Penjaga keamanan Desa Koral langsung menyerang pelaku, tetapi pedangnya langsung berhenti sebelum mengenai targetnya.
7 penjaga keamanan Desa Koral langsung berlutut tanpa mengatakan apapun.
"Kalian pergilah, biar aku yang mengurusnya." Blue segera berbalik ke arah bandit. Pupil matanya berubah warna menjadi kuning, Mata Dewa digunakan untuk menemukan bosnya.
"Apa kalian masih berniat melawan?" tanya Blue pelan.
Penjaga desa pergi meninggalkan masalah keamanan pada seorang pria yang mengenakan topeng putih.
"Tidak, tidak. Kami hanya mengikuti perintah tuan Blue!"
"Menarik, kalian mengatakannya dengan sangat baik. Aku akan menendang bokong bocah bau kencur itu!" seru Blue yang masih berada di balik topeng putih.
Semua kelompok bandit langsung berlutut. "Ampuni kami tuan, tidak ada maksud kami untuk membuat kerusuhan."
"Ya, lebih baik kalian menjadi poin pengalaman." Blue melirik Liem yang berdiri di sebelahnya.
Mengerti maksud tuannya, Liem langsung menyerang dua puluh bandit dengan jarum yang sulit dilihat mata telanjang.
Dua puluh pemain yang bersujud di tanah meledak dan mati mengenaskan. Mereka tidak tahu kapan diserang dan tiba-tiba di buang ke rumah kebangkitan.
Tentu saja Liem langsung naik level karena gerombolan bandit itu level 90an. "Ini lebih efektif daripada memburu monster hutan," ucap Liem dengan santainya.
"Jangan berpikir terlalu melenceng, pemain memiliki kebanggaannya sendiri."
"Aku mengikuti perintah anda tuan." Liem langsung mengurungkan niat untuk membunuh semua bandit yang ada di kota.
6 bandit yang tersisa saling memandang dan segera menyerang Blue. Mereka sudah pasti tidak selamat, jadi memilih untuk memberikan kerusakan.
Sayangnya sebelum senjatanya mengenai Blue, mereka membeku karena panah es yang bergerak sangat cepat.
Liem menoleh ke arah Blue.
"Lakukan saja seperti biasa," ucap Blue dengan suara pelan.
Senyum muncul di wajah tampan Liem. Kakinya segera melangkah dan punggungnya membungkuk ke depan. Tubuhnya di dorong layaknya roket yang menembus lapisan atmosfer.
Tangan kananya segera mencengkram leher salah satu bandit, tanpa rasa kasihan ia langsung meremasnya. Tidak sampai disitu, tangan kirinya juga bergerak dengan sangat lihai.
6 bandit level 90an dikirim ke Rumah Kebangkitan dalam beberapa detik saja. Para pemain yang melihat kerusuhan bertepuk tangan.
"Wow, teknik yang bagus kawan."
"Akhirnya ada yang melawan kelompok bandit sialan itu."
"Haha, kali ini pasti Fairy Dance akan menyingkirkan para bandit itu."
"Telingamu apa rusak, bukankah para bandit itu juga bagian dari Fairy Dance?"
"Bodoh, mereka hanya pura-pura!"
Para penonton mulai menebak-nebak apa yang akan terjadi kedepannya.
Blue dan Liem pergi ke markas Fairy Dance di Desa Koral. Sesampainya di depan pintu masuk, dua penjaga menghampirinya.
Sebelum bertanya, Blue langsung menimpali. "Mengapa banyak sekali penjaga di desa ini!" serunya dengan suara lantang nan keras.
Jessica yang ada di lantai dua mendengarnya, ia langsung turun dan mengirim panggilan kedua penjaga untuk membiarkannya masuk.
"Tuan, silahkan masuk." Kedua penjaga langsung mempersilahkan Blue dan Liem masuk ke markas Fairy Dance.
Para pemain yang melihatnya langsung mencoba hal yang sama. Tapi dua penjaga itu langsung mengusirnya.
Jessica memberikan salam beladiri pada seseorang yang mengenakan topeng putih. "Bos, sangat jarang anda datang langsung."
"Ayo ke ruang kerjamu!"
Blue segera melepas topengnya di ruang kerjanya dan segera duduk di sofa. Liem mengikutinya dan duduk di sebelahnya.
"Jessica, apa kau mengetahui tentang para bandit di gerbang desa?"
"Ya, mereka anak buah Saiful. Meskipun sedikit anarki, mereka menyumbang banyak kontribusi di dungeon level rendah."
Saiful dipanggil menggunakan panggil video. "Apa benar para bandit di Desa Koral rekanmu?" tanya Blue tanpa senyum.
Saiful yang cukup pintar langsung mengerti bosnya sedang marah. "Iya, mereka adalah para preman yang berhasil di latih dan berkembang di Fairy Dance. Setidaknya dua tahun waktu yang dibutuhkan untuk membina mereka."
"Apa kau yakin tidak ada pengkhianat?"
"Aku yakin, semua preman disini mempunyai banyak kenalan dan saling mempercayai. Bahkan banyak dungeon yang sudah kami selesaikan."
Blue bertanya tanpa memperlihatkan ekspresi apapun. "Jadi kesalahan terbesar ada padamu. Apa kamu pernah melihat seekor serigala tunduk dan setia pada pemiliknya?"
"Tapi para preman ini bukan serigala, Bos. Percayalah padaku."
Blue mengirim file pelecehan yang dilakukan para preman. Mata Saiful langsung terbelalak melihat banyaknya bukti.
"Pasti ada seseorang yang mengkhianatimu. Singkirkan dia dalam seminggu atau aku yang akan menghancurkan kelompok kalian!" ancam Blue dengan nada serius.
Saiful ketakutan, ia sudah tahu seberapa menakutkannya Fairy Dance di dunia nyata. Jadi melawannya adalah tindakan paling bodoh.
"Baik, bos. Aku akan mendidik mereka dengan baik!"
"Aku suka semangatmu, besok datanglah ke Desa Koral bersama dengan mantan ketua guild yang pernah aku kalahkan."
"Jerome?"
"Iya, panggil juga Rori!"
"Baik, Bos."
Pandangannya segera bergeser ke Jessica. "Apa kau tahu mengapa Desa Koral tidak bisa dipromosikan ke Kota?"
"Bukankah popularitas kita kurang?"
"Salah, untuk mempromosikan Desa tingkat 5 ke Kota membutuhkan sebuah metode khusus. Salah salah satunya adalah kepuasan pemain dan penduduk pribumi. Pada pembaruan berikutnya, fitur penilaian desa akan segera dirilis."
"Saya mengerti, Bos." Jessica langsung menghubungi semua pasukan khusus untuk bergerak.
Seperti yang kita ketahui semua, Jessica sangat mempercayai informasi dari Blue. Jadi ia tidak akan menunda pekerjaan jika bisa diselesaikan segera.
Para pemain yang ada di desa koral kebingungan melihat pasukan berbaju biru menegakkan hukum dengan tegas.
Setiap penjahat akan masuk kedalam pengadilan sistem, siapapun yang dianggap salah akan segera masuk penjara desa.
Semua berhasil di selesaikan dengan beberapa patah kata. Blue segera undur diri dan langsung menuju dungeon level 50.
Leon mengirimnya pesan. "Ini akan semakin sulit untuk Fairy Dance berdiri sendiri. Bagaimana jika menjual beberapa saham pada para investor."
"Leon, aku mempunyai banyak pertimbangan. Percayalah Fairy Dance bisa berlayar di ombak yang tinggi."
"Kali ini mereka tidak hanya menyerang sektor game, tetapi juga mulai melakukan tindakan anarki di dunia nyata."
"Sepertinya aku harus segera menggunakan kartu as." Blue memperlihatkan statusnya sebagai instruktur pasukan khusus kerajaannya.
"Itu..."
"Ya, ini lisensi resmi dari kerajaan. Jangan terlalu takut membuat kesalahan, aku yakin tubuhmu sudah tidak bisa di tembus dengan peluru."
Blue mencoba mengalihkan pembicaraan karena ia benar-benar harus membasmi bandit dari wilayah Danau Putih.
"Benar juga, ngomong-ngomong mengapa kamu mengambil tindakan pada bandit kecil itu?"
"Kau sama seperti Saiful. Kau pikir aku memanggil Jerome hanya untuk hiasan rumah?"
"..." Leon tidak mempunyai ide untuk menjawab.
"Jerome adalah pelaku utama para preman mulai memberontak. Sepertinya ia menerima uang sogokan." Blue mengatakan pandangannya dengan gamblang.
"Bagaimana kau tahu itu?"
"Insting saja."
Padahal aslinya Blue melakukan analisa dan menyimpulkan bahwa Jerome adalah dalang para preman pemberontak.
Leon sangat percaya dengan sahabat karibnya itu. Ia segera mengumpulkan keuangan Jerome. Matanya segera melebar ketika uangnya tidak pernah di bawa.
"Tidak ada yang aneh dalam akun bank miliknya." Leon menanggapi pernyataan Blue yang mengatakan bahwa Jerome adalah pengkhianat dengan tujuan membelah Fairy Dance.
"Itu adalah tugasmu sebagai ketua guild. Sekarang aku akan sedikit membantumu." Blue memberikan catatan digital, cara ini sama seperti Leon belum menjadi ketua guild.
Leon membuka catatan dan hanya ada satu kalimat didalamnya.
"Jangan ragu, semua keluarga Fairy Dance akan selalu hadir di sampingmu!" seru Blue dengan suara keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 256 Episodes
Comments
MATADEWA
Next....
2024-11-23
0
Lurah Desa Konoha
👍👍
2022-04-22
0
dafit putri
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
2022-02-20
0