya.
"berdirilah nak...kuatkan dirimu...tegarkan dirimu...kini kamu punya tanggung jawab yang besar...kalo kamu rapuh dan jatuh,siapa yang akan menguatkan bayi kalian."bunda erna membantu ega bangkit dan duduk bersama dikursi tunggu pasien.
"sebenarnya bunda kecewa sam kamu,bunda marah sama kamu...tapi bunda tau kamu tidak ada niat sejahat itu pada sila."bunda erna menjeda ucapan nya dan menhatur nafasnya agar bisa melanjutkan ucapan nya.
"ega benar benar minta maaf bunda."lirih ega dengan tetap menundukan kepala nya tak berani menatap bunda erna.
"baik bunda maafkan nak...sekarang tegakan kepalamu,liat bunda nak."pinta bunda erna agar ega dapat menatap ke arahnya.
Dengan perlahan dan ragu ega pun mulai mengangkat kepalanya dan menatap sang bunda.
"dengarkan bunda ya...bunda tau ini sulit dan juga berat buat kamu,tapi bunda mohon bertahan lah kuatkan diri kamu...demi kesehatan sila dan juga calon anak kalian bunda mohon tuk tidak menemui sila sampai dia melahirkan nanti ya."
"bunda tau ini berat tapi melihat kondisi sila yang seperti ini mungkin untuk sekarang kita ikuti mau nya dia seperti apa...bunda janji,bunda akan memberi kabar tentang perkembangan kesehatan bayi kamu dan kondisi sila tiap harinya...kamu bisakan.?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Athallah Linggar
Jgn cuma mnt maaf dong ga,jelasin sm mm ema biar kasih pengertian sm sila jd kamu ga disalahin mulu
2024-02-08
2