"Pangeran ke 4?", kata Lana sedikit terkejut, tiba-tiba ia memikirkan alasan kenapa Myro bertanya mengenai pangeran ke 4 "Tuan, jangan bilang bahwa Baron tua itu mengirim tuan untuk menyerang Kerajaan Kavaleri bersama pangeran ke 4?".
Lana tahu sangat jelas bahwa Myro tidak pernah tertarik tentang informasi mengenai keluarga Kerajaan Azeroth, oleh karena itu Myro bertanya mengenai pangeran ke 4 pasti memiliki alasan.
Myro mengangguk "Baron Aras memang mengirim ku untuk menemani pangeran ke 4, tapi melihat kau sangat panik seperti itu maka penyerangan Kerajaan Kavaleri ini pasti memiliki masalah".
"Tuan, ini memang masalah besar", kata Lana tersenyum pahit "Pangeran ke 4 dikirim menuju Kerajaan Kavaleri untuk mati, setidaknya ini adalah jebakan yang sudah disiapkan oleh para pangeran yang lain!".
"Bukankah pangeran ke 4 memiliki kakek seorang jendral terkenal di Kerajaan Azeroth! Bagaimana mungkin ia bisa dijebak?", tanya Myro penasaran, menurutnya kakek pangeran ke 4 pasti tidak sebodoh itu untuk membiarkan cucunya yang memiliki kemungkinan menjadi raja mati akibat jebakan pangeran yang lain.
"Karena kakeknya yang seorang jendral itulah maka pangeran ke 4 menjadi lebih mudah untuk dijebak", kata Lana yang kembali berkata "Tuan, aku rasa tidak baik untuk berbicara sambil berdiri disini, kenapa tidak tuan pergi ke ruang kerjaku untuk berbicara? Aku memiliki beberapa kue serta teh apabila tuan tidak keberatan untuk mencobanya".
"Apakah itu kue buatan mu? Kalau begitu aku tertarik, ayo pergi", kata Myro setuju sebab ia tahu bahwa kue buatan Lana memiliki rasa yang sangat baik, setidaknya dari semu kue yang pernah Myro makan maka kue buatan Lana merupakan yang terbaik.
Sebuah senyuman cerah muncul di wajah Lana, ia segera membawa Myro menuju ruang kerjanya dan membiarkan pasukan di sekitar untuk kembali berjaga.
Jangan lihat Lana yang seperti seorang wanita lembut, sebenarnya Lana ini memiliki kekuatan yang sangat menakutkan.
Lana merupakan seorang pembunuh yang memiliki kecerdasan tinggi, ia juga ahli untuk menyamar ataupun mencari informasi dari wilayah musuh. Karena semua kemampuannya itu maka Myro menyerahkan markas kepadanya, selama Myro tidak ada maka Lana merupakan orang yang mengelola markas.
Markas merupakan sebuah kelompok rahasia yang Myro bentuk untuk saling berbagi informasi, hampir setiap anggota kelompok markas tersebar di seluruh Kerajaan Azeroth. Meskipun anggotanya sangat terbatas sebab orang yang Myro panggil dari dunia masih sangat sedikit, setidaknya kelompok markas ini sudah memiliki cabang di setiap kota yang ada pada provinsi utara Kerajaan Azeroth.
Selain itu, Myro sangat mementingkan markas untuk menyebar ke Ibukota Kerajaan Azeroth sebab disana merupakan lokasi paling penting dimana informasi menyebar, oleh karena itu Lana juga sangat mementingkan kekuatan markas di ibukota yang membuat ia bisa mengetahui masalah pangeran ke 4.
Jika bertanya kepada Myro berapa anggota markas maka kemungkinan besar sekitar 2000 orang, sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pedagang, pandai besi, penjahit ataupun beberapa pekerjaan kecil lainnya.
Ada juga beberapa orang yang Myro panggil memiliki kekuatan menjinakkan hewan, jadi Myro membiarkan mereka menjinakkan burung agar penyebaran informasi markas dari kota ke kota lain menjadi semakin cepat.
Untuk saat ini markas berpusat di Kota Aras sebab Myro ada disini, wakil kanan markas yaitu Lana juga ada disini sedangkan wakil kiri markas tetap di Ibukota Kerajaan Azeroth dimana merupakan wilayah paling makmur di Benua Utara.
Selama 10 tahun ini, Myro sudah memanggil 3650 orang yang kurang lebih 2000 di antaranya menjadi bagian dari markas sedangkan 1650 lainnya merupakan seorang prajurit sehingga Myro membiarkan mereka menjadi tentara bayaran sampai Myro memanggil mereka kembali.
Ketika Lana membuka pintu yang ada di ruangan kosong ini, Myro menemukan puluhan orang yang sedang sibuk bekerja.
Beberapa di antara mereka sedang mencatat buku atau membaca surat yang ada pada kaki seekor burung, kemungkinan besar surat itu berasal dari markas di kota lain.
Saat semua orang sibuk, mereka menemukan bahwa yang datang kesini ternyata adalah Myro.
Mereka semua langsung berdiri dan memberi hormat tanpa ragu "Ketua!".
Myro juga memberi hormat sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras mereka "Terima kasih karena kalian sudah bekerja setiap harinya untuk mencatat semua informasi dari markas di kota lain!".
"Ketua, ini adalah apa yang harus kami lakukan!", teriak semua orang di ruangan itu dengan tegas.
Mereka setiap hari harus mencatat informasi yang mereka dapatkan melalui markas di kota lain, lalu menyimpannya sampai Myro membutuhkannya di masa depan.
"Kalian bisa kembali bekerja, lalu kalian boleh kembali ke rumah lebih cepat hari ini, bagaimanapun kalian harus beristirahat", kata Myro.
"Tuan tidak perlu khawatir", kata Lana sambil tersenyum "Bagaimana mungkin aku membiarkan mereka bekerja seharian tanpa beristirahat? Oleh karena itu, aku membiarkan kelompok 3 orang untuk bekerja secara bergantian baik itu pada pagi, siang dan malam hari agar mereka tidak lelah".
Myro mengangguk "Kalau begitu maka aku tidak akan berbicara lebih banyak lagi, terima kasih atas kerja keras kalian selama ini!".
Setelah itu, Myro pergi menuju ruang kerja Lana yang terletak di bagian paling akhir ruangan ini. Sebagai wakil ketua kanan dari markas maka Lana memiliki ruang kerjanya sendiri.
Saat Myro sudah duduk di sofa, Lana pergi lebih dulu lalu datang lagi sambil membawa beberapa kue, teh dan sebuah buku.
Waktu Lana meletakkan semua itu di atas meja pada bagian depan Myro, maka Myro mengambil kuenya tanpa ragu sambil minum teh "Kue buatan Lana memang yang terbaik!".
"Kalau begitu tuan bisa datang kesini setiap hari, Lana akan membuatkan banyak kue untuk tuan", kata Lana mengambil buku yang sudah ia bawa barusan.
Myro menggelengkan kepalanya "Aku tidak bisa, lagipula jika aku terlalu sering datang dan pergi kesini maka beberapa orang pasti menjadi curiga yang membuat diketahuinya posisi markas menjadi semakin besar. Jadi aku harus berhati-hati".
Lana sudah tahu bahwa Myro akan menolak, ia hanya membuka buku di tangannya sebelum menjelaskan "Ini adalah buku yang mencatat tentang informasi pangeran ke 4. Alasan kakek pangeran ke 4 mengirim sang pangeran tanpa ragu ke Kerajaan Kavaleri yaitu ada banyak kabar di ibukota bahwa pangeran ke 4 merupakan pangeran paling lemah, padahal ia merupakan cucu dari jendral terkenal Kerajaan Azeroth".
"Pangeran ke 1, 2, 5 dan 7 memiliki pencapaian mereka sendiri di militer sehingga hal ini membuat kakek pangeran ke 4 malu. Oleh karena itu, ia dengan bodohnya menerima tantangan jendral lain untuk mengirim pangeran ke 4 menuju Kerajaan Kavaleri agar bisa membuktikan bahwa ia tidak lemah. Jendral yang menantang kakek pangeran ke 4 adalah paman pangeran ke 1, ia tahu bahwa kakek pangeran ke 4 memiliki sifat pemarah sehingga ia menantangnya agar kakek pangeran ke 4 melompat menuju jebakan yang sudah mereka siapkan".
Myro sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap kakek pangeran ke 4 ini "Pada akhirnya ia setuju untuk mengirim pangeran ke 4 menuju jebakan yang sudah disiapkan pangeran yang lain?".
"Kakek pangeran ke 4 memang setuju, namun ia tidak begitu bodoh untuk membiarkan cucunya yang bisa menjadi raja agar mati di medan perang melawan Kerajaan Kavaleri. Jadi kakek pangeran ke 4 diam-diam mengirim tangan kanannya yang juga merupakan jendral terkenal di Kerajaan Azeroth yaitu Jendral Limo untuk melindungi pangeran bersama 100 prajurit elit miliknya sendiri", kata Lana menjelaskan "Jadi meskipun pangeran ke 4 kalah, dengan perlindungan Jendral Limo dan 100 prajurit elit yang ia latih sendiri serta siap mati untuk melindungi pangeran ke 4, maka pangeran ke 4 masih bisa kembali ke ibukota hidup-hidup dengan membawa kekalahan, ini untuk kemungkinan terburuk menurut kakek pangeran ke 4".
"Apabila pangeran ke 4 kembali ke ibukota, apa yang terjadi pada anak bangsawan yang pergi bersamanya?", tanya Myro yang sudah tahu jawabannya, ia hanya bertanya untuk memastikan.
"Apabila pangeran ke 4 kalah, maka tidak ada juga yang peduli pada hidup dan mati kalian yang pergi bersama pangeran ke 4. Aku yakin Baron mengirim tuan karena alasan ini, ia sudah tahu bahwa perang ini kemungkinan besar kalah dan semua anak bangsawan yang menemani pangeran ke 4 pasti mati", jawab Lana dengan dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
Nur
santai ada myro yg ikut jadi gak mungkin kalah
2023-12-26
0
glanter
tolong dibungkusin tuk dibw pulang....😂😂😂
2023-05-12
1
glanter
👍👍👍👍
2023-05-12
0