Mendengar perkataan para prajurit bahwa Baron memanggil Myro, maka Ibu Myro segera berkata dengan senang "Kau lihat itu? Ayahmu masih peduli padamu, ia pasti berpikir bahwa sudah lama tidak menemui dirimu sehingga ia memutuskan untuk bertemu malam ini. Ayo cepat bersiap-siap, jangan membuat ayahmu menunggu!".
Berbeda dari ibunya yang bersemangat, wajah Myro menjadi curiga, bagaimanapun ia tahu sifat Baron Aras dengan sangat jelas. Selama setahun, Myro belum tentu bertemu Baron Aras paling tidak sekali. Apalagi ia dan Baron Aras belum pernah bertemu sebanyak 2 kali dengan jangka waktu 1 tahun, oleh karena itu bisa dikatakan bahwa Myro tidak terlalu mengenal Baron Aras dan mereka tidak mungkin bertemu apabila Baron Aras tidak memiliki alasan apapun.
Tetapi melihat senyuman senang di wajah ibunya, Myro tidak bisa mengatakan semua kebenaran itu dan hanya menutup mulutnya. Saat ini bagi Myro, ibunya sangat penting dan Myro pasti akan marah kepada siapapun yang membuat ibunya sedih.
Myro berdiri dan berkata "Kalau begitu aku segera menemui ayah sekarang, bagaimanapun ayah mungkin sudah menunggu".
Ibu Myro mengangguk, ia membawa Myro sampai ke depan rumah, disana sudah ada 2 orang prajurit yang menunggu yaitu 1 prajurit pria dan wanita.
Prajurit pria membawa Myro menuju rumah Baron sedangkan prajurit wanita tetap di rumah Myro, sepertinya ia memiliki sesuatu untuk dibicarakan dengan ibu Myro.
"Maaf jika aku tidak sopan, apakah anda istri Baron Aras dan ibu dari Myro?", tanya prajurit wanita itu dengan hati-hati.
Ibu Myro mengangguk, ia melihat prajurit wanita itu penuh kebingungan "Aku memang ibu dari Myro, apakah ada masalah? Kenapa Baron Aras tiba-tiba memanggil Myro?".
Wajah ibu Myro sekarang berbeda dari saat ia berbicara dengan Myro, mata ibu Myro menjadi tajam dan berhati-hati. Sebenarnya ibu Myro sudah tahu bahwa Baron Aras pasti memiliki sesuatu dengan Myro, jika tidak maka ia tidak akan repot-repot untuk bertemu dengan Myro.
Tetapi ibu Myro tidak mengatakan hal tersebut secara langsung kepada Myro tadi, lagipula Myro baru berusia 10 tahun sehingga mengatakan hal tersebut hanya membuat Myro lebih khawatir.
Prajurit wanita itu menarik nafasnya sebelum berkata "Baron Aras memiliki pesan bahwa lebih baik kau bersiap, mulai besok kau mungkin bisa kembali ke istana Baron lagi, tapi di sisi lain maka besok juga menjadi waktu terakhir bagimu untuk bertemu dengan anakmu".
Perlahan-lahan, wajah ibu Myro berubah menjadi suram, ia tahu bahwa Baron Aras kemungkinan besar memiliki sesuatu yang buruk untuk Myro.
...----------------...
Saat ini Myro di bawa menuju istana Baron Aras, daripada istana maka tempat ini lebih cocok di sebut sebuah villa dengan halaman yang tidak terlalu besar. Bagaimanapun Kota Aras bukanlah tempat yang makmur, bahkan kota ini bisa dikatakan sebagai kota mati.
Ketika sudah sampai di depan pintu villa Baron, prajurit itu tidak membawa Myro lagi melainkan diganti oleh seorang pelayan tua dengan rambut putih pendek serta senyuman ramah di wajahnya, berdasarkan wajah pria ini maka ia memiliki usia sekitar 50 tahun.
Sebagai anak dari Baron Aras, walaupun Myro hampir tidak pernah datang ke villa ini tetapi selama waktu itu juga ia selalu melihat pelayan ini.
Pelayan tua ini tidak lain merupakan pelayan yang paling dipercaya oleh Baron Aras, lebih tepatnya Baron Aras memiliki 2 orang yang paling ia percaya yaitu tangan kanannya yang merupakan seorang prajurit kuat dan tangan kirinya adalah pelayan tua ini bernama Ferbas.
Ferbas sudah mengikuti Baron Aras sejak ia muda ke medan perang, tapi pada usia 40 tahun maka ia menerima luka berat di perutnya akibat melindungi Baron Aras.
Meskipun ia berhasil melarikan diri dari kematian, namun kekuatannya menurun akibat luka tersebut, Ferbas sudah berencana untuk berhenti dan kembali ke desanya memakai uang ganti rugi dari Baron.
Tetapi Baron tahu bahwa Ferbas merupakan orang yang cerdas serta setia, selain itu ia terluka seperti ini akibat melindungi dirinya. Oleh karena itu, Baron Aras mengangkat Ferbas menjadi kepala pelayan seluruh rumah Baron Aras ini.
Hampir semua tugas pemerintahan Kota Aras dilakukan oleh Ferbas, jadi bisa dikatakan bahwa Ferbas membantu Baron Aras mengelola kota ini sedangkan tangan kanan Baron Aras membantu melawan monster ataupun musuh yang menyerang kota.
Saat mereka semakin dekat dari ruang kerja Baron Aras yang terletak paling jauh dari villa ini, Ferbas memberikan peringatan kepada Myro "Lebih baik kau mempersiapkan dirimu terhadap apa yang dikatakan Baron Aras nanti, sebenarnya aku juga sudah berusaha membujuk Baron Aras sekuat mungkin tapi pada akhirnya seorang anak harus dikirimkan".
Setelah itu Ferbas hanya menggelengkan kepalanya dan tidak menjelaskan lebih banyak lagi, Myro juga tidak bertanya apapun, ia hanya mengamati sekitar dimana ada banyak barang-barang mewah serta pelayan di sekitar villa ini. Dibandingkan rumah Myro bersama ibunya, Baron Aras ini bisa dikatakan hidup dengan mewah.
Tidak lama kemudian, mereka tiba di depa pintu ruang kerja Baron.
Ferbas mengetuk pintu itu dengan hati-hati "Tuan, Tuan Muda Myro sudah ada disini".
"Kalian bisa datang!", suara yang sangat kuat terdengar dari balik pintu tersebut.
Ferbas membuka pintu sebelum membiarkan Myro datang lebih dulu ke ruangan itu, lalu Ferbas mengikuti dari belakangnya.
Saat melewati pintu ruangan, Myro menemukan bahwa ia sekarang sedang berada di ruangan yang tidak terlalu besar dengan banyak rak buku di seluruh ruangan.
Ada 2 tempat duduk yang panjang di ruangan ini, setidaknya 3 orang bisa duduk di 1 tempat duduk secara bersamaan.
Selain itu, ada seorang pria dengan tubuh yang berotot serta rambut hitam pendek duduk di kursi utama yang ada di belakang meja kerjanya.
Di antara rambut hitam pendek pria ini, terdapat beberapa jejak rambut putih yang menunjukkan bahwa ia sudah cukup tua, pria ini tidak lain adalah Baron Aras. Sudah 10 tahun sejak Myro lahir, oleh karena itu Baron Aras juga menjadi semakin tua akibat waktu.
"Anakku Myro, silahkan duduk di kursi", kata Baron Aras dengan dingin seakan-akan tidak berbicara bersama anaknya melainkan seorang prajurit. Tidak, Baron Aras bahkan ketika bersama para prajurit maka Baron Aras akan berbicara seperti bersama temannya, tidak sedingin waktu ia berbicara dengan Myro.
Myro langsung duduk di kursi panjang yang kosong itu, ia menunggu Baron Aras menjelaskan tujuannya mengundang Myro kesini.
Baron Aras berdiri dari kursinya, ia berjalan menuju peta yang terletak di atas ruangan itu sambil berkata "Myro, apakah kau tahu wilayah apa yang berbatasan dengan Kerajaan Azeroth kita di sebelah Utara?".
Wajah Myro menjadi berhati-hati, sebagai orang yang tinggal di Kota Aras yang merupakan kota paling utara Kerajaan Azeroth maka Myro pasti tahu dengan siapa Kerajaan Azeroth berbatasan di sebelah Utara.
Myro berpikir sebentar lalu menjawab "Di sebelah Utara, Kerajaan Azeroth berbatas dengan Kerajaan Kavaleri dan Kerajaan Orc-Goblin".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Ini bukan sebuah tugas, Tapi misi bunuh diri
2023-03-26
2
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hooo?
2023-03-26
1
[ O 5 - 8 ] Mr. Rax
Myro : semua bawahan ku jemput aku🗿
wokssksk Rata
2022-05-17
1