Myro berjalan kembali menuju rumahnya, ia sudah pergi dari markas sebab tujuannya datang ke sana sudah selesai yaitu mendapatkan informasi mengenai pangeran ke 4 serta memanggil Falka bersama pasukannya untuk kembali agar bisa membantu Myro.
Sedangkan Lana maka ia masih tetap disini untuk mengelola markas, selain itu Myro membiarkan Lana bergerak secara diam-diam untuk memperluas markas selama beberapa hari ini menuju Kerajaan Kavaleri. Semakin banyak informasi tentang kerajaan kavaleri yang Myro dapatkan, maka akan semakin besar kemungkinan Myro menang.
Ketika Myro kembali ke rumahnya, ia menemukan ibunya yang duduk menunggunya dengan khawatir.
Dari wajah ibunya, Myro bisa menemukan bahwa ibunya baru menangis. Tetapi ibu Myro menghapus air matanya dengan cepat, ia kembali tersenyum saat melihat bahwa Myro sudah kembali seakan-akan tidak ada yang terjadi "Myro, kau sudah kembali? Kalau begitu kau bisa beristirahat dulu, bagaimanapun hari sudah malam sehingga kau harus tidur! Lagipula kau masih berusia 10 tahun, kau sedang mengalami pertumbuhan sehingga harus tidur dan makan yang baik agar bisa menjadi tinggi".
Myro mengangguk lalu kembali ke kamarnya, Myro tahu bahwa ibunya kemungkinan besar sudah tahu bahwa Myro dikirim ke medan perang besok. Jadi ibu Myro menangis, hal ini membuat Myro memutuskan untuk pergi sangat pagi agar ibunya tidak lebih sedih melihat kepergiannya. Apalagi Myro tidak yakin apakah dirinya bisa kembali hidup-hidup, meskipun ia dilindungi Falka tapi Kerajaan Kavaleri bukanlah musuh yang lemah sehingga masih ada kemungkinan Myro akan terbunuh.
Myro perlahan-lahan menutup matanya untuk tidur, tanpa mengetahui sama sekali bahwa ibunya diam-diam pergi ke istana Baron.
...----------------...
Keesokan paginya, Myro bangun pagi-pagi sekali dan segera duduk dari tempat tidurnya.
Waktu baru bangun, Myro menemukan bahwa tulisan dunia di tangannya bersinar dengan terang yang berarti sudah bisa digunakan lagi.
Tanpa ragu sedikitpun, Myro mulai memanggil orang-orang dari dunia.
Myro tidak berharap banyak dari pemanggilan ini, lagipula ia sudah melakukan pemanggilan selama 10 tahun namun pemanggilan orang-orang kuat seperti Lana ataupun Falka sangat sedikit. Bahkan hanya ada sekitar 10 orang kuat seperti itu di tangan Myro, sedangkan yang lainnya hanya orang normal ataupun prajurit normal.
Perlahan-lahan seorang wanita muda berusia sekitar 15 tahun muncul di depan Myro, wanita ini memiliki rambut hitam panjang serta mata hitam yang terlihat sedikit gelap. Tapi di tengah kegelapan mata hitamnya, Myro dapat melihat bahwa matanya bersinar cerah yang menunjukkan bahwa wanita ini sangat cerdas.
Ada senyum percaya diri di wajah cantik wanita ini, ia memakai sebuah pakaian berwarna hitam dengan beberapa garis putih seperti sebuah jubah, di tangan kanannya ia memegang sebuah kipas lipat yang memiliki besi tajam di bagian atas, nampaknya kipas lipat itu bisa digunakan sebagai senjata oleh wanita ini.
Ketika Myro masih sedikit bingung, wanita itu menatap Myro dari atas ke bawah sebelum membuka kipas lipat di tangannya.
Ia memakai kipas lipat itu untuk menutup mulutnya dan mulai berkata "Apakah kau tuanku? Walaupun masih cukup muda, tapi setidaknya kau bukanlah tuan yang buruk, setidaknya kau bukanlah orang yang senang membuang pengikut mu hanya karena mereka sudah tidak berguna lagi atau seorang pembunuh yang membunuh banyak orang tanpa alasan".
Myro sedikit bingung, selama ini setiap kali orang yang ia panggil pasti akan memberikan kesetiaan mereka kepada Myro lebih dulu baru berbicara masalah yang lain, tapi wanita yang Myro panggil ini tidak langsung memberikan kesetiaan yang sedikit membuat Myro merasa bingung.
Melihat wajah bingung Myro, wanita itu segera mengerti "Tuan, anda tidak perlu bingung seperti itu! Ada sebuah kalimat yaitu tuan memilih para pengikutnya, begitu juga para pengikut yang memilih tuan untuk mereka ikuti. Aku tidak terlalu banyak pemilih, tuanku tidak perlu cerdas sebab aku dan para pengikut lainnya yang akan mengatasi masalah itu, tuan juga tidak perlu kuat karena bertarung di medan perang merupakan tugas seorang prajurit. Tetapi orang yang akan menjadi tuanku paling tidak bukan orang jahat, tidak harus menjadi orang baik selama tuanku bukan orang jahat!".
Setelah itu wanita tersebut kembali menutup kipas lipat di tangannya, ia berlutut di depan Myro "Aku sudah memutuskan, mulai hari ini Ren akan memberikan kesetiaannya kepada tuan! Selama tuan memberikan Ren 100 pasukan maka Ren akan mengalahkan 1000 pasukan musuh, selama tuan memberikan 1000 pasukan untuk Ren maka tidak ada masalah untuk mengalahkan 10.000 pasukan musuh!".
Berdasarkan perkataan Ren barusan, Myro bisa mendengar rasa percaya diri yang sangat kuat. Hal ini berarti Ren benar-benar yakin bisa mengalahkan 10.000 pasukan hanya dengan 1000 pasukan, Myro tidak bisa untuk tidak bertanya lagi "Apakah kau sangat kuat hingga bisa percaya diri seperti itu untuk mengalahkan musuh yang jumlahnya 10 kali lipat darimu?".
Menghadapi pertanyaan Myro, Ren yang masih berlutut menggelengkan kepalanya "Ren tidak memiliki kekuatan sehebat itu untuk mengalahkan musuh yang 10 kali lipat lebih banyak, tapi Ren bisa memakai kecerdasannya untuk membantu tuan. Bukan hanya ahli di strategi perang, Ren bisa membantu tuan mengatur pemerintahan, mengelola keuangan, serta berbagai masalah lainnya saat tuan sudah menjadi penguasa suatu wilayah nanti".
Myro sedikit mengangguk, nampaknya Ren merupakan orang yang ahli di kecerdasan. Dari semua pengikut Myro selama ini, tidak banyak yang ahli di strategi perang. Falka memang memiliki kekuatan kuat namun ia tidak begitu ahli membuat strategi, sedangkan Lana memiliki kecerdasan serta kemampuan membunuh yang sangat baik, tetapi ia juga tidak cocok untuk mengatur strategi peperangan.
Oleh karena itu, Myro belum pernah memanggil orang seperti Ren yang ahli di bidang kecerdasan strategi perang dan mengatur pemerintahan. Walaupun Myro belum bisa membuktikan apakah semua perkataan Ren itu benar, lagipula hanya dengan berada di medan perang secara langsung maka kemampuan Ren bisa dibuktikan.
Myro berdiri dari kursinya dan mengulurkan tangan ke arah Ren untuk membantunya berdiri "Ren, namaku adalah Myro Aras! Mulai hari ini, aku membutuhkan bantuan mu untuk membangun kekuatanku sendiri di dunia ini, apakah kau keberatan membantuku?".
Ren sedikit terkejut terhadap Myro yang mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri, menurut Ren seorang tuan seharusnya tidak perlu repot-repot membantu pengikutnya untuk berdiri.
Tetapi Ren tidak membenci sifat Myro ini, bahkan ia sedikit tersenyum dan menerima uluran tangan Myro "Tuanku, anda memang terlalu baik! Anda tidak perlu repot-repot lagi bertanya apakah aku akan membantu tuan, sejak aku memberikan kesetiaan ku kepada tuan maka sudah menjadi tugasku untuk membantu menyelesaikan semua masala tuan! Dengan kecerdasan Ren, aku pasti membantu tuan untuk membangun kekuatannya sendiri di dunia ini, menjadi yang terkuat di dunia".
Myro membantu Ren untuk berdiri sambil berkata "Sebenarnya tidak perlu menjadi yang terkuat di dunia, tapi tidak ada salahnya untuk berambisi. Ayo kita pergi, kita harus segera berangkat untuk menemui Baron Aras yang kemungkinan besar sudah menyiapkan pasukannya. Ren, apakah kau tidak masalah untuk langsung berperang saat baru dipanggil? Kemungkinan besar selama beberapa hari ini, aku harus mengikuti perang melawan kerajaan musuh".
"Tidak ada masalah!", kata Ren yang membuka kipasnya lagi "Apabila perangnya adalah hari ini sekalipun, Ren sudah siap untuk membantu tuan!".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
Nur
ahhh~
2023-12-26
0
glanter
ren...si ahli strategi👍👍👍👍
2023-05-12
1
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... (Senyum) Hm, Bawahan yang baik
2023-03-26
2