Ren sama sekali tidak terkejut terhadap perkataan Ibu Myro, ia hanya berkata "Jika itu keputusan tuan maka aku tidak keberatan, apalagi di mataku Tuan Myro merupakan pria terhebat yang pernah aku lihat. Sekarang mungkin tidak terlihat, tapi di masa depan maka Tuan Myro ditakdirkan untuk menjadi seorang raja ataupun kaisar. Tetapi aku tidak bisa menjadi seorang ratu, posisi sebagai wanita nomor 1 itu tidak cocok untukku".
"Kenapa? Apakah karena latar belakangmu yang seorang prajurit? Atau ada wanita lain yang menurutmu lebih cocok", tanya Ibu Myro penasaran.
"Ada 2 tipe wanita yang cocok menjadi ratu dari seorang raja ataupun kaisar", kata Ren yang mulai menjelaskan "Tipe 1 adalah mereka yang memiliki latar belakang besar seperti Grand Duke ataupun Duke, bahkan anak dari raja kerajaan lain. Dengan pernikahan politik tersebut, maka posisi seorang raja bisa menjadi semakin kuat ataupun berkuasa".
"Lalu, bagaimana dengan tipe wanita ke 2?", tanya Ibu Myro lagi.
"Tipe wanita ke 2 yaitu mereka yang bisa memperkuat posisi raja tanpa bantuan latar belakang mereka, melainkan kemampuan mereka sendiri. Sosok ini harus seorang wanita cerdas yang bisa membatu suaminya untuk mengendalikan politik serta seluruh militer kerajaan, selain itu ketika raja pergi untuk berperang maka ratu ini harus bisa menekan semua pejabat yang ada walaupun raja sedang pergi. Terutama pemberontakan, bagaimanapun saat raja pergi dari istananya maka itu merupakan waktu dimana pemberontakan paling mudah terjadi", kata Ren.
"Apakah kau tidak cocok dengan tipe ke 2? Lagipula aku bisa merasakan bahwa kau adalah orang yang cerdas", kata Ibu Myro.
"Tidak, aku memang cerdas membuat strategi serta membawa kemenangan di medan perang. Tetapi untuk mengendalikan politik serta kekuasaan yang ada di seluruh kerajaan, maka itu cukup sulit. Namun aku mengenal seorang wanita yang bisa melakukan ini, wanita itu selalu bertindak di balik layar dan bisa menjadi sangat licik serta cerdas. Siapapun yang menjadi musuhnya maka mereka akan menyesal, sebab wanita itu bisa membuat musuhnya menjadi seperti seorang badut yang melompat-lompat di tangannya tanpa disadari musuhnya tersebut. Aku tidak tahu apa yang sedang wanita ini lakukan sekarang, tapi ia seharusnya sudah mengikuti Tuan Myro sekarang", kata Ren lagi.
Ibu Myro segera menjadi bingung "Wanita hebat seperti itu bisa ada di samping Myro, kenapa aku tidak tahu? Nampaknya anak ini sudah menyembunyikan banyak hal dariku, siapa nama wanita ini?".
"Nama wanita itu adalah--", kata Ren yang mencoba memberitahu Ibu Myro.
Tetapi Falka yang ada di samping Myro segera menghadap ke semua orang "Seluruh pasukan bersiap, kita akhirnya sudah tiba di tenda sementara pangeran ke 4. Kalian harus berbaris dengan tertib, jangan sampai membuat tuan malu karena kalian bertindak lemah serta diejek oleh bangsawan yang lain!".
"Baik!", teriak seluruh pasukan yang kembali mengangkat senjata mereka.
Ren juga menutup kembali kipas lipatnya, karena mereka sudah hampir tiba maka Ibu Myro hanya bisa melupakan masalah tadi dan lebih mementingkan itu melihat seperti apa pasukan pangeran ke 4 serta bangsawan yang lain di peperangan kali ini.
...----------------...
Di dekat Ibukota Provinsi Seth, terdapat sebuah kumpulan tenda tepat di samping ibukota provinsi tersebut.
Jumlah tenda yang ada disana cukup banyak, paling tidak semua tenda ini bisa dijadikan tempat tinggal bagi puluhan ribu orang.
Namun orang-orang yang sedang tinggal di tenda saat ini merupakan para prajurit berasal dari seluruh provinsi utara bahkan Ibukota Kerajaan Azeroth, lebih tepatnya ini merupakan tempat perkumpulan sementara pangeran ke 4 dan pasukannya sebelum menyerang Kerajaan Kavaleri.
Di antara semua tenda ini, terdapat sebuah tenda yang paling besar serta bewarna emas dengan lambang keluarga Kerajaan Azeroth, hanya orang-orang yang merupakan keluarga langsung Raja Azeroth V bisa memakai lambang ini.
Di tenda tersebut, terdapat seorang pria muda dengan rambut pendek berwarna emas. Ia memakai baju zirah perak yang terlihat sangat mewah serta berkilau, selain itu terdapat seorang pria berusia sekitar 40 tahun berdiri tegak di belakangnya.
Pria berusia 40 tahun ini memiliki tubuh yang berotot seperti beruang, selain itu ia memiliki rambut coklat pendek serta tanda luka di wajahnya. Setiap orang yang melihatnya pasti mengetahui bahwa pria ini sudah melalui banyak medan perang, bukan berdasarkan luka di wajahnya melainkan aura darah yang ada di tubuhnya.
Pria muda dan berusia sekitar 40 tahun ini tidak lain adalah pangeran ke 4 dan Jendral Limo.
Pangeran ke 4 menghela nafas sebelum menjatuhkan kepala di mejanya "Limo, apakah kakek benar-benar berpikir kita bisa menang dengan pasukan tidak berguna dari bangsawan provinsi Utara ini? Walaupun semua bangsawan ini sudah mengirim 7000 pasukan bersama anak mereka, tapi apa yang mereka kirim bukanlah pasukan melainkan penduduk yang diberikan senjata. Limo, kau harus membantuku, jika tidak maka aku hanya bisa kembali dengan malu menuju ibukota nanti".
Limo langsung memiliki wajah yang tegas "Pangeran, sebagai anak raja maka anda tidak boleh bersikap seperti ini. Selain itu kakek anda sudah menegaskan bahwa aku tidak boleh membantu bahkan apabila itu hanya memberikan strategi, kecuali masalah hidup dan mati tuan muda maka aku tidak boleh bergerak di perang ini. Kakek anda mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan terbaik bagi anda untuk belajar melalui peperangan secara langsung, menang dan kalah sama sekali tidak penting".
"Aku memang memiliki 4000 pasukan elit kerajaan dan 7000 penduduk yang dipersenjatai oleh bangsawan bodoh ini, tapi aku tidak memiliki ahli strategi sedikitpun. Kekuatan pasukan milikku lebih lemah daripada kerajaan kavaleri, kecuali kau membantuku maka tidak mungkin aku bisa memenangkan perang ini. Paling tidak bantu aku dengan beberapa saran di tengah medan perang nanti, sebagai jendral yang sudah sering memimpin di medan perang maka kau pasti bisa membantuku untuk mengalahkan Kerajaan Kavaleri", kata pangeran ke 4 mencoba membujuk Limo ini.
Tetapi Limo sama sekali tidak terpengaruh, ia menggelengkan kepalanya dengan tegas "Aku tidak bisa melanggar tugas yang diberikan kakek anda, jadi aku tidak bisa membantu pangeran ke 4 sedikitpun kecuali waktu melarikan diri sudah tiba".
Pangeran ke 4 masih mencoba membujuk Limo dengan keras kepala, namun mereka langsung mendengar suara langkah kaki kavaleri yang mendekat.
Bagaimanapun kuda memiliki suara langkah kaki yang cukup keras, oleh karena itu baik pangeran ke 4 ataupun Limo bisa mendengar kedatangan pasukan kavaleri dengan jelas.
"Kavaleri? Bagaimana mungkin? Apakah akhirnya ada bangsawan yang sedikit cerdas dan mengirim pasukan kavaleri untuk membantuku melawan Kerajaan Kavaleri?", kata pangeran ke 4 sedikit senang, meskipun kavaleri yang diberikan tidak banyak sekalipun, setidaknya masih jauh lebih baik daripada penduduk yang dipersenjatai seperti bangsawan lain.
Tiba-tiba pintu tenda ini terbuka, seorang prajurit elit dari Kerajaan Azeroth muncul dari pintu itu lalu berlutut "Pangeran, Jendral Limo, ada 400 kavaleri yang bergerak dengan cepat ke arah tempat ini! Kemungkinan besar mereka adalah seorang anak bangsawan yang dikirim untuk membantu kita".
"Akhirnya! Akhirnya ada juga bangsawan cerdas yang mengerti bahwa aku pangeran ke 4 pasti menang!", teriak pangeran ke 4 dengan senang "Limo, ayo pergi untuk menyambut anak bangsawan ini!".
Limo sedikit bingung sebab ia sendiri berpikir bahwa pangeran ke 4 kemungkinan besar kalah di perang kali ini, lalu siapa bangsawan yang begitu bodoh dan mengirim kavaleri nya untuk membantu serta mati di medan perang Kerajaan Kavaleri.
Limo hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa mengatakan pendapatnya ini di depan pangeran ke 4 sehingga ia hanya bisa mengikuti pangeran ke 4 untuk menyambut kavaleri yang datang ini sambil mencari tahu dari bangsawan mana pasukan kavaleri ini berasal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
KingBeban
siapa!!!
2024-05-25
0
Nur
ren
2023-12-26
0
johanes ronald
ini pangeran ke 4 bkl cm sbg penghias aja ya
2023-01-23
0