Baron Aras bukan orang bodoh, ia bisa melihat bahwa pasukan kavaleri Falka ini benar-benar menembak dengan sangat akurat, mereka tidak membunuh 1 orang pun yang menunjukkan seberapa tepat tembakan panah mereka.
Masalahnya jika pasukan kavaleri Falka menembak dan berhasil membunuh pasukan penjaga tembok kota miliknya, itu sudah sangat mengejutkan Baron sebab kavaleri Kerajaan Kavaleri sekalipun tidak bisa melakukan itu.
Tetapi pasukan kavaleri di depannya ini benar-benar bisa menembak tepat pada tujuan mereka agar tidak membunuh musuh, hal itu lebih menakutkan.
Bagaimanapun Baron Aras tahu bahwa menembak agar tidak membunuh jauh lebih sulit daripada menembak untuk membunuh musuh.
Dari ratusan tembakan tadi, maka tidak ada 1 tembakan pun yang salah arah sehingga menunjukkan ini bukan kebetulan, pasukan kavaleri yang di bawa Myro ini merupakan kavaleri paling elit yang pernah ia lihat.
Ren tidak terkejut seperti Baron Aras melainkan ia bertepuk tangan "Sangat hebat, pasukan kavaleri ini sangat elit hingga bisa mengalahkan ratusan pasukan Baron Aras dengan mudah, bahkan tembakan mereka sangat akurat sampai-sampai tidak ada seorangpun yang mati sesuai dengan tugas yang tuan berikan. Ini bukan lagi kuat, melainkan menakutkan! Di seluruh dunia ini sekalipun, aku rasa tidak ada banyak pasukan elit sampai sekuat ini".
Semua orang di atas tembok kota tidak bisa untuk tidak mengangguk setuju, mereka semakin bertanya-tanya darimana Myro bisa mendapatkan pasukan menakutkan seperti ini.
Myro hanya melihat Baron Aras sebelum berkata "Baron, bukankah merawat pasukan yang terluka jauh lebih penting sekarang? Luka panah itu memang tidak fatal, namun jika lukanya terlambat di rawat maka bisa menjadi fatal".
Baron kembali sadar, ia segera berteriak ke arah prajurit di belakangnya "Beritahu seluruh dokter yang ada di kota agar segera datang ke tembok kota, mereka memiliki banyak pekerjaan disini".
"Baik, Baron", kata prajurit itu yang langsung pergi dari tempat ini.
"Baron, bagaimana? Dengan pasukan kavaleri ini, aku rasa aku tidak perlu lagi repot-repot membawa pasukan yang sudah Baron siapkan bukan?", tanya Myro tersenyum ramah.
Senyum pahit muncul di wajah Baron, jangankan pasukan yang ia siapkan untuk Myro, bahkan pasukan elit Baron Aras sekalipun tidak sekuat pasukan kavaleri Myro ini.
Oleh karena itu, Baron sebenarnya merasa lebih baik Myro membawa pasukan elitnya sedangkan 400 kavaleri ini menjadi milik Baron Aras.
Namun Baron tahu bahwa walaupun ia mendapatkan pasukan Myro sekalipun, kesetiaan mereka masih meragukan, belum lagi Falka dan pasukannya ini setia kepada Myro dan bukan pada dirinya. Jadi Baron Aras hanya bisa berkata dengan pahit "Kau bisa pergi, aku tidak memiliki apapun lagi yang bisa diberikan untukmu".
Setelah itu Baron Aras langsung berbalik dan pergi dari tempat ini, ia merasa dirinya sudah terlalu malu untuk terus berada disini.
Di sisi lain, Ibu Luca berkata dengan dingin "Kenapa memangnya kalau kau memiliki pengikut dan prajurit kuat, selama kau melawan Kerajaan Kavaleri maka kalian pada akhirnya masih akan mati! Risa, Nak Myro, jaga diri kalian, walaupun ini akan menjadi waktu terakhir kita bertemu".
Lalu Ibu Luca ikut pergi dari tempat ini bersama anaknya, menurut Ibu Luca maka tidak peduli seberapa kuat pasukan Myro, mereka masih berakhir mati selama mengikuti pangeran ke 4 menuju Kerajaan Kavaleri. Jadi tidak perlu lagi merasa khawatir terhadap seberapa menakutkannya kekuatan pasukan Myro, bagaimanapun 1 tidak bisa menang melawan 10.000. Pasukan Myro memang kuat namun jumlahnya sedikit, melawan Kerajaan Kavaleri maka masih ada perbedaan jumlah yang jauh di antara mereka.
Ibu Myro menatap Ibu Luca dengan dingin "Apabila bukan karena dukungan kakakmu, maka kau hanya seorang nenek tua yang tidak bisa apa-apa".
"Tuan, apakah kita akan turun sekarang? Bagaimanapun pasukan tuan sudah menunggu di bawah", kata Ren mengingatkan Myro bahwa Falka dan yang lainnya sudah menunggu.
Myro mengangguk "Kau benar, ayo pergi".
Myro, Ren, Ibu Myro, dan Ferbas turun dari tembok kota dan berjalan pergi dari Kota Aras.
Ibu Myro terus berdiri di samping Myro dengan hati-hati, lagipula ia tidak seperti Ren yang tahu asal Falka dan yang lainnya, oleh karena itu Ibu Myro masih bersikap siap bertarung saat menghadapi Falka serta yang lainnya.
Melihat Myro datang dari gerbang kota, Falka bersama pasukannya turun dari kuda mereka, semua kesombongan pasukan Kavaleri Mongolia barusan sudah menghilang.
Falka memimpin para pasukannya untuk berlutut sambil berteriak "Tuan, Falka dan pasukan Kavaleri Mongolia sudah tiba memenuhi panggilan tuan! Maaf karena Falka datang terlambat, Falka harus menyiapkan makanan bagi para prajurit untuk pergi ke medan perang serta anak panah, hal ini membuat Falka harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan".
Myro melambaikan tangannya "Kalian bisa berdiri, terima kasih sudah repot-repot datang kesini".
"Apa yang tuan katakan, selama itu panggilan dari tuan, ke sisi lain dunia sekalipun maka Falka pasti pergi!", teriak Falka dengan tegas, ia memiliki suara yang keras seperti tubuhnya yang terlihat kuat.
Ketika Falka dan pasukan Kavaleri Mongolia berdiri, Myro mulai mengamati mereka.
Berdasarkan pengetahuan di bumi, Myro sangat mengenal tentang pasukan Kavaleri Mongolia ini yang ada sejak zaman dulu.
Kavaleri Mongol merupakan pasukan terkuat dari kekaisaran Mongol, pasukan ini juga yang menjadi bagian utama dari alasan kenapa Genghis Khan bisa menguasai banyak wilayah di dunia pada saat itu.
Kavaleri Mongol dijuluki sebagai kavaleri ringan terbaik di dunia, mereka bisa bergerak dengan cepat serta memiliki kemampuan bertarung yang kuat.
Senjata utama Kavaleri Mongol yaitu busur dan anak panah mereka, Kavaleri Mongol bisa bergerak cepat di atas kuda mereka sambil terus menembakkan panah secara akurat yang menjadi alasan kenapa sangat sulit untuk membunuh mereka.
Selain itu mereka memiliki sebuah pedang agar masih bisa bertarung walaupun anak panah mereka habis, Kavaleri Mongol sangat ahli memanah karena penduduk Kekaisaran Mongol waktu itu sudah dilatih untuk berburu sejak masih berusia sekitar 5 tahun. Oleh karena itu, mereka memiliki kemampuan memanah dan bertarung yang sangat baik serta ahli berkuda, mereka sudah belajar semua itu sejak masih sangat muda.
Kuda milik Kavaleri Mongol memang bukan kuda yang besar dan terlihat kuat, tapi jangan remehkan kuda yang mereka gunakan sebab gerakan para kuda ini sangat cepat serta memiliki daya tahan yang cukup menakutkan saat bertarung.
Falka dan Kavaleri Mongol di depan Myro sekarang sama seperti Kavaleri Mongol yang dimiliki oleh Genghis Khan waktu itu, jumlah Kavaleri Mongol Myro saat ini sebenarnya ada 800 pasukan, tetapi pangeran ke 4 hanya membuat persyaratan untuk membawa paling sedikit 200 pasukan. Jadi jika Myro membawa 800 pasukan elit, maka hal itu terlalu menarik perhatian yang lain serta bisa membuat mereka bahkan pangeran ke 4 ketakutan yang menjadi masalah bagi Myro.
"Tuan, kami sudah menyiapkan beberapa kuda untuk tuan dan yang lainnya. Aku tidak tahu berapa banyak orang yang tuan bawa sehingga aku membawa 30 kuda untuk tuan", kata Falka menjelaskan, lalu ia membiarkan seorang prajurit untuk membawa 4 kuda bersamanya agar bisa digunakan Myro dan yang lainnya.
Saat 4 kuda itu sudah datang dan Myro bersama Ren, Ibu Myro dan Ferbas sudah naik maka mereka bergerak menuju ke tempat berkumpul sebagaimana yang sudah ditentukan oleh pangeran ke 4.
Batas waktu berkumpul adalah besok pagi, siapapun yang terlambat harus di hukum sehingga Myro memutuskan untuk berangkat sekarang tanpa membuang waktu lagi sebab perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar 7 jam dengan memakai kuda.
Jika mereka berangkat sekarang, kemungkinan besar mereka tiba saat hari mulai mendekati malam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
Atek Jong
lanjut
2024-09-15
0
Nur
ratakan merka myro
2023-12-26
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Ya, Kita berangkat sambil bernicara di jalan
2023-03-26
1