Hide

Restaurant yang sepi pengunjung itupun membuat Sia semakin was-was. Ia meringkuk di bawah meja resepsionist. Dan benar, tiba-tiba segerombolan orang datang dan membuka pintu restaurant itu. Sia mengintip dan bodohnya, ia langsung ketahuan.

"Haha.. I got you!" penculik itu dengan seringainya.

"Aaaa.. let me go!! William!" Teriak Sia lantang yang sudah dipengani erat tangannya oleh para penculik.

Sia diberdirikan dan ditarik paksa. Ia diseret dan mulutnya dibekap dari belakang oleh seorang penculik. Dua lainnya langsung mengarahkan senjata ke segala arah mengamankan keadaan. Sia masih berusaha memberontak. Ia mengantukkan kepalanya ke belakang dengan kuat hingga terkena hidung sang penculik dan dekapannya terlepas.

"WILLIAM!!" Teriak Sia lantang sekencang-kencangnya.

PLAKK! BUKK! "Agh.." Sia ditampar, dipukul kuat wajahnya oleh si penculik hingga bibir dan hidungnya berdarah.

Sia linglung dan langsung roboh. Para penculik itu langsung memapahnya keluar dimana mobil si penculik sudah berada di depan restaurant menjemput mereka. Dari tikungan jalan, CITTT.. BROOM! Suara mobil sport datang dengan kecepatan tinggi langsung memblokade jalan dengan posisi melintang.

Para penculik tertegun dengan kehadiran mobil yang suaranya menarik perhatian. Tiba-tiba pintu dari kemudi mobil terbuka, DOR! DOR! DOR! William langsung keluar melangkahkan kakinya menginjak aspal jalanan ditengah malam melepaskan tembakan berulang kali ke mobil penculik. Para penculik pun kaget seketika.

DOR! DOR! DOR! "Go back! Go back!" Teriak salah satu penyerang berjalan mundur kembali masuk ke restaurant dengan tergesa. Saat sudah didalam. SHOOT.. DOR! "Agh.." SHOOT.. SHOOT.. DOR! DOR! BRUKK! 3 penculik Sia langsung tewas seketika tanpa serangan balasan.

Wanita resepsionist itu pun mendatanginya bersama 2 agen lainnya.

"Bereskan mayatnya." Ucapnya sembari menyarungkan kembali pistolnya.

Sia tergeletak dilantai. Dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dari luar, PRANGG! DOR! DOR! Terlihat William menembak seorang penculik yang masih duduk di kursi kemudi dari kaca depan hingga pecah. William mendatangi mayat itu dan membuka pintu mobilnya. Ia menggeledah ke dalam saku-saku pakaiannya. Ia mendapatkan sebuah dompet dan membawanya masuk ke dalam restaurant.

Agent wanita itu menatap William seksama. William melemparkan dompet itu padanya.

"Cari tahu siapa mereka." Ucapnya sembari menyarungkan pistolnya.

Wanita itu mengangguk dan kini memberi kode pada bawahannya agar membereskan mayat di depan restaurant. William mendekati Sia yang terlihat lunglai hampir tak sadarkan diri. Ia membopongnya dan membawanya masuk ke mobil yang masih melintang di jalanan. William pun bergegas pergi.

Jalanan berliku dekat perbukitan dimana ada tebing tinggi di salah satu sisinya membuat mansion Roberto cukup sulit dijangkau. Saat William akan menuju kembali ke mansion Roberto, dia kaget setengah mati mansion miliknya diserang sekelompok orang yang dengan kendaraan-kendaraan yang memblokade jalan. William menghentikan laju kendaraannya. Ia turun dari mobil dengan pintu yang masih terbuka dan mengendap mencoba melihat lebih dekat.

Baku tembak terjadi dalam mansion itu. William semakin yakin bahwa yang melakukan ini bukan agensinya melainkan sesama geng mafia. William pun segera kembali ke mobilnya. Saat ia bergegas mendekati mobil tiba-tiba DOR! "Agh.." William tertembak di bahu belakang sebelah kanannya hingga dia terdorong ke kap mobil. William merintih kesakitan.

Ia membalik badannya dan langsung mengambil pistol dibalik pinggangnya. Tapi orang itu lebih cepat, BAKK! "Agh.." lelaki itu langsung menendang tangan kiri William hingga pistolnya terlempar dan mengenai dinding bukit. William tertegun. Ternyata orang itu adalah Igor. Mata William terbelalak. Igor langsung mendatanginya dan mencengkeram kuat kerah bajunya.

William terangkat keatas dan Igor langsung melemparkannya ke atas kap mobil, BRAKK! "Agh.." belum juga William bangun, Igor kembali mendatanginya dan menarik lagi kerah bajunya, BUKK! BUKK! BUKK! William dihajar tiga kali tepat di wajahnya hingga lebam dan berdarah.

Igor begitu kuat, tubuhnya lebih besar ketimbang William. Kembali Igor mengangkatnya dan melemparkannya ke jalanan hingga William jatuh tersungkur bergulung-gulung. William mencoba untuk berdiri dengan susah payah. Dia mencoba membuka matanya selebar mungkin karena pandangannya kabur, ia melihat Igor berjalan mendatanginya.

William yang masih tersungkur di aspal jalanan segera mengeluarkan senjata yang Catherine berikan padanya dan dengan segera, DOR! DOR! "Agh.." dua buah peluru mengenai dada Igor. Ia masih berdiri tegap. Ternyata itu hanya peluru bius. William menatap pistol itu seksama.

"Shit! What the.." BRUKK! Igor roboh. William langsung menoleh ke arahnya. Ia selamat karena keberuntungan.

William segera berdiri dan jalan tergopoh. Ia mengambil pistol yang ditendang Igor tadi. Ia juga mengambil pistol milik Igor. Ia menatap Igor yang tergeletak di jalanan. William menodongkan senjata padanya dan bersiap menembak tapi entah kenapa ia tak bisa melakukannya.

"Agh, shit! What's wrong with me?!" Pekik William yang tak bisa menembak Igor.

William pun mengabaikannya dan segera menuju ke mobilnya. Ia melihat Sia yang kini tak sadarkan diri di kursi depan. William segera melaju kendaraannya dan meninggalkan Igor yang tergeletak di pinggir jalan. William bingung harus kemana karena Sia bersamanya. Darah masih mengucur di bahu belakang William. Dia pun mampir ke sebuah rest area yang cukup sepi.

Ia membuka bagasi mobil dan ada 2 koper di dalamnya. Sebuah koper berisi stelan dan sebuah koper lagi berisi senjata. William cukup puas dengan isinya. Dia menutup kembali bagasinya dan mengintip ke kursi samping kemudi dimana Sia beristirahat. William bergegas ke toilet dan mengganti pakaiannya. Ia hanya menutup lukanya sementara dengan perban dan plester lalu kembali melaju mobilnya.

William menahan sakit di bahu belakangnya. Dia mulai berkeringat dingin. Dia pun semakin cepat menginjak pedal gasnya selagi kesadarannya masih terjaga. Sebuah mobil sport berwarna hitam orange Krym melaju cepat membelah aspal malam itu menuju ke Tyumen. Tempat dimana Roberto pernah mengajaknya sekali kesana. Ia berfikir bahwa itu adalah tempat teraman saat ini.

Saat fajar menjelang William mulai menurun kesadarannya. Ia kehilangan banyak darah. Ia sudah berkeringat dingin dan pucat. Secara tak sadar ia membelokkan mobilnya ke tengah ilalang dari pinggir jalan itu. William pingsan sedang mobilnya masih melaju dengan kecepatan sedang. Sia terbangun karena jalanan yang bergelombang membuatnya terpental.

Sia duduk perlahan sembari memegang wajahnya yang sakit. Sia kaget bukan kepalang. Ia melihat mobil yang dikendarainya berjalan menuju ke sebuah danau. Sia panik dan langsung memegang kemudi. Sia nekat menginjak pedal rem di kaki William dan CITT. Mobil itupun berhenti. Sia bernafas lega. 2 meter lagi mereka tercebur ke danau tak bertuan itu.

Sia bingung. Ia pun menarik kakinya dan keluar mobil. Ia seperti mengenal daerah itu. Ia menatap William yang pingsan di kursi kemudinya. Sia pun segera membuka pintu kemudi dan menarik William kuat hingga mereka berdua jatuh besamaan di atas rumput, BRUKK.. "Aw.. haha.. hahahaha.." tawa Sia yang baginya ini malah lucu.

Ia pun duduk di kursi kemudi dan memposisikan mobilnya kembali menghadap jalanan. Ia kembali mengangkat William sekuat tenaga untuk duduk di kursinya. Sia sampai berkeringat banyak.

"Wah, dia berat juga ternyata." Ucap Sia ngos-ngosan.

Sia pun segera menutup pintu dan melanjutkan perjalanan. Ia tahu kemana William akan membawanya. Sia mampir ke sebuah rest area dan membeli beberapa perlengkapan. Ia juga mengisi bahan bakar. Setelah dirasa cukup ia segera melaju kendaraannya lagi dengan lebih cepat. William masih tak sadarkan diri.

***

Malam sudah menjelang. William merasakan semilir angin di tubuhnya. William membuka matanya perlahan. Ia terkejut, dia bertelanjang dada namun lukanya telah diobati. Bekas peluru yang bersarang di bahu belakangnya telah dikeluarkan.

William juga heran kenapa dia bisa tidur diatas ranjang. Masih menahan sakit, William berjalan keluar dan melihat Sia sedang minum beer di teras depan. William bernafas lega. Sia menyadari kedatangannya. Ia pun segera meletakkan botol beer nya dan bergegas mendekati William.

"Are you oke?" Tanya Sia cemas.

William mengangguk. Sia memegangi tangannya dan memapahnya duduk di teras rumah kayu milik Roberto itu. Tempat itu begitu sepi. William menatap suasana disekeliling rumah itu. Sia memberikan botol beer nya dan William pun menerimanya. Ia meneguk beer nya dan menatap langit seksama. Ia menoleh ke arah Sia yang wajahnya masih babak belur.

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Kau yang melakukannya?" Tanya William pada Sia.

Sia mengangguk pelan.

"Siapa yang mengajarimu?"

"Yena. Dulu ibu Yena seorang perawat." Jawab Sia dengan wajah tertunduk.

William mengangguk paham.

"Kau tahu tempat ini dari paman Roberto?" Tanya Sia kini.

William mengangguk.

"Sia aku tak tahu apa yang terjadi semalam hanya saja, kita sebaiknya tetap berada disini dahulu sampai keadaan aman." Ucap William menatap Sia tajam.

"Kenapa? Memang ada apa?" Tanya Sia bingung.

"Semalam Igor menyerangku. Aku tak tahu apa yang terjadi. Mansion Roberto diserang semalam. Sepertinya perang antar geng. Aku tak tahu apa keterlibatanmu dengan hal ini tapi sebaiknya kita menghindar. Aku akan membawamu kembali ke Virginia besok. Bagaimana?" Tanya William cepat.

"Jangan." jawab Sia cepat sembari memegang tangan William erat.

William bingung. Ia melihat Sia panik.

"Ada apa? Apa ada yang kalian sembunyikan?" Tanya William.

Sia menelan ludah. Ia melepaskan tangan William. Sia langsung berdiri berusaha menghindar. Sia segera masuk ke dalam. William merasa ada yang tak beres, ia pun mengejar Sia dan langsung menarik tangannya dengan tangan kirinya kuat.

"Sia! Katakan padaku ada apa? Apa kau tak lihat karena perbuatan kalian aku jadi ikut terlibat, huh?!" Bentak William kesal.

Sia terlihat ketakutan. Ia melepaskan paksa genggaman William. Dia memegangi tangannya yang dicengkram kuat William tadi. William menyadari perbuatannya.

"Maaf Sia. Aku tak bermaksud.."

"Tak apa. Iya kau benar. Ini bukan salahmu. Kau jadi ikut terlibat. Aku minta maaf." Ucapnya tak enak hati.

William menghembuskan nafas pelan. Sia berjalan masuk ke kamar milik Roberto dan duduk dipinggir ranjang. Sia mempersilahkan William duduk disampingnya. William pun menurut. Kini William menatap Sia tajam. Sia terlihat kebingungan.

"Ayahku.. Julius berencana ingin menjatuhkan Roberto. Ia bekerjasama dengan Konstantine untuk merebut kekuasaannya dengan perjodohan ini. Tapi melihat Tomy tewas sepertinya perjanjian akan batal. Sekarang aku merasa diburu juga oleh keluarga Konstantine dan Roberto. Soal Igor kenapa menyerangmu, aku rasa Igor berfikir kau menculikku karena kau kan dipihak Roberto sekarang." Ucap Sia menjelaskan.

"What?! Ahhh shit." Ucap William kesal tak habis pikir dengan politik para mafia ini.

William mengusap dahinya kuat. Kini ia malah jadi bingung harus bagaimana.

"Jika tak ada Sia, aku pasti sudah menangkap Julius dan Konstantine. Nasib Roberto saja aku tak tahu. Oia, bagaimana dengan Cecil, apa dia baik-baik saja?" Batin William panik dan berkecamuk. Sia menatapnya seksama.

"Ada apa?"

William tertegun. Ia diam berfikir keras. Ia tak mungkin mengatakan dirinya seorang agen CIA yang ada urusan malah makin kacau.

"Lalu, menurutmu sekarang kita harus bagaimana?" Tanya William balik.

"Mm.. kita tinggal disini dulu saja sampai lukamu pulih. Lalu kita pikirkan lagi akan bagaimana langkah selanjutnya." Ucapnya santai meletakkan kedua tangan diatas lututnya.

"What? Tak bisa. Kita harus cari tahu dimana Rio berada sekarang. Konstantine juga. Kita juga harus tahu bagaimana nasib Roberto dan orang-orang di mansionnya." Ucap William tegas.

"Kenapa kau begitu peduli? Aku yakin ayahku dan Konstantine akan baik-baik saja. Oh.. aku tahu, kau pasti mencemaskan Selena dan Yena ya?" Ucapnya menyindir.

"What? Bicara apa kamu? Aku tak ada hubungannya dengan mereka berdua." Jawabnya kesal.

"Aku tahu hubunganmu dengan Selena selama ini. Kalian.."

"DIAM!" Teriak William tiba-tiba.

Sia kaget setengah mati William membentaknya. Jantungnya sampai berdetak kencang. William melotot padanya. Sia menelan ludah. Kembali William menyadari perbuatannya. Entah kenapa dia tak bisa berbuat kasar pada Sia. Perlahan William meredakan emosinya dan menyentuh bahu Sia perlahan.

"Sia, aku.. aku minta maaf. Aku tak bermaksud membentakmu." Ucap William pelan.

Sia masih kaget dan hanya diam saja. William memberanikan diri memegang kepala Sia dan mendekatkan ke tubuhnya. Kini jantung Sia makin berdetak kencang bukan karena takut tapi lebih ke tak menyangka William berani memegangnya dan memeluknya.

"Jangan sebut Selena atau Yena lagi. Mereka tak ada hubungannya denganku." Ucap William lirih.

Sia mengangguk pelan. William melepaskan pelukannya dan menatap Sia tajam.

"Aku tahu kau tertekan dengan kehidupan keluargamu kan? Aku sudah melihatnya. Kau tak bisa bohong padaku. Sekarang prioritasku adalah keselamatanmu. Jika kau merasa kita sebaiknya bersembunyi sementara waktu disini, baiklah. Tapi setelah lukaku sembuh kita harus segera mencari tahu keberadaan ayahmu dan yang lainnya. Kau paham?" Ucap William pelan sembari memegang pipi Sia lembut.

Sia mengangguk mengerti. Entah kenapa wajah lugu Sia membuatnya ingin melindunginya. William tak sadar telah menatap Sia begitu lama. Sia perlahan melirik dan balas menatap wajah William.

Terpopuler

Comments

Titik Oktifiyanti

Titik Oktifiyanti

tdk d sadari Wiliam dah dan rasa sama sia...
ooooohhhhhhh 😘

2021-10-24

1

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

ini eps si william merasa beda sama si sia kan aju mah🤣🤣🤣🤣

semangat terus aju aku padamu pokoke ws

#mengejarketertinggalan #menolakajukomentidurnak

2021-05-21

0

☠⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧͣ🏘⃝Aⁿᵘ

☠⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧͣ🏘⃝Aⁿᵘ

ciieeee yang udah lirik lirikan 😁😁

2021-05-20

0

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!