Blue mendekati Liem yang masih bermain dengan monster elang paruh kuning. "Sudah saatnya berganti tempat, ayo coba beberapa bos field."
Jari telunjuknya langsung menunjuk arah utara atau arah hutan.
"Aku merasa ada monster kuat di dalam hutan." Liem menjabarkan perasaan takutnya sebagai manusia biasa.
"Aku juga merasakannya, jika situasi memburuk aku punya banyak cara untuk kabur. Setidaknya itu sudah cukup." Blue memperlihatkan ekspresi serius, padahal ia hanya berakting karena di dalam hutan ada monster beruang hitam yang sudah berevolusi.
Kedua pria itu masuk kehutan naik Raul dalam wujud serigala. Tepat setelah mereka masuk hutan, beruang setinggi 3 meter meraung.
"Roar..." seru beruang hitam sambil memukul dadanya.
Mata Blue tampak datar. "Bukannya itu gaya kingkong?"
"Aku pernah melihat beruang sebesar ini di neraka, ia adalah peliharaan dari salah satu raja iblis!" ucap Liem dengan wajah serius.
"Jangan berlebihan, ayo serang dia!" teriak Blue memberikan perintah.
Liem langsung melompat dari punggung Raul, jemarinya terbuka dan 20 jarum transparan keluar di sekitarnya.
Matanya menyempit, 20 jarum langsung menancap ke sendi monster beruang hitam. Sembari menunggu, Liem melempar 10 panah es dengan penuh semangat.
Kakinya menginjak tanah, Liem segera berlari ke arah monster. Tangan kananya mengeluarkan bola api, ia melemparnya di jarak yang cukup dekat.
Secara total, Liem memberikan kerusakan 40 ribu atau setara dengan 1/100 HP monster. Tidak puas dengan kerusakan yang dihasilkan, Liem bersiap menggunakan beladiri karate.
Monster beruang segera menghempaskan semua sihir yang menyelimutinya. "Manusia bodoh, apa kau pikir bisa menang!"
"Tentu saja aku yakin!" jawab Liem penuh semangat.
Ledakan terjadi di dalam tubuh monster beruang, hingga ia berteriak kesakitan. "Manusia licik!"
Liem segera memutar tubuhnya dan menendang ala petarung karate profesional. Tendangannya berhasil bersarang di perut beruang dengan sempurna.
...[Liem memberikan kerusakan - 1200, serangan kritikal.]...
"Apa aku baru saja mungut monster berwujud manusia?" gumam Blue sambil melotot melihat Liem bisa memberikan serangan kritikal dengan kekuatan fisik yang rendah.
Bee muncul di sebelah Blue sambil membawa kotak makan kebanggaannya. "Liem sudah bisa mengendalikan mana dengan sangat baik, lihatlah MP di bar statusnya."
Setiap kali ia memberikan pukulan pada musuh, MP di statusnya akan turun sedikit.
Blue segera sadar bahwa pukulan Liem telah diselimuti mana yang hampir sama dengan prana. "Aku sekarang sadar betapa berbahayanya pengalaman."
"Yah, meskipun tubuhnya lemah, lihatlah kontrol mana yang dia perlihatkan." Bee menunjuk bar mana di atas kepala Liem yang stabil di angka 43 ribu.
"Bukannya tadi mana poinnya berkurang sedikit?" tanya Blue sambil mengerutkan alisnya.
"Ais ... kau masih bodoh seperti biasanya. Liem sudah berhasil menguasai teknik penyerapan mana dari alam. Ini meningkatkan kualitas mana serta pemulihannya, para pemain tidak perlu melakukan itu karena mereka abadi!"
Pikiran Blue kembali tercerahkan, pada kehidupan sebelumnya ia tidak pernah berpikir mana poin sangat berpengaruh. Dengan dua pedangnya, Blue merasa kekuatannya tak tertandingi.
Awalnya ia pikir kontrolnya adalah nomor satu di dunia, tetapi Liem membuka matanya. Ternyata Mana Poin atau sering disebut MP adalah aset penting untuk peningkatan prana.
Sebagai tanggapan Blue duduk bersila dan memejamkan matanya. Ia mencoba mengendalikan prana dan mana dalam tubuhnya secara bersamaan.
Pengalamannya tentang kontrol prana dan mana cukup untuk membangun sebuah pondasi baru yang mempertemukan dua energi. Sampai akhirnya sebuah bola tak kasat mata muncul di area pusarnya.
Jika Aries Hardiman tahu tentang ini, ia akan segera berteriak ketakutan. Gabungan kekuatan Mana dan Prana menciptakan sebuah teknik yang dinamakan keselarasan Yin dan Yang.
"Aku tidak mau memberikannya petunjuk lagi, masak baru beberapa detik sudah dikuasai!" seru Bee kesal melihat tuannya langsung menguasai teknik para dewa.
Elvy juga keluar dari ruang penyimpanan. "Aku pikir ini terlalu cepat untuknya!"
"Hah, kau masih belum mengenal bocah gila ini."
"Aku takut kelainan mana dalam tubuhnya akan melonjak. Bukankah tubuh aslinya akan mati?" tanya Elvy dengan ekspresi kekhawatiran.
"Tenang dan lihatlah."
Waktu berlalu perlahan, Liem melanjutkan perburuannya sendiri karena targetnya level 50 hari ini. Sedangkan Blue masih duduk bersila di dalam hutan.
Raul dan Drakula keluar untuk menjaga tuannya, Ela langsung memasang sihir untuk melindungi gangguan dari luar.
Bee dengan santai duduk di atas batu sambil memakan kaki kepiting goreng. Elvy duduk di sebelahnya sambil membaca buku tentang bahasa kuno karangan pangeran lebah gendut.
Pikiran Blue semakin fokus, energi prana dan mana saling bertubrukan. Badannya terasa panas, tetapi teknik jiwa langsung mendinginkannya.
Ledakan kecil di dalam tubuhnya terjadi terus menerus. Orang biasa tanpa menggunakan teknik jiwa akan langsung meledak.
Hembusan napasnya mulai mengeluarkan asap karena tubrukan prana dan mana yang menghasilkan ledakan di tubuhnya.
"Ini sudah 4 jam, aku tidak bisa membiarkannya terus terkurung dalam fokusnya!" seru Elvy yang tidak tahan dengan situasinya.
"Apa kamu tidak melihat mereka bertiga?" tanya Bee dengan santai sambil mengambil kaki kepiting goreng dari wadahnya.
Elvy segera melihat tiga familia lainnya. Mereka tampak khawatir, tetapi tidak ada satupun yang bergerak dari tempatnya.
"Apa mereka gila?" teriak Elvy.
"Tidak, mereka yakin bocah gila itu akan menyelesaikannya. Bahkan jika terobosannya selama 1 tahun mereka akan menunggunya." Bee merogoh kotak makannya yang kosong.
"Sial, makananku habis!" lanjutnya.
Tepat setelah seruan Bee terdengar, Blue menyahut, "Yang ada dalam pikiranmu makanan saja!" ucapnya sambil membuka mata.
"Hai bocah gila, dari kapan kau bangun!" teriak Bee sambil menunjuk tuannya dengan penuh permusuhan.
"Barusan, aku tidak pernah menyangka kata pertama yang aku dengar adalah makananku habis!" ejek Blue dengan nada bercanda.
Padahal sebenarnya Blue sudah sadar sebelum Elvy akan membangunkannya. Namun siapa yang menyangka ternyata Bee mempunyai sisi baik.
"Cepat masakan aku kaki kepiting lagi, tambahkan rasa balado supaya lebih mantap!" kata Bee sambil membuang wajah.
"Oke semua berkumpul. Aku akan mulai memasak."
Senjata andalan para koki dikeluarkan, Drakula segera menggunakan sihir api untuk membuat kompor. Ela segera menggunakan keterampilannya untuk menyerap energi mana disekitarnya, sehingga makanan menghasilkan makanan berkualitas tinggi.
Tangan Blue dengan lihai mencincang sayur dan memasukkannya dalam wajan. Daging rusa segera dimasukkan, pinggulnya bergoyang layaknya koki profesional.
Bau harum menarik Liem dari jarak ratusan meter, kakinya langsung melangkah ke sumber bau.
Masakan segera disajikan dalam wadah, daging rusa membuat semua familia meneteskan air liurnya kecuali Bee.
Sebelum dipersilahkan makan, Bee langsung mengambil jatahnya dengan garpu dan pisau kecil. Mulutnya tanpa sopan satun langsung memakannya.
"Seperti biasa, makananmu cukup lezat." Bee berkomentar.
Setelah mendengarnya, familia lainnya segera melahap semua makanan. Disisi lain Blue menggoreng kaki kepiting serta bumbu balado.
Liem segera duduk dan menodongkan dua telapak tangannya seperti seorang rakyat yang meminta pengasihan.
"Tuan, tolong berikan aku makanan seperti mereka!"
"Tentu saja aku sudah menyiapkannya," kata Blue sambil memberikan piring khusus untuk Liem.
Semuanya makan kecuali Blue yang masih fokus mengendalikan kekuatan barunya. Sebenarnya kekuatan dalam tubuhnya masih belum stabil, karena terjadinya kekacauan antara mana dan prana.
"Kekacauan?" gumam Blue berhenti sejenak menggoreng kaki kepiting.
Ia teringat dengan kekuatan Dual Secret Sword dan segera mencabutnya. Mata Blue ditutup dan segera menyalurkan energi yang ia dapatkan dari Chaos.
Tidak lama setelahnya, energi dalam tubuhnya langsung stabil. "Kau pasti bercanda!" gumam Blue terkejut dengan pencapaiannya yang begitu gemilang.
Liem dan Bee yang memiliki pengalaman tentang ini langsung melirik Blue yang tersenyum di depan wajan.
"Monster!" ucap Bee dalam hatinya.
"Seperti yang diharapkan dari tuanku!" ucap Liem dalam hati.
Bee segera mendekati Blue dan memukul kepalanya. "Kaki kepiting ku hampir gosong!" serunya dengan suara lantang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 256 Episodes
Comments
MATADEWA
Spirit....
2024-11-23
0
MENIPU DENGAN GAYA
semangat
2022-05-11
0
Lurah Desa Konoha
Sip
2022-04-22
0