Lucky Day*

Pagi itu William sudah terlihat sibuk dengan Jack dan Catherine di markas CIA, Langley, Virginia. Bersama Chief Rika mereka menyusun strategi selama William menyamar disana. William dipasang alat pelacak di bawah ketiak dalam kulitnya agar Jack tetap bisa memantaunya dari satelit tentang pergerakannya selama berada di mansion milik Rio.

Jack juga sudah menyiapkan stelan sesuai pesanan William serta pistol keluaran terbaru karya Jack. William menyukainya. Dia sudah sangat siap dengan misinya kali ini. Mereka berbicara bahasa Inggris.

"William. Kau harus berhati-hati. Selalu berikan informasi kepada kami. Jika ada apa-apa segera pergi dari tempat itu jangan memaksakan diri atau kau akan berakhir seperti Thomas. Aku masih membutuhkanmu untuk misi yang lain." Ucap Rika tegas.

William hanya tersenyum miring.

"Santai saja. Aku juga tak akan membiarkan diriku terbunuh begitu saja." Ucap William menarik ujung lengan jas sebelah kirinya dan pergi.

Catherine, Jack dan Rika hanya memandangi kepergian William dengan wajah datar.

Malam itu William sengaja pergi ke Club untuk menghibur diri. Besok dirinya akan menjalani misi dengan menyamar sebagai bodyguard dan pasti akan membuatnya tak bisa pergi ke club dalam waktu yang lama. Hal itu bisa membuatnya frustasi.

Dia pergi ke sebuah Club Elite di Virginia. Dia memesan beer Vieille Bon Secours Ale untuknya. Dia duduk sendirian di meja bartender. Dia melihat sekeliling mencari mangsa wanita muda yang sexy dan tentu saja untuk menemaninya bercinta.

Tapi malam itu dia tertarik pada seorang gadis muda yang duduk sendirian dan mabuk seperti habis putus cinta. William mengamatinya dengan seksama.

Gadis muda itu terlihat begitu empuk untuk diterkam. William pun mendekatinya. Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Hallo. Boleh saya bergabung denganmu?" Tanya William sopan membawa beer dan gelasnya.

Gadis itu hanya menatap William dengan melongo. Pandangannya kabur dan kepalanya pusing. Dia pun memberikan kode pada William agar duduk di sampingnya. William pun menurutinya. Dia meletakkan botol beer dan gelasnya. Dia menuangkan ke gelasnya dan gelas gadis itu. Gadis itu hanya memandang gelasnya yang diisi beer oleh William. Mereka pun bersulang.

Gadis itu seperti kuat minum. Dia langsung menghabiskannya. William kaget. Gadis itu minta dituangkan lagi dan William pun melakukannya dengan geleng-geleng kepala. Gadis itu hanya memegang dan memandangi gelasnya. William menatapnya dengan seksama.

"Aku siap mendengarkan ceritamu jika kau tak keberatan." Ucap William mulai meneguk beer nya.

Gadis itu menoleh ke arah William dan memanyunkan bibirnya.

"Sialan. Dia imut sekali. Berapa umurnya?" Kaget William dalam hati.

"Semua lelaki sama saja. Brengsek. Kau pasti juga." Ucapnya dengan berkerut kening.

William tersenyum tipis.

"Baiklah. Aku brengsek. Lalu? Mau kau apakan si brengsek ini?" Tanya William memancing dan makin menatapnya penuh dengan maksud.

"Apa.. bercinta itu sungguh mengasikkan?" Tanya gadis itu polos.

William bingung.

"Apa maksudmu?" Tanya William menatap heran gadis itu.

"Dia bilang. Dia tak mau jadi pacarku lagi karena aku tak mau diajak berhubungan dengannya. Katanya aku payah. Dia bosan denganku yang sok suci." Ucap gadis itu dengan wajah sedih.

Dia kembali meneguk minumannya dan kembali murung.

"Perawan? Gila. Jaman sekarang masih ada perawan? Di club ini lagi?!" Pekik William terkejut.

Dia mengamati gadis itu dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Cukup mempesona. Dia tak habis pikir dengan lelaki yang mencampakkannya.

"Pacarmu yang bodoh. Seharusnya dia bersyukur karena kekasihnya menjaga mahkotanya." Ucap William jujur dan meneguk beernya.

Gadis itu menatap William dengan seksama. Dia tak pernah bertemu lelaki seperti William sebelumnya.

"Siapa namamu?" Tanya gadis itu yang mulai mendekatkan wajahnya ke muka William.

"William. Kamu?" Tanya William balas menatapnya.

"Sia." Ucapnya dengan tersenyum.

Gadis itu menatap mata William tajam.

"Apakah.. masih ada lelaki baik dan pengertian sepertimu, William?" Tanya Sia dengan tatapan syahdu.

William hanya diam. Dia merasa bukan tipe lelaki seperti yang dikatakan Sia. Dia tersenyum padanya dan menyentuh dagunya.

"Pasti ada tapi sepertinya bukan aku. Aku bukan lelaki seperti itu." Ucapnya jujur.

"Tapi sepertinya aku sudah menemukannya." Ucap Sia menggigit bibir bawahnya. William menelan ludah.

"Aku akan mengantarmu pulang. Ayo." Ucap William merasa iba pada gadis itu.

Dia memapah gadis itu berjalan ke mobilnya. Gadis itu menurut saja. Dia memberitahu jalan ke rumahnya tapi tiba-tiba "HUEKKK" Gadis itu muntah dan mengenai stelan William. William shock saat itu juga.

"Menjijikkan! Cih, ini stelan baru dan akan ku pakai besok. Benar-benar!" Umpat William kesal dengan gadis yang baru ditemuinya.

Gadis itu sempoyongan. William kesal tapi kasian. Dia membawa gadis itu masuk ke mobilnya dan mendudukkannya di kursi belakang. Dengan segera William melapas jas dan kemejanya. Membiarkan dirinya bertelanjang dada mengendarai mobilnya pulang ke rumahnya.

"Aku bawa pulang saja dulu. Dia tak memberitahu dengan jelas dimana rumahnya. Merepotkan." Ucap William kesal.

Mereka pun sampai di rumah William. Dia membopongnya masuk ke rumahnya dan merebahkannya di sofa ruang tamu. Segera William membilas setelan atasannya yang terkena muntahan. Dia baru ingat jika dress gadis itu juga terkena muntah.

William yang hanya memakai boxer pun mendatangi gadis itu dan memintanya buka baju. Gadis itu mabuk berat dia menurut saja. William mengambil bajunya dan segera mencucinya. Gadis itu hanya memakai pakaian dalam saja. William masih belum tertarik karena kesal. Dia memberikan air putih hangat padanya.

"Minumlah. Mulutmu bau muntah." Ucap William kesal.

Gadis itu pun segera meminumnya. Dia kembali terbaring.

"Tidurlah di kamarku." Ucapnya meminta. Gadis itu melirik ke arah William.

"Lalu kau akan bercinta denganku?" Tanya gadis itu polos. William tersenyum kecil.

"Apa diotakmu hanya ada bercinta saja. Maaf tapi aku sedang tak ingin. Kau juga masih perawan. Kau tak berpengalaman memuaskan seorang pria." Ucapnya menyindir.

Gadis itu marah. Dia segera berdiri dengan sempoyongan seperti mau roboh. William menangkapnya. William langsung membopongnya dan merebahkannya ke ranjangnya. Dia juga langsung menyelimutinya dan membiarkannya tidur. William meninggalkannya.

Dia kembali menyelesaikan cuciannya dan segera mengeringkannya. Dia tidur di sofa kesayangannya meneguk wine memandang langit malam. William tertidur pulas.

Pagi-pagi sekali William terbangun karena mencium aroma sedap yang membuatnya lapar. Ternyata Sia membuat roti panggang dan susu coklat yang sudah dihidangkan di meja makan. Dia mengenakan jubah mandi. Dia menatap William dengan malu.

"Tak bisakah kau memakai baju dulu?" Tanya Sia tersipu malu memalingkan wajahnya.

William bingung. Dia baru menyadari bahwa dirinya hanya memakai boxer saja. Dia segera masuk ke kamarnya dan memakai celana pendek dan kaos ketat. Dia kembali dan ikut duduk di meja makan. Sia sudah menunggunya.

"Aku berterima kasih dan minta maaf padamu. Aku cukup sadar dengan kejadian semalam. Aku alkoholik. Jadi minuman semalam tak membuatku mabuk parah." Ucapnya jujur.

"Berapa umurmu?" Tanya William heran karena Sia masih terlihat sangat muda.

"20 tahun." Ucapnya merapatkan bibirnya.

"Wow. Sejak kapan kau minum?" Tanya nya lagi keheranan.

"Sejak meninggalnya ibuku 5 tahun lalu. Ayahku tak melarangku. Kadang malah dia menemaniku minum." Ucapnya kembali memonyongkan bibirnya.

"Aishh.. gadis ini. Bisa tidak dia berhenti bersikap imut. Sudah lama aku tak bertemu gadis lugu. Menyebalkan." Ucap William dalam hati kembali kesal dengan sikap imut Sia.

Mereka berdua pun sarapan bersama. William melihat jam tangannya.

"Oh shit! Aku terlambat! Arghh.." ucapnya gusar.

William segera berlari ke tempat laundry dan segera memakai stelan barunya dan merapikan diri. Sia sampai terpesona dengan ketampanannya.

"Ternyata dia sangat tampan. Aku tak menyadarinya." Ucap Sia berguman pelan melongo melihat William mulai memakai sepatunya.

"Kau jangan diam saja. Bergegas. Jika kau tak cepat aku akan meninggalkanmu disini. Aku baru akan kembali saat malam." Ucap William sembari memakai sepatunya.

Lamunan Sia buyar. Dia tersadar. Dia segera mengambil dress yang sudah dicuci William dan memakainya. Saat William bertanya dimana rumahnya dia cukup terkejut karena lokasinya hampir sama dengan tujuannya di Virginia Beach. Sia mengatakan bahwa dia memiliki sebuah kamar hotel disana. William pun mengantarkannya.

William mengebut dengan mobil Mustang hitamnya dan terlihat Sia sangat menyukai kecepatan. William cukup tertegun dengan sikap Sia yang menurutnya banyak misteri. Sampailah mereka di Virginia Beach pada siang hari. Mereka berpisah karena William akan menuju ke mansion milik Rio.

William sudah mempersiapkan diri. Para bodyguard Rio sudah menginspeksi William begitu memasuki lobi mansion. Mereka langsung mengetesnya dari senjata, postur tubuh, kemampuan bertarung dan keahlian lainnya. William cukup kaget karena dia langsung di tes bahkan dia tak perlu pengenalan.

William lolos tes pertama. Dia lanjut ke tes ke 2. Tes yang cukup membuatnya kaget. Ternyata disana sudah ada 4 orang yang melamar menjadi bodyguard anak Julius tapi hanya 1 yang terpilih. Ketiga orang itu menatap William tajam sebagai saingan tapi William cuek saja. Dan betapa terkejutnya ternyata gadis itu adalah Sia. Sia juga terkejut dengan adanya William disana.

"Kau.. apa yang kau lakukan disini?" Tanya Sia menunjuk William bingung. Semua orang menatap William heran.

"Kau mengenalnya?" Tanya Rio yang muncul tiba-tiba.

"Ya. Dia.. menjagaku semalaman saat mabuk. Dia melakukannya dengan baik." Ucap Sia lugu. Rio menatap William tajam.

"Baiklah kalau begitu. Langsung saja. William, kau yang akan menjadi bodyguard adikku, Sia." Ucapnya cepat.

Semua orang tertegun termasuk William karena dia diterima dengan mudahnya.

"Wah ini keberuntungan. Coba saja jika semalam aku bercinta dengannya mungkin aku sudah dikirim ke kantor dengan bagian terpisah." Ucap William lega.

Keempat calon kesal padanya tapi mereka tak bisa menentang keputusan Rio. Mereka pun segera pergi. Terlihat Sia senang karena dia cukup mengenal William dan menganggap William lelaki yang baik.

----------

Ilustrasi Sia

Source : Google

Terpopuler

Comments

αʝιѕнαкα²¹ᴸ

αʝιѕнαкα²¹ᴸ

kang mabok dibilang lugu 😂😎

2023-06-26

2

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

ternyata keberuntungan bagian dari kesuksesan....

2022-05-05

1

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

playboy yang masih menghargai keperawanan.....

2022-05-05

1

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!