Connector

Siang itu. William sudah mengganti pakaiannya yang lebih casual. Ia keluar dari kamarnya dan berjalan ke ruang tengah menemui Rio.

Ternyata Rio sedang duduk bersama Roberto dan Igor. Mereka menatap William seksama. William berjalan menuju ke arah mereka.

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"William. Bagaimana lukamu?" tanya Rio duduk di sofa dan menyilangkan kedua kakinya.

"Sudah lebih baik," jawabnya sungkan dan masih berdiri.

"Duduklah," pinta Rio santai.

William pun duduk di sofa tepat di seberangnya. Ia menatap mereka bertiga seksama. Roberto terlihat asik dengan hisapan cerutunya.

"William. Besok kau temani Roberto bertemu ayahku, Julius. Karena Santiago sudah tewas, untuk sementara kau akan menggantikan posisinya. Kau tak ada masalahkan?" tanya Rio serius.

"Selama kau yang memberikan perintah, apapun itu akan kulakukan, Rio," ucap William merendah.

"Good. Kau berkemaslah. Malam ini kau ikut Tuan Roberto kembali ke kediamannnya di Moscow," ucapnya pelan.

William mengangguk paham. Ia pun segera pamit kembali ke kamarnya untuk berkemas.

"Bagaimana aku menghubungi Rika tentang hal ini?" batinnya.

William berfikir untuk mengirim pesan padanya lewat toko bunga yang berada di Moscow sebagai markas kamuflase milik CIA.

Tempat itu sengaja dibuat sebagai wadah untuk menerima dan mengirim informasi dari para agen yang bertugas di Rusia dan sekitarnya.

Malam itu William bersama Yena dan Roberto sudah meninggalkan markas Rio dan menuju ke mansion milik Roberto.

William mengingat semua rute dan berbagai bangunan yang menandai lokasi kediamannya. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumahnya.

Sebuah mansion mewah. Mereka disambut wanita pirang dan bertubuh sintal memakai dress ketat berwarna hitam sepaha dengan senyum menawannya.

Terlihat Yena tak menyukainya. William mengetahuinya hanya sekali lihat saja.

Yena mengantar ke kamar William yang dulunya dipakai oleh Santiago. William pun tak keberatan memakainya malah ruangan itu lebih bagus ketimbang kamarnya di mansion Rio.

"Yena. Kau bilang sebelumnya, Sia tinggal disini. Di mana dia?" tanya William penasaran.

"Dia sedang pergi bersama Tomy," jawabnya santai.

"What? Tomy ada di sini juga?"

"Yup. Selena juga. Ada apa?" tanya Yena curiga.

"Tak ada. Aku hanya penasaran saja. Oia, wanita tadi, apakah ... dia ... mm ...."

"Ya. Dia wanitanya ayahku, bukan ibuku. Ibuku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Aku anak tunggal. Tak punya kakak dan adik. Ada lagi yang ingin kau tanyakan, William?" jawab Yena to the point.

William kaget dengan ucapan Yena. Dia jadi tak enak hati.

"No. Thank you," jawabnya dengan senyum manis.

"Okay. Good nite," ucap Yena seraya menutup pintu kamar William.

William menghembuskan nafas panjang dan bertolak pinggang. Dia menatap seluruh ruangan Santiago dengan seksama.

Seperti saat di mansion Rio, William mengecek setiap sudut ruangan apakah ada penyadap atau kamera tersembunyi di sana atau tidak dan ia pun cukup terkejut.

William menemukan sebuah kamera tersembunyi yang sangat kecil pada sebuah pajangan miniatur mobil di atas meja samping jendela kamarnya.

William tersenyum tipis. Ia tak merusaknya, tapi membiarkannya saja agar Roberto tak curiga. William kembali melakukan aktingnya dengan baik.

Saat mandi ia kembali berfikir.

"Roberto memiliki relasi lebih dari bisnis dengan Julius. Apakah mereka bersaudara? Di tambah mereka juga mengenal keluarga Konstantine. Aku masih belum mengetahui usaha terselubung Julius. Roberto juga menjadi salah satu incaran CIA. Apa aku sikat mereka berdua sekaligus saja? Tapi ... Rika hanya memprioritaskan Julius, akan sangat disayangkan jika harus melepaskan 2 burung yang sudah ada ditangan," batin William gundah.

Namun tak lama, seringainya pun keluar.

"Tidak, akan aku penjarakan mereka bertiga sekaligus. Hmm," ucap William dalam hati.

William pun segera menuntaskan mandi malamnya dan keluar hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya menutupi kejantanannya.

William duduk di samping jendela sembari meneguk beer dinginnya. Tapi tiba-tiba ....

CEKLEK!

William kaget seketika. Seseorang membuka pintu kamarnya.

William langsung meletakkan botol beer-nya dan tak sengaja menutupi kamera pengintai di miniatur mobil di atas meja. William bersembunyi di balik lemari besar dan bersiap. Orang itu masuk perlahan.

"Suara langkah kaki perempuan. Sepertinya aku kenal dengan langkah ini," batin William menebak.

William pun perlahan keluar dan ternyata benar. Itu Selena. Terlihat Selena mencari keberadaan William.

Selena kebingungan karena William tak terlihat. Perlahan William mendekatinya dan berbisik di telinganya tanpa menyentuhnya.

"Hai."

Sontak Selena langsung membalik badannya karena kaget. Dia sampai melompat kecil dan hampir terjatuh. William tersenyum meledeknya. Selena kesal dan kaget setengah mati.

"Oh my god! Kau mengagetkanku! Menyebalkan," gerutu Selena sembari memegang dadanya karena shock.

"Haha. Apa yang kau lakukan? Kau menyelinap masuk ke kamarku? Kau semakin ahli melakukannya, Selena," ucap William memicingkan mata bermaksud menyindirnya.

Selena tersenyum tipis. Kembali ia mendekati William dan bersikap nakal. William diam saja dan menatapnya seksama.

Tanpa diminta, Selena menyelipkan tangannya ke balik handuk William. Sembari menggigit bibir bawahnya, ia memegang lembut kejantanan William. William hanya tersenyum tipis menatapnya.

"Kau merindukanku lagi?" tanya William cepat.

"Hmm ... always," jawab Selena menatap mata William tajam.

Selena langsung menciumnya dan menyentuh lembut tubuh William. Perlahan William mulai tergoda dengan kemahiran Selena dalam merayunya. Selena melepaskan handuk William dan membiarkannya jatuh begitu saja dilantai.

Segera William menyambut serangan Selena dan mendorongnya ke atas ranjang. Kembali, mereka bercinta malam itu dengan penuh gairah.

William membungkam mulut Selena agar desahannya tak terdengar, sedang William makin kuat mendorong miliknya hingga Selena tak kuasa meninggalkan cakaran-cakaran di punggungnya.

William kesal jika tubuhnya menjadi lecet untuk hal-hal yang tak perlu. Ia memegang kedua tangan Selena kuat agar berhenti melukai kulitnya. William menatap Selena tajam agar berhenti melakukannya.

Entah kenapa Selena menjadi takut karenanya. Jantungnya berdebar kencang bukan karena sodokan milik William, tapi lebih karena takut. William seperti mau membunuhnya. Selena hanya menelan ludah.

Tak lama, William pun mencapai klimaks dan menyemburkan miliknya di perut dan dada Selena.

Seperti biasa, tanpa berkata apa-apa, William langsung melepaskan miliknya dan berdiri gagah mengambil tisu.

Ia mengelap cairannya sendiri di tubuh Selena dan membuang ke tempat sampah. Segera, ia ke kamar mandi membersihkan kejantanannya sembari melihat ke kaca.

"Menyebalkan. Wanita itu mencakarku. Aku ini bercinta dengan wanita atau kucing?" ucapnya kesal dengan yang Selena perbuat.

Ternyata, Selena mendengarnya. Dia langsung memakai pakaiannya kembali dan segera keluar dari kamar William.

Entah kenapa dia seperti takut padanya. Saat William keluar kamar mandi, ia kaget Selena tak ada di sana. Namun, William cuek saja karena baginya Selena hanya pelampiasan nafsunya.

Selena datang dengan sendirinya tanpa William minta. William langsung merebahkan tubuhnya yang masih telanjang dan berselimut tebal.

William langsung tertidur pulas setelah mengeluarkan miliknya dengan sempurna. Malam itu begitu tenang tak ada keributan. William tidur nyenyak.

Tak terasa, pagi sudah menjelang. Tiba-tiba, seseorang membuka pintu kamarnya. Terdengar suara roda kecil yang masuk ke kamarnya.

William terkejut. Dia langsung membuka matanya dan mengusap wajahnya. Seorang wanita tua yang terlihat ramah sedang menuangkan kopi di atas cangkir meja saji dorongnya. William menatap wanita itu seksama.

Tiba-tiba, wanita itu menutup kamar William dan mengintip dari balik jendela. William bingung dengan sikapnya.

Ia juga meletakkan sandwich di piring kecil dan meletakkannya di atas meja kecilnya bersama secangkir kopi. Ia lalu mendatangi William tergesa.

William terkejut dan langsung menodongkan pistolnya yang ia sembunyikan dibalik bantal tidurnya.

Wanita itu berhenti seketika. Ia dan William saling bertatapan tajam.

"Rika meminta laporanmu. Berikan padaku. Aku yang akan menyampaikannya," ucapnya tenang.

William tertegun seketika. Ia pun menurunkan pistolnya. Ia menatap wanita itu seksama.

"Who are you?"

"I am Cecilia. Agent. Same like you," jawabnya serius.

"What? You? Cecillia?" pekik William lantang.

Cecillia langsung membungkam mulutnya rapat. William kaget. Ia begitu terkejut ternyata wanita tua yang terlihat sudah berumur hampir 60 tahun ini adalah Cecillia.

William pikir, dia seorang gadis muda dan bertalenta tapi ternyata seorang wanita tua. William cukup kecewa setelah tau kebenarannya.

William melepaskan tangan Cecillia. Ia memasukkan kembali pistol di bawah bantalnya. Ia terlihat malas.

"Hmm ... kau terlihat kecewa, William. Pasti aku diluar ekspektasimu," ucapnya meledek.

William diam saja dan memalingkan wajah. Cecillia tersenyum miring melihatnya.

"Berpakaianlah. Banyak yang ingin kubicarakan," ucapnya cepat.

William mengangguk dan segera menutupi miliknya dengan handuk yang semalam Selena jatuhkan di lantai.

William memungutnya dan meletakkannya di samping kasur. William pun langsung bergegas bangun dan menyiapkan diri.

Cecillia merapikan tempat tidurnya. Tak lama, William keluar dari kamar mandi. Ia sudah bersiap.

William duduk di kursinya dan meneguk kopi pemberian Cecillia. William memberikan kode pada Cecillia soal kamera pengawas di miniatur mobil di atas meja.

Cecillia mengangguk. Botol Beer William masih menutupi kamera itu.

"Tenang saja. Itu hanya kamera. Suaranya tak terekam," ucapnya santai dan masih berdiri sembari mengelap sendok yang ia bawa.

"Dengar. Aku sebagai penghubungmu selama di sini. Berhati-hatilah. Jangan bertindak gegabah. Berikan laporanmu padaku setelah kau pergi dengan Roberto. Aku yang akan menyampaikannya pada Rika," ucap Cecillia sembari meletakkan sendok di wadahnya.

William mengangguk. Cecillia memberikan sebuah kunci mobil padanya. William menerimanya dengan bingung.

"Jika keadaan tersedesak. Pergilah. Mobil ini ku parkirkan di sebuah restaurant dekat Kremlin. Ada agent yang bertugas di sana. Cukup tunjukkan kunci ini dan kau akan dibawa ke mobil yang kusiapkan," ucapnya serius.

William mengangguk paham. Cecillia lalu menyodorkan tangannya. William bingung.

Ternyata, ia meminta alat perekam suara milik William dimana ia menyampaikan semua laporannya di sana.

William pun mengambilnya dan menyerahkannya dengan berat hati. Ia masih belum mempercayai Cecillia sepenuhnya dan iapun menyadarinya.

"Percayalah, William. Aku lah satu-satunya penolongmu di sini. Jangan kacaukan misimu karena gadis-gadis itu," ucapnya memberikan nasehat.

William tersenyum tipis. Cecil lalu mendorong rak makannya dan keluar dari pintu kamar William.

Entah kenapa, William merasa lega. Ia merasa cocok dengan cara kerja Cecil yang tak banyak bicara, ditambah ia sudah tua. William segan padanya.

Wanita itu juga mengingatkan akan ibunya yang telah meninggal dan suka membuatkannya sandwich. William memakan sandwich itu dengan senyum mengembang di wajahnya.

Terpopuler

Comments

Puji Jatniah

Puji Jatniah

wiiiiih..... Cecil masih hidup..... daebak

2021-06-05

1

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

first time Cecil keluar nih jadi penasaran cara kerja Cecil dkk disini

semangat aju aku padamu ws pokoke

#komenyangberfaedah #komengakmenyinggung #komendkk

2021-05-21

0

BEtari

BEtari

aku sula cweknya smua cntik".kbruntungan utk will

2021-05-10

1

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!