Sebelum pergi, Myro mengambil sebuah pedang yang ada di sudut kamarnya sebelum bergegas pergi dari kamar tersebut bersama Ren yang mengikuti di belakangnya.
Myro bergerak secara diam-diam pergi dari rumah ini agar tidak membangunkan ibunya, Myro melakukan ini karena takut membuat ibunya semakin sedih ketika melihat kepergian Myro.
Saat melewati pintu kamar ibunya, Myro melihat pintu tersebut sambil bergumam dengan suara kecil "Ibu, ketika aku kembali nanti dari medan perang dan sudah menjadi bangsawan, aku pasti kembali untuk menemui ibu lagi. Saat itu, aku pasti membuat Baron Aras menyesal karena sudah meremehkan ibu, seorang wanita hebat yang melahirkan anak yang hebat juga!".
Myro merasa air mata mungkin jatuh dari matanya, tetapi Myro masih memutuskan untuk menahan air mata tersebut agar tidak membuat keributan yang mungkin membangunkan ibunya.
Ren yang ada di belakang Myro hanya mengamati sebentar sebelum mulai mencatat dipikirannya bahwa Myro nampaknya sangat memperdulikan ibunya, sebagai pengikut Myro maka Ren harus menyiapkan strategi di masa depan juga agar sesuatu yang buruk tidak terjadi kepada ibu Myro sebab hal itu pasti membuat Myro sedih.
Setelah mereka pergi dari rumah ini, Myro langsung membawa Ren menuju ke lapangan tempat ia sering berlatih.
Hari ini sama sekali tidak ada latihan apapun sebab lapangan dipakai untuk mengumpulkan pasukan yang disiapkan Baron saat Myro pergi, oleh karena itu para anak-anak sama sekali tidak bisa berlatih di tempat ini.
Ketika sudah sampai di lapangan, Myro sudah menemukan beberapa penduduk yang duduk dengan bosan di tanah sambil membawa senjata dan memakai zirah besi. Para penduduk ini tidak memiliki aura seorang prajurit sedikitpun, mereka berkumpul di lapangan sambil berbicara dengan kenalan mereka seperti sedang di pasar.
Wajah Ren menjadi suram saat melihat semua ini, sebagai ahli strategi yang cerdas maka Ren bisa melihat bahwa orang-orang ini bukanlah prajurit melainkan penduduk yang diberikan senjata.
Tapi Ren tidak bertindak sembarangan, Myro sekalipun belum pernah sehingga ia juga menahan kemarahannya dan bertindak saat sudah mengetahui keadaan dengan lebih jelas.
Myro tidak peduli terhadap para pasukan yang terlihat seperti sedang di pasar ini, ia berjalan bersama Ren langsung menuju bagian tengah lapangan yaitu tempat dimana Baron Aras sudah menunggu disana bersama dengan Luca dan ibunya yang merupakan adik dari seorang Baron.
Luca tersenyum mengejek terhadap Myro, ia sangat marah karena kemarin Myro membuatnya ketakutan, oleh karena itu Luca sangat senang mengetahui bahwa Myro dikirim ke medan perang untuk mati melalui ibunya.
Namun ketika Luca melihat ke arah Ren maka seluruh tubuhnya membeku, ia terkejut terhadap kecantikan Ren. Sebagai anak berbakat dari keluarga Baron Aras dan ibunya juga merupakan adik seorang Baron, ada banyak wanita yang mencoba mendekatinya, bahkan ada cukup banyak wanita cantik.
Masalahnya ia belum pernah menemukan wanita yang sangat cantik seperti Ren, apalagi Ren memberikan aura orang terpelajar yang cerdas. Selain itu, senyum percaya diri di wajah Ren memberinya daya tarik yang lebih, seakan-akan Ren bisa menyelesaikan semua masalah yang ada.
Bukan hanya Luca yang terkejut, Baron Aras sendiri ikut terkejut terhadap daya tarik Ren. Bahkan Baron merasa bahwa jika ia 10 tahun lebih muda maka ia pasti mencoba mengejar Ren ini juga, tetapi ia sudah tua sekarang sehingga lebih baik menyerahkan Ren kepada anak-anaknya selain Myro.
Bagaimanapun Myro akan mati, bukankah lebih baik memberikan kecantikan seperti Ren kepada Luca ataupun Teira, apalagi Baron Aras menemukan bahwa Luca sepertinya tertarik pada wanita ini. Baron Aras sudah memikirkan rencana untuk mendapatkan wanita ini dari Myro, lagipula ia yakin Ren mengikuti Myro karena ditipu olehnya memakai gelar anak Baron, tanpa mengetahui bahwa Myro sebenarnya anak Baron yang paling tidak berbakat.
"Ayah, terima kasih sudah repot-repot datang kesini", kata Myro tersenyum sopan, lagipula tidak perlu membuat Baron Aras bermusuhan dengannya.
Baron Aras juga tersenyum lebar, ia tidak boleh menunjukkan kelemahan Myro secepat mungkin di depan Ren agar tidak terlihat berlebihan "Ini apa yang harus ayah lakukan!".
"Tapi ayah, aku sebenarnya sama sekali tidak membutuhkan pasukan ini, biarkan semua penduduk ini kembali ke rumah mereka masing-masing", kata Myro tidak peduli.
Baik itu Baron Aras, Luca dan ibunya sangat terkejut, berdasarkan apa yang mereka tahu maka Myro bukanlah orang yang melawan perkataan Baron seperti ini. Lebih tepatnya Myro dari dulu selalu mengikuti perkataan Baron tanpa banyak bicara, jadi mereka terkejut bahwa Myro berani melawan perkataan Baron.
Seorang pria di belakang Baron melangkah maju dengan marah, ia menarik pedangnya dan menebas ke arah Myro. Ia berencana untuk melukai Myro sedikit tapi tidak fatal, hal ini dilakukan untuk mengajari Myro yang berani melawan Baron.
Myro sedikit mengamati pria ini yang tidak lain adalah tangan kanan Baron, berbeda dari Ferbas yang menjadi kepala pelayan dan tangan kiri, tangan kanan Baron ini merupakan jendral terkuat di bawah Baron Aras.
Oleh karena itu, bisa dikatakan kekuatan pria ini merupakan yang terkuat di Kota Aras ini sebab Baron sudah tua yang membuat kekuatannya melemah.
Saat semua orang berpikir bahwa pedang pria itu akan melukai Myro, bahkan Baron tidak berencana menghentikan tangan kanannya agar mengajari Myro untuk bersikap sopan dan tidak menolak rencana Baron, Ren yang ada di belakang Myro melangkah maju.
Ren menggerakkan kipas lipat yang ada di tangannya untuk bertabrakan dengan pedang tangan kanan Baron, Ren memakai sisi tajam dari kipas lipat miliknya untuk menghentikan pedang pria tersebut.
"Tang!".
Semua orang terkejut saat kipas lipat Ren benar-benar bisa menghentikan pedang dari pria tersebut, lagipula kipas lipat seharusnya bukanlah senjata. Belum lagi pria ini adalah orang terkuat di kota ini, Baron sekalipun tidak yakin bisa menghentikan pedangnya dengan mudah.
Setelah berhasil menghentikan pedang pria itu, Ren bergerak maju dengan gesit dan mengarahkan sisi tajam pedang lipatnya ke arah leher pria itu.
Pria yang merupakan tangan kanan Baron itu berkeringat dingin ketika kipas lipat Ren berada di lehernya, ia tahu bahwa selama ia melakukan sedikit gerakan bodoh lagi maka kipas lipat itu mungkin menebas lehernya.
"Aku tidak peduli siapa kalian, tapi jika kalian berani melukai tuanku maka kalian harus siap mati! Apakah kalian mengerti?", kata Ren dengan dingin "Apabila kalian bukan kenalan tuanku, aku pasti sudah menebas lehermu itu".
Pria itu mengangguk dengan cepat yang menunjukkan ia mengerti, Ren menarik kipas lipatnya lalu menendang perut pria itu yang membuatnya terlempar sejauh beberapa meter.
"Brak!".
Pria terkuat di Kota Aras itu mendarat dengan keras di tanah akibat tendangan Ren, ia berbaring kesakitan di tanah sebelum kehilangan kesadarannya, kemungkinan besar tendangan Ren tadi sudah mematahkan beberapa tulang miliki pria tersebut.
Baik itu Baron Aras, Luca, atau bahkan para penduduk yang dipersenjatai Baron serta berkumpul di lapangan ini merasa terkejut.
Wanita tidak dikenal yang terlihat tidak bisa bertarung ini benar-benar bisa mengalahkan pria terkuat di Kota Aras, semua orang terkejut darimana sebenarnya Myro bisa mendapatkan wanita cantik yang sekuat ini.
Myro sebenarnya juga terkejut, ia sebelumnya berpikir bahwa Ren hanyalah seorang ahli strategi sehingga ia tidak bisa bertarung. Tapi Myro sekarang tahu bahwa dirinya salah, Ren tidak hanya cerdas melainkan Ren juga cukup kuat untuk bertarung secara langsung melawan pasukan musuh sekalipun.
Ren merupakan seorang ahli strategi yang cerdas serta jendral yang bisa bertarung di medan perang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
YouTube Lana
author... ini ren kok tiba tiba pake pedang lipat?
2024-11-10
0
Nur
minta uwu dong ren
2023-12-26
0
glanter
baron....lsg kecut liat siapa pelayan anakx....
2023-05-12
1