Menghadapi tatapan terkejut semua orang, Ren membuka kipas lipat di tangannya sebelum menutupi senyum percaya dirinya "Kekuatanku ini tidak seberapa, dibandingkan tuanku maka aku tidak berbeda dari semut. Tuan, maaf karena sudah bertindak tanpa izin anda, aku siap menerima hukuman atas tindakan tidak sopan ini".
Setelah itu, Ren membungkuk ke arah Myro yang menunjukkan bahwa ia merasa bersalah.
Sebenarnya Ren tahu bahwa Myro tidak akan marah atas tindakannya ini, bagaimanapun Ren tadi bergerak untuk melindungi Myro.
Namun Ren bersikap seperti ini karena beberapa alasan, di antaranya yaitu menunjukkan kepada semua orang bahwa Myro merupakan tuannya.
Ren memang kuat hingga bisa mengalahkan tangan kanan Baron Aras, namun hal ini bisa menyebabkan beberapa masalah seperti orang-orang lebih menganggap bahwa Ren sebenarnya adalah pemimpin yang asli, sedangkan Myro merupakan boneka yang dikendalikan oleh Ren.
Oleh karena itu, agar orang-orang tahu siapa yang statusnya lebih tinggi antara Ren dan Myro, maka Ren melalukan tindakan ini yang menunjukkan bahwa dirinya merupakan pengikut Myro, bukan sebaliknya.
Myro yang kembali sadar dari rasa terkejutnya kembali sadar, ia tahu bahwa Ren melakukan ini untuk dirinya sendiri sehingga Myro semakin menghargai Ren. Lagipula Ren memiliki kekuatan serta kecerdasan yang sangat hebat walaupun ia belum pernah memakai kecerdasannya, tapi Ren masih mementingkan Myro yang menunjukkan kesetiaan Ren.
Jadi Myro melambaikan tangannya sambil berkata "Tidak perlu, jika kau tidak bergerak tadi maka pria tadi mungkin melukaiku, aku harus memberimu penghargaan yang tepat atas tindakan cepat mu untuk melindungi ku tepat waktu".
"Penghargaan dari perkataan tuan barusan sudah lebih dari cukup, Ren tidak membutuhkan hadiah lain", kata Ren yang kembali berdiri tegak, dari matanya maka Myro bisa merasakan bahwa Ren benar-benar tidak tertarik pada hadiah apapun.
Myro mengalihkan perhatiannya kembali ke Baron Aras, ia berkata sambil tersenyum "Ayah, maaf karena sudah bersikap tiba-tiba dan menyerang tangan kanan ayah, namun ia bergerak lebih dulu sehingga aku rasa Ren sama sekali tidak bisa disalahkan".
Baron Aras kembali sadar, ia tahu bahwa Ren bergerak sebab tangan kanan Baron menyerang lebih dulu, hal ini membuat Baron Aras hanya bisa menyalahkan tangan kanannya sendiri.
"Kau benar, tapi Myro apakah kau sudah memastikan latar belakang wanita ini? Lagipula ia sangat kuat, mungkin ia memiliki ide tersembunyi untuk mengikuti mu yang berhubungan dengan dirimu sebagai anak bangsawan. Aku tidak bermaksud mencurigai wanita ini, namun tidak ada salahnya untuk berhati-hati. Bagaimana kalau sementara waktu kita akan membiarkan wanita ini beristirahat di sebuah rumah dengan penjagaan sampai ayah sudah memeriksa latar belakangnya dengan baik", kata Baron Aras masih tersenyum ramah.
Menurutnya wanita cantik dan kuat seperti Ren tidak mungkin mengikuti Myro tanpa tujuan, bahkan apabila orang seperti Ren mengikuti Baron Aras maka ia pasti curiga Ren memiliki tujuan untuk mendapatkan harta atau gelarnya.
"Ayah, terima kasih atas rasa khawatir mu, tapi aku yakin Ren bukan orang seperti itu. Bahkan apabila Ren memiliki tujuan untuk mengikuti ku, apa yang coba ia dapatkan dariku? Aku tidak memiliki gelar bangsawan, aku tidak memiliki uang, bahkan aku ditendang dari keluarga Baron, apalagi yang bisa ia ambil dariku?", kata Myro.
Mendengar perkataan Myro, Baron Aras merasa bahwa itu benar, Jika Ren ini memiliki alasan untuk mendekati Myro maka apa tujuannya? Myro tidak memiliki apapun yang bisa Ren ambil.
"Ayah, bagaimana dengan perkataan ku di awal tadi? Biarkan para penduduk ini kembali ke rumah mereka, aku akan menyiapkan pasukan sendiri di tengah jalan nanti", kata Myro mencoba membujuk Baron lagi, membawa 200 pasukan yang disiapkan Baron Aras ini hanya akan merepotkan Myro untuk berperang.
Baron Aras menjadi ragu-ragu terhadap perkataan Myro, jika Myro gagal membawa 200 pasukan untuk membantu pangeran ke 4 maka kakek pangeran ke 4 pasti memusuhi dirinya sebab tidak membantu cucunya sesuai dengan persyaratan yang ada, menurut Baron Aras maka Myro tidak mungkin bisa menyiapkan 200 pasukan sendirian.
Ketika Baron Aras mencoba membujuk Myro, sebuah suara pria tua terdengar "Tuan Muda Myro, tidak ada salahnya untuk membawa 200 orang ini. Walaupun mereka tidak terlatih, tapi selama diberi beberapa waktu maka mereka mungkin bisa bertarung. Belum lagi memiliki pasukan jauh lebih baik daripada tidak ada sama sekali, aku juga akan membantu tuan muda untuk melatih para pasukan ini selama melawan Kerajaan Kavaleri".
Semua orang melihat ke arah asal suara itu dengan terkejut sebab suara itu adalah milik Ferbas, kepala pelayan Baron Aras yang sudah pensiun pagi ini.
Berbeda dari sebelumnya, Ferbas kali ini tidak memakai pakaian pelayan melainkan ia menggunakan sebuah zirah besi ringan dengan sebuah pedang di pinggangnya.
Ferbas melangkah maju ke depan Myro sambil berkata "Tuan muda, Ferbas mungkin tidak bisa lagi bertarung di medan perang akibat luka yang didapatkan Ferbas dulu, namun Ferbas masih bisa melatih para prajurit untuk tuan. Oleh karena itu, izinkan Ferbas mengikuti tuan!".
"Ferbas, apa maksudnya ini?", teriak Baron Aras yang tidak mengerti pikiran Ferbas.
Ferbas berbalik untuk melihat Baron Aras sebelum berkata "Baron, aku Ferbas sudah melihat Tuan Muda Myro dari sejak ia masih bayi. Sejak dulu Baron tidak pernah memberikan perhatian apapun kepada tuan muda, berbeda dari anak Baron yang lain. Pada awalnya aku masih bisa menerima itu, namun ketika Baron memutuskan untuk mengirim Tuan Muda Myro ke medan perang seperti ini maka aku tidak bisa duduk diam lagi".
"Tuan Muda Myro selama ini sudah mengalami kesulitan, jadi aku memutuskan untuk membantunya. Mungkin bantuan ku tidak akan terlalu berguna karena aku hanya seorang pria tua yang terluka, tapi itu lebih baik! Aku tidak bisa hanya duduk dan melihat Tuan Muda Myro mati di medan perang hanya karena alasan ia tidak memiliki bakat. Apalagi aku sudah pensiun dan Baron sudah menyetujuinya, jadi aku sekarang bisa mengikuti orang lain tanpa masalah".
Baron Aras sedikit tidak bisa berkata-kata, ia sekarang mengerti tujuan Ferbas pensiun kemarin malam yaitu bukan untuk kembali ke desanya dan beristirahat melainkan ia merasa sedih terhadap Myro, oleh karena itu Ferbas memutuskan untuk pensiun agar bisa mengikuti serta membantu Myro.
Baron Aras tidak bisa menghentikan Ferbas lagi sebab ia sudah pensiun, sekarang Ferbas bisa pergi kemanapun tanpa izin Baron "Ferbas, kemungkinan besar ini akan menjadi waktu terakhir kita bertemu, jaga dirimu! Kebaikanmu itu benar-benar kelemahan terbesarmu, kali ini kebaikanmu mungkin membawa dirimu sendiri menuju kematian, apakah kau tidak keberatan?".
"Aku tidak keberatan! Lagipula seorang prajurit sudah seharusnya kembali lagi ke medan perang", kata Ferbas.
"Jangan sampai menyesali keputusan ini, teman lamaku, Ferbas", kata Baron Aras sedikit menggelengkan kepalanya, menurut ia maka Ferbas pasti mati bersama Myro di peperangan ini.
Baron Aras tidak pernah mengetahui bahwa pilihan Ferbas kali ini tidak membawanya menuju kematian, melainkan Ferbas di masa depan akan memiliki jabatan lebih tinggi daripada menjadi kepala pelayan Baron Aras selama ini.
Bahkan Ferbas di masa depan berkata bahwa kebaikannya mungkin merupakan kelemahan dirinya, namun tanpa kebaikan yang ia miliki maka dirinya pasti tidak akan menjadi lebih baik daripada hanya menjadi kepala pelayan Baron, sebab tanpa kebaikan yang ia miliki maka dirinya tidak akan bisa mengikuti Myro yang kemungkinan besar menjadi penyesalan baginya apabila tidak mengikuti Myro waktu peperangan melawan Kerajaan Kavaleri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
Nur
hahahah suru cok
2023-12-26
0
glanter
baron sialan..... tgu aku kembali....
2023-05-12
0
GakPunyaNama
lagi lagi penggunaan kata "maka" yang nggk perlu
2023-05-05
1