Sebagai kota paling utara dari Kerajaan Azeroth, tentunya Kota Aras harus selalu berhadapan dengan musuh yang ada di sebelah utara yaitu Kerajaan Kavaleri serta Kerajaan Orc-Goblin.
Kerajaan yang paling sering menyerang Kota Aras adalah Orc-Goblin, mereka mengirim pasukan goblin ataupun orc untuk merebut wilayah atau mengambil makanan agar bisa melewati musim dingin.
Sedangkan Kerajaan Kavaleri, mereka memang sering menyerang Kota Aras juga, tapi lebih sedikit daripada Kerajaan Orc-Goblin.
Sesuai namanya, Kerajaan Kavaleri memiliki pasukan kavaleri yang sangat kuat. Selama pasukan di Kota Aras berhadapan secara langsung dengan pasukan kavaleri dari Kerajaan Kavaleri maka mereka pasti mati. Untungnya ada tembok kota yang membuat pasukan kavaleri tidak berfungi, oleh karena itu Kota Aras masih bisa bertahan sampai hari ini.
Masalahnya bagaimana mungkin bisa ada pasukan kavaleri di daerah bersalju ini? Bagaimanapun sangat sulit untuk merawat kuda di wilayah dingin ini, apalagi kuda membutuhkan padang rumput sebagai tempat mereka mencari makanan. Lalu, kenapa Kerajaan Kavaleri bisa memiliki pasukan kavaleri yang kuat?
Jawabannya adalah Kerajaan Kavaleri merupakan wilayah unik di Utara ini, meskipun Kota Aras dan kerajaan Orc-Goblin selalu bersalju, Kerajaan Kavaleri sering mengalami musim panas. Bahkan sebagian besar dari wilayah mereka adalah padang rumput, tempat yang sangat cocok untuk merawat kuda.
Apabila bukan karena memiliki pasukan kavaleri yang kuat, baik itu Baron Aras ataupun Kerajaan Orc-Goblin pasti sudah mencoba merebut wilayah ini sebab Kerajaan Kavaleri jauh lebih baik daripada wilayah mereka. Tetapi siapapun yang mencoba menyerang Kerajaan Kavaleri, mereka pasti dipukul mundur oleh pasukan berkuda disana.
Belum lagi dunia ini sama sekali berbeda dari bumi, jadi para kuda disini jauh lebih tahan terhadap cuaca dingin dibandingkan para kuda di bumi.
"Kau benar, wilayah Utara Kerajaan Azeroth memang selalu berbatasan dengan Kerajaan Orc-Goblin dan Kerajaan Kavaleri", kata Baron Aras sambil menunjuk peta di sampingnya "Tetapi baru-baru ini kau pasti juga tahu masalah mengenai perebutan kekuasaan di ibukota kerajaan, para pangeran berusaha melakukan yang terbaik agar mereka dipilih sebagai raja berikutnya".
Myro mengangguk sebab ia memang pernah mendengar tentang pertarungan para pangeran ini, tapi Baron Aras tiba-tiba membahas hal ini yang membuat Myro semakin merasakan firasat buruk.
"Karena kau sudah mengetahui semuanya maka lebih mudah menjelaskan", kata Baron Aras "Pangeran ke 4 berencana pergi ke provinsi utara ini, tujuannya tidak lain untuk merebut Kerajaan Kavaleri yang disebut sebagai daerah paling makmur di utara agar bisa menunjukkan bahwa ia yang paling cocok sebagai raja baru".
"Raja juga memberi pangeran izin dengan membawa 4000 pasukan elit kerajaan, tapi itu masih belum cukup untuk merebut Kerajaan Kavaleri. Meskipun Kerajaan Kavaleri hanya berukuran seperti sebuah provinsi di Kerajaan Azeroth, paling tidak dibutuhkan 10.000 pasukan atau lebih untuk merebut wilayah itu".
"Oleh karena itu, agar tidak terjadi sesuatu kepada pangeran maka setiap bangsawan di provinsi utara harus mengirim paling sedikit 200 pasukan untuk membantu pangeran ke 4. Para bangsawan di provinsi utara juga harus mengirim anak mereka ataupun jendral mereka sebagai pemimpin pasukan itu, apakah kau sudah mengerti sekarang Myro?".
Myro bukanlah orang bodoh, ia sudah mengerti maksud perkataan Baron Aras "Jadi, Baron Aras akan mengirim ku sebagai perwakilan Baron Aras bersama 200 pasukan?".
"Benar!", kata Baron Aras "Luca masih terlalu muda sedangkan Teira--".
Sebelum Baron Aras bisa menyelesaikan kata-katanya, Myro berkata dengan dingin "Terlalu berisiko untuk mengirim Teira, bagaimanapun ia sangat berbakat sehingga jika ia mati di perang kali ini maka itu sangat merugikan. Alasan ini yang membuat kalian memutuskan untuk mengirim ku, anak paling tidak berbakat di antara anak Baron Aras lainnya, apabila aku mati sekalipun maka Baron Aras tidak akan mengalami kerugian apapun. Apakah aku benar?".
Wajah Ferbas yang ada di belakang Baron menjadi sedih karena itu adalah kebenarannya, sedangkan wajah Baron masih terlihat tidak peduli "Itu benar, aku melalukan ini agar keluarga Baron Aras bisa terus maju! Kau tidak perlu khawatir, aku akan menyiapkan 200 pasukan itu, sedangkan ibumu juga akan kembali ke istana Baron lagi selama kau pergi. Bahkan apabila kau mati, aku akan tetap merawat ibumu di istana Baron, bagaimana? Kau mungkin tidak memiliki alasan apapun untuk membantuku, namun kau harus melakukannya untuk membantu ibumu kan? Selama kau setuju, besok kau sudah bisa berangkat serta aku pasti sudah menyiapkan pasukan untukmu!".
Myro menutup matanya sebentar untuk berpikir, lalu ia berdiri "Aku setuju, pastikan kau merawat ibuku dengan baik. Lalu 1 masalah lagi, kau tidak perlu mengirim pasukan apapun, aku sendiri sudah lebih dari cukup".
Tanpa menunggu lagi, Myro berjalan pergi dari tempat itu.
Sekarang hanya ada Baron Aras dan Ferbas di ruangan itu, Ferbas bertanya dengan ragu "Tuan, Myro mengatakan bahwa ia tidak perlu pasukan--".
"Ferbas, siapkan 200 pasukan untuknya!", kata Baron Aras dingin "Jika Myro tidak membawa pasukan sesuai persyaratan, pangeran ke 4 pasti menyalahkan diriku sebagai Baron, selama masalah aku tidak mengirim pasukan dan hanya mengirim anakku sampai ke raja maka jabatan Baron milikku pasti menghilang!".
"Tuan, aku mengerti. Untuk 200 pasukan ini maka aku rasa lebih baik membawa pasukan dari pasukan ke 3 milik Kota Aras", kata Ferbas menjelaskan "Bagaimanapun pasukan ini cukup terlatih tapi hanya bertugas menjaga tembok kota, kehilangan 200 dari mereka tidak akan membuat keadaan Kota Aras menjadi lebih buruk".
"Tidak!", Baron Aras menolak dengan tegas "200 pasukan berasal dari penduduk miskin di kota ini, berikan mereka pedang dan yang ke keluarga mereka sehingga mereka pasti tidak menolak".
Ferbas terkejut, lagipula para penduduk yang dipersenjatai sama sekali bukan pasukan, membawa pasukan seperti itu ke medan perang sama dengan mencari mati. Lagipula Ferbas di masa lalu adalah seorang pemimpin pasukan yang hebat, oleh karena itu ia tahu bahwa para penduduk yang dipersenjatai bukanlah lawan dari pasukan terlatih yang tidak memiliki senjata.
"Tuan, apabila kita memberikan pasukan seperti itu, Tuan Muda Myro pasti tidak bisa bertahan!", teriak Ferbas mengingatkan, tapi jawaban Baron Aras berikutnya membuat Ferbas merasakan kedinginan.
"Pada akhirnya aku mengirim Myro untuk mati", kata Baron Aras tidak peduli "Kau belum mendengar kabar dari ibukota bahwa pangeran ke 4 ini adalah orang bodoh, jika bukan kakek dari ibunya yang seorang jendral terkenal di Kerajaan Azeroth maka ia pasti sudah mati sejak lama oleh pangeran lain. Jadi mengirim pangeran ke 4 menuju Kerajaan Kavaleri adalah rencana untuk membunuhnya, semua bangsawan yang pergi bersama pangeran pasti mati! Ini adalah informasi rahasia yang aku dapatkan secara kebetulan di ibukota, apabila aku tidak tahu informasi ini maka aku pasti mengirim Teira agar bisa dekat dengan pangeran ke 4".
"Selain itu selama mereka bisa menang, semua orang yang ikut bisa mendapatkan hadiah hingga wilayah ataupun gelar bangsawan sendiri. Tetapi sejak perang melawan Kerajaan Kavaleri ini adalah jebakan bagi pangeran ke 4, maka sudah pasti bahwa pangeran ke 4 akan kalah. Oleh karena itu, aku harus mengirim anak paling tidak berguna untuk mati bersama pangeran ke 4, Teira ataupun Luca terlalu berbakat sehingga sebuah kerugian besar untuk mengirim mereka di tugas kematian ini".
Seluruh tubuh Ferbas gemetar, ia marah dan sedih terhadap Baron yang bahkan tidak keberatan untuk membiarkan anaknya mati.
Ferbas menahan kemarahannya serta hanya berkata tanpa memanggil Baron sebagai tuan lagi "Baron, anda sudah berubah! Jika diri anda yang muda dulu ada disini, ia pasti tidak akan mengorbankan anaknya seperti ini".
Baron Aras memiliki wajah tegas "Sejak puluhan tahun aku menjadi Baron maka aku menyadari, tidak masalah untuk mengorbankan 1 atau 2 anak maupun prajurit, selama keluarga Baron Aras milikku bisa terus maju! Myro adalah anak yang paling tidak berbakat, kehilangannya sama sekali tidak merugikan kemajuan Baron Aras".
Ferbas menarik nafasnya sebelum berkata lagi "Baron, bolehkah aku pensiun setelah melakukan tugas ini? Aku rasa aku sudah tidak cocok untuk bekerja disini lagi".
Baron berdiri dari kursinya sambil berjalan pergi dari ruangan ini "Kau bisa pensiun, lebih baik kau kembali ke desamu dan bertani. Ferbas, kebaikanmu itu tidak dibutuhkan disini!".
Baron Aras pergi dari ruangan ini, hanya meninggalkan Ferbas yang masih berdiri di tempatnya dengan bingung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
hiken no ace
mulai menarik ni
2025-03-12
0
pecahan_misteri
tolol bego MC anj malas bego gimana cara dia melindungi orang yang tersayangnya kalo males berlatih goblok tanpa kekuatan percuma anj
2024-08-27
0
Fa Kurniawan Fario
bocil 10 thn d kirim k medan perang?
2024-06-01
0