Girls

Pagi itu William sudah siap dengan setelan jas dan sepatu fantovelnya untuk pergi mengantarkan Sia ke kampus. Dia terlihat tampan seperti biasa.

Sia yang sudah berdandan sangat cantik dengan rambut cokelat bergelombang yang tergerai panjang sampai ke dada, ditambah bandana putih di kepalanya membuatnya semakin terlihat manis. William menyambutnya dengan membukakan pintu mobil. Sia malah tertawa. Mereka berbicara bahasa Inggris.

"Oh really? Oh my god. William.." kekeh Sia.

"What?" tanya William bingung.

"Kau mau pergi ke pesta pernikahan? atau meeting dengan pemilik saham? rapi sekali." ucap Sia melihat William dari atas sampai ke bawah.

William menghembuskan nafas dengan keras.

"Lalu aku harus bagaimana? aku terbiasa seperti ini." ucap William kesal memalingkan muka.

Sia mendekatinya. Dia melepaskan jas William, mengacak-acak rambutnya yang sudah disisir rapi dan menarik keluar kaosnya yang ia masukkan dalam pinggangnya. William tertegun tapi hanya pasrah saja Sia menyentuhnya dan berbuat seenaknya.

"Nah begini lebih baik. Aku tak mau dibilang jalan dengan om-om." ucap Sia menatap William puas karena sudah sesuai dengan seleranya.

William menatap Sia tajam. Dia kesal dan marah. Dia hanya mengepalkan kedua tangannya berusaha agar tak menghajar Sia. Tak pernah seorang pun memperlakukan William seperti ini.

"Sabar.. tenang.. ini resiko pekerjaanku. Gadis sialan ini.. jika bukan karena aku mengincar ayahmu sudah ku buang kau ke laut." ucap William geram dalam hatinya.

"Jadi.. aku terlihat tampan seperti ini ya. Baiklah. Terserah kau saja nona Sia. Terima kasih." ucap William tersenyum paksa.

"Your welcome." ucap Sia dengan ceria yang akhirnya masuk ke dalam mobil duduk di kursi belakang.

"Your welcome kepalamu!" batin William kesal.

Dia pun segera masuk ke mobil dan mulai melaju dengan kecepatan sedang. Dia fokus menatap jalanan. Sia sibuk berdandan memakai Lip Balm pada bibirnya agar tak kering. Dia juga menyemprotkan parfum ke leher dan pergelangan tangannya. William hanya melirik sekilas dari kaca tengah mobil.

Sampailah mereka di kampus Sia. William memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mahasiswa. Dia berjalan dibelakang Sia mengikutinya dengan cuek. Setiap bertemu kaca, William selalu merapikan rambutnya. Dia menghela nafas berulang kali. Sisirnya ketinggalan di dalam saku jas yang ia letakkan di bangku mobil.

"Ugh, aku seperti berandalan. Mana ada gadis cantik yang akan melirikku jika tampangku seperti gembel begini. Apanya yang keren. Dasar gadis sialan." gerutu William lagi dalam hati.

Sia bagaikan magnet berjalan. Setiap bertemu mahasiswa pria mereka selalu meliriknya dan menggodanya. Tapi Sia cuek saja dan hanya balas tersenyum. William hanya diam berjalan mengikuti Sia dari kejauhan.

Tiba-tiba segerombolan gadis seperti team cheerleader menghampiri Sia dengan centilnya.

"Sia.." teriak salah seorang teman perempuannya yang langsung menghampiri dan memeluknya erat.

"Ahh.. i miss you.." ucap gadis itu melingkarkan kedua tangannya di leher Sia. Sia memegang pinggul temannya dengan erat.

"Eemmm.. i miss you too.." ucap Sia manja. William memalingkan muka.

"Liburan musim panas ini membosankan. Kau tak ikut bersama kami." Ucap teman Sia yang lain mendatanginya dan ikut memeluknya. Sia balas memeluknya erat.

"Maaf ya.. ayahku mengajak liburan keluarga. Jarang-jarang dia begitu makanya aku memilih bersama keluargaku. Tapi lain kali aku akan ikut. Oke?" Ucap Sia manja mengedipkan sebelah matanya.

Teman-temannya balas menunjukkan tangannya memberi simbol OK. Salah seorang teman Sia melihat William yang berdiri menyender dinding dengan cuek memalingkan wajah dari para gadis itu.

"Sia.. itu siapa? Apa dia bodyguard barumu?" Tanya salah seorang teman Sia penasaran. Semua gadis-gadis ikut menoleh ke arah William. Mereka terpesona.

"Uww.. tampan sekali. Ini lebih tampan dari yang kemarin." Ucap salah seorang temannya menggigit bibir bawahnya.

"Ish.. kalian genit sekali." Ucap Sia menepuk lengan temannya yang malah terlihat mesum menatap William dari kejauhan.

"Sia.. apa dia.." lirik salah seorang temannya berambut pirang berdada besar.

"Sembarangan. Dia bodyguardku. Jangan macam-macam." Ucapnya melotot.

"A.. ah.. dia sangat menggoda.. aku mau.." ucap gadis pirang itu.

"Bella!" Teriak Sia tiba-tiba marah.

Semua gadis itu terkejut. William menengok. Dia menghampiri Sia. Semua gadis mundur selangkah. Mereka tiba-tiba takut.

"What's wrong?" Tanya William menatap Sia dan berganti pandangan melirik teman-teman gadisnya. Terlihat Sia marah.

"Nothing." Ucapnya kesal dan langsung memalingkan wajah pergi meninggalkan teman-temannya. William bingung. Teman-teman Sia merasa bersalah.

"Hei. Apa yang kalian katakan. Kenapa dia marah?" Tanya William dengan sorot mata tajam.

Semua teman-teman Sia menggelengkan kepala. Mereka langsung kabur mengejar Sia. William menatap dengan penuh curiga. Dia juga ikut mengejar Sia.

Sia langsung masuk ke kelasnya dan duduk di kursi kayu baris paling depan. Dia kesal dan menopang dagunya dengan sebelah tangannya. Tangan satunya sibuk mengetuk-ngetuk meja dan kakinya bergerak naik turun dengan cepat. Teman-teman gadisnya mendatanginya perlahan. Mereka tau Sia marah.

"Sia maaf.. aku hanya bercanda. Jangan marah ya.." ucap gadis pirang bernama Bella duduk disebelahnya dan merangkul lengannya dengan manja. Sia memalingkan muka.

"Ayolah Sia. Lagian kenapa kau kesal begitu. Dia kan hanya bodyguardmu bukan kekasihmu. Benar kan?" ucap salah seorang temannya yang berambut pendek sebahu di depannya.

Sontak Sia tersadar.

"Benar juga. Kenapa aku marah. Dia kan hanya orang lain. Kekasihku juga bukan." Batin Sia mulai menyadari perbuatannya.

"Hehe.. kalian tertipu. Kenapa aku harus marah. Dia bukan siapa-siapaku." Ucap Sia menjulurkan lidahnya meledek.

"Ahh Sia kau menyebalkan!" Teriak Bella kesal memukul lengan Sia berulang kali.

"Ahh.. ah.. sakit tau!" Ucap Sia menghindar dari pukulan Bella.

"Eh.. ssttt.. lihat siapa yang datang." Ucap salah satu teman Sia melihat seorang pria muda sepantaran mereka berjalan dengan merangkul seorang gadis disampingnya.

Mereka berdua terlihat mesra melewati Sia dan teman-temannya dengan cuek. Sia menahan amarahnya. Dia menatap lelaki itu tajam. Pria itu duduk di kursi paling belakang bersama gadis itu. Sia masih menatapnya bahkan sampai menoleh kebelakang. Pria itu malah meledeknya dengan menaikkan salah satu alisnya.

"Dasar brengsek. Menyebalkan." Ucap Sia gusar.

"Kau putus dengannya? Jadi rumor itu benar. Kenapa?" Tanya temannya berambut sebahu bernama Chintya.

"Mmm.. itu.." Sia terlihat gugup. "Tak mungkin aku mengatakan bahwa aku putus dengannya karena aku menolak berhubungan badan. Jika teman-temanku tau aku masih perawan pasti aku disindir habis-habisan." Batin Sia cemas.

"Karena gadis itu memiliki dada lebih besar dariku. Makanya Tomy meninggalkanku." Ucap Sia berbohong.

"What? Just it? Wah.. akan ku hajar lelaki sialan itu!" Ucap Natalie kesal.

"Biar saja. Aku juga sudah bosan. Aku mau mencicipi yang lain." Ucap Sia berlagak nakal.

"Oh my god. You.. bitch." Ucap Chyntia menggertakan giginya.

Sia malah terkekeh. Tiba-tiba dosen sudah datang. Segera teman-teman Sia langsung bubar dan segera duduk manis. Dosen itu hanya melirik gerombolan Sia dengan senyum tipis.

"Eh sudah dengar. Dosen baru itu cabul. Suka pegang-pegang dan menggoda mahasiswi. Hati-hati." Bisik Sarah salah seorang teman cheerleader Sia yang duduk disebelahnya.

"Benarkah? Oh shit! Aku pakai rok mini." Ucap Sia panik dan segera menutup pahanya dengan tas jinjingnya. Dosen itu melirik Sia. Sia diam tertunduk cemas.

Akhirnya kuliah pun dimulai. William menatap dosen itu tajam. Dia menyadari bahwan dosen lelaki itu melirik Sia sedari tadi.

"Cari mati." Guman William lirih yang mengintip dari jendela luar kelas Sia. Sia menoleh ke arah William. Sia menyadari bahwa William menatap dosen itu tajam. Sia merasa tenang.

"Hmm.. instingnya bagus juga." Ucap Sia dalam hati.

Tiba-tiba seseorang menyelipkan kertas ke kantong celana William. Dia terkejut. Saat dia menoleh dia bingung siapa yang menyelipkannya karena banyak mahasiswa berlalu lalang di lorong itu. William menghindar dari keramaian. Dia masuk ke kamar mandi pria dan duduk di closet. Dia membuka kertasnya.

"2 hari kau belum memberi kabar. R." Tulisnya singkat. William menelan ludah.

"Bagaimana aku memberi informasi. Baru kemarin aku masuk. Tidak sabaran." Guman William kesal.

Dia meremas kertas itu dan membuangnya ke dalam closet lalu menyiramnya. William merapikan dirinya di wastafel. Dia cukup bangga dengan dirinya yang tampan dan mempesona. Dia pun keluar dari toilet dan kembali mengintip di kelas Sia. Saat kembali William kaget Sia tak ada dikursinya. Dia panik.

"Hei. Kau dari mana saja?" Tanya Sia tiba-tiba datang menepuk punggungnya dari belakang. William kaget.

"Kau yang dari mana? Kenapa keluar kelas. Aku dari kamar mandi. Kau ingin aku kencing berdiri di depan pintu kelasmu." Ucap William kesal. Sia tertawa terbahak.

"Hahaha.. kenapa kau selalu marah-marah William. Tapi kau malah semakin tampan. Marahlah terus.. maka aku akan lebih sering mengganggumu." Ucap Sia nakal.

William memelototinya. Sia malah menggigit bibir bawahnya dan bersikap manja. William geleng-geleng kepala. Dia menarik tangan Sia dan membuka pintu kelasnya dengan paksa. Semua orang menoleh ke arah mereka berdua.

"Sorry, Sir. Ada muridmu yang kabur dari kelas." Ucap William cuek.

Dia mendorong Sia masuk ke dalam kelas dan menutup pintunya rapat. Sia berdiri dengan terbengong-bengong. Semua mahasiswa dikelas itu menertawainya. Sia tertunduk malu. Dia segera kembali ke mejanya.

"William sialan. Dia mempermalukanku. Awas saja." guman Sia menggerutu. Teman-teman cheerleader Sia menahan tawa.

2 jam sudah berlalu. William hanya duduk menunggu di kursi yang berada di lorong membaca majalah kampus di universitas itu. Sia keluar ruangan bersama teman-temannya. William berdiri menghampirinya dan masih memegang majalah itu. William berdiri persis di depan Sia dan kawan-kawannya. Mereka bingung.

William menunjukkan cover majalah sekolah itu.

"Jadi kau sangat populer ya? Ketua cheerleader." Ucap William dengan senyum menawannya.

Sia tertunduk malu. Teman-teman Sia terpesona akan ketampanan William. Bella mendekatinya dan memberanikan diri merangkul lengannya. William kaget.

"Jadi siapa namamu, tuan tampan?" Tanya Bella dengan genit.

"William." Ucapnya singkat menatap Bella tajam.

"Ohh nama yang keren. Jika kau tak sibuk kapan-kapan maukah menemaniku berbelanja?" Tanya Bella menggoda.

"Aku tak suka keramaian." Jawabnya cepat.

"Bagaimana jika ke pantai?" Tanya Bella lagi.

"Aku tak suka panas."

"Berkeliling dengan mobil juga tak apa." Ucap Bella tak menyerah.

"Mobilku sedang diservis."

"Club. Bagaimana?" Tanya Bella tanpa henti. William meliriknya. Sia menatap William dengan seksama.

"Aku tak suka alkohol." Ucapnya tajam ke arah Bella. Dia pun melepas rangkulan tangan Bella di lengannya.

"Kuliahmu sudah selesai kan? Langsung pulang saja. Rio mencarimu." Ucap William datar. Sia mengangguk. Bella diacuhkan olehnya. Sia melambaikan tangan pamit pulang.

"Aku ditolak. Ini musibah." Ucap Bella terbengong menatap William pergi begitu saja tanpa menciumnya atau berkata manis padanya.

Semua teman-temannya tertawa.

"Kau terlalu agresif. Dia takut padamu." Ucap Chyntia meledek. Bella memanyunkan bibirnya.

Di jalan William diam saja. Sia mengajaknya mengobrol.

"Jadi.. tak suka alkohol ya. Mobil diservis? Oh.. aktingmu benar-benar bagus, William." Ledek Sia yang terlihat dari kaca tengah mobil.

William diam saja hanya meliriknya sepintas. Entah kenapa sikap William yang dingin pada teman-temannya malah membuatnya menyukai William. Berbeda dengan Thomas. Agen yang dulu menjadi bodyguardnya. Thomas sangat ramah pada kawan-kawannya bahkan tak keberatan untuk menemani mereka pergi. Sia makin tertarik dengan keangkuhan William.

Terpopuler

Comments

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

lanjutkan thor

2022-05-06

0

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

lapor.... sudah tinggalin jejak neeh

2022-05-06

0

Rikko Nur Bakti

Rikko Nur Bakti

masa sekolah memang mengasyikan....

2022-05-06

0

lihat semua
Episodes
1 William*
2 CIA, Langley, Virginia*
3 Lucky Day*
4 Acting*
5 Girls
6 Different
7 Hmm Again~
8 Konstantin's Family*
9 Dinner*
10 Misunderstand*
11 New Car*
12 New Job*
13 Alibi
14 Connector
15 Engagement
16 Hide
17 I Choose You~
18 With You
19 Catch or Release?
20 Funeral
21 I'm Yours
22 Confuse
23 Decision
24 Let's Move!
25 Final Battle
26 Good Bye
27 Memory
28 New Family*
29 Tersadar*
30 Mencarimu*
31 Terungkap*
32 Terlibat*
33 Jalan Mafia
34 Meet Him*
35 Mengulang*
36 Farewell*
37 Fight
38 Pass*
39 2nd Test*
40 3rd Test*
41 Curiga
42 The Ocean
43 Out!
44 Sebuah Tawaran
45 Terseret Lagi*
46 Berdebar
47 Adaptasi
48 Military Training*
49 The Janitor
50 New Delhi, India*
51 Ketahuan?!*
52 Mission*
53 Umpan
54 Axton "CASSANOVA"
55 TKP
56 So Close
57 No Idea
58 Pilihan Sulit*
59 Panic
60 Disappointed
61 Anger
62 2J (Jason Jordan)
63 About Jordan
64 The Truth
65 Mengejutkan
66 Rika & Cecil*
67 Skandal
68 Next Session
69 Dinner & Business*
70 Barter*
71 Mencari Solusi*
72 Memaksa Ikut*
73 Seleksi*
74 Meet The Queen*
75 Surprised
76 Semakin Tertekan*
77 My Promise
78 Menyeberang*
79 Semakin Didesak
80 Finally, America
81 My Partner
82 Our Wedding*
83 Ketegasan*
84 Ancaman Baru
85 GIGA SIA
86 You?!
87 Musuh Dalam Agensi
88 Kami Mencurigaimu
89 Jordan Decision
90 Hadiah Pernikahan Boleslav*
91 Ace & Shamus*
92 Berburu Denzel Flame
93 Lost Her
94 Deep Disappointment
95 Different
96 Resign
97 Mencari Petunjuk
98 For The Sake Of Love
99 Meet Boleslav*
100 PENGUMUMAN
101 Special Gift For Sia*
102 Presentasi Yang Mendebarkan
103 Perselisihan*
104 Pelantikan*
105 He's Here
106 She Goes
107 Fell Deeper
108 Gas Halusinasi
109 Serba Salah
110 Desakan Vesper
111 Mengelabuhi Daddy
112 Kenangan Masa Lalu*
113 ATHENA*
114 Bertemu Kembali
115 I Love You
116 Terguncang
117 I'm Fine
118 Bekerja Sama
119 Pesananku
120 Simbiosis
121 Blue
122 Kejujuran Hati
123 Didikan William
124 Warna-Warna Kematian
125 Pusing
126 Run!*
127 Action!
128 Rencana Terselubung
129 Menguak Misteri
130 New Mission
131 Tim Guatemala*
132 Pengalihan Misi*
133 Menemukanmu*
134 Hukuman
135 Kekhawatiran
136 Save Them*
137 Melanjutkan Misi Pencarian
138 Mencari William*
139 Go!*
140 Menelusuri Ladang Pembantaian*
141 Setel Ulang*
142 Mengejutkan
143 Pertolongan Yena*
144 Kembalinya Yena
145 Escape Plan*
146 Sepanjang Malam*
147 Berpihak Untuk Hidup
148 Night in Guatemala Jungle
149 Yena & Sia
150 Menyusup
151 Mati Satu
152 A Picture*
153 Mulai Meruntut
154 Tiba-tiba
155 Janji Sergei*
156 Janji Sang Cassanova*
157 Baby Ryan
158 Berkabung
159 Kisah Axton
160 Pengadilan 13 Demon Heads
161 Kericuhan
162 Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163 Mengejar Yes
164 New Guy
165 Dia Targetku
166 Saling Curiga
167 TC-C-001
168 Simbiosis Mutualisme
169 Kesaksian Konstantin
170 Opsi Kedua
171 Critical Attack!
172 Susah Payah
173 Lawan Balik
174 Bantuan
175 Tuntas!
176 Rekan
177 TC-W-381
178 Pemindahan Markas Besar*
179 Lelang
180 Aset Keluarga Giamoco*
181 Pulau Rahasia*
182 Keturunan Denan*
183 Keputusan Lelang
184 Jangan-jangan ....*
185 Sierra Becca
186 Hilang Satu
187 Apa Lagi Ini?
188 Tertangkap
189 Dijemput
190 Dia Datang Padaku
191 Pengakuan William
192 Tak Bisa Ditolong
193 Penghormatan Terakhir
194 Welcome Home
195 Aku Mengenalnya
196 Menujukkan Bukti
197 Pengakuan Vesper dan Sia
198 Penebusan Dosa
199 Mencoba Mengembalikan Kenangan
200 Permintaan Terakhir Boleslav
201 Misi Pelenyapan The Circle
202 Arizona*
203 Membidik Madam*
204 Pertempuran Arizona*
205 Semakin Mencekam
206 Secret Weapon
207 Menuntaskan
208 Dua Kubu
209 Tiga Kubu
210 Hidup dan Mati
211 Melawan Kawan Lama
212 Kacau Balau*
213 Setengah Nafas
214 Brave
215 Merebut Kembali*
216 Tak Bisa Menjangkaunya!
217 Queen VS Queen
218 William Decision
219 HOME
220 Hapus Ingatan
221 Koma*
222 Sebuah Perhatian*
223 Baru Tahu
224 Keputusan Yena*
225 Asing
226 Sempurna
227 Kemunculan Tak Terduga
228 Skenario Berlanjut*
229 Bertemu Mereka*
230 Hidupnya Terancam*
231 Memberikan Pengertian
232 Bahagia Bersama
233 Para Penjaga*
234 Irina Tolya
235 Tolya Family
Episodes

Updated 235 Episodes

1
William*
2
CIA, Langley, Virginia*
3
Lucky Day*
4
Acting*
5
Girls
6
Different
7
Hmm Again~
8
Konstantin's Family*
9
Dinner*
10
Misunderstand*
11
New Car*
12
New Job*
13
Alibi
14
Connector
15
Engagement
16
Hide
17
I Choose You~
18
With You
19
Catch or Release?
20
Funeral
21
I'm Yours
22
Confuse
23
Decision
24
Let's Move!
25
Final Battle
26
Good Bye
27
Memory
28
New Family*
29
Tersadar*
30
Mencarimu*
31
Terungkap*
32
Terlibat*
33
Jalan Mafia
34
Meet Him*
35
Mengulang*
36
Farewell*
37
Fight
38
Pass*
39
2nd Test*
40
3rd Test*
41
Curiga
42
The Ocean
43
Out!
44
Sebuah Tawaran
45
Terseret Lagi*
46
Berdebar
47
Adaptasi
48
Military Training*
49
The Janitor
50
New Delhi, India*
51
Ketahuan?!*
52
Mission*
53
Umpan
54
Axton "CASSANOVA"
55
TKP
56
So Close
57
No Idea
58
Pilihan Sulit*
59
Panic
60
Disappointed
61
Anger
62
2J (Jason Jordan)
63
About Jordan
64
The Truth
65
Mengejutkan
66
Rika & Cecil*
67
Skandal
68
Next Session
69
Dinner & Business*
70
Barter*
71
Mencari Solusi*
72
Memaksa Ikut*
73
Seleksi*
74
Meet The Queen*
75
Surprised
76
Semakin Tertekan*
77
My Promise
78
Menyeberang*
79
Semakin Didesak
80
Finally, America
81
My Partner
82
Our Wedding*
83
Ketegasan*
84
Ancaman Baru
85
GIGA SIA
86
You?!
87
Musuh Dalam Agensi
88
Kami Mencurigaimu
89
Jordan Decision
90
Hadiah Pernikahan Boleslav*
91
Ace & Shamus*
92
Berburu Denzel Flame
93
Lost Her
94
Deep Disappointment
95
Different
96
Resign
97
Mencari Petunjuk
98
For The Sake Of Love
99
Meet Boleslav*
100
PENGUMUMAN
101
Special Gift For Sia*
102
Presentasi Yang Mendebarkan
103
Perselisihan*
104
Pelantikan*
105
He's Here
106
She Goes
107
Fell Deeper
108
Gas Halusinasi
109
Serba Salah
110
Desakan Vesper
111
Mengelabuhi Daddy
112
Kenangan Masa Lalu*
113
ATHENA*
114
Bertemu Kembali
115
I Love You
116
Terguncang
117
I'm Fine
118
Bekerja Sama
119
Pesananku
120
Simbiosis
121
Blue
122
Kejujuran Hati
123
Didikan William
124
Warna-Warna Kematian
125
Pusing
126
Run!*
127
Action!
128
Rencana Terselubung
129
Menguak Misteri
130
New Mission
131
Tim Guatemala*
132
Pengalihan Misi*
133
Menemukanmu*
134
Hukuman
135
Kekhawatiran
136
Save Them*
137
Melanjutkan Misi Pencarian
138
Mencari William*
139
Go!*
140
Menelusuri Ladang Pembantaian*
141
Setel Ulang*
142
Mengejutkan
143
Pertolongan Yena*
144
Kembalinya Yena
145
Escape Plan*
146
Sepanjang Malam*
147
Berpihak Untuk Hidup
148
Night in Guatemala Jungle
149
Yena & Sia
150
Menyusup
151
Mati Satu
152
A Picture*
153
Mulai Meruntut
154
Tiba-tiba
155
Janji Sergei*
156
Janji Sang Cassanova*
157
Baby Ryan
158
Berkabung
159
Kisah Axton
160
Pengadilan 13 Demon Heads
161
Kericuhan
162
Keputusan Pengadilan 13 Demon Heads
163
Mengejar Yes
164
New Guy
165
Dia Targetku
166
Saling Curiga
167
TC-C-001
168
Simbiosis Mutualisme
169
Kesaksian Konstantin
170
Opsi Kedua
171
Critical Attack!
172
Susah Payah
173
Lawan Balik
174
Bantuan
175
Tuntas!
176
Rekan
177
TC-W-381
178
Pemindahan Markas Besar*
179
Lelang
180
Aset Keluarga Giamoco*
181
Pulau Rahasia*
182
Keturunan Denan*
183
Keputusan Lelang
184
Jangan-jangan ....*
185
Sierra Becca
186
Hilang Satu
187
Apa Lagi Ini?
188
Tertangkap
189
Dijemput
190
Dia Datang Padaku
191
Pengakuan William
192
Tak Bisa Ditolong
193
Penghormatan Terakhir
194
Welcome Home
195
Aku Mengenalnya
196
Menujukkan Bukti
197
Pengakuan Vesper dan Sia
198
Penebusan Dosa
199
Mencoba Mengembalikan Kenangan
200
Permintaan Terakhir Boleslav
201
Misi Pelenyapan The Circle
202
Arizona*
203
Membidik Madam*
204
Pertempuran Arizona*
205
Semakin Mencekam
206
Secret Weapon
207
Menuntaskan
208
Dua Kubu
209
Tiga Kubu
210
Hidup dan Mati
211
Melawan Kawan Lama
212
Kacau Balau*
213
Setengah Nafas
214
Brave
215
Merebut Kembali*
216
Tak Bisa Menjangkaunya!
217
Queen VS Queen
218
William Decision
219
HOME
220
Hapus Ingatan
221
Koma*
222
Sebuah Perhatian*
223
Baru Tahu
224
Keputusan Yena*
225
Asing
226
Sempurna
227
Kemunculan Tak Terduga
228
Skenario Berlanjut*
229
Bertemu Mereka*
230
Hidupnya Terancam*
231
Memberikan Pengertian
232
Bahagia Bersama
233
Para Penjaga*
234
Irina Tolya
235
Tolya Family

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!