New Job*

William terbangun karena seseorang mengetuk pintunya. Tak terasa malam sudah menjelang. Matahari sudah digantikan bulan. William masih telanjang dan hanya menutupi tubuhnya dengan jubah tidurnya. William membuka matanya yang masih mengantuk. Berjalan perlahan membuka pintu kamarnya.

CEKLEK..

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Yes. Oh Rio. May i help you?" Ucap William kaget Rio yang muncul dibalik pintunya.

"Kau bersiaplah. Ikut aku malam ini. Kita ke Rusia." Ucap Rio serius.

William tertegun. Dia pun mengangguk. William kembali masuk membuka lemari bajunya. Rio juga ikut masuk ke dalam. William bingung tapi dia cuek saja.

Saat William akan memakai baju, Rio masih disana berdiri menatapnya memasukkan kedua tangan ke dalam kantong celana depannya. William canggung. Pintu kamar pun masih terbuka.

"Mm.. Rio. Aku mau berpakaian dulu. Kau bisa tunggu diruang tamu. Aku akan menyusulmu nanti." Ucap William sungkan.

"Kenapa? Kau bukan gay kan? Atau ada yang kau sembunyikan di tubuhmu hingga aku tak boleh melihatnya?" Tanya Rio cuek.

William tersenyum tipis. Dia pun terpaksa telanjang di depan Rio dan memakai baju serta celana di depannya. Rio hanya berdiri diam menatapnya seksama.

"Punyamu boleh juga." Ucap Rio santai menilai kejantanan William.

William tertunduk sungkan. Dia hanya tersenyum miring.

"Dia ini memang tidak waras. Apa tidak risih berperilaku seperti itu?" Batin William sembari mengancingkan celananya.

Ternyata diam-diam Sia mengintip dari balik pintu kamar William. Wajahnya merah merona dan tersipu malu. Sia pura-pura baru datang, ia pun mengetuk pintu.

"Oh.. you're here." Ucap Sia tersenyum manis.

"Hallo Sia. What happend?" Tanya Rio sembari merangkul pinggang Sia.

"Aku kira kau dimana, ternyata disini." Ucap Sia dengan senyum mengembang.

"Aku sudah siap. Kita bisa berangkat sekarang." Ucap William sembari membawa sebuah tas jinjing berisi semua perlengkapan selama di Rusia.

Rio pun menggandeng Sia dan mereka berjalan berdua menyusuri lorong menuju ke mobil. Igor sudah menunggu mereka. Segera mereka pergi ke bandara dan terbang menggunakan jet pribadi milik Rio. Sia mengajak William makan malam. Rio membahas bisnis dengan Igor di ruangannya.

Sia dan William asik mengobrol santai sembari makan malam di pesawat.

"So.. apa yang kita lakukan di Rusia nanti?" Tanya William sekalian mencari informasi.

"Ayahku butuh tambahan orang untuk pekerjaannya kali ini. Aku juga tak begitu tahu secara mendetail. Aku hanya ikut saja tapi tak terlibat pekerjaan kalian nanti. Aku hanya numpang berbelanja dan jalan-jalan." Ucap Sia santai sembari mengunyah ikan salmonnya.

William mengangguk paham. Dia makin penasaran dengan pekerjaannya nanti selama di Rusia.

"Akhirnya aku bisa terlibat langsung dengan bisnis Julius. Penantianku terbayarkan." Ucap William dalam hati yang puas.

"Oia Sia. Aku penasaran. Saat Igor mencekikku, apa yang kau lakukan pada Rio hingga dia melepaskanku?" Tanya William santai.

Sia menelan ludah. Dia tak jadi memasukkan asparagus dalam mulutnya. Dia meletakkan kembali sayuran hijau itu ke piringnya. William menatap Sia curiga.

"Mm.. aku hanya.. membiarkan Rio mengecek untuk memastikan bahwa aku tak bercinta denganmu malam itu." Ucap Sia tertunduk mengapit kedua tangan di ujung lututnya.

William bingung, dia mengerutkan kening.

"Maksudnya? Sorry.. i don't understand." Ucap William menatap Sia seksama.

Sia salah tingkah. Dia meneguk wine di depannya dan melirik William sekilas. William menyenderkan punggungnya dan menatap Sia seksama sambil mengunyah wortelnya.

"Mm.. dia menyentuh pembalutku makanya dia melepaskanmu." Ucap Sia malu.

Sontak William langsung tersedak bahkan hampir muncrat mengenai wajah Sia. Dia langsung menutup mututnya dengan serbet di mejanya. William kesulitan menelan makanan dimulutnya. Dia pun segera minum wine nya bahkan sampai habis. William mengatur nafasnya.

"Wait, what? Rio menyentuh apa?" tanya William lagi memastikan.

Sia terlihat kesal.

"Aku sengaja melakukannya agar Rio percaya. Jika tak begitu, kau akan dibunuh olehnya. Aku sengaja membiarkan Rio menyentuh milikku, hanya saja saat itu aku sedang memakai pembalut. Aku sedang mens." Ucap Sia kesal.

William menatap Sia tajam entah apa yang dipikirkan. Sia memalingkan wajahnya tak sanggup menatap William.

"Aku ucapkan terima kasih sudah menolongku saat itu. Jika tidak mungkin.. yah.. kau taulah.." ucap William menggoyangkan kepalanya.

Sia tersenyum.

"Kau berhutang 1 nyawa padaku. Akan aku ingat itu." Ucap Sia serius.

"Well oke." Ucap William tersenyum tipis sembari menyenderkan punggungnya

William kembali menatap Sia.

"Sebenarnya hubungan macam apa kau dengan Rio hingga kau bisa membiarkannya melakukan hal itu padamu? Kau tahu, kalian kakak beradik yang sangat aneh." Ucap William menggelengkan kepala dan menuangkan wine ke gelasnya.

Sia kembali menatap William.

"Mm.. sebenarnya.. Rio itu bukan kakakku. Maksudku, bukan kakak kandungku. Dia kakak lain ibu." Ucap Sia jujur.

William tertegun bahkan matanya sampai melotot. Wine digelasnya sampai meluap dan menggenang di meja karena dia kaget dengan cerita Sia. Segera Sia mengambil botol anggur dari tangan William. William pun baru menyadari kebodohannya. Mereka berdua sama-sama panik dan mengelap meja dengan tisu.

"Wah.. ini benar-benar kejutan, kau tahu?" Ucap William sembari mengelap meja.

Sia tersenyum kecut.

"Jangan bilang siapa-siapa ya. Semua orang tahunya aku adik kandung Rio. Hanya kau dan Igor saja yang tahu hal ini." Ucap Sia sembari mengumpulkan semua tisu lalu berdiri dan membuangnya ke tempat sampah.

William mengangguk.

"Pantas saja Rio bersikap demikian. Sepertinya Rio ada rasa dengan Sia. Tapi Sia, entahlah." Batin William menebak sembari menatap Sia seksama.

"Lalu kau dengan Tomy. Apa yang menjadikan kalian berdua harus menikah?" Tanya William yang masih penasaran.

Sia kembali duduk di depan William dan meneguk wine nya. Dia menghembuskan nafas pelan.

"Sebenarnya yang dijodohkan bukan aku dan Tomy, tapi Rio dan Selena. Tapi karena mereka berdua sama-sama menolak jadi.. ya.. akhirnya aku yang harus menikah dengan Tomy." Ucap Sia sembari menggerakkan dagunya.

William mengangguk. Dia kembali makan daging dombanya. William mengunyah sambil berfikir.

"Kenapa aku jadi kepikiran dengan kisah hidup gadis ini. Aneh. Itukan bukan urusanku. Tujuanku adalah Julius bukan Rio ataupun Sia." batin William bingung.

Akhirnya William dan Sia pun kembali ke kursi masing-masing. Sia tertidur selama penerbangan ke Rusia. William menatapnya seksama dalam diamnya.

Merekapun sampai di Rusia pagi hari. Mobil limousine sudah menjemput di bandara. Sia dan Rio duduk berdampingan dan berseberangan dengan William dan Igor. Tiba-tiba Igor menutup kepala William dengan kain hitam dan memborgolnya. William panik seketika.

"Maaf William. Kami harus merahasikan tempat ini padamu. Jadilah anak yang baik, jangan melawan. Maka kau akan selamat sampai tujuan." Ucap Rio serius.

William langsung duduk diam. Entah apa yang dipikirkannya.

"Hmm.. tadi terakhir kami melewati Stadion Krasnodar." Ucap William dalam hati.

Diam-diam William menghitung, mengingat dan merasakan arah pergerakan mobil. Hingga akhirnya mobil itu berhenti. Terdengar beberapa orang berbicara Rusia. William ditarik tangannya oleh Igor dan dituntun masuk ke sebuah rumah. William didudukkan dan dibuka penutup wajahnya.

William membuka matanya perlahan karena silau cahaya lampu. William tertegun. Tempat itu mirip sebuah markas bawah tanah. Redup dan pengap. Tak ada jendela. Dinding pun dari batu. William menatap tempat itu seksama. Dia tak mengenalinya.

Banyak penjaga berseragam hitam dengan senjata laras panjang dan parang dipinggangnya dan sebuah simbol berbentuk bintang berwarna merah pada lengan baju para penjaga itu. William diam saja.

"William. Kau sudah kenal dengan Tuan Roberto kan?" Tanya Rio sembari menandatangani sebuah dokumen dari seorang wanita Rusia yang sexy.

Wanita itu melirik William dengan tatapan menggoda. William tersenyum tipis. Igor melepaskan borgol William. Sia tak terlihat disana entah dia ada dimana.

"Ya. Walaupun aku baru bertemu dengannya sekali." Ucap William sembari memijat pergelangan tangan yang terborgol tadi.

"Selama di Rusia, kau akan menjadi bodyguardnya. Tugasmu mendampinginya dan mengamankan Tuan Roberto selama berbisnis. Kau mengerti?" Ucap Rio tajam menatap William seksama.

William bingung.

"Lalu bagaimana dengan Sia? Bukankah seharusnya aku menjadi bodyguardnya?" Tanya William heran.

"Selama di Rusia, Sia aman. Kau tak perlu khawatir. Sekarang prioritasmu adalah melindungi Tuan Roberto. Jika kau kabur, kau akan dibunuh. Kau berkhianat, kau dibunuh, kau menolak, maka?" Tanya Rio menaikkan salah satu alisnya.

"Ya. Aku dibunuh." Ucap cepat.

"Good. Kau memang sangat cerdas. Baiklah. Kau tidur malam ini disini, besok pagi kau akan menemui Tuan Roberto bersama sekretarisku Yena. Dia akan mengawasimu dan melaporkan segala aktifitasmu bersama Tuan Roberto padaku." Ucap Rio sembari memegang bahu Yena.

Yena tersenyum tipis pada William. Rio pun pergi dengan Igor entah kemana. Yena mengantarkan William ke kamarnya. Sebuah ruangan yang cukup luas namun kurang nyaman bagi William. Terlihat dia tak menyukainya. Rena mendekatinya.

"Mau berbagi kamar denganku?" Tanya Yena menggoda.

William tertegun. Dia menolak secara halus dan sopan. Yena menatap William dari atas ke bawah dengan penuh maksud. William diam saja. Yena pun meninggalkan William dikamarnya.

"Bagaimana ini? Sekarang malah aku harus bekerja untuk Roberto. Ini diluar perkiraan." Ucap William dalam hati.

Siang itu William tertidur karena tak tahu harus melakukan apa. Dia juga tak bisa mengirimkan pesan pada Rika karena tak ada sinyal di ruangan. William tertidur pulas di kamar barunya. Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar William yang tak terkunci. Dia masuk perlahan dan berdiri disamping ranjangnya. William tak menyadarinya. Orang itu menarik paksa selimut William saat itu juga.

SRETTT..

William bangun, dia kaget. Matanya langsung melotot dan menatap orang yang menarik selimutnya seksama. Orang itu tersenyum tipis.

"Hallo William. Good afternoon." Ucap Yena dengan senyum menawan berdiri tegak dengan selimut ditangannya.

"Oh good afternoon, Yena." Ucap William duduk diranjangnya.

"Bersiaplah. Kita berangkat sekarang." Ucapnya sembari melipat selimutnya.

William mengangguk pelan. Dia langsung beranjak dari ranjangnya dan membersihkan diri dan mengganti bajunya di kamar mandi. Yena masih menunggu di kamar William. Tak lama William keluar dan sudah bersiap. Dia terkejut.

"Wow. Apa.. apakah kau yang merapikan tempat tidurku?" Tanya William sembari memakai jam tangannya.

"Yes." Ucap Yena singkat.

"Kau tak perlu melakukannya. Aku bisa merapikannya sendiri." Ucap William sungkan sembari memakai jasnya.

"Sorry. Sudah kebiasaan." Ucap Yena santai.

William mengangguk pelan. Dia pun segera pergi dengan Yena yang tampil memukau saat itu. Rambut panjang blonde orange dan masih muda. Sangat cantik. Begitu pikir William. Mereka menyusuri lorong dengan cahaya redup dan naik ke tangga. William tak tahu jalan itu akan tembus kemana. Saat sudah diluar, William kaget. Mereka berada di depan air mancur Lapangan Teatralnaya.

William membalik badannya tapi sudah ada bodyguard Rio dibelakangnya. William kembali berjalan menyusul Yenna dibelakangnya. 2 buah mobil sudah disiapkan. William semobil dengan Yena. Mereka duduk bersebelahan.

"Jadi. Apa yang akan kita lakukan hari ini, Yena?" Tanya William penasaran.

"Transaksi bisnis dengan Roberto di dekat danau Karasun." Ucap Yena dengan senyum menawannya. William mengangguk mengerti.

---------

ILUSTRASI YENA

SOURCE : PINTEREST

Terpopuler

Comments

Murni Astanti

Murni Astanti

gila sexoy amat si yena sang sekretaris mavia,bkn iman william tergoda nih 😁

2022-06-27

2

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

hahahaha.... ternyata tamu bulanan Sia yang jadi alibi....

2022-05-06

2

Zety Zola

Zety Zola

yena itu yg ntar jd istrinya zaid bkan le🤔

2021-12-11

2

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!