Setelah berbicara sebentar bersama Ferbas, Baron Aras kembali menatap Myro sebelum berkata dengan tegas "Tidak peduli apapun yang terjadi, kau harus membawa 200 pasukan yang ayah berikan kepadamu ini. Ayah tahu bahwa kau pasti marah kepadaku, belum lagi ayah mengirim mu ke medan perang yang sangat berisiko. Namun, ayah juga harus melakukan ini untuk masa depan Baron Aras, ayah tidak bisa mengirim sosok yang berbakat untuk pergi ke medan perang, jadi ayah hanya bisa memilihmu".
"Oleh karena itu, kecuali kau memiliki 200 pasukan yang lebih kuat dari 200 pasukan ayah, maka kau harus membawa 200 pasukan yang ayah berikan ini. Jika kau tidak membawa pasukan untuk membantu pangeran ke 4, gelar bangsawan ayah pasti dilepaskan oleh kerajaan!".
Myro sedikit tidak bisa berkata-kata, Baron Aras ini memang masih terlalu mementingkan dirinya sendiri, ia tidak pernah memikirkan tentang hidup Myro sedikitpun sampai akhir "Jadi, Baron tidak akan keberatan apabila aku bisa membawa pasukan yang lebih kuat?".
"Tentu, selama kau memiliki pasukan yang lebih baik maka kau tidak perlu membawa mereka", kata Baron Aras tersenyum percaya diri, bagi Myro untuk memiliki prajurit sekuat Ren sudah merupakan keberuntungan, ia tidak percaya Myro yang tidak memiliki uang ataupun kekuasaan bisa memiliki pasukan yang lebih kuat daripada yang ia berikan.
Sebelum Myro mengatakan apapun, sebuah suara seorang wanita yang sangat dingin terdengar "Terfe Aras, sampai akhir sekalipun kau masih belum berubah! Kau bahkan tidak memberikan pasukan yang sedikit lebih baik kepada kami, pada akhirnya apakah kau masih menganggap aku dan Myro sebagai istri serta anakmu sendiri".
Kali ini tubuh Myro membeku, ia berbalik menatap ke arah asal suara itu untuk menemukan bahwa ibunya datang kesini.
Berbeda dari ibu Myro yang selalu terlihat lembut, kali ini ia memakai baju zirah besi ringan berwarna perak, selain itu ia membawa sebuah busur di bagian belakang serta pedang di pinggangnya.
Aura ibu Myro sangat berubah saat ini, Myro bisa merasakan aura seorang prajurit yang membuatnya sangat terkejut.
Ferbas yang ada di sisi lain juga sedikit terkejut, ia berkata "Nona Risa, sudah lama tidak melihat anda memakai zirah besi seperti seorang prajurit, terakhir kali Anda memakai zirah besi itu nampaknya sekitar 10 tahun yang lalu, sebelum Tuan Muda Myro ada".
Risa Aras merupakan nama ibu Myro, tapi Myro sedikit terkejut sebab melalui perkataan Ferbas maka ibunya dulu kemungkinan besar juga seorang ksatria ataupun prajurit, masalahnya setiap hari Myro belum pernah menemukan ibunya berlatih pedang yang membuat Myro juga sedikit tidak percaya.
Ibu Myro memiliki usia sekitar 30 tahun, namun wajahnya masih sangat cantik dan tidak kalah dari wanita muda berusia 20 tahun. Jika dibandingkan dengan ibu Luca, maka Ibu Luca terlihat seperti nenek-nenek dibandingkan dengan Risa.
Hal ini sering membuat Myro bingung mengenai Baron, ibu Myro lebih cantik dari semua wanita yang ada di sekitarnya, tapi kenapa Baron hanya tidak menganggap ibunya? Apakah latar belakang begitu penting bagi Baron sehingga ia tidak masalah untuk bersama nenek-nenek.
Ibu Myro mengamati Ferbas, lalu ia tersenyum "Kau berkata seperti itu, tapi aku sudah lama juga tidak melihatmu memakai zirah besi itu sejak kau terluka dan menjadi kepala pelayan! Padahal kau dulu sangat kuat sehingga kehilanganmu merupakan pukulan berat bagi Baron saat itu".
"Nona Risa bercanda", kata Ferbas tersenyum pahit "Walaupun aku kuat, namun dibandingkan Nona Risa maka aku sama sekali bukan lawan, bahkan aku tidak bisa menahan 10 serangan Nona Risa".
Ren yang ada di belakang Myro membuka kipas lipatnya sambil mengamati ibu Myro sedikit terkejut "Tuan, apakah wanita ini benar-benar ibu anda? Apabila itu benar, maka ibu tuan cukup kuat, setidaknya jauh lebih kuat daripada pria yang di sebut sebagai tangan kanan itu. Berdasarkan pengamatan ku, setidaknya ibu tuan bisa melawanku sebanyak 50 serangan. Nampaknya ia tidak sering berlatih selama beberapa tahun ini, oleh karena itu selama ibu tuan berlatih beberapa tahun lagi maka ia bisa melawanku sampai ratusan serangan tanpa masalah".
Myro baru menyadari sekarang bahwa ibu Myro bukan hanya istri Baron, melainkan nampaknya ibu Myro pernah menjadi prajurit juga.
"Risa, apa maksudnya ini? Kenapa kau memakai zirah besi dan membawa senjata seperti akan berperang itu, apakah kau juga berencana mengikuti anakmu seperti Ferbas?", teriak Baron Aras dengan marah, ia tidak pernah berpikir bahwa banyak orang kepercayaannya yang meninggalkan dirinya hanya untuk Myro.
Ibu Myro menatap Baron Aras sebelum menghela nafas "Terfe, kau tahu, aku bersamamu bukan karena kau adalah Baron Aras, tapi kita merupakan teman sejak kecil yang sudah saling mengenal dari umurku masih sekitar 5 tahun. Aku berpikir bahwa meskipun kau menjadi Baron, kau pasti berbeda dari bangsawan lainnya. Setidaknya walaupun kau memiliki beberapa istri yang lain akibat dari pernikahan politik, setidaknya kau tidak akan meninggalkan aku dan Myro. Namun sepertinya aku salah, aku berharap bahwa kau masih peduli terhadap kami selama 10 tahun ini tapi sekarang aku tahu bahwa aku sudah salah".
"Terfe, jika kau kehilangan diriku maka kau masih memiliki banyak istri yang lain, apalagi kau masih lebih mementingkan jabatan mu sebagai Baron daripada aku dan Myro. Sedangkan Myro berbeda, ia hanya memiliki 1 ibu dan tidak akan pernah berubah, oleh karena itu aku tidak bisa meninggalkan Myro juga sebab Myro adalah anakku, Myro merupakan hartaku yang paling berharga. Jadi aku memutuskan untuk pergi, kecuali kau memutuskan untuk membatalkan kepergian Myro, aku pasti mengikuti anakku meskipun itu berarti harus berperang melawan Kerajaan Kavaleri".
Baron Aras menggertakkan giginya, ia sekarang sedang kebingungan tentang tindakan yang harus ia pilih.
Sebenarnya semua pernikahan Baron Aras dan wanitanya yang lain merupakan pernikahan politik, tidak ada perasaan sama sekali di antara mereka.
Tetapi Risa berbeda, mereka sudah saling kenal sejak kecil serta Baron Aras memiliki perasaan yang kuat padanya, bahkan ketika Risa direkrut oleh akademi ksatria Kerajaan Azeroth maka Baron Aras tanpa ragu mengajaknya menikah agar Risa tidak pergi.
Karena ajakan Baron Aras tersebut, Risa membuang mimpinya sebagai ksatria dan memutuskan untuk bersama Baron Aras sebab ia yakin bahwa Baron Aras masih merupakan temannya sejak kecil yang berbeda dari bangsawan lain, tapi Risa sekarang tahu bahwa Baron Aras pada akhirnya tidak berbeda dari bangsawan lainnya yaitu lebih mementingkan jabatan daripada keluarganya sendiri.
Baron Aras menarik nafasnya, ia bertanya dengan hati-hati "Risa, apakah kau menyesal sudah menikah denganku dan meninggalkan mimpi mu untuk menjadi ksatria dengan belajar di akademi?".
Risa segera menjawab tanpa ragu "Tidak, aku tidak menyesal! Karena jika aku tidak bersamamu, maka Myro tidak akan pernah ada. Jika aku memiliki kesempatan untuk mengulang waktu sekalipun, aku tetap memilih bersamamu untuk Myro!".
Myro sekarang benar-benar tersentuh, meskipun Baron Aras selalu bersikap dingin terhadap Myro tapi ia masih sangat senang sebab memiliki ibu yang sangat peduli padanya.
Ibu Luca yang ada di samping sudah sangat tidak senang terhadap Risa, lagipula ia bisa merasakan bahwa Baron Aras memiliki perasaan kepada Risa, oleh karena itu ia takut Baron Aras berubah pikiran dan memilih Myro sebagai penerusan gelarnya. Selain itu Risa merupakan wanita paling cantik di antara istri Baron, alasan ini yang membuat para istri Baron yang lain iri serta memakai kekuasaan keluarga mereka agar Baron Aras membuang Risa dan anaknya.
Melihat bahwa ini adalah kesempatan untuk membuang Risa bersama anaknya, Ibu Luca tidak bisa untuk tidak berkata "Baron, bukankah Risa memang bertekad untuk pergi bersama anaknya? Kalau begitu biarkan mereka pergi, bagaimanapun Risa pasti menyesal karena sudah berani menolak kebaikanmu hari ini, jika kau masih membujuk Risa untuk tetap disini maka orang-orang akan meragukan kekuasaan mu sebagai Baron".
Baron Aras sebenarnya sudah sangat marah dari perkataan Risa barusan yang berarti ia menyesal sudah bersama Baron Aras, tapi karena adanya Myro maka ia tidak menyesal lagi.
Dengan perkataan ibu Luca barusan, maka Baron Aras sudah meledak marah "Baiklah, sangat baik! Kalian semua melawanku, bahkan Ferbas dan Risa juga sudah berani mengkhianati ku! Kalau begitu kalian bisa pergi dari sini dan mati dengan penyesalan di medan perang, bawa 200 pasukan ini lalu pergi! Jangan pernah muncul di hadapanku lagi kecuali kalian siap berlutut serta mengaku bersalah!".
Risa berkata dengan dingin "200 pasukan mu? Kami tidak membutuhkannya, aku Risa masih memiliki banyak kenalan prajurit di seluruh provinsi utara ini, bahkan ada banyak orang yang berhenti menjadi prajurit dan menungguku kembali lagi! Selama aku kembali menjadi prajurit, maka mereka juga akan kembali! Oleh karena itu, aku tidak membutuhkan pasukan lemah yang kau siapkan ini, aku Risa sama sekali tidak kekurangan pasukan untuk anakku!".
"Itu benar, apabila Nona Risa bertindak maka kita memang tidak membutuhkan 200 pasukan ini", kata Ferbas setuju, ia tahu seberapa besar pengaruh Risa di masa lalu.
Jika itu di masa lalu maka Risa bisa mengumpulkan ribuan pasukan hanya dengan surat darinya, tapi seiring waktu maka pengaruh Risa semakin berkurang yang menyebabkan ia tidak bisa memanggil ribuan pasukan lagi, apalagi Risa sudah lama tidak pergi ke medan perang.
Tetapi tidak masalah, setidaknya Risa masih bisa mengumpulkan 200 pasukan yang merupakan rekan-rekan Risa di masa lalu serta sudah menunggunya selama 10 tahun ini untuk kembali.
"Kalian--", Baron Aras merasa semakin marah sebab Risa memang benar-benar bisa mengumpulkan pasukan tanpa bantuan Baron.
Namun sebelum Baron bisa mengatakan apapun lagi, seorang prajurit Baron berlari ke arah sini dengan panik.
Ia merupakan prajurit yang sedang menjaga tembok kota, prajurit itu berlutut dengan panik di depan Baron sebelum berteriak "Tuan Baron, keadaan gawat! Ada 400 pasukan kavaleri yang bergegas menuju Kota Aras dengan cepat, kemungkinan besar mereka merupakan pasukan Kerajaan Kavaleri. Tapi ada sedikit keanehan, sebagian besar dari mereka memakai zirah kulit ringan dan membawa busur serta anak panah yang tidak sesuai dengan pasukan Kerajaan Kavaleri".
Mendengar laporan prajurit itu, Myro sedikit tersenyum "Akhirnya mereka sudah datang, ayo pergi! Akhirnya Falka dan pasukan kavaleri nya sudah tiba".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
Atek Jong
ya
2024-09-15
0
Nur
Tante risa ara-ara nya dong>_<
2023-12-26
1
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mari kita berangkat, Tempat pembantaian... Maksudku tempat peperangan menanti!
2023-03-26
1