I Choose You~

Sia menatap mata William dalam. Entah kenapa jantung William mendadak berdetak kencang.

Tiba-tiba, Sia mendekatkan wajahnya dan CUP, Sia mencium bibir William sepintas.

Mata William terbelalak, ia kaget dengan yang Sia lakukan. William memundurkan tubuhnya perlahan. Ia berpaling dari Sia.

Sia mengigit bibir bawahnya. Ia malu dengan yang barusan ia lakukan.

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Kau takut terpotong menjadi beberapa bagian kah, William?" tanya Sia meledeknya dan melirik William.

William menghembuskan nafas pelan. Dia masih memalingkan wajah. Sia kembali mendekatinya dan memberanikan diri memeluknya. William tertegun.

Sia menyenderkan kepalanya di bahu William yang tak sakit. William diam saja. Dia bingung harus bagaimana.

"Aku tak akan membiarkanmu dipotong-potong oleh Rio. Aku ... aku menyukaimu, Will," ucap Sia gugup.

William masih diam saja. Perlahan ia melepaskan tangan Sia dan menatapnya tajam. Tangan Sia berada dalam genggaman William.

"Aku bukan lelaki baik, Sia. Kau pantas mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku," ucapnya lirih.

Sia tersenyum tipis.

"Tomy maksudmu? Sayangnya Tomy sudah tak ada. Biasanya ... orang yang mengatakan bahwa dirinya tak baik dan tak pantas, sebenarnya dia sangatlah pantas," ucap Sia tersenyum.

William masih diam dan menatap senyuman Sia.

"Aku kembali single dan gadis single ini, ingin sekali menghabiskan hari-harinya bersama bodyguard-nya yang rela terluka demi melindunginya. Aku ... aku memilihmu, William," ucap Sia sembari mendekatkan diri ke tubuh William dan kini malah duduk di pangkuannya.

William tertegun akan aksi nekat Sia. Sia melingkarkan kedua tangannya di leher William dan menatapnya dengan senyuman manis.

"Matamu sejernih lautan, kilau birunya aku suka," ucap Sia menatap dalam mata William.

"Kau benar-benar mabuk rupanya."

"Ehem, aku mabuk kepayang padamu."

Sontak William terdiam dengan ucapan Sia. Ia tak menyangka jika Sia bisa menggombal juga.

Namun, gombalan Sia terasa begitu jujur dan lugu, berbeda dengan rayuan Selena. Kembali Sia mendekatkan wajahnya dan dengan ragu mengecup bibir William perlahan. CUP. William bisa merasakan ciuman polos Sia.

"Jangan bilang ini ciuman pertamamu," tanya William penasaran.

Sia menelan ludah. Ia memalingkan pandangannya. William terkekeh. Sia kini menatapnya kembali dan terlihat sebal.

"Kau meledekku? Aku bisa lebih baik ketimbang tadi. Aku ... aku hanya pemanasan," ucapnya berdalih.

William merasa hal ini sangat lucu. Ia pun kini melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Sia dan menariknya hingga menempel pada dada William. Giliran Sia yang gugup kali ini. Jantungnya berdetak cepat.

"Coba lakukan lagi. Aku penasaran yang katamu "lebih baik lagi" hehe," ucapnya menyindir.

Sia kesal. Dia melepaskan rangkulan di leher William, tapi dengan cepat William menarik tengkuk Sia hingga kembali dalam dekapannya dan CUP.

Sia tertegun. William menciumnya dengan sangat lembut dan pelan. Sia masih membuka matanya.

William menutup mata Sia dengan tangan kanannya. William tak ingin Sia gugup dengan hal ini.

Sia mulai terlena dengan ciuman William yang memainkan bibir bawahnya dan melu**tnya perlahan. Mata Sia kini terpejam.

William kembali mencium seluruh bibir Sia dan mulai menjulurkan lidahnya lembut ke dalam mulutnya.

Lidah Sia perlahan menyambutnya. William merapatkan pelukan Sia dan "Aw!" rintih William melepaskan ciumannya. Sia tertegun.

"Ada apa?" tanya Sia bingung.

"Jangan sentuh lukaku!" ucapnya mengingatkan.

"Ups. Sorry," jawabnya genit.

William tersenyum lebar. Sia balas tersenyum. William memegang wajah Sia dan kembali menciumnya perlahan. Kini Sia menyambutnya.

Sia mulai terbiasa dengan gaya berciuman William. Perlahan William memijat tengkuk Sia dan pinggulnya. Sia mulai menikmati sentuhan-sentuhan lembut William.

"Jadi seperti ini rasanya berciuman ... ahh~ terasa hangat dan lembut ..." batin Sia mulai bergelora.

William perlahan menyelipkan kedua tangannya kedalam kaos Sia. Bahkan William masih sempat berfikir dimana Sia membeli kaos dan celana jeansnya?

Seingat William, Sia mengenakan gaun berwarna peach saat menghadiri pesta pertunangan dengan Tomy.

William melakukannya secara perlahan dan lembut tak seperti ketika bercinta dengan Selena yang penuh dengan desahan, cakaran dan gairah hingga berkeringat hebat.

William tak mau pengalaman pertama Sia ini akan menjadi mimpi buruk baginya. William berusaha menahan gairahnya untuk memanjakan Sia.

Sia pun terlena. Dalam ciumannya, William melepaskan kaos Sia dan memijat lembut punggungnya.

Sia mulai mengeluarkan desahannya. Sia mengikuti gerakan William, tapi ia sadar jika bahu William sakit.

Sia memijat tengkuk dan kepala belakangnya. William suka cara belajar cepat Sia.

William merebahkan tubuh Sia di ranjang perlahan. Ia menciumi wajah, leher sampai ke perutnya dengan lembut.

William mulai membuka kancing celana jeans-nya dan melepaskannya perlahan. Jantung Sia berdebar. Ini pertama kali buatnya.

William terkekeh melihat Sia gugup yang mencoba mengatur nafasnya berulang kali. William mematikan lampu dan membiarkan ruangan gelap dan hanya bersinar bulan.

William mulai menelanjangi dirinya. Terlihat Sia tersipu malu dan menutup wajahnya. William makin gemas melihat tingkah Sia.

Ada perasaan tak tega dalam dirinya karena William tahu benar dia lelaki seperti apa.

William kembali mendekati Sia dan menempelkan tubuhnya hingga mereka benar-benar melekat.

William membelai lembut wajah Sia. Sia menatap mata biru William dalam.

"Sia, apa benar kau ingin melakukan ini? Kau tak menyesal?" tanya William sekali lagi untuk meyakinan perbuatannya nanti.

"Yes ... yes ..." ucap Sia dibarengi anggukan berulang kali.

"Ini akan sakit. Yakin kau siap?" tanyanya lagi karena masih tak tega melakukannya.

"Oke," jawabnya yakin.

William menghembuskan nafas pelan. Sia tahu dengan pertanyaan William barusan, dia semakin yakin bahwa William orang baik.

Sia makin menyukainya. Ia memegang tengkuk William dan kembali menciumnya. Perlahan membelai lembut kepalanya dan merapatkan ciumannya.

"Hmm ... dia benar-benar ingin melakukannya. Baiklah setelah ini aku tak segan lagi pada Rio dan Igor," batin William.

Segera dia menyambut ciuman Sia dengan lebih agresif. Sia cukup terkejut dengan gerakan William yang menjadi liar, tapi Sia menyukainya.

Seakan lupa dengan luka dibahunya, William melakukan gerakan-gerakan sensual pada tubuh Sia.

Ia mulai membuka kancing pada penutup dua tempurung Sia yang masih padat dan bulat itu.

Pertama kalinya dua gundukannya dijamah oleh lelaki dan Sia pun langsung reflek. Ia menggeliat dan mendesah lirih akan pijatan dan jilatan lembut William.

Sia mulai kehilangan pikirannya. William dengan sigap turun ke bagian tubuh bawah Sia.

"Oh ... Will ... ahh~ emm ... pelan-pelan ..." ucap Sia mulai tak bisa menahan gairahnya.

William tak menjawab dan masih asik memainkan lidahnya disana. Sia memegang kepala atas William kuat dan mengapit wajahnya diantara selangkangnya.

Sia tak bisa menahannya lagi dan TESS.

"Oh," William terkejut.

Sia menggigit bibir bawahnya dan terlihat malu.

"Sorry ..." ucapnya tak enak hati.

William tertawa. Ia segera mendatangi Sia dan menciumnya lagi. William menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Sia.

"Kau sudah basah harusnya tak begitu sakit," ucap William.

"Are you ready?" tanyanya memberi aba-aba.

Sia mengangguk. William mulai mengarahkan miliknya ke liang Sia. Terlihat Sia begitu cemas.

Perlahan William menyodokkan miliknya dan melebarkan kaki Sia. Ia pun menuruti arahan William. Sia memegang kedua bahu William pelan.

Terlihat dahi Sia berkerut, ia menahan sakit dan William tahu itu. Sia makin kuat mencengkeram bahu William dan "Aw.." Sia dan William merintih bersama.

Keduanya saling berkerut kening dan memandang. "Sakit!" jawab mereka berdua bersamaan. Sia dan William tertawa bersama.

Sia sakit karena milik William menerobos dindingnya sedang William kesakitan karena Sia menekan luka dibahunya. Sia memeluk kepala William dan menempelkan di dadanya.

Entah kenapa bagi William, bercinta dengan cara seperti ini terasa menyenangkan untuknya.

Kembali William menyodokkan miliknya dimana kepala mungilnya sudah berhasil menembus dinding kepera***an Sia.

Antara sakit dan nikmat sudah tak bisa Sia bedakan. Dia hanya bisa mendesah dan merintih di waktu bersamaan. Desahan Sia yang begitu lugu dan polos membuat William makin bergairah karenanya.

Liang Sia makin basah dan licin. William sampai lupa rasa menjebol kepera***an seorang gadis.

Hanya dengan satu gaya bercinta saja sudah membuat William mencapai klimaks. Ini tak seperti biasanya dimana dia harus melakukan setidaknya 5 gaya agar membuat dirinya puas.

Namun, malam itu liang Sia yang masih begitu sempit membuat William ikut merasakan dia seperti perjaka lagi. Sia pun sudah mencapai klimaks.

Wajahnya sudah merah padam. Cengkramannya makin kuat, rambutnya sudah berantakan dan tubuhnya sudah berkeringat.

Desahannya makin kuat ditambah geliat tubuhnya yang tak mampu menahan sodokan William yang makin dalam dan CRUTT!

"Agh! ahh ..." William mengeluarkannya di perut Sia.

Sia menutup wajahnya rapat karena semburannya sampai ke wajah dan rambutnya.

"Aaa ... William!" teriak Sia.

William hanya terkekeh karena ia juga tak bisa mengendalikannya.

"Hahaha ... maaf ... maaf ... akan ku bersihkan," jawabnya.

Saat William akan beranjak, Sia memegang tangannya. William menatapnya seksama.

"Kita mandi bersama saja. Bagaimana?" ucapnya genit.

William mengangguk. Mereka berdua pun segera masuk ke kamar mandi. William membantu menggosok tubuh Sia dan menghilangkan cairan spe*manya di bawah guyuran shower yang lembut.

Mereka berendam bersama dengan air hangat dalam canda tawa. Terlihat senyum merekah di wajah Sia dan William. Mereka terlihat begitu bahagia.

William ikut mengeringkan rambut Sia yang basah dengan handuknya. Sia tersenyum lebar sembari memegang pinggul William.

Mereka membungkus tubuh masing-masing dengan handuk milik Roberto. Saat akan kembali tidur, Sia diam seketika. William menatap Sia seksama.

"Ada darah diatas ranjang. Apa lukamu kembali terbuka?" tanya Sia dengan polosnya.

William terkekeh. Dia menarik sprei di kasur itu dan mengelap darah yang berlendir itu dengan tisu dan membuangnya ke tempat sampah.

"Ini darahmu bukan darahku," jawabnya sembari berjalan melewati Sia membawa sprei putih yang sudah terkena noda darah kepera***an Sia.

Sia tertegun. Mulutnya terbuka lebar. William kembali mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Sia balas memegang kedua tangan William.

"Kau menyesal?" tanya William lagi.

"Tidak. Apa dengan ini berarti ... aku sudah menjadi milikmu?" tanya Sia sembari menoleh dan menatap wajah William seksama.

William meletakkan dagunya di bahu Sia. Ia mengangguk. Sia tersenyum senang. Ia mengecup pipi William sekilas dan melepaskan pelukannya.

Sia mengambil sprei baru di lemari Roberto dan memasangkan ke kasurnya. William ikut membantu. Sia merebahkan tubuhnya ke ranjang Roberto yang sudah rapi.

William berjalan menuju pintu utama yang belum ditutup itu. Ia melihat sekeliling mengecek keadaan. Dirasa aman, iapun menutup dan mengunci pintunya.

Malam itu, Sia dan William tidur bersama berselimut tebal menutupi tubuh telanjang mereka.

"Besok ... apa yang akan terjadi ya, William?" tanya Sia yang tidur dibawah ketiaknya dan memeluk perut William seperti guling.

"Entahlah, tapi ... jangan salahkan aku jika aku harus menghajar Rio dan Igor jika mereka berniat memutilasiku," ucap William serius menatap langit-langit di kamar Roberto sembari mengelus lembut rambut Sia yang masih sedikit basah.

Sia tersenyum manis memejamkan matanya.

"Tak akan kubiarkan," jawabnya santai.

William tersenyum tipis dan memegangi bahu Sia lembut. Tak lama mereka berdua pun tidur terlelap.

------

jangan lupa like dan komentarnya ya. Trims~

Terpopuler

Comments

Isna Vania

Isna Vania

hadeh sia karena suka wiiliam, pasrah diunboxing Sm William ,gimana kl Rio tw ☹️😌

2024-12-31

0

Riezki Arifinsyah

Riezki Arifinsyah

kayak film James Bond

2024-11-02

1

Ibelmizzel

Ibelmizzel

manis sx.

2023-01-29

1

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!