5tahun kemudian....
tap tap tap tap derap langkah kecil mulai memasuki kamar ega yang masih tertutup dan sang punya kamar pun masih bermain indah di alam mimpi nya.
"ayah bangun...bangun ayah...ini hari pertama ara sekolah...ayah sudah janji mau antar ara sekolah"ucap gadis kecil yang sedang membangunkan sang ayah.
Ega pun mulai mengerjapkan mata nya kala mendapatkan guncangan kecil di tubuh nya dan mulai membuka mata nya.
"pagi sayang...masya allah putri ayah sudah cantik aja...mau kamana sayang jam segini sudah bikin kehebohan.?"sapa sang ayah yang belum menyadari kondisi dipagi hari ini.
seketika wajah putri cantiknya itu memasang wajah ceria kini berganti menjadi cemberut.
"loh tuan putri kepana cemberut.?ada yang salah sayang.?"tanya sang ayah yang masih belum tersadar sepenuhnya dari alam mimpi.
"ayah jahat...ayah lupa kalo ini hari pertama ara sekolah...ayah jahat."gadis itu pun berlari meninggalkan sang ayah yang masih setia terbaring ditemani selimut tebal nya.
"astaghfirullah."ega menepuk jidat nya kala menyadari kesalahan nya pada sang putri.
ega pun beranjak dari kasurnya dan mengejar sang putri tercinta dan tak kunjung menemukan sosok bidadari kecilnya.
ega pun turun ke lantai bawah dan menanyakan pada sang pengasuh keberadaan sang putri.
"mbak liat ara ga.?tadi dia ngambek dan lari dari kamar mbak."tanya pada sang pengasuh.
"seperti biasa pak...kalo non ara ngambek pasti pergi kesana."jawab mbak rini yang telah 4tahun menemani ara dan hafal betul kebiasaan dan hobi dari putri kecil ega itu.
ega pun menggangguk dan segera berlari ke tempat persembunyian ara,yaitu dibelakang pintu menuju kehalaman belakang rumahnya.
ega pun berdiri dibalik pintu dan mencoba membujuk ara yang kini sedang dalam mode ngambek.
"maafin ayah sayang...ayah ga lupa kok...ini ayah sudah siapin baju terbaik ayah buat anterin putri cantik kesayangan ayah sekolah"bujuk ega pada sang putri.
tak lama ara kecil pun muncul dari persembunyian nya tapi masih memasang muka yang cemberut.
"sekarang ara sarapan dulu yah...ayah siap siap dulu biar bisa cepat cepat pergi kesekolah."bujuknya lagi dan ara pun mengangguk menyetujui ajakan sang ayah.
1 jam berlalu dan kini ega dan juga ara telah tiba disebuah sekolah taman kanak kanak terbaik dikota itu.
dengan semangat ara pun memasuki kawasan sekolah dengan menggandeng tangan sang ayah.
tak lama ara pun masuki kelas yang akan ditempati nya mengais ilmu awal sebelum memasuki sekolah dasar.
didalam kelas ternyata sudah ada beberapa murid lain beserta satu wali kelas,seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sehat walau di usia nya menua.
"selamat pagi."sapa nya begitu ega dan juga ara memasuki kelas.
"selamat pagi juga bu guru...perkenalkan saya rega ayah dari tiara yang akan mulai ikut belajar disekolah ini."ega mengulurkan tangan nya guna memperkenalkan diri kepada calon wali murid nya.
"halo pak rega dan juga tiara...perkenalkan saya fatimah saya kepala sekolah disini,kebetulan wali kelas nak tiara sedikit terlambat karna mobil beliau mogok mungkin sebentar lagi belau akan sampai disini"sambung bu fatimah menyambut uluran tangan dari ega.
"panggila aku ara aja bu kepala sekolah biar lebih akrab."ara pemotong obrolan antara ega dan juga bu fatimah.
"oh tentu ara...sekarang ara duduk dikursi yang masih kosong ya karna sebentar lagi pelajaran akan dimulai...sambil menunggu ibu nasila datang kita mulai dengan pengenalan diri terlebih dahulu ya."sambung bu fatimah.
deg jantung ega terasa berhenti berdetak kala mendengar nama yang selama ini dia rindu kan.
ega menggelengkan kepala nya guna membuyarkan pikiran nya tentang seseorang yang nama nya baru disebutkan oleh bu fatimah tersebut berharap orang yang disebutkan bukan lah orang yang ega pikirkan.
"kalo begitu saya pamit dulu bu...saya titip ara nanti begitu jam pulang saya jemput ara kembali."pamit ega dan keluar kelas yang ditempati oleh ara si putri kecilnya.
ega pun bergegas ke arah mobil nya terparkir dan akan melanjutkan perjalanan nya menuju kantor.
dan tanpa ega sadari tepat di pintu gerbang mobil yang ega tumpangi berpapasan dengan taksi yang sila tumpangi.
ya ibu guru nasila yang ibu fatimah sebutkan tadi adalah sila,yang tak lain adalah ibu kandung ara yang sudah lama berpisan dengan ara putri nya.
sila pun bergegas menuji ke kelas yang biasa dia tempti untuk mengajar setengah berlari karna sudah cukup lama dia terlambat dari jadwal yang seharus nya.
sila pun bergegas masuk dan mengucapkan salam."assalamualaikum...ibu maaf sila terlambat"sapa sila pada bu fatimah.
"ngga apa apa nak...padahal ijin juga ga apa apa kok nak kalo emang ga sempat...nah anak anak berhubung ibu nasila sudah hadir maka ibu tinggal dulu ya dan dilanjutkan sama ibu nasila."ucap sang kepala sekolah sembari beranjak dari duduknya dan keluar dari kelas tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Wanti Suswanti
gimana perasaan Ara kalau tau ibu kandungnya gak menginginkan dia lahir bahkan dengan teganya membuangnya tanpa mau memberi asi terlebih dahulu...
2024-01-20
2
Maura
visual ara kak
2023-06-19
1