Waktu berlalu dan hari sudah mendekati malam, semua anak-anak yang berada di lapangan akhirnya menghentikan gerakan pertarungan mereka, bahkan Myro yang sudah tertidur dipinggir lapangan dari tadi ikut berdiri lalu berbaris bersama dengan semua anak yang ada disini.
Ketika semua orang sudah berbaris, ksatria yang merupakan pemimpin dari 5 ksatria yang melatih anak-anak ini sesuai dengan arahan Baron Aras berdiri di depan anak-anak yang sedang berbaris "Kalian sudah bekerja dengan baik hari ini, terutama Teira dan Luca, kalian sudah sangat mengembangkan kekuatan kalian setiap harinya, aku yakin Tuan Baron juga akan sangat bangga terhadap perkembangan kalian pada penilaian tahunan nanti. Untuk anak Tuan Baron yang lain serta kalian semua yang berlatih disini, jangan patah semangat! Walaupun kalian tidak berbakat seperti Teira dan Luca, suatu hari nanti kalian pasti bisa menjadi ksatria kuat juga selama kalian berlatih keras, kecuali kalian tidak berlatih setiap harinya dan hanya tertidur".
Setelah mengatakan hal tersebut, pemimpin ksatria ini menatap Myro dengan senyum mengejek.
Mendengarkan hal tersebut, anak-anak yang lain ikut tertawa, bagaimanapun mereka tahu bahwa pemimpin ksatria sedang mengejek Myro.
Lagipula Myro terkenal sebagai anak Baron yang paling tidak berbakat, masalahnya jika ia tidak berbakat maka para ksatria tidak akan membencinya selama Myro siap bekerja keras untuk berlatih. Tapi Myro adalah anak tidak berbakat serta selalu menolak untuk berlatih, bahkan saat ia sudah dikalahkan pada pertarungan maka Myro selalu pergi ke pinggir lapangan untuk beristirahat.
Menghadapi ejekan serta tawa di sekitar, wajah Myro masih sangat dingin serta tidak peduli, bagi Myro maka semua ejekan ini terjadi hampir setiap harinya sehingga Myro tidak menganggap hal itu penting lagi.
"Baiklah, berhenti tertawa! Aku yakin ayah dan ibu kalian sudah menunggu kalian kembali untuk makan malam, oleh karena itu aku tidak akan menahan kalian disini lebih lama lagi. Dengan ini maka latihan hari ini sudah selesai, kalian bisa kembali ke rumah kalian masing-masing", teriak pemimpin ksatria pelatih tersebut.
"Terima kasih, pelatih!", teriak semua murid yang berjalan pergi dari sini dengan senang, setiap kali latihan sudah selesai maka anak-anak ini sangat senang untuk kembali ke rumah mereka. Belum lagi mereka sangat lapar dan tidak bisa menunggu lagi untuk makanan yang sudah disiapkan keluarga mereka di rumah.
Myro berbalik untuk pergi dari tempat ini, bagaimanapun latihan yang menurutnya paling membuang waktu sudah berakhir.
Sebelum Myro pergi, sebuah suara mengejek terdengar "Kakak Myro, kau harus berusaha lebih keras lagi untuk menjadi lebih kuat, apakah kau tidak malu kalah dari adikmu yang lebih muda?".
Wajah Myro menjadi suram, ia berbalik untuk menemukan seorang pria yang sedikit lebih pendek darinya serta memiliki rambut pirang pendek.
Anak ini tidak lain adalah Luca, anak Baron Aras yang setahun lebih muda dari Myro. Berbeda dari Myro yang memiliki rambut hitam dari rambut ibu dan ayahnya, anak ini memiliki rambut pirang milik ibunya.
Ibunya merupakan bagian dari keluarga bangsawan, lebih tepatnya kakak Ibu Luca merupakan seorang Baron yang membuat Baron Aras lebih menghormati Ibu Luca daripada ibu Myro. Padahal Ibu Myro jauh lebih lama bersama Baron Aras, tapi pada akhirnya sang Baron tidak pernah memperhatikan ibu dan anaknya yaitu Myro.
Melihat Myro yang tidak menjawab perkataannya, senyum mengejek di wajah Luca menjadi semakin lebar "Ada apa, kakak? Apakah kau tidak memiliki keberanian untuk menjawab perkataan ku? Pada akhirnya wanita dari keluarga tingkat rendah memang memiliki anak tingkat rendah juga, berbeda dengan ibuku yang merupakan seorang bangsawan. Karena darah bangsawan ibu dan ayah, aku pastinya memiliki darah bangsawan--".
Sebelum ia bisa menyelesaikan kata-katanya, Luca merasa ada sesuatu yang dingin di lehernya.
Luca sedikit menundukkan kepalanya untuk menemukan bahwa ada sebuah pedang yang terletak di lehernya, apabila pedang itu bergerak sedikit lebih maju lagi maka dirinya pasti sudah mati.
Luca yang ketakutan menatap pemilik pedang itu untuk menemukan bahwa semua ini adalah tindakan Myro di depannya.
Myro yang selalu sangat lemah serta tidak tertarik untuk bertarung, kini ia memiliki mata yang ganas seperti siap memburu mangsanya, Myro berkata dengan dingin "Kau beruntung, jika kau bukan adikku maka kepalamu pasti sudah terbang. Luca, biarkan aku memberimu peringatan! Aku tidak keberatan kau mengejekku, bagaimanapun aku hanya menganggap mu sebagai badut. Tapi selama kau berani menyebut ibuku, percayalah bahwa tidak akan ada kesempatan berikutnya bagimu untuk hidup!".
Sebelum Luca bisa kembali sadar dari ketakutannya, Myro menyimpan kembali pedangnya.
Wajah Myro yang terlihat sangat tajam serta dingin sebelumnya kembali menjadi wajah bosan lagi, ia berbalik lalu pergi dari tempat ini.
Luca hanya bisa jatuh ke tanah penuh rasa ketakutan, kakinya terus bergetar tanpa henti akibat rasa takut, ia tidak pernah berpikir bahwa kakaknya yang selalu terlihat lemah bisa menjadi sekuat itu.
Untungnya tidak ada siapapun lagi di lapangan ini, jika masih ada para ksatria yang melatih anak-anak setiap harinya di lapangan ini maka mereka pasti menyadari bakat Myro dari gerakan pembunuhannya tadi.
Myro berjalan di jalanan Kota Aras yang cukup gelap ini, sebagai kota paling utara dari Kerajaan Azeroth maka Kota Aras sangat tertinggal dari kota lainnya. Bahkan banyak orang memilih untuk tidak memakai lampu minyak milik mereka selama tidak dibutuhkan, lagipula harga minyak sama sekali tidak murah. Oleh karena itu, sebagian besar rumah di malam hari sangat gelap.
Ketika Myro sedang berjalan kembali ke rumahnya, ia melihat tangan kanannya yang memiliki sebuah lambang bertuliskan "Dunia" yang sangat aneh.
Myro tidak tahu maksud dari tulisan dunia ini, berdasarkan penjelasan ibunya maka tulisan itu sudah ada sejak Myro lahir, jadi mereka menganggapnya sebagai tanda lahir.
Walaupun Myro tidak tahu maksud dari tulisan ini, Myro kurang lebih tahu mengenai kegunaannya.
Setiap manusia di dunia ini memiliki kemampuan khusus mereka sendiri baik itu kemampuan bertarung, memasak, pandai besi atau yang lainnya.
Sebagian besar orang paling banyak hanya memiliki 1 kemampuan khusus sedangkan beberapa orang lainnya bisa memiliki 2 kemampuan khusus atau lebih.
Meskipun di sebut sebagai kemampuan khusus, bukan berarti dengan memakai kemampuan tersebut maka 1 orang bisa melawan 10.000 orang sendiri, pada akhirnya ada banyak batasan pada kemampuan khusus orang-orang di dunia ini.
Para penyihir paling tidak harus memiliki kemampuan khusus Mana, tanpa kemampuan Mana maka tidak mungkin bagi seseorang bisa memakai sihir sebab Mana merupakan energi yang dibutuhkan untuk membuat sihir.
Ada juga kemampuan seperti kulit besi, memperkuat fisik 2 kali lipat, memperkuat reflek 2 kali lipat, tebasan pedang api, serta berbagai kemampuan khusus lainnya.
Tapi kemampuan khusus ini hanya bisa dilihat oleh pemiliknya dengan bentuk sebuah layar status yang akan muncul di depan mereka ketika dipanggil, orang lain tidak akan bisa melihat layar status tersebut.
Sedangkan kemampuan khusus Myro, maka sepertinya berhubungan dengan tulisan dunia yang ada pada tangannya ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
hiken no ace
menyimak
2025-03-12
0
Nur
adoh
2023-12-25
2
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Tulisan dunia sepertinya lebih mengacuh pada kepekaan atau perasaan dan kedekatan terhadap dunia, Jika kau bisa memanfaatkannya dengan benar kau bisa mengontrol semua yang berada di sekitarmu, Bisa menggunakan energi sekitar untuk menyerang , bertahan, dan lainnya...
2023-03-26
3