With You

Sia dan William menghabiskan hari-harinya di rumah kayu Roberto, Tyumen, Rusia selama seminggu. Mereka hidup dengan harmonis layaknya sepasang kekasih. William juga mulai melatih dirinya dalam ilmu bela diri. Sia sudah seperti isteri baginya. Membersihkan rumah, memasak dan merawat pekarangan. Sesekali mereka keluar ke kota terdekat untuk membeli kebutuhan.

William merasakan kedamaian dalam hidupnya yang seperti ini. Tak ada beban pekerjaan, tak ada aksi tembak-tembakan, kejar-kejaran mobil bahkan bunuh-bunuhan. Begitu tenang. Bahkan William membayangkan seorang anak hadir diantara mereka berdua. William begitu bahagia. Sia juga selalu tersenyum padanya. Mereka sering menghabiskan waktu berdua diteras rumah kayu itu, berpelukan dan saling mengungkapkan perasaan.

Pagi itu ponsel William berdering. Ia sedang tak ada di rumah karena membeli perlengkapan kebutuhan rumah di sebuah kota kecil dekat Tyumen. Sia bingung karena tak ada nomor disana hanya sebuah nama "R". Sia penasaran dan ia pun mengangkatnya tanpa bicara apapun.

KLEK..

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"William. Sudah seminggu kau tak memberiku laporan baik mengenai Julius, Konstantine ataupun Roberto. Berhenti bermain rumah-rumahan atau akan kami ledakkan rumah itu. Tinggalkan gadis itu, dia hanya pengganggu."

TUT TUT.

Kepala Agen Rika menutup teleponnya. Tangan Sia bergetar. Pandangannya tak menentu. Jantungnya berdebar kencang. Tak sadar ia menjatuhkan ponsel William. Nafas Sia tersengal, ia pun perlahan duduk di sofa ruang tengah rumah kayu itu. Sia baru menyadari bahwa selama ini William berbohong padanya.

"William.. William seorang agent rahasia? Selama ini.. dia.. berbohong padaku? Dia hanya memanfaatkanku?" Ucap Sia lirih dengan pikiran kacau.

BROOM.

Tak lama mobil William pun berhenti di depan rumah Roberto. Terlihat William membawa banyak barang. Sia langsung mengambil ponsel William yang ia jatuhkan, ia meletakkan kembali di meja dekat televisi di ruang tengah. Sia mengatur nafasnya. Dia berusaha berakting sebaik mungkin seperti tak terjadi apa-apa.

William masuk ke rumah dengan senyum merekah. Sia berdiri di dekat televisi memunggunginya. William meletakkan semua belanjaannya di meja makan dapur.

"Sia. Coba kau cek kembali belanjaan ini. Apa sudah benar semua sesuai pesananmu?" Tanya William sembari mengeluarkan semua isi belanjaan dalam tas kertas coklat besarnya.

Sia berjalan perlahan ke dapur dan menatap William sepintas. Ia mengatur nafasnya. Ia masih gugup tak percaya jika William seorang agen. Sia berdiri disampingnya dan meliriknya lagi dengan gugup. William masih sibuk menata hasil belanjaannya di meja makan. William menoleh padanya. Sia terkejut.

"Ada apa?" Tanya William menatap Sia seksama.

Sia memalingkan wajah dan tertunduk. Ia memegang salah satu belanjaan di atas meja asal. Ia bingung. Jiwanya berkecamuk. William menyadari itu.

"Apa terjadi sesuatu?" Tanya William mulai curiga.

"Ah tidak.. tidak.." ucapnya mencoba mengelak.

William merasa ada yang janggal. Ia meninggalkan Sia di dapur. Ia berkeliling ke seisi rumah mengecek keadaan. Sia menatapnya dari kejauhan akan sikap William.

"Dia memang seorang agent." Batin Sia dengan jantung makin berdebar.

Dirasa aman, William kembali mendatangi Sia dengan langkah cepat. Sia tertegun, ia memegang paprika kuning dalam genggamannya kuat karena panik. William berdiri di depannya. Ia melihat Sia gugup.

"Apa ada yang datang kemari? Apa ada yang mengancammu?" Tanya William tajam.

Sia menggelengkan kepalanya. Ia bingung harus bagaimana. Tiba-tiba..

BROOM.. BROOM.. CITTT.. BRAKK!

Pintu rumah Roberto dibuka paksa hingga membentur dinding. William dan Sia tertegun. Sia langsung meletakkan kembali paprikanya. William berjalan tergesa ke pintu utama dan BUKK! Wajah William langsung dihajar kuat hingga dia mundur ke belakang beberapa langkah. Ia tak melihat seseorang datang dari balik dinding. Sia langsung memeganginya.

Igor muncul di depan mereka. William dan Sia panik. Tak lama Rio muncul bersama 5 bodyguardnya. William masih memegangi bibirnya yang berdarah dan menatap mereka seksama. Sia berdiri disamping William.

"Sia. Sejak kapan kau melepaskan GPS di tubuhmu? Apa dia yang melakukannya?" Ucap Rio dengan wajah bengisnya menunjuk William tajam.

"Bukan.. bukan.. a.. aku yang melakukannya." Ucap Sia tergagap.

William menatap Sia tajam.

"Pantas saja dia memplester lengannya saat itu. Ia bilang lecet karena tersyat kayu saat berkebun. Dia sengaja melakukannya. Dia mengeluarkan alat itu dari tubuhnya sendiri. Luar biasa. Tapi.. untuk apa?" Batin William penasaran.

"Jadi, kau sengaja menghindar dari kami? Apa kau sekarang di pihak Roberto juga? Kau menghianati kami?" Tanya Rio menatapnya tajam.

"Tidak.. tidak seperti itu.. tidak, Kak." Ucap Sia panik.

"Hmm.. jadi, kau bersembunyi selama ini disini dengan dia? Apa yang kalian lakukan? Sepertinya kalian merawat rumah ini dengan baik." Ucapnya sembari berjalan mendekati Sia dan meletakkan jari telunjuknya pada sebuah meja dan menekannya untuk melihat apakah berdebu atau tidak.

"Hmm.. kau sangat berbakat menjadi isteri idaman. Sayang, calon suamimu sudah tewas tapi sepertinya kau tak berduka sama sekali. Apa.. karena sudah ada dia yang menggantikan Tomy?" Ucap Rio penuh penekanan yang kini sudah tepat berada di depan Sia.

Jantung Sia berdetak kencang. Ia tahu jika nyawanya sedang terancam. Ia bingung setelah mengetahui William seorang agen, ditambah ia memang tak menyukai kehidupannya bersama keluarganya. Sia tertunduk. Ia tak berani menatap Rio. Terlihat Rio mulai kesal, ia menjambak rambut belakang Sia hingga mendongak ke atas.

"Agh.. Rio.." rintih Sia memegangi tangan Rio yang menjambaknya kuat.

William panik. Saat ia akan mendatangi Sia, Igor langsung menghadangnya. William berhenti seketika. Rio menatap William seksama dengan senyum sinisnya.

"Kau menghianatiku, William. Kau kini di pihak Roberto, sayang.. Roberto sudah tewas. Jadi.. aku akan melenyapkanmu juga. Tak boleh ada saksi mata." Ucapnya keji.

Sia dan William kaget seketika. Igor mendatanginya cepat. William panik.

"Wait Rio wait, jika aku memihak Roberto pasti saat itu aku sudah membunuh Igor, benar kan? Tapi lihat yang kulakukan. Aku hanya membiusnya. Aku membiarkannya hidup karena aku masih dipihak kalian." ucap William menyodorkan kedua tangannya kedepan menahan kedatangan Igor yang ingin menghajarnya.

Igor diam seketika. Ia menoleh ke arah Rio. Terlihat Rio berfikir sejenak.

"Aku sengaja membawa Sia untuk mengamankannya. Sia dikejar, ia diculik saat itu dan aku berhasil menyelamatkannya. Saat aku akan membawanya kembali ternyata mansion Roberto sedang diserang." Ucapnya lagi mencoba mengelak.

"Jika kau melindunginya kenapa tak membawanya ke markas lorong bawah tanahku?!" teriaknya lantang karena masih tak mempercayai William.

"Itu.. itu karena aku panik. Aku tak tahu siapa kawan dan lawan. Ditambah Igor menyerangku, aku berfikir dia akan membunuhku dan Sia. Jadi aku membawanya pergi jauh dari kalian semua. Aku bersumpah." Ucapnya sembari menunjukkan dua jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V sebagai tanda ia bersumpah.

Rio menatap William tajam, begitupun Igor. William terlihat gugup. Ia melihat Sia masih kesakitan karena cengkraman kuat di rambutnya.

"Sial bagaimana ini? Jika tak ada Sia, sudah kubunuh mereka semua." Ucap William kesal karena harus terbebani dengan hal ini.

Tiba-tiba Rio melepaskan cengkraman di rambut Sia dan mendorong kepalanya hingga dia jatuh tersungkur di sofa. William terkejut. Ia telengkup di sofa tak bedaya. Dia diam saja.

"Baiklah, aku percaya padamu. Kuberi kau sekali lagi kesempatan tapi ada syaratnya." Ucapnya sembari mengusap dagunya.

"Oke oke. Apapun. Bagaimanapun kau tetap bosku." Ucap William mulai tenang.

"Bantu aku merebut kekuasaan Konstantine dan Robert yang masih dipegang oleh Yena dan Selena." Ucapnya tersenyum miring.

"Baiklah. Caranya?"

"Seperti keahlianmu sebelumnya. Gunakan ketampananmu, rayu mereka, bujuk mereka untuk menyerahkan asetnya baik-baik. Jika mereka menolak, bunuh saja. Simple." Ucapnya santai.

"What? Tapi.. bukankah mereka masih saudaramu?" Tanya William bingung.

"Huh, saudara. Tak ada namanya saudara dalam perebutan kekuasaan. Hanya ada 1 penguasa tunggal, William, dan orang itu adalah aku." Ucapnya tersenyum bangga.

William mengangguk paham. Ia menerima tawarannya. Sia menatap William tajam. Entah apa yang dipikirkannya. Akhirnya William dan Sia dibawa kembali ke Moscow. Sia akan diterbangkan kembali ke Virginia, Amerika. Sedang William ditinggal di Rusia untuk menuntaskan pekerjaan yang diberikan oleh Rio.

William mengantarkan Sia ke bandara. Rio dan Igor ikut kembali ke Amerika. William mendekati Sia yang sedari tadi diam tertunduk. Ia berbicara lirih agar tak terdengar Rio dan yang lainnya.

"Sia dengar. Percaya padaku. Yang kulakukan ini agar Rio percaya padaku. Aku berjanji takkan ada hubungan apapun dengan Selena dan Yena. Kau.. kau percaya padaku kan?" Tanya William menatap Sia seksama.

William sangat khawatir jika Sia berfikir dirinya menghianati perasaannya. William sudah terlanjur jatuh cinta padanya dan ia yakin Sia juga merasakan hal yang sama. Ia tak mau Sia salah paham dengan pekerjaannya nanti yang melibatkan Selena dan Yena didalamnya. Sia mendongakkan wajahnya dan menoleh ke arah William dengan wajah sendu. Sia tersenyum padanya.

"Jangan khawatir. Santai saja." Ucapnya pelan.

William tersenyum bahagia. Ingin rasanya ia memeluk Sia tapi ada Rio dan yang lainnya disana.

"Aku akan sangat merindukanmu, Sia. Jaga dirimu selama aku tak ada. Aku akan segera menyusulmu." Ucapnya penuh keyakinan.

Sia mengangguk cepat. Entah kenapa meski hatinya bimbang, dia merasa akan sangat merindukan William. Tiba-tiba Rio memanggilnya untuk segera boarding pesawat. Sia pun mendatanginya. William melihat dari kejauhan kepergian Sia. Sebelum masuk ke pintu boarding, Sia menoleh sekali ke arah William dengan wajah sendunya. William makin menghawatirkannya.

William menghembuskan nafas panjang. Ia mengambil ponselnya dan menelepon Rika.

TUT.. KLEK..

"Rika,"

"William. Kau benar-benar menjengkelkan. Dimana kau sekarang? Berhenti bermain-main!" Teriak kepala agen Rika kesal setengah mati dengan sikap salah satu agennya.

William menghembuskan nafas pelan.

"Rika dengar. Aku berada di Moscow. Sekarang Rio memberikanku kuasa untuk mengambil alih aset milik Konstantine dan Roberto. Kini sasaran utamaku adalah Roberto. Apa kau mengizinkan dan memberikanku dukungan?" Tanya William melaporkan.

"Hmm.. baiklah. Kau gunakan saja semua asetmu. Akan aku kabarkan hal ini kesemua tempat. Cepatlah. Kau sudah bersantai terlalu lama. Sekretaris sudah gerah, jangan buat masalah." Ucapnya memperingatkan.

William tersenyum miring.

"Baik. Laksanakan."

TUT.

William segera bergegas kembali ke mobil sport orangenya. Ia merasa lega karena beban terbesarnya Sia kini sudah tak ada. Ia kembali menjadi dirinya, seorang agen CIA yang akan menangkap dan memenjarakan semua gembong mafia incaran CIA.

Terpopuler

Comments

Wulan Wulan

Wulan Wulan

huhhh menegangkan

2021-06-21

1

Kadek Pinkponk

Kadek Pinkponk

apakah will msih kan sehebat itu menjalankan msinya setelah dihatinya ad perasaan cinta??

2021-05-31

1

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

ahay jadi makin asyik kan ceritanya😁🤣🤣🤣🤣🤣

semangat dah Ju Aku padamu pokoke wis

#nohalu2 #nokomensok2an

2021-05-21

1

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!