Aries Hardiman menggunakan kekuatannya untuk menyadarkan Arief yang pingsan. Bibirnya tersenyum melihat tekad yang begitu kuat.
Arief membuka matanya perlahan, ia sadar kekuatan fisiknya masih lemah padahal sudah berusaha keras.
"Kakek, mengapa aku begitu lemah?" tanyanya sambil menutup mata dengan siku. Matanya berkaca-kaca karena mengetahui musuh keluarganya sangat kuat.
"Waktu, itulah yang kau butuhkan. Permainan Domain Dewa telah membuatmu berkembang seperti ini, jadikan itu sarana untuk mempertajam kekuatan mu."
Ketua Harimau Putih segera pergi bersama pasukannya. Ia sedikit merasa bersalah karena berlebihan, tetapi harga dirinya tidak mau menunduk pada orang lemah.
"Aku harus pulang." Arief segera berdiri dengan mata yang masih berkaca-kaca.
Ia berjalan ke tepi pantai, dinginnya angin malam membuat tubuhnya menggigil. Arief melihat bulan purnama bersinar terang.
Auranya hitam pekat muncul tanpa sengaja, entah mengapa ada pikiran tentang membunuh seseorang. Arief segera menghembuskan napas dan menenangkan pikiran.
"Jadi ini dunia yang dihuni kedua orangtuaku." Arief sadar bahwa tekad dan uang tidak akan menyelesaikan masalah keluarganya, ia membutuhkan kekuatan dan kekuasaan.
Seseorang muncul di atas pohon, ia adalah Ketua Harimau Putih. "Bocah itu sembrono, jika ada pembunuh ia akan langsung mati!"
Seorang kakek tua muncul, ia adalah Pak Tua dari Pasukan Garuda. "Arief, sudah lama aku tidak melihatmu."
"Pak Tua, kamu datang ketempat dingin seperti ini. Apa tidak takut masuk angin?" tanya Arief sambil mengusap matanya.
"Nangis?"
Arief tertawa. "Hanya masalah hidup."
"Hai, anak remaja sepertimu dalam fase percintaan. Memang kadang mencintai seorang wanita itu akan mempengaruhi emosi kita." Pak Tua malah mengira Arief sedang putus cinta.
"Ya, rasanya benar-benar menyakitkan." Arief tidak bisa berpikir jernih, ia malah menganggap perkataan Pak Tua prihatin dengan keluarganya.
"Kau bisa datang ke pangkalan militer pasukan Garuda. Bawa ini!" kata Pak Tua sambil memberikan kartu masuk berwarna emas.
"Mm..."
Pak Tua pergi kembali ke mobil. Seorang wanita cantik mendatangi Arief yang tampak galau, wanita itu tidak lain adalah Nidia.
"Arief, apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya dengan suara lembut.
Rambut Nidia dipotong pendek sebahu, bajunya warna biru muda dan matanya tampak sangat bersih.
"Menenangkan pikiran."
Arief dan Nidia tampak seperti pasangan yang menonton indahnya pantai di bawah terangnya bulan purnama.
"Terima kasih," ucap Nidia tampak malu mengatakannya. Ia sudah merasa di selamatkan dari banyak masalahnya.
Arief memandangnya penuh dengan arti, terbesit pikiran bahwa ia masih berhak untuk mencintai seseorang.
Namun ia sadar akan kekurangannya. "Bukan masalah besar. Aku membantumu karena nilai mu jauh lebih berharga daripada karyawan."
Nidia tampak tersipu dan wajahnya memerah, ia teringat perkataan Jessica yang mengatakan bahwa bosnya memiliki rasa padanya.
"E... E... Ya. Terimakasih, Bos."
"Ayo pulang bersama, besok Domain Dewa akan segera dibuka."
Arief dan Nidia kembali ke markas Fairy Dance berjalan kaki, mereka berdua tampak seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta.
Tanpa sengaja Nidia menyentuh tangan Arief, ia langsung menariknya. Bukannya menghindar Arief malah menarik tangan Nidia dan menggenggamnya.
"Hati-hati kalau jalan." Arief mengira Nidia mau jatuh jadi menggenggamnya.
Sesampainya di markas besar Fairy Dance, semua orang melihat Arief dan Nidia berjalan bersama meskipun tidak saling bergandeng tangan, mereka berdua begitu serasi. Mereka masuk ke gedung yang sama.
Jessica dari lantai 7 tersenyum melihatnya. "Sepertinya ada kemajuan pada hubungan mereka," katanya.
Salju menekan ponselnya untuk menghubungi neneknya. "Misi selesai dengan baik," katanya.
Leon yang ada di sampingnya hanya tersenyum manis. Ia salah satu orang yang terlibat dalam pengiriman Nidia ke tepi pantai.
Pagi telah tiba, Domain Dewa akan segera dibuka. Arief segera masuk mesin virtual untuk melihat pembaruan yang terjadi.
Karakter Blue muncul di depan monster kadal api, tanpa sadar ia langsung mengayunkan pedang dan membunuh monster itu.
Liem kebingungan, tiba-tiba tuannya muncul di depannya dengan sangat cepat. Semua rekannya mengerutkan kening.
"Waktunya mundur?"
Blue yang mengalahkan monster juga bingung. Tangannya dengan cepat melihat pembaruan sistem yang terjadi.
...[Pembaruan Sistem :...
...1. Portal antar kota sudah bisa digunakan....
...2. Berlian dan Ruby menjadi mata uang baru....
...3. Pasar Online akan dihapuskan....
...4. Mengoptimalkan semua kinerja profesi....
...5. Aliran waktu menjadi 1 banding 10....
...6. Gelar bangsawan telah direset....
...7. Mengoptimalkan penggunaan skill....
...8. Sharing poin status pada bawahan telah terbuka....
...9. Mengoptimalkan kekuatan penduduk pribumi dan monster....
...10. Tingkatan dan jenis misi akan berubah....
...11. Hall of fame akan segera diperbarui.]...
Blue sedikit terkejut dengan banyaknya pembaruan. Sekarang ia tidak bisa mengambil keuntungan dari pembaruan sistem. Hampir semua informasi di masa lalu berbeda dengan saat ini.
...[Tingkatan Misi :...
...- Bahaya E, D, C, B, A, S....
...Jenis Misi :...
...1. Biasa....
...2. Berulang....
...3. Misterius....
...4. Epik....
...5. Legenda....
...6. Skenario Utama.]...
...[Hall of Fame...
...1. Pemain terkuat menurut poin, reputasi, skill....
...2. Pemain level tertinggi....
...3. Pemain STR tertinggi....
...4. Pemain AGI tertinggi....
...5. Pemain INT tertinggi....
...6. Pemain DEF tertinggi....
...7. Pemain VIT tertinggi....
...8. Guild power tertinggi.]...
Blue dengan panik langsung menuju pengaturan dan menyembunyikan namanya dari Hall of Fame. Ia tidak ingin memancing masalah yang tidak diperlukan.
...[Pemain terkuat :...
...1. Disembunyikan (Power : 720 ribu)....
.........
...Pemain level tertinggi :...
...1. Disembunyikan (210)....
.........
...Pemain STR tertinggi :...
...1. Long Yu (11.210)....
...2. Lord Baja (11.110)....
...3. Disembunyikan (9980)....
.........
...Pemain AGI tertinggi :...
...1. Disembunyikan (13.337)....
...... ]...
Blue menghela napas karena ia adalah orang pertama yang melihat Hall of Fame dan langsung menyembunyikan identitasnya.
Leon sedikit terkejut melihat temannya itu punya AGI lebih dari 13 ribu. "Sialan, ternyata dia hanya bermain-main."
Hall of Fame yang sekarang tidak bisa menyembunyikan peringkatnya. Para pemain hanya bisa menyembunyikan namanya.
Tepat setelah Blue menyembunyikan namanya, banyak pemain kuat langsung menuju pengaturan dan menyembunyikan namanya.
Tidak lupa Blue langsung membuka jendela penukaran Berlian. 30 juta koin emas langsung ditukarkan 20 Ruby dan 10 ribu Berlian.
Pembaruan kali ini membuat banyak pemain solo protes. Perusahan Aldi hanya bisa meminta maaf dan mengatakan ini adalah kebijakan bersama. Padahal merekapun tidak tahu pembaruan ini.
Blue segera melihat semua rekannya, tampilan mereka semua jauh lebih realistis dibandingkan sebelumnya.
"Ayo istirahat dulu, sepertinya aku tanpa sengaja membunuh bos kadal api." Blue merasa aneh karena waktunya sedikit mundur. Padahal sebelumnya Liem dan Kitty berhasil membunuh monster dengan susah payah.
Sharing poin telah dibuka, Blue segera melihat poin status milik rekan-rekannya. Ia menyadari bahwa poin sharing tidak bisa digunakan antar pemain, poin sharing hanya bisa digunakan untuk pemain dan penduduk pribumi.
Mulai sekarang akan banyak pemain dengan status tinggi. Mereka memanfaatkan poin gratis dari penduduk pribumi dan mengambilnya untuk pribadi.
Namun Blue berpikir lain, ia akan terus mengembangkan rekan-rekannya supaya bisa menjadi penolong di masa depan.
Sebelum menjalankan skenario utama, Blue melihat penduduk pribumi yang mengenakan jubah kecoklatan. Matanya tampak bersinar penuh dengan permusuhan.
Orang itu membuka jubahnya, tampak seorang manusia singa. "Aku Demigod Raja Hutan menantang mu bertarung!"
Sontak Blue terkejut, padahal Dual Secret Sword bisa menghilangkan aura miliknya. Namun manusia singa itu menantangnya bertarung.
"Untuk apa menantang pemain lemah sepertiku?" tanya Blue pelan.
"Aku hanya ingin bersenang-senang dan mencari pengikut. Siapapun yang membuatku yakin akan aku berikan kekuatan nyata!" ucap Raja Hutan dengan penuh percaya diri. Ia tidak tahu musuhnya adalah Demigod yang lebih tinggi darinya.
"Tidak, aku takut melukaimu!" seru Blue dengan sangat santai.
"Manusia tak tau adab!" teriak Raja Hutan sambil mengayunkan cakarnya.
Blue menghilang menggunakan Langkah Cahaya, karakternya langsung muncul di belakang dan menyerang punggung musuhnya.
Raja Hutan yang penuh kepercayaan diri tidak pernah menyangka ada manusia yang bisa menandinginya.
"Bagus, aku mengakui kekuatanmu!" ucap Raja Hutan segera memberikan segel ketulusan.
Namun segelnya langsung dilempar balik. Blue menatap tajam ke arah Raja Hutan, matanya tampak marah dan merendahkan.
"Tidak mungkin!" seru Raja Hutan yang terkena segelnya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 256 Episodes
Comments
MATADEWA
Next.....
2024-11-25
0
seneng moco
380
2022-03-08
1
Hinata Sakaguchi
Aaaaaaaaaaaaaaa Baper
2022-02-26
0