Engagement

Setelah selesai sarapan, William segera bergegas menemui Roberto di bawah. Ternyata ia sedang sarapan dengan Rio, Sia, Tomy, Selena dan Yena. Tak tampak Julius disana. William pun menunggu di luar sembari melihat-lihat mansion milik Roberto. Tiba-tiba Igor ada di depannya. William kaget setengah mati.

Ia masih teringat terakhir kali ia berkelahi dengan Igor. William merasa ia harus berlatih bela diri lagi jika ingin mengalahkannya. Tiba-tiba Igor memberikannya sebuah kunci mobil. William pun menerimanya. William bingung bagaimana mengajaknya bicara karena ia tak bisa bahasa isyarat juga. Igor menunjuk sebuah mobil. William pun mengangguk.

Ia menekan remote pada kunci itu dan suara penanda lokasi mobil pun menyala. William segera masuk ke mobil itu. Dia mengecek keseluruhannya. Setelah dirasa aman, ia pun menyalakan mesinnya dan mengendarainya menuju ke pintu utama mansion. Ia bersiap menjemput Roberto.

William keluar mobil dan berdiri menyender dekat pintu tengah. Igor menyilangkan kedua tangannya dan berdiri tegap menatap William seksama. Entah apa maksudnya tapi William merasa tak nyaman dipandangi seperti itu. Tak lama Roberto keluar. William pun merapikan jasnya dan berdiri tegap. Ia mengangguk pelan sembari membuka pintu mobil.

Roberto pun masuk ke dalam. Sebelum menutup pintu Roberto meliriknya.

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Bagaimana rasanya menjadi seorang pesuruh? Lebih enak jadi bos kan?" ucapnya menyindir.

William diam seketika. Ia mencoba menelaah maksud ucapan Roberto. Ia baru menyadari actingnya saat bersama Julius dan Rio beberapa waktu lalu di mansionnya. William tersenyum tipis.

"Yes, Sir, but I'm starting to get used to it." Ucapnya sopan. Roberto tersenyum miring.

William pun menutup pintunya. Sia dan Yena hanya menatapnya seksama. William melirik ke arah Sia dan Sia pun tersenyum malu. Tomy dan Yena menyadarinya dan mereka hanya diam saja. William pun melaju kendaraannya dengan kecepatan standar. Ia mencoba membuka obrolan.

"Tuan, kita akan kemana?" Tanya William.

"Tyumen, dekat sungai Tura." Ucapnya sembari melihat keluar jendela mobilnya.

William pun segera melaju kendaraannya sedikit kencang karena perjalanan cukup jauh selama 27 jam. William heran kenapa Roberto tak menggunakan pesawat pribadi saja. Selama diperjalanan pun, saat William mengisi bahan bakar, Roberto hanya diam saja tak mengajaknya bicara. Roberto hanya berdiam diri di mobilnya menatap jalanan dan sesekali tertidur.

Dan akhirnya perjalanan jauh itupun berakhir. Tanpa singgah di hotel ataupun hostel, mereka tiba di Tyumen pagi harinya. Roberto memberitahu kemana tujuannya. Sesampai disana, William cukup kaget. Mereka menuju ke sebuah rumah pedesaan di dekat sungai yang sudah tak terawat namun banyak bunga bermekaran disekeliling rumah itu. Mereka turun disana.

Terlihat senyum merekah di wajah Roberto. Ia membuka bagasi mobil dan ternyata berisi alat untuk bercocok tanam. Roberto masuk ke rumah itu. William pun ikut masuk ke dalam dan melihat sekeliling rumah itu. Roberto membuka sebuah pintu. Terlihat, itu satu-satunya ruangan yang paling bersih dan terawat. Itu adalah kamarnya.

Dari luar William melihat sebuah foto. William mengamatinya seksama. Ternyata itu foto Roberto bersama isterinya dan Yena saat masih kecil. William diam sejenak. Ia pun keluar dari rumah itu dan mengecek sekeliling. Ia melihat sebuah makam dan tertulis sebuah nama disana. Ia menebak bahwa itu adalah makam ibu Yena, isteri Roberto.

"Aku mengajakmu kemari karena aku cukup percaya padamu." Ucap Roberto tiba-tiba dari belakangnya.

William tertegun. Dia mengangguk pelan. Terlihat Roberto berjongkok dan mulai mencabuti ilalang disekitar kuburan isterinya. Entah mengapa hal itu mengingatkan akan ibunya. Segera William melepas jasnya dan menggulung kemejanya. Tak lupa ia aktifkan alat perekam di dasinya. Ia membantu Roberto membersihkan makam sembari mengorek informasi darinya.

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Saya yakin, isteri Anda pasti sangat cantik melihat Yena tak mirip dengan Anda." Ucap William bercanda.

Roberto tertawa pelan. William sudah yakin bahwa Roberto bukan lelaki dingin seperti Julius dan Rio.

"Ini akan semakin mudah." Batinnya.

"Maaf Tuan. Jika saya boleh tahu, apa hubungan Anda dengan Tuan Julius dan Konstantine? Terlihat anak-anak mereka sangat akrab." Ucap William hati-hati dan masih mencabuti rumput disekitar makam.

Roberto diam sejenak.

"Konstantine itu kakakku. Julius rekan kerjaku dan Konstantine. Kami sudah lama berkawan. Julius bisa seperti sekarang ini, semua berkat adikku." Ucapnya sinis.

William menatap Roberto seksama.

"Hmm.. aroma pertikaian. Aku suka." Batinnya.

"Apa yang adik Anda lakukan? Sepertinya dia memberi banyak kontribusi untuk Julius." Ucap William pelan sembari mengumpulkan rumput yang sudah ia cabut menjadi tumpukan kecil.

"Julius pintar. Dia menikahi adikku. Hanya saja adikku begitu bodoh. Dia tak mendengarkan ucapanku. Sudah ku bilang bahwa Julius menghianatinya. Dia memiliki wanita simpanan tapi adikku tak mendengarkannya. Dan.. begitulah, adikku sakit dan akhirnya meninggal." Ucapnya sembari menghembuskan nafas keras.

William mengangguk mengerti.

"Apa adikmu kau kuburkan disini juga?" Tanya William.

Roberto menggelengkan kepalanya.

"Adikku meninggal dalam kecelakaan saat ambulance membawanya ke rumah sakit. Mobil itu tercebur ke sungai. Kami sudah mencarinya tapi mayatnya tak ditemukan, mungkin sudah dimakan buaya atau semacamnya. Jadi.. kami hanya membuat nisan sebagai pengingat saja." Ucapnya pelan.

William kini mengerti hubungan antara Julius, Roberto dan Konstantine. Roberto berdiri dan mengambil sapu. Ia memasukkan semua tanaman liar yang menutupi makam isterinya. Ia juga memetik bunga yang ternyata ia tanam selama ini dan meletakkannya di kuburan isteri tercintanya. Terlihat wajah sedih dan sepintas senyum tipis terukir di wajahnya.

William pun mencuci tangannya. Masih ada pertanyaan mengganjal dalam dirinya.

"Maaf Tuan Roberto jika ini menyinggungmu. Jika kau begitu mencintai isterimu kenapa.. mm.. Anda memiliki wanita lain di mansionmu. Maaf jika lancang." Ucap William dengan jantung berdebar.

Roberto tersenyum tipis. Ia melirik William.

"Kau jeli juga. Sama sepertimu. Apa yang kau lakukan dengan Selena? Apa kau mencintainya? Sepertinya tidak." Ucapnya enteng.

William kaget seketika. Ia tak tahu jika Roberto tahu hubungannya dengan Selena. Ia panik.

"Mm.. bukan begitu Tuan. Saya dan Selena hanya.."

"Hahaha.. kau harus lihat wajahmu saat ini. Lucu sekali! Hahahaha.." ucapnya tertawa terbahak.

William bingung. Ia masih panik.

"Aku tak ada urusan dengan hubungan pribadimu. Kau mau bercinta dengan siapa saja itu urusanmu tapi awas jika kau menyentuh anakku. Akan kubuang mayatmu ke sungai Tura dalam potongan-potongan kecil. Kau paham?" Ucapnya mengancam.

William mengangguk pelan. Dia menghembuskan nafas panjang. Roberto kembali ke dalam rumahnya dan meletakkan semua perkakas bertaninya. William kembali memakai jasnya dan merapikan pakaiannya. Ia menatap makam isteri Roberto seksama entah apa yang dipikirkannya. Tak lama Roberto keluar. Ia mendekati William perlahan. Mereka saling bertatapan tajam.

"Besok Sia dan Tomy akan bertunangan. Banyak mafia yang akan datang. Kau fokuslah menjaga Sia karena ia menjadi sasaran empuk para mafia yang ingin menyingkirkan Julius. Mereka tahu tak bisa mendekati Rio jadi, Sia yang akan mereka incar. Kau paham?" Ucap Roberto tajam.

"Yes Sir. I understand."

Roberto pun mengajak William kembali ke Moscow. Dia jauh-jauh datang ke Tyumen hanya untuk menjenguk makam isterinya. Selama di mobil Roberto kembali seperti biasa. Dia diam saja dan sesekali tertidur. Hanya beberapa kali mengangkat telepon dan membalas pesan lalu duduk diam lagi menatap keluar jendela dan memandangi jalanan.

"Kenapa CIA bisa memasukkannya dalam daftar mafia yang paling diburu? Dia terlihat biasa saja. Bahkan sangat mudah untuk ditangkap. Aku bisa saja membiusnya dan langsung membawanya ke markas jika ada surat perintahnya. Ini sangat disayangkan." Batin William heran.

Keesokan harinya William sudah kembali ke mansion Roberto. Yena menyambut mereka. Tomy dan Selena sudah pergi untuk menyiapkan pesta pertunangan. Sia terlihat di kamarnya sedang duduk diam dengan dress selutut dan menggulung rambutnya ke atas menatap indahnya kota Moscow. William mendekatinya.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa tak bersiap?" tanya William heran.

Sia hanya diam tertunduk.

"Aku tak menginginkannya, Will. Aku tak mencintai Tomy." Ucapnya lirih seakan mau menangis.

William hanya diam tertunduk. Dia mengerti perasaan Sia. Memang seharusnya pernikahan itu bukan sebuah paksaan. Dia mendekatinya perlahan.

"Kau bisa melakukannya. Aku akan mengantarmu dan menemanimu malam ini. Jangan cemas." Ucapnya pelan.

Sia mengangguk dan kini menangis. William tak bisa berbuat banyak. Dia pun segera meninggalkan Sia sendirian dan kembali ke kamarnya. Ia begitu lelah karena hampir tak tidur sama sekali. Ia langsung merebahkan tubuhnya bahkan membuang sepatu dan pakaiannya sembarangan, membiarkannya berserakan di lantai. Tak lama ia tertidur pulas.

Tak terasa sore sudah menjelang. William merasa seseorang membangunkannya. William tertegun. Itu agen Cecil. Ia pun segera bangun dan terlihat kumal. Cecil menghela nafas panjang. Ia kembali menyodorkan tangannya. William menunjuk dasinya yang ada di lantai. Cecil memukul lengannya. PAKK! "Aww.." rintih William kaget.

"Ceroboh. Bagaimana jika ketahuan. Rika harus memberikan peringatan padamu." Ucapnya kesal sembari menjumput dasi William dan mengambil alat perekamnya.

William menghembuskan nafas kasar. Ia menggaruk kepalanya. Cecil pun berjalan keluar kamar. Sampai depan pintu, ia berhenti dan menoleh ke arah William.

"Kau bersiaplah. Jangan lupa. Malam ini Sia bertunangan. Ambil semua gambar mafia yang datang ke acara itu. Kami mengawasimu." Ucap Cecil tajam.

William mengangguk. Setelah Cecil menutup pintu William malah kembali merebahkan tubuhnya.

"Masih 2 jam lagi. Agh.. aku lelah sekali." Ucapnya sembari menarik selimut dan kembali memejamkan mata. William tertidur.

2 jam pun berlalu. William masih tertidur pulas. Seseorang pun mendatanginya dengan langkah gusar.

"William! Wake up! Kita terlambat!" Pekik Sia kesal setengah mati melihat William masih tertidur pulas dan belum bersiap.

Sontak William bangun karena Sia menarik selimutnya. Sia ikut terkejut ternyata William telanjang bulat. Dia pun langsung memalingkan wajahnya. William yang panik karena terlambat tak memperdulikan Sia yang melihatnya telanjang. Ia segera memakai pakaiannya dan bersiap. Sia sesekali mencuri-curi pandang ke arah William ketika ia memakai pakaiannya. Dia tersipu malu.

Tak lama William pun bersiap. Ia membasuh wajahnya dan mengelapnya dengan handuk kecil. Ia menatap Sia yang berdiri dan terlihat begitu cantik dengan dress panjang mirip gaun pengantin berwarna peach dan sebuah tas kecil yang serasih dengan sepatu dan gaunnya. William tersenyum tipis.

"Kau cantik malam ini." Ucapnya memuji.

Sia kaget mendengarnya. Ia tersipu malu. Sia pun berjalan di depannya dan William mengekor dibelakangnya.

"Dia begitu manis dan lugu. Sayang sekali harus menikahi Tomy anak berandalan itu." Batin William iba pada Sia.

William pun membuka pintu mobil dan segera melaju kencang kendaraannya ke sebuah hotel mewah dimana mereka akan melangsungkan pesta pertunangan itu. William sudah mengaktifkan kamera di jam tangannya. Ia memotret seluruh mafia yang hadir pada acara malam itu. Selena terlihat disana tapi tak seperti biasanya ia malah menghindari William.

William heran tapi ia mengacuhkannya. Tak lama acara pertunangan pun dilangsungkan. Sia melakukan dramanya dengan baik meski tak bisa ditutupi senyumannya adalah palsu selama acara. Sia terlihat tertekan malam itu. Tiba-tiba seorang pelayan mendekatinya menawarkan wine. Ternyata itu Catherine.

Ia memberikan sebuah pistol dibalik serbetnya kepada William. Dengan cepat William menerimanya dan menyembunyikan dibalik pinggangnya. Catherine meminta jamnya. William pun memberikannya dengan segera. Catherine memberikan jam tangan baru untuknya.

Mereka melakukannya dengan sangat cepat dan rapi dimana orang-orang masih sibuk tertawa mendengar ocehan Tomy yang tak masuk akal itu malah terlihat bodoh bagi William. Setelah dirasa cukup, Catherine pun segera pergi dan kembali melakukan actingnya dengan baik. Ia menawarkan wine ke semua orang.

William bingung dengan sikapnya dan malah tak jadi mengambil wine nya.

"Apalagi yang direncanakan Rika?" Batinnya sembari memakai jam tangannya.

Tiba-tiba..

TRIIIINGGG!!

Alarm kebakaran pun terdengar, semua orang panik seketika. Sia ketakutan karena semburan air langsung keluar dari penyemprot otomatis di atap ruangan. Semua orang basah kuyup dan berhambur keluar. William langsung mendekati dan mengamankannya.

William membawa Sia keluar dari hotel itu. Tiba-tiba dari kejauhan, DOR! DOR! "AAAAAA.." Semua orang berteriak ketakutan. Tomy yang mengekor di belakang Sia pun membuat William jadi kerepotan karena harus mengamankan dua orang.

William mendorong Sia dan Tomy untuk segera menuju ke mobil. Bodyguard Tomy dengan sigap membuka pintu mobil untuknya. Tomy dengan cepat berlari mendatanginya dan masuk ke mobil. Bodyguardnya pun ikut masuk. Mereka melupakan Sia dan William.

Saat bodyguard itu menutup pintu, BOOM! DWUARRR! Ledakan dasyat membuat Sia dan William terpental jauh. William berhasil menangkap Sia dan Sia jatuh dipelukannya. William terlentang di atas trotoar pinggir jalan.

"Oh my God!" Pekik Sia tak percaya jika Tomy tewas dalam ledakan mobil itu.

Kembali suara tembakan terdengar. William segera bangun dan menarik tangan Sia. Mereka berlari menghindari jalanan. Entah itu perbuatan mafia atau CIA, William tak bisa membedakannya.

William teringat akan mobil yang diberikan Cecil untuknya. Jarak hotel dengan Kremlin tak begitu jauh. Sia tak keberatan berlari hingga kesana. Akhirnya mereka sampai ke kawasan dekat Kremlin.

Terlihat William sibuk mencari restaurant yang memiliki logo sama dengan kunci mobil itu. Akhirnya William menemukannya. Ia mengajak Sia berlari lagi ke restaurant itu. Sia menurut saja. William menemui seorang resepsionis dan menunjukkan kunci itu. Dia memberi kode agar Sia ditinggal.

William meminta Sia untuk menunggunya tapi ia menolak. Sia ketakutan. Tapi William meyakinkannya bahwa ia akan kembali untuknya. Dengan berat hati Sia pun melepaskan kepergian William seraya menatap keluar jendela berulang kali melihat apakah ada yang mengejarnya atau tidak. Sia pun berinisiatif bersembunyi dibalik meja resepsionis.

Terpopuler

Comments

FeloVe Valthor

FeloVe Valthor

keren ceritanya, saya suka novel action, mari yang lain mampir baca novelku , semoga suka

2022-07-12

1

Rima Syarofi

Rima Syarofi

hedeh si tomy nih ya....

2022-01-27

0

❤D_D❤

❤D_D❤

untung matiii.....gak jadi tunangan ama Sia.
sorru Tom,..aku tdk ada dipihakmu.

2021-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!