Saat ini Myro membawa pasukannya terus bergerak maju menuju dekat ibukota Provinsi Utara yaitu Ibukota Provinsi Seth, pangeran ke 4 bersama pasukan elit miliknya dari Ibukota Kerajaan Azeroth sudah menunggu disana.
Walaupun Myro tidak terlalu sering naik ke atas kuda, tetapi ia bisa memakai kemampuan para pengikut yang ia panggil dari Dunia. Oleh karena itu, Myro bisa memakai kemampuan berkuda tanpa masalah.
"Falka, menurutmu apakah kita bisa memenangkan perang ini?", tanya Myro terhadap Falka yang naik kuda di sampingnya, Falka selalu berada di sampingnya untuk menjaga Myro jika terjadi keadaan buruk. Myro bertanya mengenai pendapat Falka sebab selama ini Falka memimpin pasukan sebagai tentara bayaran sehingga ia bisa mengetahui lebih banyak informasi serta keadaan medan perang daripada Myro.
Falka memegang wajahnya sambil berpikir "Aku tidak tahu, bagaimanapun kita harus mengetahui lebih dulu kekuatan pangeran ke 4 dan kekuatan Kerajaan Kavaleri, dengan itu kita bisa baru bisa menentukan siapa yang menang ataupun kalah. Belum lagi kekuatan pasukan kita masih sangat terbatas, apabila aku memiliki 10.000 Kavaleri Mongol maka aku dapat memberikan tuan Kerajaan Kavaleri tanpa bantuan siapapun, aku yakin itu. Tetapi aku tidak menyalahkan tuan disini, bagaimanapun menyiapkan 10.000 kavaleri dengan waktu sebentar itu hampir tidak mungkin, apalagi membutuhkan banyak sekali uang untuk merawat pasukan sebanyak itu".
Myro mengangguk "10.000 pasukan Kavaleri Mongol ya? Aku tidak tahu butuh waktu berapa puluh tahun lagi untuk memiliki pasukan sebanyak itu".
Melihat wajah Myro yang sedikit khawatir terhadap medan perang yang akan datang, Falka tidak bisa untuk tidak berkata "Tuan tidak perlu khawatir, setidaknya disini ada Falka. Walaupun aku tidak bisa yakin untuk selalu menang, namun seharusnya tidak ada masalah untuk melarikan diri hidup-hidup ketika kita kalah, Falka bisa melawan 100 orang tanpa masalah untuk membantu tuan melarikan diri. Belum lagi tuan membawa seorang wanita yang menakutkan bersama tuan, apakah wanita dengan kipas lipat itu juga berasal dari Dunia?".
"Wanita dengan kipas lipat? Maksudmu Ren?", kata Myro yang menatap ke arah Ren, saat ini Ren berada di belakang Myro serta Falka, ia bersama ibu Myro serta mereka sepertinya sibuk membicarakan sesuatu.
"Wanita itu sangat menakutkan, keberadaannya pasti bisa mengubah kemenangan dan kekalahan di medan perang nanti", kata Falka yang melihat Ren dengan mata tajam seakan-akan bertemu seorang monster yang sangat menakutkan.
"Apakah Ren begitu menakutkan?", tanya Myro, ia bingung kenapa Falka menilai Ren seperti itu.
"Tuan, aku Falka memang memiliki kekuatan yang kuat hingga bisa melawan 100 orang. Tetapi pada akhirnya kekuatan 1 orang sangat terbatas, apabila musuh memiliki 1000 ataupun 10.000 orang sedangkan aku hanya memiliki 100 pasukan maka kemungkinan besar aku akan kalah. Namun Nona Ren berbeda, ahli strategi itu sangat menakutkan, mereka merupakan penyihir di medan perang. Dengan sihir bernama strategi maka ahli strategi bisa membuat 100 pasukan menang melawan 1000 pasukan atau bahkan lebih. Bahkan beberapa ahli strategi lain bisa mengubah kekalahan menjadi kemenangan, itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh seorang prajurit yang hanya mengandalkan kekuatan sepertiku. Aku tidak tahu seberapa cerdas Nona Ren ini, tetapi aku pasti berusaha sebaik mungkin agar orang seperti Nona Ren tidak menjadi musuhku, siapapun yang menjadi musuhnya pasti tidak beruntung", kata Falka dengan tegas.
Mendengarkan penjelasan Falka, Myro semakin mengerti seberapa berharganya kemampuan Ren.
Bagaimanapun Myro belum pernah pergi ke medan perang sebelumnya, lalu ia berasal dari bumi yang damai sehingga pengetahuan Myro tentang strategi ataupun cara berperang sangat sedikit. Oleh karena itu, ia masih membutuhkan bantuan orang-orang seperti Falka dan Ren untuk membantunya menang di perang.
...----------------...
Di sisi lain, Ibu Myro yang penasaran tentang asal Ren, Falka dan 400 pasukan Kavaleri Mongol ini tidak bisa untuk tidak bertanya kepada Ren "Namamu adalah Ren bukan? Nona Ren, jika anda tidak keberatan, bisakah aku tahu kenapa kau memutuskan untuk mengikuti anakku? Dengan kekuatan Nona Ren, aku yakin Nona Ren bisa mendapatkan posisi penting di pasukan elit Kerajaan Azeroth dan mendapatkan kekuasaan. Kenapa repot-repot memilih anakku yang tidak mempunyai kekuasaan ataupun kekayaan apapun untuk diberikan?".
"Semuanya adalah takdir!", kata Ren yang membuka kipas lipatnya lagi "Nyonya, anda tidak perlu terlalu sopan terhadap aku, lagipula aku merupakan pengikut anda sehingga tidak tepat bagi ibu tuanku untuk memanggilku dengan sangat hormat seperti itu".
Ibu Myro berkata lagi "Kalau begitu aku akan memanggilmu Ren dari sekarang, kau juga tidak perlu terlalu sopan serta bisa memanggilku Nona Risa. Lagipula aku tidak setia itu untuk dipanggil nyonya, bisakah aku tahu apa yang kau maksud dengan takdir tersebut?".
Ren menutupi setengah wajahnya dengan kipas lipat itu sebelum berkata "Aku mengikuti Tuan Myro bukan karena kekuasaan ataupun uang, tapi takdir yang membuat kita bertemu. Tuan Myro mungkin tidak memiliki apapun sekarang, walaupun begitu aku yakin tuan bisa membuat sesuatu yang lebih besar di masa depan daripada Kerajaan Azeroth. Bahkan tidak menutup kemungkinan ia bisa menguasai seluruh dunia, karena itu aku mengikutinya".
Ibu Myro merasa sedikit aneh, ia tahu bahwa Ren merupakan orang yang cerdas sehingga ia tidak akan mengikuti Myro hanya karena alasan tersebut. Tetapi hal ini juga membuat ia tahu bahwa Ren tidak berencana memberitahukan alasannya yang asli, oleh karena itu Ibu Myro hanya bisa mengetesnya lagi "Mungkin ini tidak terlalu sopan untukku mengetes kesetiaannya, namun Ren aku memiliki sebuah pertanyaan untukmu. Apa yang akan kau lakukan apabila suatu hari nanti Myro menjadi sesuatu yang tidak bisa kau terima, seperti ia menjadi penguasa yang kejam serta dibutakan oleh kekuasaan?".
"Nona Risa, tidak masalah bagi anda untuk mengetes kesetiaan ku, lagipula tidak aneh bagi seorang ibu untuk merasa khawatir terhadap orang tidak jelas yang tiba-tiba mengikuti anaknya", kata Ren berkata dengan percaya diri "Apabila suatu hari nanti Tuan Myro mengambil jalan yang salah, maka aku Ren akan mencoba menyadarkannya. Bahkan aku tidak keberatan untuk memukulnya ataupun melakukan pemberontakan besar untuk membuat Tuan Myro bangun dari kebutaannya akibat kekuasaan. Namun jika tidak ada lagi kesempatan bagi tuan untuk kembali sadar, maka aku akan membuat tuan kehilangan semua kekayaan dan kekuasaannya!".
"Lebih baik menjadi petani di desa-desa kecil namun bisa membawa manfaat ke orang lain, daripada menjadi raja yang menghancurkan serta membunuh banyak orang yang tidak bersalah. Ketika tuan sudah kehilangan kekuasaannya, maka aku mungkin mengajak tuan untuk bertani ataupun apapun".
Ibu Myro tidak bisa untuk tidak sedikit tersenyum, ia berkata "Ren, kau benar-benar anak yang baik. Apabila seorang prajurit bisa duduk diam melihat tuan mereka jatuh ke jalan kehancuran, maka itu hanya sebuah kesetiaan yang bodoh. Jawabanmu tidak mengecewakanku, setidaknya untuk sekarang aku percaya padamu".
"Terima kasih karena Nona Risa sudah percaya padaku, aku pasti tidak akan mengecewakan tuan dan Nona Risa di masa depan", kata Ren sopan.
Ibu Myro menatap Ren dari atas ke bawah sebelum berkata "Kau sangat cantik, selain itu kau berusia sekitar 15 tahun yang tidak terlalu berbeda dari Myro. Ren, apakah kau tertarik untuk menikah bersama anakku? Aku tidak bisa yakin apabila anakku bersama wanita yang tidak dikenal, mereka mungkin bersama Myro hanya untuk memanfaatkannya, sepeti para wanita lain yang ada di sekitar Baron Aras. Namun apabila bersamamu, maka aku bisa yakin bahwa kau tidak akan memanfaatkan Myro untuk keuntungan mu sendiri. Bagaimana?".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
Atek Jong
mantap
2024-09-15
0
🐙⃝ʙᴀɴɢᴢᴜʟ࿆࿐
kemampuan tidak berguna... bawahan tidak setia
2023-08-06
0
ar wahkhu
gelar Nona hanya untuk wanita yang belum pernah menikah
2023-03-16
0