Dinner*

Kelas pun selesai. William masih menunggu di depan kelas Sia. Tak lama Sia keluar bersama teman-teman se-ganknya. Tomy mulai mengekor pada Sia lagi setelah dicampakkan oleh pacarnya. Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Sia~ honey.. sweet heart.. dinner with me? Tonight? Please.." ucap Tomy memelas dengan manja di depan Sia.

Sia menatapnya dengan wajah jengkel.

"No." Jawabnya singkat.

Sia melewati Tomy begitu saja. Teman-teman Sia menertawainya. Tomy kesal tapi dia tak menyerah. Kini dia mengancamnya.

"Jika kau menolak.. jangan salahkan aku jika ayahmu akan menamparmu lagi." Ucap Tomy dibelakang Sia berdiri dengan gaya tengilnya.

Sia langsung menoleh dan menatapnya kesal.

"Kau mengancamku?" ucap Sia dengan mata melotot.

"Tidak. Aku memperingatkanmu." Ucap Tomy santai.

William hanya menatap mereka berdua dari balik jendela tak mau campur tangan. Nafas Sia menderu. Dia kesal setengah mati dengan Tomy yang menggunakan nama ayahnya untuk menuruti kemauannya.

"Oke. 7 o'clock. Do not be late." Ucapnya tegas.

"Oke." Jawab Tomy genit mengedipkan sebelah matanya.

Sia langsung berpaling pergi. Teman-teman Sia hanya saling memandang tak mau terlibat. Mereka pun kembali mengikuti Sia yang sudah keluar kelas. William hanya melirik Tomy yang berjoget joget bahagia karena berhasil menaklukkan Sia lagi. William ikut mengejar Sia.

"Sia. Kapan kita latihan cheerleader untuk pertandingan baseball bulan depan. Apa kau sudah menyiapkan jadwalnya?" Tanya Chintya.

"Oh my God. I forgot!" Ucap Sia memegang kepala dengan kedua tangannya.

"Sia!" Teriak Bella kesal.

"Let's go.. hurry!" Teriak Sia mengajak teman-temannya bergegas untuk segera latihan cheerleader.

Sia dan teman-temannya berkumpul untuk berlatih koreografi baru persiapan pertandingan baseball. Tim baseball sekolah mereka akan melawan dari Universitas The Great Ruler dari Virginia Barat. Sekolah itu dikenal dengan pemain baseball yang tangguh dan tampan. Para pemandu soraknya pun sangat lincah dan sexy. Tentu saja Sia dan ganknya tak boleh kalah ketika berhadapan dengan pemandu sorak lawan mainnya bulan depan.

"Oke! One.. two.. one two three four.."

Lantunan musik lagu milik House of Pain-Jump Around mulai berkumandang. Sebuah lagu lawas yang masih menggetarkan hati dan membuat badan tak bisa menolak untuk bergoyang.

Sia, Bella dan Chyntia mulai berlari kecil dan melakukan lompatan salto dengan lincah dan senyum merekah. Mereka terlihat energik dan begitu bersemangat. William menatap latihan mereka dengan seksama. Dia cukup kagum dengan apa yang dilakukan para gadis-gadis itu. Melompat kesana kemari tanpa lelah dengan senyum memperlihatkan gigi mereka yang putih dan rapi serta tubuh yang ramping.

Meski mereka begitu cantik dan cukup sexy tapi William tak tergoda. Dia menyukai wanita dewasa yang bergaya elegant seperti Selena. William menyilangkan kedua tangannya melihat latihan para gadis-gadis itu. Sia sebagai ketua cheerleader terlihat begitu sigap dan tangkas dalam memberikan arahan-arahan pada koreografinya.

"Yup benar. Angkat kakimu lebih tinggi lagi Sarah. Luruskan! Ya seperti itu.. tahan ya.. senyum mu jangan lupa." Ucap Sia memberikan instruksi gerakan.

Terlihat semua anggotanya menurut dan mengikuti arahan Sia tanpa ada protes sedikitpun. William kagum dengan gaya kepemimpinan Sia.

Tak terasa latihan hari itu sampai jam 5 sore. William ingat bahwa Sia ada janji makan malam dengan Tomy pukul 7. William pun mendekati Sia yang mulai terlihat lelah karena latihan cheerleader sedari siang tadi.

"Sia. Aku rasa sudah cukup latihan hari ini. Kalian bisa melanjutkan besok lagi. Kau ada janji makan malam dengan Tomy. Jangan sampai terlambat." Ucap William mengingatkan.

Sia berdiri bertolak pinggang. Dia menguncir rambut panjangnya seperti ekor kuda. Sia menghembuskan nafas keras dengan tertunduk. Semua teman-teman pemandu sorak mengamati Sia seksama.

"Aku tak mau. Aku tak suka Tomy lagi. Dia brengsek William, kau tahu kan?" Ucap Sia kesal.

Teman-teman Sia terdiam. Mereka tak mau ikut campur.

"Aku tahu. Tapi kau sudah berjanji dan janji harus ditepati tak peduli apapun alasannya. Kau harus menghargai dirimu dengan janji yang kau ucapkan tadi." Ucap William tegas.

Sia menatap William seksama. Dia terlihat sedih.

"Baiklah jika menurutmu begitu. Kita pulang. Aku harus bersiap." Ucap Sia lesu sembari mengambil tasnya.

Teman-teman Sia menatapnya iba.

"Guys, maaf ya. Aku pergi dulu. Kalian juga istirahatlah jangan memaksakan diri. Kita pasti akan tampil bagus saat pertandingan nanti. Bye." Ucap Sia dengan riang melambaikan tangan kepada semua teman-temannya.

Teman-teman Sia pun balas melambaikan tangan. Sia pergi meninggalkan ruangan bersama William pulang ke mansion Rio.

"Kasihan Sia. Ternyata jadi anak orang kaya tak seindah cerita di drama telenovela." Ucap Sarah iba.

"Bahkan kisah cintanya sama dramatisnya dengan drama Korea." Ucap Bella menambahkan.

"Sia juga masih bisa tersenyum manis menutupi kesedihannya. Oh Sia.. malangnya nasibmu.." ucap Chyntia sedih.

"Tomy itu sangat konyol.. dia tak dewasa sama sekali.. hanya pesta saja dikepalanya.. aku tak bisa membayangkan hidup Sia jika menikah dengannya.." ucap Bertha memelas.

Sore itu Sia sudah bersiap dengan gaun hitam selutut yang merekah dengan heels hitam tinggi 7 cm dan sebuah tas jinjing berwarna hitam. Sia terlihat seperti orang yang sedang berkabung ketimbang pergi kesebuah dinner dengan kekasihnya. William menatap Sia seksama.

"Kau pasti sengaja berpakaian seperti ini. Iya kan?" Ledek William.

Sia diam saja. Dia terlihat sibuk memasukkan alat make up ke tas jinjing mungilnya.

"Kita berangkat sekarang. Jangan buat Tomy menunggu." Ucap Sia dengan wajah murung. William mengangguk.

Selama perjalanan Sia hanya diam saja menatap jalanan tak cerewet seperti biasanya. William melirik dari kaca spion tengahnya. Terlihat Sia murung. William tahu Sia tak menyukai Tomy tapi bagaimanapun janji adalah janji. Sia tetap harus menepati untuk makan malam dengan Tomy.

Mereka pun sampai ke sebuah restaurant mewah. Sia dan William masuk ke dalam. Ternyata Tomy belum datang tapi ia sudah memesan sebuah meja. Sia dan William duduk disana menunggu Tomy. Tapi sudah lewat 30 menit Tomy belum datang. Sia mulai kesal.

"Sia. Teleponlah Tomy. Mungkin dia terjebak macet." Ucap William tenang.

Dengan kesal Sia mengeluarkan ponsel dan meneleponnya. Seorang wanita paruh baya mengangkatnya.

"Ya hallo. Nona Sia ya? Ini bibi. Maaf nona Sia tuan muda masih tidur setelah memandikan anjingnya. Saya sudah mengingatkannya tadi sore tapi.." ucap bibi pengurus rumah langsung nerocos bicara.

Sia marah.

"Bilang pada Tomy tak usah datang. Aku pulang!" Bentak Sia.

William terkejut. Sia mematikan ponselnya dengan emosi.

"Kenapa? Tomy tak bisa datang?" Tanya William santai.

Sia melirik William tajam.

"Kau lihat? Dia selalu begitu. Seenaknya! Kau memintaku menepati janji tapi lihat, Tomy dia malah tidur mengabaikanku." Ucap Sia kesal.

William menghembuskan nafas pelan. Sia langsung berdiri.

"Sudah, kita pulang saja!" Ucap Sia emosi.

William langsung memegang tangannya. Sia bingung dan menatap William seksama.

"Kita sudah kesini. Ku dengar sangat sulit mendapatkan reservasi di restaurant ini. Duduklah. Kita makan saja. Aku lapar." Ucap William mulai merapikan dudukannya.

Sia bingung tapi dia menurut. Sia kembali duduk dan menatap William yang mulai memanggil pelayan dan memesan beberapa menu.

"Kau mau apa?" Tanya William membaca buku menu.

"Terserah. Samakan saja denganmu." Ucap Sia sungkan.

"Baiklah." William pun memesan menu dari starter, main course dan dessert.

Sia merasa bahwa gaya bossy William masih melekat meski dia sekarang seorang bodyguard. Sia kembali tertarik pada gaya William yang maskulin dan selalu wangi. Rapi dan terlihat maco. Tatapan mata yang selalu membuat terlena jika berlama-lama beradu pandang dengannya. Tanpa disadari wajah Sia memerah karena pesona William. William menyadarinya Sia menatapnya sedari tadi. Dia tersenyum tipis.

Tak lama hidangan pun datang. William dan Sia pun mulai makan. Mereka mengobrol ringan. Bahkan terlihat Sia tertawa dengan cerita-cerita William. Terlihat William juga sesekali tersenyum mendengar cerita kekonyolan Sia bersama teman-temannya. Makan malam yang awalnya diliputi kekecewaan dalam hati Sia kini sudah lenyap digantikan canda tawa dengan William.

2 jam tak terasa mereka sudah berada disana karena asik mengobrol bahkan Wine 2 botol pun habis oleh mereka berdua. William mengajak Sia pulang. Saat William akan membayar, Sia menghentikannya. William bingung.

"Maaf permisi. Reservasi malam ini tolong tagihan semuanya dialamatkan kepada Tomy Konstantine. Anda bisa kan?" Ucap Sia menaikkan salah satu alisnya.

Orang-orang yang sudah mengenal Sia dan keluarganya pun tersenyum mengangguk paham. Sia tersenyum merekah dan berterima kasih. William dan Sia pun meninggalkan restaurant itu langsung masuk ke mobil. William hanya tersenyum.

"Apa tidak apa-apa? Tadi cukup banyak tagihannya." Ucap William melirik Sia yang duduk di kursi belakang.

"Biarkan saja. Biar Tomy tau rasa." Ucap Sia tersenyum licik.

William geleng-geleng kepala. Mereka pun segera pulang ke mansion Rio. Tapi saat diperjalanan melewati jalanan sepi tiba-tiba mobil mereka diserang. Sia panik seketika. William berusaha menghindari para penyerang dengan memacu kendaraannya lebih cepat.

----------

Ilustrasi TOMY

Source : pinterest

Artist : Noah Centineo Brasil

Terpopuler

Comments

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

lanjut lagiii

2022-05-06

0

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

kaya gak selalu menang.... ada kala menangis...😭😭😭😭

2022-05-06

0

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

jreng jreng... mulai tegang...

2022-05-06

0

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!