Alibi

Mereka pun sampai ditempat pertemuan. William mendampingi Yena. Para bodyguard Rio pun mengikuti mereka berdua. Mereka menyusuri pinggir danau. William menatap lokasi itu seksama, sepi tak ada orang. William diam-diam menyalakan perekam suara yang tersembunyi di balik dasinya dengan berpura-pura membetulkan posisinya.

Datanglah sebuah mobil Limousine dan seseorang turun disana. Itu adalah Roberto dan anak buahnya. Yena mendekatinya dan bersalaman. William pun ikut berjabat tangan. Yena masuk ke dalam mobil dan William diminta untuk menunggu diluar mobil bersama bodyguard Rio dan bodyguard Roberto.

Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Ah, sial. Aku tak tahu apa yang mereka bicarakan." Batin William kesal.

Tak lama seorang lelaki muncul dari dalam hutan membawa sebuah ponsel. William dan para bodyguard Rio menatap lelaki itu seksama. William dan lelaki itu saling bertatapan tajam dan menunjuk spontan.

"You? What are you doing here?" Tanya William padanya.

"Roberto is my boss." Jawabnya cepat.

"What?" Ucap William kaget.

Ternyata lelaki itu adalah pengedar narkoba yang William temui saat di Mexico dan mengaku sebagai pembalap yang akhirnya berakhir dengan Selena di hotel. Lelaki itu melihat sekitar. William bingung.

"I already know who you really are! You are a cop!" Pekiknya lantang.

William panik seketika. Dia tak menyangka lelaki itu tahu tentang dirinya. Para bodyguard Rio dan Roberto langsung mengeluarkan senjatanya dan mengarahkan pistol ke William.

"What? Hei.. jangan asal bicara!" Ucap William mencoba mengelak.

"Aku sudah tau, kau tak bisa menipuku, William!" Ucapnya yang ikut mengarahkan senjatanya pada tubuh William.

William tak mau rahasianya terbongkar. Ia pun ikut mengeluarkan senjatanya. Ia menodongkan ke arah lelaki Mexico itu.

"Bisa-bisanya kau menuduhku, kau yang agen rahasia CIA. Aku sengaja memancingmu agar kau menunjukkan jati dirimu. Kau mengelabuhi Roberto selama ini karena ingin menangkapnya dan menghancurkan bisnis narkobanya, kan? Jangan mengelak, Santiago." Ucap William memutar balikkan fakta.

Para bodyguard Rio dan Roberto bingung kepada siapa mereka harus memihak. Semua orang saling mengarahkan senjata. Roberto mendengar keributan dari dalam mobilnya. Ia dan Yena pun keluar.

"What's wrong?" Tanya Roberto penasaran.

"He's a police!" Ucap William dan Santiago bersamaan. Mereka berdua saling bertatapan tajam.

Yena dan Roberto kebingungan. Tiba-tiba..

SHOOT.. DOR! DOR! "Argh.." bodyguard Rio tertembak di punggungnya dan langsung tewas tersungkur di tanah.

"Jebakan! Jebakan! Ini pasti jebakan!" Teriak William memperkeruh suasana.

Roberto dan Yena panik. William memaksa mereka masuk ke dalam mobil. Dari luar terdengar suara tembakan bersahut-sahutan.

"Kalian pergilah dulu, aku akan amankan situasi. Go go go!" Teriaknya sembari menutup pintu mobil Limousine Roberto.

Mobil Roberto berhasil kabur menghindari tembakan. William berpura-pura dipihak Roberto. Santiago masih menembakkan senjata-senjatanya. Para bodyguard Rio dan Roberto ditembaki oleh sniper CIA.

DOR! "Argh.. aghh.." William menembak kaki Santiago dan berjalan santai ke arahnya.

BUAKK! SRAKK.. kini William menendang tangan Santiago yang memegang pistol hingga pistol itu jatuh di tanah. Santiago tersungkur di tanah.

"Agh.. kau.. ternyata benar kau ini.." DOR! Santiago tewas dengan peluru bersarang di keningnya.

"Yes. I am an agent." Ucap William menatap mayat Santiago keji.

Para bodyguard Rio dan Roberto berhasil dilumpuhkan, kini hanya tersisa William seorang. Tak lama para sniper pun muncul mendatangi William bersama Catherine. William menatap Catherine seksama dan menyarungkan kembali pistol di pinggangnya.

"Apa yang kau lakukan disini?!" Pekik William bingung.

"Bukannya berterima kasih malah membentakku." Jawab Catherine kesal sembari memberikan sebuah ID pada William.

William pun menerimanya sambil berkerut kening. Dia menatap Catherine dan para sniper seksama.

"Itu ID palsu Santiago yang sudah kubuat menjadi seorang agen. Kau punya alibi pada Roberto dan Rio sekarang. R kesal, kau pergi ke Rusia tanpa memberitahunya. Untung kami pasang alat pelacak ditubuhmu." Jawab Catherine sembari memberi kode pada para sniper untuk membereskan mayat para bodyguard Rio dan Roberto.

Mereka memasukkan mayat-mayat itu ke dalam mobil yang William bawa tadi termasuk mayat Santiago.

"Heii.. apa yang kalian lakukan? Kenapa dimasukkan dalam mobilku?" Pekik William menunjuk ke para sniper dengan kesal.

Catherine memegang dagu William dan mengarahkan ke wajahnya. William bingung.

"Kau kenapa jadi bodoh begini? Kau seorang bodyguard. Kau barusaja menyelamatkan nyawa bosmu. Kau harus membawa mayat-mayat ini kembali ke markas Rio termasuk Santiago." Ucap Catherine menatap William heran.

William diam sejenak.

"Ya. Kau benar. Agh.. kenapa denganku? Aku seperti tidak fokus akhir-akhir ini." Ucap William menyisir rambutnya ke belakang dengan kedua tangannya.

Catherine terkekeh. William bertolak pinggang menatapnya tajam. Catherine pun mendekatinya dengan tatapan menggoda.

"Mungkin kita harus makan malam lain waktu." Ucapnya sembari menggigit bibir bawahnya gemas.

William terkekeh. Dia suka rayuan Catherine. Segera para sniper pun kembali ke posisinya. Catherine pun meninggalkan William sendirian. William menghela nafas panjang dan masuk ke mobil Rio. Ia menatap mayat-mayat itu dan kembali mengemudikan kendaraannya menuju ke markas bawah tanah Rio.

Tak lama panggilan telepon masuk.

"Yes, Rio." Jawab William ngos-ngosan. Ia kembali berakting.

"Kau dimana?"

"Aku berhasil selamat tapi para bodyguard sudah mati. Santiago penghianat, Rio. Dia seorang agen CIA." Ucap William berbohong.

"What? Tidak mungkin. Ia sudah menjadi tangan kanan Roberto selama 7 tahun lebih." Jawab Rio menyangkal.

"Aku punya buktinya. Tunggu saja. Aku segera sampai." Ucap William sembari menutup teleponnya.

Sebelum sampai ke markas, William merasa akan sangat janggal jika dia terlihat bersih. Dia turun dari mobilnya dan memarkirkan dipinggir jalanan yang sepi. William pun dengan berat hati dan dengan sengaja melukai dirinya.

DOR! "Agh.. Shit! Shit!" William menyerempetkan peluru hingga jasnya tergores dan robek. Lengan William berdarah namun peluru tak bersarang dilengannya.

Dia pun menahan perih dilengannya agar orang-orang di markas tak curiga. Ia juga menembak kaca belakang mobil hingga pecah. William mengambil bekas pelurunya dan membuang ke danau. Setelah dirasa cukup, ia pun segera mengemudikan mobilnya menuju ke markas Rio.

Tak lama ia pun sampai dan segera turun. William membiarkan mayat-mayat itu tetap berada dalam mobil. Ia berlari masuk ngos-ngosan ke dalam lorong.

William bertemu dengan para bodyguard Rio dan memberitahu tentang mayat di mobilnya. Mereka pun segera bergegas memindahkannya. William sengaja membuat dirinya berantakan dan terus berlari kecil menyusuri lorong hingga sampai ke ruangan yang lebih besar.

Terlihat Rio, Igor, Roberto, Yena dan para bodyguard lainnya menatap William seksama. William menunjukkan kemampuan beraktingnya. Dia mengelap keringat di dahinya dan mendatangi Yena dengan nafas tersengal.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya William ngos-ngosan menatap Yena serius.

Yena mengangguk. Dia melihat luka di jas William.

"Oh William. Apa kau terluka?" Tanya Yena cemas.

"Oh, aku hanya terserempet peluru." Ucapnya sembari mengatur nafasnya.

Rio, Igor dan Roberto menatap William tajam. William mengeluarkan ID palsu buatan Catherine pada Roberto, ia pun menerimanya. Roberto kaget. Rio pun mengambil ID itu dan menyerahkannya pada Igor. Kini mereka menatap William seksama.

"Darimana kau tahu jika Santiago seorang agen?" Tanya Roberto curiga.

"Aku sudah bertemu dia sebelumnya saat di Mexico. Saat itu aku membeli narkoba darinya. Ketika aku akan mengantarkan pada salah satu pelangganku, aku melihat Santiago sedang berbicara pada seseorang. Aku mengikutinya. Ternyata mereka adalah polisi yang sedang menyamar. Seharusnya esok harinya aku bertemu dia lagi untuk memberikan uang tapi aku langsung pergi malam itu juga. Dari sanalah aku tahu jika Santiago adalah seorang agen rahasia." Ucap William berbohong dengan lihainya.

Rio dan Roberto saling berpandangan. Yena menatap William tajam yang memegangi lengannya. Yena merangkul lengannya. William kaget.

"Aku akan mengobati William dulu. Kalian diskusikan saja mengenai hal ini. Bagaimanapun William sudah menyelamatkan nyawa kita." Ucap Yena membelanya.

"Hmm.. kerja bagus, William. Kau istirahatlah. Nanti kita bicarakan lagi." Ucap Rio pelan.

William mengangguk. Yena mengajaknya kembali ke kamarnya. Rio, Roberto dan Igor menatap William seksama entah apa yang mereka pikirkan.

William didudukkan diatas kasur oleh Yena. Dengan sigap Yena langsung melepaskan jas William berikut kemejanya. William melepaskan sendiri dasinya takut Yena menemukan alat perekamnya. William pun bertelanjang dada dan berpura-pura merintih kesakitan karena lukanya. Yena dengan cepat segera membersihkan luka William dan mengobatinya. William menatap Yena seksama.

"Dia sangat terampil. Apa dia perawat?" Batin William menebak.

Yena pun sudah selesai membalut luka William dengan perban. Ia duduk di samping William dan mengelap tangannya dengan handuk kecil. William menoleh ke arahnya.

"Thank you, Yena." Ucapnya sembari tersenyum.

"No problem." Jawabnya enteng.

"Mm.. kau sudah berapa lama ikut Rio?" Tanya William yang memanfaatkan kesempatan untuk mengorek informasi darinya.

"5 years." Jawabnya cepat sembari meletakkan handuk kecil itu ke meja samping ranjang William.

William mengangguk pelan.

"Tapi aku tak melihatmu di mansion Rio, Virginia." Ucapnya mendongak ke atas menatap wajah Yena seksama yang kini berdiri di depannya.

Yena tersenyum tipis. William bingung.

"Sebenarnya.. aku ini anak Roberto." Jawabnya santai.

"What? Jadi.. Roberto ayahmu?"

"Yep. Aku.. hanya selisih 2 tahun dengan Sia. Aku lebih tua. Dia sekarang sedang di rumahku. Aku.. berteman cukup akrab dengannya." Ucap Yena menatap William dalam.

William mengangguk pelan. Tiba-tiba Yena merobohkan bahunya hingga ia terlentang di kasur. William kaget. Yena mencondongkan tubuhnya hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti saja dengan wajah William.

"Hmm.. aku heran kenapa Sia tak tertarik padamu. Apa mungkin karena Tomy?" Ucap Yena menatap wajah William seksama dan menurun sampai ke roti sobeknya.

William diam saja. Ia bingung. Entah kenapa jantungnya berdebar. William langsung bergulung kesamping dan segera berdiri. Ia berjalan ke lemarinya, mengambil sebuah kaos dan segera memakainya. Yena tersenyum tipis dan kembali berdiri tegak.

William melirik Yena sekilas dan kembali menutup lemarinya.

"Mm.. Yena. Jika tak ada yang perlu dibicarakan aku mau menemui Rio." Ucapnya sedikit sungkan.

"Baiklah. Aku juga mau kembali ke kamarku. Bye Will." Ucapnya sembari tersenyum miring.

William menatap kepergian Yena seksama. Ia pun segera membereskan pakaiannya. Dia menatap jasnya yang robek.

"Sialan. Ini jas mahal jadi rusak. Rika harus menggantinya." Batin William kesal.

Diapun segera membungkus pakaiannya yang sudah rusak dan memasukkannya ke plastik sampah. William membuangnya. Ia tak pernah mau memakai pakaian yang sudah lusuh karena hal itu mengingatkan pada dirinya yang miskin dulu.

Memakai baju seadanya bahkan baju sudah robek pun terpaksa ia kenakan karena hidupnya yang miskin. William tak mau ia kembali miskin seperti dulu. Oleh karena itu, ia membuang semua hal-hal yang berkaitan dengan masa lalunya yang kelam.

Terpopuler

Comments

Dwisur

Dwisur

seruuuu ......

2021-06-24

1

Kadek Pinkponk

Kadek Pinkponk

dimana mana..seorang egen harus lihai dan casanova...good job will

2021-05-31

0

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

mau komen apa bingung main tagar aja dah🤣🤣🤣

#semangataju #akupadamu #gaktahukomenapa

#gilatagar

2021-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!