Funeral

William tiba di Virginia setelah terbang kurang lebih 15 jam dengan transit ke Paris menjemput agen Catherine dan Jack yang sedang bertugas disana menggunakan pesawat pribadi milik CIA. Mereka bertiga langsung menuju ke kantor CIA di Langley, Virginia, Amerika. Mereka tiba pagi buta dalam keadaan lelah.

Sesampainya di kantor, terlihat Rika duduk seorang diri di ruang kerjanya. Ia mempersilahkan William dan yang lainnya duduk. Mereka pun segera memposisikan diri.

Mereka berbicara dengan bahasa Inggris.

"Good William. Kerjamu bagus. Kini ambil kepercayaan Rio. Sekarang targetmu selanjutnya adalah keluarga Konstantine. Kami tahu kau punya hubungan dengan Selena selama ini." Ucap Rika tenang.

William terlihat kesal.

"Tidak bisakah kalian tak mencampuri urusan pribadiku. Apakah kalian juga mengintip apa yang kulakukan dengan Selena?" Tanya William curiga.

Ia menatap Rika, Catherine dan Jack. Mereka memalingkan muka bahkan Jack bersiul. William sudah paham dari gelagat mereka. Dia menghembuskan nafas kasar.

"Dengar. Jangan ungkit hal ini lagi. Aku tidak suka." Jawabnya sebal.

"Baiklah. Tangkap Konstantine dan Selena, karena ku yakin itu juga ada dipikiran Rio. Begitulah mafia muda. Penuh dengan ambisi akan kekuasaan." Ucapnya sembari memberikan kode pada Jack.

William menoleh pada Jack. Ia memberikan kunci mobil pada William. Ia menatapnya seksama.

"Kau sudah memperbaiki mobilku?" Tanya William dengan wajah gembira.

"Yup. Sesuai dengan permintaanmu. Ditambah, stelan khusus dan baru untukmu." Ucap Jack sambil berjinjit.

William melihat gaya Jack yang unik itu sambil tertawa.

"Thank you, Jack." jawabnya sembari tersenyum.

"What? What did you say? Thank you? Oh.. i can't believe it. You say thank you. Apa gadis mafia itu yang mengajarimu?" Ucap Jack meledek.

"Aku juga merasa dia sedikit lebih lembut dan gampang tersenyum." Ucap Catherine menambahkan.

"Damn you guys?" jawab William kesal.

Rika hanya menaikkan bola matanya sekilas. Dia menghembuskan nafas pelan. Rika akhirnya menutup pertemuan hari itu. William akhirnya kembali ke apartment mewah yang sangat ia rindukan. William terlihat senang. Ia pun segera merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.

Dengan cepat haripun sudah berganti. Pagi sudah menjelang dan mataharipun sudah bersinar terang. William masih menutup tirainya rapat dan terlelap dalam kegelapan. Tiba-tiba ponselnya bergetar, ia menonaktifkan nada deringnya.

DRETTT.. DRETTT..

William terbangun. Dengan malas ia menggapai ponselnya diatas meja. Ia pun mengangkatnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya.

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Yes."

"William. Ku dengar kau sudah kembali ke Virginia. Kenapa kau tak ke mansionku? Apa kau ingin mengambil apa yang menjadi milikku?" Ucap Rio mengancam.

William langsung terbangun. Ia terkejut ternyata Rio lah yang meneleponnya. Ia langsung duduk dan memijat tengkuknya. Ia mencoba mengatur suaranya yang masih serak.

"Amm.. ahh, maaf Rio. Aku tiba larut malam. Aku tak mau mengganggu istirahatmu. Aku akan segera mengantarkannya padamu." Ucap William masih memejamkan mata.

"Baiklah. Awas jika kau sampai kabur dengan surat-surat berharga itu. Aku akan memotongmu."

"Baik baik. Aku mengerti."

KLEK. Rio menutup panggilannya. William melemparkan ponsel ke sampingnya. Ia masih begitu lelah. Ia malah merebahkan tubuhnya lagi. Ia mencoba membuka matanya perlahan. William diam sejenak dan menatap langit-langit.

"Kenapa aku sangat merindukan Sia ya?" Ucapnya lirih.

William tersenyum tipis. Ia pun segera bangun dan kembali bersemangat karena akan bertemu Sia hari itu. Ia bergegas mandi dan berdandan dengan rapi. Terlihat ia begitu gembira pagi itu.

Ia sudah menyiapkan koper berisi surat-surat berharga Roberto. Ia kembali mengecek isinya karena penasaran apa saja asetnya. Dirasa cukup melihat informasi milik Roberto, ia segera menutupnya dan bergegas menuju ke mansion Rio.

Sesampainya disana, William sudah ditunggu Rio di ruang kerjanya. Ia tak melihat Sia di mansion itu. William tetap fokus pada tujuannya. Ia menemui Rio. Terlihat Igor sudah berdiri disamping Rio dengan menyilangkan kedua tangan di depan dadanya yang membuat ia terlihat makin garang. William berjalan menenteng koper ditangannya ke arah Rio. William meletakkan koper itu di mejanya. Rio langsung menarik koper itu.

Rio membuka kopernya dan mengecek semua isi berkasnya. William berdiri diam memandangi Rio. Tiba-tiba Sia datang dan sudah memakai gaun hitam. William menoleh ke arahnya dan tersenyum tipis. Sia hanya berdiri diam mematung. Rio melirik Sia.

"Kau sudah bersiap?" Tanya Rio padanya.

Sia mengangguk pelan. William bingung.

"Kalian akan pergi kemana?" Tanya William penasaran.

"Pemakaman Tomy." Jawab Rio singkat.

Rio menutup koper itu dan menyerahkan pada Igor untuk menyimpannya.

"Kerja bagus William. Aku penasaran, bagaimana kau menaklukkan Yena? Aku cukup yakin Yena tak mungkin menyerahkannya begitu saja. Apa kau.. tidur dengannya?" Ucapnya tersenyum sinis.

William tertegun. Sia memalingkan wajahnya, ia takut Sia akan salah paham.

"Tidak. Aku tak perlu melakukannya. Aku hanya cukup mengancamnya saja." Ucapnya berdalih.

"Oh. Kau mengancamnya? Hemm.. bagus juga. Kau punya nyali ternyata. Aku cukup yakin Yena kesal setengah mati dengan sikapmu. Lalu.. dimana dia sekarang?"

William tertegun. Tak mungkin ia mengatakan bahwa Yena dibawa oleh CIA. William kembali berakting.

"Mm.. dia mengatakan ingin menenangkan diri dulu. Ia pergi keluar negeri entah kemana. Ia tak ingin terlibat dengan dunia mafia lagi. Begitu, ya begitulah katanya kira-kira." Ucapnya mengarang.

Rio menganggukkan kepalanya dan mengerutkan bibirnya. Ia pun segera berdiri dan mengambil jasnya. Rio bersiap.

"Baiklah William. Aku suka cara kerjamu. Cepat dan rapi. Aku ingin kau melakukan hal ini juga pada Selena. Jika dia menolak, bunuh saja." Ucapnya sembari merangkul pinggul Sia.

Sia diam tertunduk. William mengangguk mengiyakan. Rio pun berjalan disamping Sia memegang erat pinggulnya. Terlihat William cemburu dengan sikap Rio padanya. Ia kesal dan memalingkan wajah tapi ia malah terkejut setengah mati karena Igor menatapnya seksama. William langsung berpaling dan tertunduk entah apa yang mereka berdua pikirkan.

Mereka berempat pun segera pergi ke pemakaman Tomy siang itu di pemakaman khusus di daerah Virginia. Terlihat banyak yang datang termasuk teman-teman cheerleader Sia. Mereka terlihat sedih.

Bahkan mantan pacar Tomy pun datang dan menangis. Sia terlihat biasa saja. Selena menangis sedih kehilangan adik kesayangannya. Rio memberi kode pada William untuk mendekati Selena. Ia pun mengangguk paham. Sia hanya menatapnya seksama.

William perlahan berjalan mendatangi Selena yang berdiri disamping ayahnya, Konstantine. Mafia Amerika - Inggris yang perjanjiannya batal dengan keluarga Julius karena kematian Tomy. Mereka berdua kini berselisih. Terlihat Julius ikut hadir dipemakaman itu dan berdiri diseberangnya. Mereka saling bertatapan tajam.

Para bodyguard masing-masing mafia elit ini berjaga disekeliling bosnya dan area pemakaman. Terasa hawa perselisihan dipemakaman itu. William mendekati Selena dan kembali berakting.

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Selena. I'm sorry to hear that about your brother." Ucapnya pelan.

Selena menghapus air matanya dan menegapkan tubuhnya. Ia berusaha tegar dengan pandangan lurus kedepan.

"Thank you, Will." Ucapnya lirih tak meliriknya sama sekali.

William merasa sikap Selena berubah padanya. Terlihat ia mengacuhkan dan seperti tak tertarik lagi padanya. William bingung. William bisa saja menggunakan pesonanya tapi ada Sia disana. Dari kejauhan tampak Rio sudah tak sabar melihat aksi William. William tertekan. Ia menghembuskan nafas pelan.

"Mau ku antar pulang? Kau tak pernah naik mobil bersamaku kan?" Ucapnya mulai merayu.

Selena tersenyum miring.

"Kenapa? Apa karena kau kasihan padaku karena telah kehilangan adik kesayanganku?" Ucapnya sinis.

"Hmm. Bisa dibilang begitu. Bagaimana jika ditambah makan malam. Aku tahu tempat yang bagus disini." Ucapnya lagi.

Selena pun termakan rayuannya. Ia menoleh ke arah William dan menatapnya seksama. Ia mengangguk pelan. Para pelayat pun pamit mohon izin kepada Konstantine dan ikut menyalami Julius juga. Mereka pun kembali ke mobil masing-masing dan pergi meninggalkan pemakaman. Terlihat Sia cemburu atas kedekatan William dan Selena.

Selena melingkarkan tangannya di lengan William. Sia tahu William terpaksa melakukannya karena Rio menyuruhnya tapi tetap saja pemandangan itu membuat Sia terbakar. Teman-teman Sia menatapnya seksama. Mereka bingung.

"Kau kenapa Sia? Kau melihat siapa?" Tanya Bella teman cheerleadernya.

Sia diam saja tertunduk dan memalingkan wajah. Ia terlihat kesal. Teman-teman Sia saling memandang, mereka menyadari sesuatu. Mereka pun saling memberi kode tanpa sepengetahuan Sia.

"Ehem.. bagaimana jika kita ke Club. Aku barusaja dapat tiket masuk dan layanan VIP disana dari pacar ibuku. Bagaimana?" Ucap Sarah sembari menaikkan kedua alisnya.

"Wuhuu.. ayo Sia. Sudahlah jangan sedih. Sudah lama kita tak bersenang-senang." Ucap Chyntia memegang kedua tangan Sia erat sambil melompat kegirangan.

Sia merasa bahwa ajakan teman-temannya ini sangat pas disaat hatinya sedang berkecamuk. Ia pun mengangguk dengan senyum merekah. Sia pun akhirnya pergi bersama teman-temannya mengendarai mobil milik Bella. William menatap kepergian Sia dari kejauhan. Ia hanya bisa pasrah saja. Ia tahu pasti Sia cemburu dan marah padanya.

Selena pun tak sabar segera pergi dengan William. Merekapun segera melaju dengan mobil Mustangnya. William mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia masih memikirkan Sia. Ingin rasanya ia menelepon Sia dan menanyakan ia berada dimana. William ingin menyusulnya tapi misinya pada Selena adalah prioritas utama dalam pekerjaannya untuk CIA dan Rio. William pun menahan perasaannya.

***

Terlihat Sia begitu bersenang-senang malam itu. Dia asik berjoget melampiaskan semua perasaannya dalam tarian dan botol vodka nya. Ia menari sambil mabuk. Tentu saja, Sia yang cantik dan masih muda menjadi sasaran empuk para lelaki hidung belang di club malam itu. Teman-teman Sia sudah melarangnya agar tak minum terlalu banyak, tapi Sia malah marah dan mendorong teman-temannya agar tak mengganggunya.

Mereka pun memilih untuk duduk saja dan mengawasi Sia dari kejauhan. Tampak lelaki-lelaki muda mendekati teman-teman Sia dan mengajak bencengkrama bersama. Tentu saja mereka tak menolak ajakan mereka untuk minum bersama. Sia terabaikan. Ia menari sendirian dalam keadaan mabuk dan pikiran yang kalut.

Dua orang lelaki berumur 40 tahunan mendekati Sia yang tampak menggiurkan bagi mereka. Sia pun di dekati perlahan dengan mereka ikut menari disampingnya. Sia masih tak menyadarinya. Ia sibuk menari dan minum hingga vodka-nya habis. Salah seorang lelaki itu memberi kode pada kawannya untuk memulai aksinya.

"Nona, sepertinya kau suka sekali minum. Bagaimana jika ku traktir 1 botol lagi. Kau tak keberatan kan? Temanku sedang berulang tahun, tak baik jika menolak kan?" Ucap lelaki itu yang terlihat mirip William baginya.

Sia yang mabuk pun menerima tawarannya. Tampak seringai muncul diwajah para lelaki itu. Ia menggandeng Sia ke meja bar dan mentraktirnya minum. Sia tak banyak bicara. Dua lelaki itu terus menuangkan vodka di gelas Sia bahkan bisa dibilang memaksanya untuk menghabiskan minuman itu. Sia yang kuat minum pun sampai mau muntah karena tak sanggup lagi.

Melihat Sia sudah tak berdaya, mereka berdua membawa Sia keluar dari club. Mereka tahu Sia akan muntah. Mereka pun membawanya ke belakang club. Dan benar, Sia muntah banyak sekali.

Dua lelaki ini tersenyum penuh kemenangan. Sia lemas dan kepalanya pusing. Badannya berkeringat dingin dan perutnya mual. Dengan rayuan akan diantarkan pulang, Sia pun menganggukkan kepala. Sia pun dibawa mereka berdua entah kemana.

Disisi lain, terlihat William sedang makan malam mewah dengan Selena. Terlihat Selena begitu terpukau akan ketampanan William malam itu. Tak jemu-jemunya ia menopang dagunya saat William sibuk mengiris daging steaknya. William meliriknya, ia sadar jika diperhatikan.

"Jika kau terus menatapku seperti itu, aku tak bisa menelan makananku dengan baik." Ucapnya cuek sembari memasukkan daging steak ke mulutnya.

Selena tersenyum merekah sembari mengambil gelas wine nya. Ia kembali menatap William sembari menggoyangkan gelas wine nya.

"William. Ajak aku ke rumahmu. Aku belum pernah kesana." Ucap Selena dengan tatapan menggoda.

William diam sejenak.

"Baiklah." Jawabnya santai.

Selena tersenyum senang. Ia kembali memakan steaknya dan cepat-cepat menghabiskannya. Ia ingin segera mengunjungi rumah William dan menghabiskan malam ini bersamanya. Tak lama merekapun selesai makan. William membayar tagihannya dan mengajak Selena masuk ke mobilnya.

Ia mengajak Selena ke apartment mewahnya. Terlihat Selena begitu terpukau dengan rumah William. Ia mengamati sekitar. William merasa ia sudah terlalu lama memanjakan Selena, ia pun melakukan aksinya. William mendekati Selena yang sedang memandangi jendela kaca apartment di lantai 10 itu.

"Hmm.. Selena. Aku penasaran dengan usaha ayahmu, Konstantine. Tomy sudah tiada. Lalu apa yang ia berikan padamu?" Tanya William sembari menyingkirkan rambut Selena yang kini dicet putih, panjang sebahu.

Selena terbuai akan sentuhan lembut William. Ia tersenyum tipis.

"Kenapa? Aku akan memberitahukannya jika kau menjadi milikku. Bagaimana?" Ucap Selena mesra tak bisa menahan gairahnya karena William mulai memijat lembut bahunya.

"Kau ingin aku menikah denganmu, begitu?" Tanya William mulai meraba kedua lengan Selena lembut.

"Ehem. Kau bisa mendapatkan milik Tomy jika kau menjadi suamiku. Ayahku tak akan keberatan." Ucapnya dengan mata terpejam tak kuasa menahan gairahnya.

"Begitu ya. Memang apa usaha ayahmu? Roberto seorang mafia narkoba dan ganja. Bagaimana dengan ayahmu atau Julius?" Tanyanya sambil memegang pinggul dan mendekatkan wajah di leher Selena.

"Ayahku.. dia mafia dalam bidang senjata api ilegal. Dia mengirimkannya ke seluruh mafia yang terlibat bisnis dengannya. Entah digunakan untuk perang dalam suatu negara atau hanya perang antar geng, dia yang menguasainya." Ucapnya dengan nafas menderu karena hidung William mulai menyentuh leher dan pipinya.

"Kalau Julius?" Ucapnya sembari memegang kepala Selena dan mengikat rambutnya seperti ekor kuda.

"Julius, dia emm.. ahh~ penjual organ ilegal yang dikirmkan ke seluruh pelosok dunia." Ucapnya sembari membalik badannya yang kini saling berhadapan dengan William.

Selena melingkarkan kedua tangan dileher William dan perlahan turun ke dadanya.

"Lalu?" Tanya William menatapnya tajam.

"Ia menggunakan mayat yang tak berorgan itu untuk menyelundupkan narkoba di dalamnya. Tentu saja narkoba milik Roberto. Ia juga memiliki tempat pencucian uang palsu di sebuah kasino di Las Vegas." Ucapnya sembari membuka jas William perlahan.

"Hanya itu?" Tanya William lagi.

"Kau ini banyak maunya. Mm.. oke, cium aku. Akan ku beri tahu sisanya." Ucap Selena mengujinya.

Dengan berat hati William pun mencium pipi Selena. Selena merasa William sangat aneh dan kikuk. Ia menatap William seksama.

"Kenapa kau menanyakan semua hal ini?" Tanya Selena curiga.

William tersenyum menyeringai. Perlahan tangannya merayap naik keatas tubuh Selena dari pinggul hingga ke lehernya dan "AGH, Ahh.." William mencekik Selena! Kedua tangan Selena memegang kuat cengkraman kuat William di lehernya. Selena tak bisa bernafas. William menatapnya keji.

---------

Terpopuler

Comments

Isna Vania

Isna Vania

visual Selena cantik , wanita penggoda, nasib sia gimna Thor /Slight/

2025-01-01

0

Wulan Wulan

Wulan Wulan

selena cantik

2021-06-21

0

Marconah💕

Marconah💕

yg ini udah dibaca,lanjut like lagi💃💃💃💃

2021-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!