Tidak banyak pemain yang mengetahui penampilan tetua Fairy Dance, hal itu dikarenakan media hanya memberitakan kemenangan yang dipimpin Leon.
Para pemain juga tidak bisa melihat dengan jelas detail wajah tetua Fairy Dance karena terus bergerak. Hanya segelintir orang yang mengetahuinya.
Salah seorang penjaga berkata, "Anak muda, kami tidak bermaksud melarang mu masuk. Namun ada sedikit biaya yang harus ditanggung setiap pemain."
"Berapa?" tanya Blue dengan polosnya.
"Dua orang 4 koin emas."
Blue mengeluarkan 4 koin emas dan memberikannya pada penjaga. Kemudian Blue dan Liem masuk kedalam wilayah perburuan laba-laba pemakan daging.
"Mengapa tidak menyingkirkannya?" tanya Liem yang tidak mengerti jalan pikiran tuannya.
Sebagai tanggapan pria berjubah merah api itu menggelengkan kepala. "Manusia mempunyai banyak cara untuk membalas perlakuan kejam."
Sudut bibirnya mulai terangkat, topeng berwarna putih segera dipasang. Jubah mewah berubah menjadi pakaian sederhana warna putih.
"Tunggu disini, aku akan mengambil uangku lagi."
Betis kaki kanannya menegang, pria bertopeng putih itu segera melesat ke arah dua penjaga. Jemari tangannya mengerat membentuk sebuah pedang, tanpa rasa takut pria bertopeng langsung menusuk keduanya dari belakang.
4 koin emas jatuh ditambah lagi beberapa barang tak berguna. Meskipun begitu, itu sudah cukup untuk membuat keduanya menderita beberapa hari.
Setelah menyelesaikannya, Blue segera menemui Liem yang menjalankan tugasnya untuk menunggunya.
Tangan kanannya melempar lempar ringan 4 koin emas. "Aku mendapatkannya lagi," katanya sambil tersenyum jahat.
"Sekarang aku bingung, siapa sebenarnya raja iblis yang asli, aku atau tuanku."
Blue membuka lebar mulutnya, suara tawanya terdengar keras hingga beberapa orang mendengarnya.
"Tentu saja bukan aku. Kami manusia menyebutnya pertahanan diri!" jawab Blue melontarkan alasan terbaiknya.
Perburuan kali ini sedikit berbeda karena laba-laba pemakan daging tidak bisa di tangkap seperti kijang.
Blue menggunakan dua pedang untuk melindungi Liem dari serbuan laba-laba, pedangnya bisa bergerak sendiri layaknya seorang pelindung.
Jentik jari Liem terdengar terus menerus, ia mencoba melakukan yang terbaik untuk membunuh para monster.
Karena penambahan poin pengalaman yang sangat tinggi, Liem berhasil naik ke level 25 dalam 12 jam saja. Tentu saja itu waktu dalam Domain Dewa.
"Bisa tidak hapuskan jentik jarimu?"
"Tentu saja, Tuan."
Liem berdiri layaknya jendral perang, sebuah anak panah terbuat dari es muncul di atas kepalanya. Tanpa mengatakan apapun, panah itu langsung menyerang gerombolan laba-laba.
"Terus mengapa kau menjentikkan jarimu?" teriak Blue dengan nada sedikit kesal.
"Aku membaca buku tentang cara menjadi keren ala manusia. Menjentikkan jari adalah salah satu faktor pendukungnya." Liem benar-benar polos karena akal pikirnya sedikit melenceng.
Sebagai tuan yang baik, Blue langsung mengayunkan lengannya dan memukul kepala pria tampan dua puluh tahunan itu.
"Mengesankan!"
Karena ingin segera menyelesaikan skenario utama, Blue dan Liem segera berjalan menuju Gua Gong yang tak jauh dari tempat berburunya.
Setelah sampai di depan mulut gua, keduanya di datangi 5 orang pemain level 40 dari Tengkorak Hitam.
"Berhenti, ini gua milik guild Tengkorak Hitam!" ucap salah satu penjaga.
Blue menggosok kedua telapak tangannya seperti seseorang yang kedinginan. Senyumnya menandakan sebuah kelicikan akan segera terulang lagi.
"Saudara, jangan seperi itu. Aku punya 10 koin emas disini, bagaimana jika membiarkan aku dan temanku masuk?" tanya pria berjubah merah yang tampak merah.
Salah seorang penjaga langsung menyambar koin emas dan berkata, "Jangan sungkan saudaraku. Silahkan masuk dan lihat-lihat, aku sarankan jangan masuk ke ruang bos karena ada anak ketua guild."
Senyum manis terlihat di wajah pria tampan dengan alis tebal tersebut. Blue segera masuk tanpa kehilangan senyumnya.
Topeng putih di kenakan, jubah merahnya berubah warna menjadi putih. Tubuhnya segera berbalik dan kaki kanannya menegang untuk bersiap.
"Tunggu disini."
Dua pedang langsung menerjang 5 musuhnya. Karena level musuh sangat rendah, Blue menyelesaikannya dalam sekali serang.
"Lumayan, aku dapat jarahan serta memukul orang jahat." Blue melihat barang jarahannya dengan senyum tipis.
Liem yang melihat dari jauh berkata, "Tidak tidak tidak. Aku pikir anda yang jahat disini, Tuanku."
Liem dan Blue segera masuk ke ruang bos, mereka melihat 12 orang melakukan penggerebekkan monster kelelawar.
...[Bos Kelelawar...
...Level : 25...
...HP : 50.000...
...MP : 55.000...
...SRT : 20...
...DEF : 150...
...AGI : 200...
...VIT : 200...
...INT : 220...
...Biarkan Liem mengatasinya sendirian, jaga dia supaya tidak mati.]...
"Fix, aku beby sister!" gumam Blue melihat diskripsi di bawah status monster.
Liem memiringkan kepalanya bingung. "Ada apa tuan?"
"Bukan apa-apa, aku singkirkan mereka dan rebut bosnya." Topeng putih masih dikenakan, betisnya segera menegang dan tubuhnya di dorong meluncur seperti roket.
Tanpa rasa malu Blue melakukan player kill atau membunuh pemain tanpa dosa. Bahunya langsung diayunkan, lengannya segera mencari leher musuh dan menebasnya.
Sungguh malang nasib 12 pemain yang susah payah mengurangi HP bos malah di bunuh tanpa mengetahui siapa pembunuhnya.
"Liem, ayo serang mangsanya!" teriak Blue penuh semangat karena melihat barang yang tidak wajar di jatuhkan salah satu pemain.
Liem mengeluarkan 10 panah es di atas kepala dan bola api di telapak tangannya. Kaki kirinya melangkah hingga hentakannya terdengar, bahunya menegang serta lengannya mengayun.
10 panah es dan bola api menyerang bos kelelawar dengan kecepatan rendah. Blue harus terbiasa melihat adegan konyol ini, gayanya sudah maksimal tapi kecepatan serangnya sungguh mengerikan.
Panah es langsung membekukan bos kelelawar, serta bola api mencairkannya. Ketika dua elemen bertabrakan, kerusakan yang dihasilkan akan bertambah.
...[Liem memberikan kerusakan - 2000 (10x).]...
...[Liem memberikan kerusakan - 12 ribu.]...
Karena kelompok penyerang tadi sudah mengurangi banyak HP monster, dalam sekali serang bos kelelawar langsung menghilang.
Tepuk tangan terdengar dari asap disekitar bos. Perlu diingat, Blue masih belum pindah dari tempat berdirinya setelah membasmi para penyerbu.
"Sangat bagus!"
Segera setelah mengatakannya, Blue mengeluarkan sebuah lampu kuno berwarna hitam. Bee tanpa peringatan langsung keluar dari ruang penyimpanan.
"Itu lentera jiwa!" ucapnya dengan penuh semangat.
"Memangnya apa yang istimewa?"
"Lentera jiwa digunakan untuk memperkuat jiwa pemain. Hal itu bertujuan mempersingkat kematian serta berkesempatan memberikan poin status setiap kali membunuh monster."
Pupil mata pria beralis tebal langsung berubah warna menjadi kuning. Mata dewa menunjukkan diskripsi yang sama dengan perkataan Si Lebah Gendut.
"Terus apa manfaatnya bagiku?"
"Bodoh, bukankah kau punya skill pemakan jiwa?"
"Benar, setiap 10 ribu monster yang telah dibunuh akan dikonversikan menjadi poin status untukku. Karena poin keenam kelas Pendekar Jiwa sudah terbuka, sekarang aku tidak perlu bersusah payah berburu."
Liem melihat Bee dengan tatapan penuh kecurigaan. "Bukankah kau pangeran ..."
Mulutnya segera di tutup, Bee membisikkan sesuatu yang tidak bisa di dengar Blue yang iseng menekan tombol buka pada Lentera Jiwa.
Kemudian ia dihadapkan dengan beberapa pilihan.
...[Bebaskan jiwa yang terkurung....
...1. 1000 jiwa akan mendapatkan 10 poin skill....
...2. 10 ribu jiwa akan memberikan 1 poin status....
...3. 100 ribu jiwa akan memberikan 12 poin status.]...
Siapapun yang melihatnya akan iri dengan pemilik Lentera Jiwa. Dengan membunuh 10 ribu jiwa saja, mereka mendapat poin status tambahan.
Cara kerjanya juga tidak terlalu sulit, selama ada monster yang mati dalam ruang lingkup tertentu, Lentera Jiwa akan menangkap jiwa monster.
...[Selamat pemain Blue telah berhasil menyelesaikan Skenario Utama Jalur Kelima. Hadiah acak akan segera di undi.]...
"Ini yang aku tunggu!"
Sebuah dadu muncul di layar, tanpa ragu Blue menyentuhnya untuk memutarnya. Dadu menggelinding layaknya bola, angka 6 kembali muncul di layar melayang.
"Ini ..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 256 Episodes
Comments
MATADEWA
Selanjutnya.....
2024-11-22
0
Maharani
bukan jahat tapi licik 😏🤫
2022-11-08
0
Nurul
pemimpin dibalik layar
2022-08-03
0