Elvy mengetahui tentang energi para dewa tersebut, tetapi ia tidak bisa merasakannya tanpa melihatnya langsung.
Raul dan Drakula tidak tahu tetang itu, jadi mereka diam dan melanjutkan makannya. Sedangkan Ela sedikit mengerutkan kening, ia merasa ada yang berbeda dari tuannya.
"Ayo selesaikan makan kalian!" kata Blue dengan nada penuh semangat.
Tujuan mereka kali ini adalah dungeon level 50. Supaya lebih cepat peningkatan level Liem, Blue menyarankan tempat penuh dengan monster.
Perlu diketahui, Liem sudah level 40 pada pemburuan sebelumnya. Padahal baru 4 jam, tetapi efisiensi pembersihannya lebih cepat daripada Blue pada masanya.
Sayangnya perjalanan mereka tidak mulus, ketua guild Tengkorak Hitam mendatangi kelompok Blue. Raul dalam wujud serigala langsung menggeram didepannya.
"R r r ..."
Drakula, Ela, dan Elvy dalam wujud manusia. Jadi mereka tidak perlu melakukan tindakan berlebihan.
"Siapa kalian?" tanya Blue.
"Topeng Putih, siapa kau sebenarnya?" tanya pria kribo yang mengenakan armor yang mahal.
"Apa urusanmu! kalau aku berkata dari super guild pasti kau tidak percaya!"
Kelompok Tengkorak Hitam tertawa terbahak-bahak.
Pria kribo maju ke depan dengan langkah kakinya yang penuh kesombongan. "Apa kau tidak tahu aku adalah cabang guild Fairy Dance, jangan macam-macam atau seluruh guild ku akan menghajar mu!"
Blue mengerutkan kening. "Memangnya apa yang bisa dilakukan guild kelas satu padaku?"
"Bajingan, kau nantang!"
Pria kribo langsung mengeluarkan kapaknya. Ia berlari ke arah Blue dengan penuh semangat. Namun sebelum mengayunkan kapak ia merasa monster super kuat sedang menatapnya.
"Siapa orang ini?" gumamnya pelan. Tanpa terasa kakinya gemetar hanya karena melihat tatapan tidak suka musuhnya.
Blue melangkahkan kaki, tangan kananya segera memegang gagang pedang di punggungnya. "Aku tidak mau berurusan dengan kelompok kecil, tetapi hari ini pengecualian."
Pria kribo itu langsung menurunkan kapaknya dan berlutut. "Tolong ampuni saya, Tuan. Ini hanya kesalahpahaman antara anda dan anggota kami."
Semua orang di kelompok Tengkorak Hitam langsung menganga tak percaya.
"Apa bos sudah gila?"
"Diam, pasti bos punya rencana."
"Tentu saja ia sedang berpura-pura, kemudian akan menyerang pria itu pada waktu yang tepat."
"Ayo ikuti akting bos."
Kelompok tengkorak hitam bergunjing pelan, sayangnya pembicaraan mereka terdengar Blue dan pria kribo yang sedang berlutut.
"Bajingan gila!" seru ketua Tengkorak Hitam sambil mengayunkan kapaknya pada temannya sendiri.
Blue tidak peduli dengan mereka, ia melepaskan pegangan pada gagang pedangnya. Sebelum tangannya turun, anak panah yang diselimuti atribut es menyerang.
Liem menggunakan bola api untuk menghentikan panah es dengan mudah. Matanya langsung mengarah ke penyerang yang ada di atas pohon.
Drakula yang tidak pernah bergerak tiba-tiba muncul di belakang penyerang. Tangan kanannya langsung menangkap tengkuk musuh.
Kepalanya didekatkan ke telinga. "Jangan bergerak atau aku akan membunuhmu ratusan kali!" ucapnya pelan sambil menunjukkan kuku tajam di tangan kirinya.
Si penyerang ketakutan. "Jangan, aku hanya pembunuh bayaran yang disewa!" teriaknya dengan nada ketakutan.
Tanpa sadar kakinya bergerak kebelakang, hal itu menguji perkataan Drakula.
Tangan kiri Drakula langsung menancap ke dada musuhnya. Seketika pembunuh bayaran langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan. "Kau pikir aku membiarkanmu lari begitu saja?"
Pembunuh itu bangun di rumah kebangkitan terdekat, ia tersenyum. "Kau pikir kami takut mati?"
...[Hukuman sistem menyatakan anda tidak boleh login dalam 7 hari waktu dunia nyata.]...
"Hah?"
Itu terjadi karena Drakula menyerap jiwa pemain tersebut. Meskipun tidak banyak, itu akan mempengaruhi kejiwaan seseorang jika terus memainkan Domain Dewa.
Kelas keempat Blue ternyata bisa digunakan Drakula sebagai senjata rahasia. Sesuai rasnya, Drakula adalah vampir yang memakan darah. Karena kelas keempat Blue sedikit aneh, drakula sekarang bisa memakan jiwa pemain dan membuatnya tidak bisa login.
Blue mengalihkan pandangannya ke arah kelompok tengkorak hitam. Kakinya berjalan mendekat lagi, tetapi kali ini Liem dan Raul sudah menyerang duluan.
"Ais ... tidak sabaran!" ucap Bee dari belakang menonton kerusuhan sambil memakan kaki kepiting yang masih di dalam wajan.
Ekspresi berubah senang. "Wih, sejak kapan kaki kepiting bisa seenak ini!" lanjutnya penuh semangat.
Elvy terbang mendekatinya. "Memangnya apa yang harus ditunggu?"
"Bocah gila itu lebih sering menggunakan otaknya untuk memeras seseorang. Banyak pemain yang termakan omongan kosong yang selalu dikeluarkan dari mulutnya." Bee mengambil dua kaki kepiting dengan dua tangannya.
"Mereka hanya kelompok kecil, mengapa harus memperhatikannya?"
"Tengkorak Hitam adalah salah satu cabang Fairy Dance. Kau pikir guild Fairy Dance hanya menampilkan kebaikan tanpa ada kejahatan. Bocah gila itu membiarkannya karena pemain yang mengorganisir mereka adalah rekannya."
"Bukankah orang itu harus disingkirkan?" tanya Elvy dengan polosnya.
"Aku sekarang sadar bagaimana bisa seorang putri sepertimu di buang ke dunia manusia. Otakmu benar-benar berisi batu!" ejek Bee dengan ekspresi serius.
"Saiful adalah pemimpin para preman yang ada di bawah kepemimpinan Fairy Dance. Itu semua dibutuhkan untuk mengontrol kejahatan di seluruh Benua Tengah," lanjut Bee serta memasukkan dua kaki kepiting ke dalam mulutnya.
Sejalan dengan pemikiran Bee, Fairy Dance memiliki sisi jahat. Meskipun begitu, Blue menugaskan mereka untuk mencari informasi di setiap sudut Benua Tengah.
Menurut statistik di masa depan, para preman adalah pemain yang paling loyal untuk guild dibandingkan para pemain berbakat. Hal itu karena para preman di tolong dan merasa berhutang budi. Berbanding terbalik dengan pemain berbakat yang merasa dirinya bisa berkembang tanpa bantuan guild.
Leon juga tahu tentang kebenaran ini, tetapi ia bisa mengendalikannya dengan uang dan imbalan yang sepadan.
Kelompok Tengkorak Hitam di hancurkan dalam beberapa detik saja oleh Raul dan Liem yang bekerja sama.
"Hah, lupakan saja." Blue menghela napas melihat pasukan utama Tengkorak Hitam dikirim ke Rumah Kebangkitan dalam beberapa detik saja.
Bee dari kejauhan berteriak, "Bocah gila, kaki kepitingnya habis. Buatkan yang lebih banyak!"
Tepat ketika berteriak, Elvy dan Ela langsung menarik kaki kepiting dari mulutnya. Mereka berdua sebenarnya juga ikut makan, makanya kaki kepiting langsung habis.
"Persediaan kaki kepiting sedikit menipis, mari goreng nanti sore. Lebih baik sekarang ke Desa Koral dulu," jawab Blue sambil memegang kepalanya.
Padahal masakannya tadi belum sepenuhnya matang, tetapi sudah habis dimakan tiga familia yang tak beradab.
"Tuan, saya belum level 50."
"Sementara lupakan level, ayo selesaikan beberapa urusan guild." Blue memimpin jalan menuju Desa Koral, tak lupa ia membuka Gate untuk mempercepat perjalanannya.
Semua familia masuk ke ruang penyimpanan, sekarang hanya ada Blue dan Liem yang akan memasuki gerbang Desa Koral yang sudah diperbarui.
"Zaha benar-benar boros!" gumam Blue dengan suara pelan. Ia melihat gerbang layaknya tembok Kerajaan Kediri.
Tiga penjaga mendekat. "Tunjukkan kartu masuk kalian!"
"Aku tidak punya, bagaiman cara membuatnya?" tanya Blue dengan wajah polos.
Sesampainya di ruang administrasi, ada sekolompok bandit yang menghalangi pintu masuk. Salah seorang pria besar mereka langsung menghampiri Blue dan Liem.
"2 koin emas," katanya sambil menyodorkan telapak tangannya.
Liem sudah menggunakan skill bom api, tetapi Blue langsung menghentikannya.
"Siapa kalian?"
"Kami penjaga keamanan disini. Sebelum masuk wajib bayar uang keamanan!"
"Tidak ada aturan seperti itu di dalam buku petunjuk Desa Koral?" tanya Blue dengan ekspresi kebingungan.
"Newbie, ini adalah desa paling besar di dunia. Tentu saja ada uang kemananan!" seru pria besar.
Blue menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mau!"
Lengan pria besar itu langsung menghantam musuhnya. Namun Blue dengan santai menangkap pergelangan tangannya.
"Lemah tapi sok jadi penjaga keamanan!"
Setelah berhasil menangkap pergelangan tangan musuh, Blue menendang perut musuh hingga mengirimnya ke Rumah Kebangkitan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 256 Episodes
Comments
MATADEWA
Lanjut....
2024-11-23
0
wong ndéso
🙃🙃🙃🙃🤣🤣🤣🤣
ada asa aja
2022-06-17
0
LO-NONG
ketika sesuatu terkena cahaya pasti ada bayangannya
2022-03-30
1