"Siapa yang datang?", tanya Baron Aras bingung, ia tidak bisa berpikir bahwa Myro memiliki ratusan pasukan kavaleri.
Bagaimanapun biaya membuat pasukan kavaleri merupakan yang paling mahal, baik itu biaya pembelian kuda, zirah kuda, perawatan kuda, pelatihan prajurit dan masih banyak lagi yang membutuhkan biaya.
Oleh karena itu, Baron Aras sekalipun hanya memiliki 100 pasukan kavaleri yang merupakan prajuritnya paling elit. Sedangkan prajurit yang lain, Baron Aras tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membelikan mereka semua kuda.
Melihat tatapan bingung Baron Aras dan yang lainnya, Myro hanya berkata "Bukankah Baron mengatakan bahwa kami boleh tidak membawa 200 pasukan yang Baron berikan selama kami mendapatkan pasukan yang lebih kuat? Kalau begitu aku akan menunjukkan kepada Baron sekarang bahwa pasukan yang aku siapkan jauh lebih baik daripada apa yang Baron berikan".
Tanpa menunggu jawaban Baron lagi, Myro berjalan menuju tembok kota. Lagipula Falka sudah datang jauh-jauh ke Kota Aras karena surat dari Myro, jadi tidak sopan untuk membuat Falka menunggu dirinya.
Ren yang ada di sisi lain berjalan mendekati Ibu Myro yang masih bingung "Nyonya, ayo pergi, tuan adalah orang yang hebat sehingga tidak ada masalah baginya untuk menyiapkan banyak pasukan yang kuat".
Ibu Myro hanya bisa mengangguk masih dengan sedikit bingung "Kau benar, ayo pergi melihat pasukan yang sudah disiapkan anakku, Myro merupakan orang yang cerdas sejak kecil dulu sehingga aku yakin pasukan yang ia bawa pasti tidak akan mengecewakan".
Ren pergi mengikut Myro bersama Ibu Myro, Ferbas yang ada di sisi lain ikut kembali sadar, ia segera mengikuti dengan cepat. Sebenarnya Ferbas juga sangat penasaran darimana Myro bisa menyiapkan ratusan kavaleri ini, sebagai kepala pelayan Baron Aras maka ia yang mengatur masalah keuangan wilayah Baron. Oleh karena itu, Ferbas tahu sangat jelas seberapa besar uang yang diperlukan untuk membuat pasukan kavaleri.
"Ayah, apa yang harus kita lakukan?", tanya Luca menatap Baron Aras dengan bingung, ia merasa bahwa kakaknya berubah terlalu jauh akhir-akhir ini.
Akibat panggilan anaknya maka Baron Aras kembali sadar, ia berteriak "Ikuti mereka ke tembok kota, aku akan melihat apakah anak itu benar-benar bisa menyiapkan 200 pasukan sesuai persyaratan pangeran ke 4".
Setelah itu Baron Aras, Luca dan ibu Luca pergi ke tembok kota. Sedangkan tangan kanan Baron yang masih berbaring di tanah serta tidak sadar, Baron membiarkan seorang prajurit membawanya untuk di rawat oleh dokter.
...----------------...
Kota Aras memang sebuah kota kecil, tapi mereka masih memiliki tembok kota dari batu setinggi 5 meter. Alasan kenapa Kota Aras harus menghabiskan uangnya untuk membangun tembok kota tidak lain adalah untuk menahan serangan Kerajaan Orc-Goblin dan Kerajaan Kavaleri, tanpa bantuan tembok kota selama ini maka Kota Aras pasti sudah lama tidak bisa bertahan dari serangan 2 kerajaan itu.
Ketika semua orang sudah tiba di atas tembok kota, mereka melihat pasukan berkuda yang berbaris dengan tertib dekat dari Kota Aras.
Orang-orang ini memakai baju zirah kulit pada tubuh mereka serta memiliki busur dan anak panah, lalu ada sebuah pedang di pinggang mereka serta sebuah perisai kecil yang tergantung di lengan setiap pasukan.
Para prajurit itu terus diam bersama kuda mereka seperti menunggu sesuatu, tapi mereka berbaris cukup jauh dari tembok kota agar panah tidak bisa mengenai mereka.
Di barisan paling depan pasukan kavaleri ini, terdapat seorang pria berotot dengan rambut hitam yang cukup panjang, namun tidak sampai menutupi penglihatannya.
Pria ini memiliki tinggi sekitar 2 meter, setiap orang yang melihatnya pasti merasa bahwa pria ini memiliki kekuatan yang sangat menakutkan.
Ren tidak bisa untuk tidak membuka kipas lipatnya lagi, ada sedikit rasa terkejut pada matanya saat melihat pria yang berada di barisan depan itu "Nampaknya pemimpin pasukan kavaleri ini sangat kuat, setidaknya aku bukan lawannya apabila bertarung 1 lawan 1! Tuan, anda benar-benar hebat bisa memiliki seorang jendral sekuat ini".
Ibu Myro ikut berkata dengan kagum "Aku pernah sekali bertemu dengan kapten pasukan elit Kerajaan Azeroth yang merupakan pasukan terkuat milik keluarga kerajaan, tapi aku merasa bahwa kapten 1000 orang itu tidak lebih kuat dari pria yang memimpin pasukan kavaleri ini, bahkan aku bisa merasakan bahwa ia lebih lemah. Nak, darimana kau bisa mendapatkan pria sekuat ini? Apakah ia bisa dipercaya?".
Ibu Myro sangat khawatir terhadap Myro, lagipula semakin kuat pasukan seseorang maka itu semakin baik sebab kemungkinan mereka menang di medan perang menjadi semakin besar.
Masalahnya jika prajurit terlalu kuat maka itu tidak selalu baik, terutama jika kesetiaan prajurit itu masih dipertanyakan sebab prajurit yang terlalu kuat mungkin bisa berkhianat dan membunuh tuannya.
"Ibu tidak perlu khawatir, Falka bukanlah tipe pria licik yang kejam. Bahkan aku sangat terkejut saat baru bertemu dengannya, ia memiliki sifat setia dan jujur, tidak mirip dengan tubuhnya yang terlihat sangat menakutkan", kata Myro berusaha membuat ibunya tidak khawatir.
Lalu Myro mengangkat tangannya dan berteriak "Falka, kalian bisa mulai! Namun tidak perlu membunuh siapapun, kalian hanya perlu membuat mereka takut dan paham kekuatan kalian!".
Pria yang memimpin pasukan kavaleri ini merupakan Falka yang sudah ditunggu oleh Myro, ketika Myro memberinya izin maka Falka mengambil busurnya sebelum berteriak "Seluruh pasukan serang! Tunjukkan keberanian dan kekuatan Kavaleri Mongol kita kepada orang-orang bodoh yang berani meremehkan tuan kita ini!".
"Serang!", teriak pasukan kavaleri di belakang Falka.
400 pasukan kavaleri bergerak maju dengan Falka yang memimpin di depan, mereka semua mengambil busur dan menyiapkan anak panah mereka.
Pasukan Baron Aras juga mulai mempersiapkan busur mereka, 2 pihak akan mulai saling bertarung.
Para penjaga tembok kota ini merupakan pasukan yang cukup terlatih di bawah Baron Aras, meskipun bukan pasukan paling elitnya tapi mereka bisa menjadi penjaga tembok kota yang sangat penting sehingga menunjukkan bahwa mereka bukan prajurit sembarangan.
Melihat gerakan Falka dan Kavaleri Mongolia yang berencana memanah dari kuda mereka, Luca tersenyum mengejek "Dasar orang-orang bodoh, ketika naik ke atas kuda maka tidak mungkin untuk memanah sebab kuda selalu bergerak yang membuat seluruh tubuh bergetar, hal ini pasti menyebabkan busur tidak bisa menembak dengan akurat ke arah musuh mereka. Oleh karena itu, menembak dari atas kuda merupakan tindakan yang paling bodoh, hal ini sudah menunjukkan bahwa pasukan kavaleri ini hanya terdiri dari orang-orang yang belum pernah berperang sebelumnya".
Baron Aras mengangguk, bahkan Kerajaan Kavaleri yang terkenal dengan pasukan kavaleri nya tidak memakai panah saat berkuda sebab sangat sulit untuk menembak panah secara akurat melalui kuda mereka.
Menghadapai rasa aneh semua orang, Myro berkata dengan tidak peduli "Jika kalian belum pernah melihat pasukan yang bisa menembak sambil berkuda maka jangan bilang itu tidak bisa, apakah kalian tidak pernah mendengar tentang Kavaleri Mongol?".
"Kavaleri Mongol? Apa itu? Bahkan kavaleri Kerajaan Kavaleri tidak bisa melakukannya, kau pikir dirimu itu siapa?", tanya Luca tersenyum mengejek, ia tidak percaya bahwa pasukan kavaleri Myro bisa menembak sambil berkuda.
Myro menggelengkan kepalanya dan tidak menjelaskan lagi, biarkan serangan Falka dan yang lainnya menjadi bukti paling jelas.
"Tembak!", teriak Falka yang melepaskan tali busurnya.
Pasukan di belakang Falka ikut menembak, ratusan panah terbang dan menembak para prajurit yang ada di atas tembok kota.
Uniknya pasukan Falka hanya menembak tepat pada bagian kaki, tangan atau menembak busur musuh hingga hancur, jadi musuh hanya kesakitan hingga tidak bisa menyerang lagi tapi tidak ada seorangpun dari mereka yang mati sesuai perkataan Myro tadi.
Baron Aras yang melihat semua itu berteriak penuh rasa tidak percaya "Tidak mungkin! Kenapa tembakan mereka bisa sangat akurat seperti itu!".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 332 Episodes
Comments
Atek Jong
yes
2024-09-15
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Waktunya meruntuhkan kota
2023-03-26
1
Steven Ong
👍👍
2022-07-29
0