Different

Sia dan William sampai di mansion Rio. Dia sudah menunggu kepulangan Sia. Rio sudah merentangkan tangannya menunggu sambutan pelukan Sia. William menatap Rio curiga.

"Sepertinya memang ada yang salah dengan hubungan mereka ini." Ucap William dalam hati.

Sia pun mendatanginya dan memeluknya erat. Rio merangkul pinggul Sia dan mengajaknya masuk ke dalam. Rio membelikan sebuah gaun untuknya. Sia sangat senang. Mereka berbicara dalam bahasa Inggris.

"Oh my god. This is beautifull. I like it, Rio. Thank you." Ucap Sia mengangkat gaun barunya dan menempelkannya di badannya dengan senyum merekah.

"Try it. I wanna see." Ucap Rio berdiri menatap Sia dengan senyum tipis.

"Okay." Ucap Sia ceria. Dia pun segera naik ke atas masuk ke kamarnya. Rio dan William mengikutinya.

"Ada masalah di kampusnya?" Tanya Rio menaiki tangga tak melirik William sedikitpun.

"Nothing. All safe." Ucapnya sopan.

"Good."

Rio mengetuk pintu Sia. Dia sudah tak sabar melihat gaun pembeliannya. Sia membuka pintu. William dan Rio terkesima. Sia terlihat cantik dan sexy.

"How? Do i look beautiful?" Tanya Sia berputar-putar memamerkan gaun warna peach selutut dengan rok merekah dan atasan tanpa lengan.

Rio mendatanginya dan merapikan rambutnya. Sia hanya diam dan tersenyum menatap Rio. William menatap mereka dengan seksama.

"Yes. Beautiful as always." Ucapnya sambil memegang dagu Sia.

"Apakah ada acara khusus hingga kau membelikanku gaun?" Tanya Sia penasaran.

"Ya. Nanti malam ada acara di mansion Tomy. Kau dan aku diundang kesana." Ucapnya santai. Sia langsung diam dan bermuka asam.

"Kenapa? Bukankah dia pacarmu." Ucap Rio bingung.

"Dia brengsek. Aku sudah putus dengannya. Dia sudah punya pacar baru lagi." Ucapnya kesal memalingkan muka dari Rio dan William.

Terlihat Rio marah. Dia mengepalkan kedua tangannya. William melirik Rio tajam.

"Hmm jadi begitu. Baiklah nanti aku jemput jam7 malam. Berdandanlah yang cantik. Aku pergi dulu." Ucap Rio pergi meninggalkan Sia. Sia mengangguk.

"William. Jangan sampai Sia terlambat." Ucap Rio sembari berjalan pergi.

"Yes, Sir." Jawabnya lantang.

Sia langsung masuk ke kamarnya. William diam berfikir keras.

"Hmm.. Tomy. Siapa dia? Sepertinya mantan pacar Sia. Apakah lelaki yang di kelas tadi?" Batin William menebak.

Dan malam pun tiba. Sia sudah berdandan cantik dan rapi. William sudah menyisir rambut dan memoles sepatunya hingga mengkilat ditambah dengan stelan jasnya yang terlihat mahal menunggu di mobil. Rio juga sudah menunggu di sofa ruang tamu. Dia mengkuncir rambut gondrongnya seperti ekor kuda diatas tengkuknya. Dia dan Sia menaiki mobil yang sama. Igor duduk di kursi depan sebelah William.

"Ayah kapan pulang, kak?" Tanya Sia.

"Ayah masih ada urusan di Jerman. Mungkin minggu depan. Ada apa?" Tanya nya sambil memegang tangan Sia.

Sia hanya menggeleng kepalanya dan tertunduk. William melirik mereka berdua dari kaca spion tengah mobil. Mereka pun sampai di mansion Tomy. Terlihat banyak tamu yang hadir. William mengikuti Sia dibelakangnya. Igor berjalan di samping Rio. Rio di sambut oleh banyak orang dan menyalaminya. William menatap semua tamu undangan dengan seksama.

"Wajah-wajah ini. Aku tak pernah melihat mereka sebelumnya. Siapa mereka-mereka ini?" Tanya William dalam hati.

William pun menyalakan kamera mata-matan mininya yang terhubung dengan jam tangannya. Dia memotret wajah-wajah yang ia curigai.

Tiba-tiba Sia mendekatinya. William kaget.

"William. Aku haus. Ambilkan aku minum." ucap Sia manja. William mengangguk dan langsung menonaktifkan kamera di jam tangannya.

Dia pun ke meja bartender dan memesan segelas Martini untuk Sia dan dirinya. Saat William akan menyerahkannya kepada Sia, dia melihat Rio di datangi seorang gadis. Dan itu adalah gadis yang sama saat dia berada di hotel Mexico. William panik. Dia mencoba menghindar.

Dia memunggungi wanita yang menemaninya selama 3 hari di Mexico. William memberikan Martini pada Sia. Sia menerimanya dengan senyuman menawan. Saat asik mengobrol dengan Rio dan rekan bisnis Rio, tak sengaja wanita itu menyenggol William hingga Martininya tumpah. Wanita itu minta maaf.

"Sorry, Sir. I am sorry." Ucapnya mendatangi William mencoba melihat wajahnya. Wanita itu terkejut.

"William? What are you doing here?" Tanya wanita itu kaget. William diam saja. Dia panik.

Sia, Rio dan rekan bisnisnya menatap Willim.

"Kau kenal Selena?" Tanya Rio penasaran. William diam saja. Selena berdiri menyilangkan kedua tangan di dadanya.

"Dia ini jahat sekali. Meninggalkanku begitu saja dan memberikan segepok uang. Ia pikir aku seorang pelacur. Dasar bajingan." Ucap Selena sinis.

"What?" Ucap Rio terkejut.

William menelan ludah. Sia menatapnya kebingungan.

"William. Apa kau tahu siapa Selena? Dia ini kakak Tomy. Wah aku tak menyangka kau bisa menaklukkan Rita." Ucap Rio memujinya.

Selena menoleh dan menatap Rio tajam. Selena kesal dan dia menampar William keras PLAKK!

"I hate you." Ucap Selena kesal. Ia pergi meninggalkan William dan yang lainnya.

William tertegun. Rio dan rekan bisnisnya menertawainya. William hanya memegang pipinya dan menaikkan kedua alisnya menghela nafas pelan.

"Bagus William. Tak kusangka kau bisa membuat Selena jatuh dalam pelukanmu. Bagaimana gaya bercintanya? Apa.. menggairahkan?" Tanya Rio penasaran.

William hanya diam saja dan tersenyum tipis.

Sia meletakkan gelas Martininya dan berpaling pergi. William dan Rio bingung. William pamit mengikuti Sia. Rio kembali berbincang dengan rekan bisnisnya dan bersalaman dengan tamu lainnya.

Sia berdiri di pinggir pagar balkon. Dia terlihat kesal. William mendekatinya dan diam saja. Sia menoleh ke arahnya. William balas menatap.

"Ku kira kau berbeda. Ternyata sama saja." Ucapnya dengan wajah kecewa. William bingung.

"Maksudmu?"

"Kau pasti bercinta dengan wanita lainnya juga kan selain Rita?" Tanyanya frontal. William kaget. Dia hanya tersenyum miring.

"Apa ada yang salah?" Ucapnya santai.

Terlihat Sia menahan air matanya. William berkerut kening.

"Huh. Aku memang naif. Pantas saja Tomy meninggalkanku. Kau ternyata sama saja sepertinya." Ucapnya tertunduk dengan senyum sinis. William makin bingung.

Sia pergi meninggalkannya dan menghapus air matanya dengan kasar. William mengejarnya lagi tapi tiba-tiba Selena menangkap tangannya. William kaget. Selena menggoda William dan merangkul lehernya.

"Aku marah padamu tapi aku juga merindukanmu. Apakah.. malam ini kau mau menginap ditempatku?" Tanya Selena menggoda. William tersenyum miring.

Sia berhenti. Dia menoleh ke arah William dan Selena. Dia makin sakit hati. Dia berjalan cepat pergi keluar dari pesta. William kembali melihat ke arah Sia. Dia tertegun Sia menghilang. Dia melepaskan rangkulan Selena. Dia berlari mencari Sia. Selena kembali dibuat kesal William.

"Laki-laki itu benar-benar dingin sekali." Ucap Selena emosi mengepalkan kedua tangannya.

William pergi keluar mencari keberadaan Sia.

Tiba-tiba..

CITTT! "Get her!"

Sia dibawa masuk paksa ke sebuah mobil hitam dan dibius. William kaget. Dia langsung berlari mengejar mobil itu tapi dengan cepat mobil hitam yang menculik Sia menghilang ditengah kerumunan mobil yang sejenis. William panik. Dia segera berlari masuk ke tempat jamuan dan menarik tangan Rio kasar. Rio kaget.

"Sia.. Sia diculik!" Ucapnya cepat.

"What?!" Pekik Rio.

Segera Rio meminta Igor dan William untuk mengejar Sia dengan mobilnya. Rio langsung pergi meninggalkan jamuan dan ikut bersama mereka berdua.

"Rio. Lain kali biarkan aku membawa mobil sendiri. Ini sangat merepotkan." Ucap William kesal karena Rio tak memberinya kepercayaan lebih.

Rio diam saja dan terlihat sibuk mengotak atik ponselnya.

"Aku sudah menemukan lokasi Sia." Ucapnya santai dan memberikan ponsel itu pada William agar menjadi navigator.

Igor pun menginjak full gas mobilnya melaju pesat mengejar mobil Sia.

"Apa kau tahu siapa orangnya?" Tanya Rio.

"Tidak. Tapi aku lihat plat mobilnya. Aku juga mengenali suara penculiknya." Ucap William serius.

"Baik. Kita selesaikan mereka setelah Sia ditemukan." Ucap Rio santai duduk di kursi belakang.

William menatap Rio tajam yang terlihat santai mengetahui adiknya diculik. William curiga. Akhirnya mereka sampai pada sebuah bangunan tua dimana sinyal Sia berhenti berkedip. William dan Igor turun dari mobil dan menyiagakan pistolnya. Rio menunggu di dalam mobil dengan santai sembari meminum wisky nya.

William mengendap masuk. Dia lewat pintu depan dan Igor menyelinap dari pintu belakang. William mengintip dari balik pintu. Terlihat Sia diikat di kursi dan mulut disumpal. William perlahan masuk ke dalam mengendap agar tak ketahuan. Tapi tiba-tiba..

"BRUAKKK!" Igor mendobrak pintu dengan kasar hingga pintu itu roboh.

"DOR! DOR! ARRGHH.. JLEB! BRUAKK! KRAKK! ARRGHHH.. DOR! DOR! DOR!"

Igor menghabisi mereka semua tanpa bersuara. Tanpa mengintrogasi dan melakukannya tanpa ekspresi. Sia menatap Igor dengan panik. Igor segera melepaskan ikatan dan sumpalan dimulutnya. Semua penculik habis dibunuh Igor tanpa tersisa.

William mendekati mereka yang masih bingung dan shock dengan apa yang terjadi. Sia dan Igor melihat kedatangan William yang melongo melihat mayat-mayat itu bergelimpangan tak bernyawa di lantai.

"Kau kenapa?" Tanya Sia bingung.

"Kenapa kau membunuh mereka semua? Kenapa kau tak mengintrogasi salah satu dari mereka dulu?" Tanya William menatap Igor bingung.

Igor memberikan isyarat tangan pada William tapi ia tak mengerti. Sia angkat bicara.

"Kata Igor. Caramu terlalu lambat seperti seorang polisi." Ucap Sia memandang William seksama.

William tertegun. Dia menelan ludah. Mencoba menenangkan diri.

"Itu karena biasanya bosku minta agar mengintrogasi mereka dulu sebelum dibunuh. Kita kan juga harus tahu siapa dalangnya." Ucap William berdalih.

Sia tersenyum miring.

"Bosmu yang dulu pasti sangat lemah dan seorang pengecut. Dia bertanya karena dia takut diserang lagi kan? Tapi kami tidak. Jika berani menyerang kami, siapapun itu akan langsung kami bunuh. Jika datang lagi ya tinggal bunuh lagi. Simple." Ucap Sia santai. William melongo.

Igor dan Sia berjalan melewati mayat-mayat itu dengan cueknya. Gaya mafia keluarga Sia tidak sesuai perkiraan dan pengalaman William. Dia kini makin waspada dan berhati-hati. Dia merasa Igor mulai mencurigainya.

Terpopuler

Comments

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

Sia cemburu tuh....

2022-05-06

0

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

sikap yang cuek dan aneh

2022-05-06

0

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

ada typo lagi.....

2022-05-06

0

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!