DGGM 15. Makan siang 2

Menu yang sederhana tapi Mario melihatnya dengan mata berbinar. Sudah lama ia tidak makan menu rumahan seperti ini. Biasanya ia hanya menyantap makanan cepat saji atau sesekali ke restoran langganannya untuk makan sebab ia hanya tinggal sendirian di apartemen. Orang tuanya berada di luar kota. Hampir sama dengan Mario, Arkandra pun tinggal sendirian. Bedanya hanya keluarganya masih tinggal di satu kota.

"Loe bakal nyesel Kan kalo nggak ikut makan. Ini benar-benar enak!" puji Mario saat sesendok capcay masuk ke dalam mulutnya. Ia mengunyah dengan mata terpejam seakan begitu menikmati makanan buatan Azura. Tapi sebenarnya Mario tidak benar-benar memejamkan matanya. Dari ekor matanya, ia melirik Arkandra yang berupaya acuh tak acuh padanya.

"Siapa dulu dong yang masak? Azura gitu lho. Azura kan calon istri idaman, pak dokter. Udah cantik, rajin, pandai menabung, penyayang, perhatian, pokoknya pintar dan hebat dalam segala hal." pujinya pada diri sendiri membuat Mario terkekeh melihat kepercayaan diri Azura.

"Ya ya ya, kalau dia nggak mau tanggung jawab, jadi istri aku aja gimana? Mau nggak? Aku nggak masalah misalkan kamu hamil terus si Arkan nggak mau tanggung jawab, aku aja yang nikahin. Aku akan menerimamu dengan senang hati." ujar Mario sambil tersenyum menggoda membuat Azura mengerutkan keningnya.

"Hamil? Kok Zura bisa hamil sama dokter Arkan, dok?" tanya Azura bingung.

"Segala kemungkinan itu bisa terjadi apalagi kata kamu tadi dia udah ambil keperawanan kamu, apalagi kalau kalian ngelakuinnya dalam masa subur kemungkinan besar nggak lama lagi kamu bakalan hamil." tukas Mario menjelaskan.

"Hah! Serius dok? Emangnya ciuman juga bisa buat seseorang hamil?" mata Azura melotot tak percaya saat mendengar penuturan Mario. Semua karena kata-katanya yang terpotong jadi Mario salah paham. Ia kira Arkandra telah benar-benar mengambil keperawanan Azura padahal Azura hendak mengatakan Arkandra telah mengambil keperawanan bibirnya.

"Ciuman? Ya nggak lah, aneh-aneh aja kamu, Ra!" sahut Mario sambil terkekeh.

"Lah tadi kata dokter? Kan dokter Arkan udah ambil keperawanan bibir Zura, Zura jadi takut, dok." lirih Azura.

Mereka sibuk mengobrol tanpa mempedulikan Arkandra yang telinganya sudah memerah panas mendengar obrolan absurd kedua orang itu.

Mario mencoba mencerna kata-kata Azura, seketika ia tergelak hingga terpingkal-pingkal. Mario memegangi perutnya yang terguncang karena terlalu puas tertawa hingga ekor matanya mengeluarkan air mata. Ia ternyata sudah salah paham.

"Bhuahahahaha ... "

"Hah! Jadi maksud kamu itu dia ambil keperawanan kamu itu keperawanan bibir? Karena dia cium kamu gitu, Ra?" tanya Mario yang sambil berusaha mengontrol tawanya.

"Tutup mulut kalian berdua!" sergah Arkandra sambil menggebrak mejanya membuat mulut Azura yang penuh jadi tersedak hingga terbatuk-batuk.

"Ukhuk ... ukhuk ... ukhuk ... " Azura menepuk-nepuk dadanya karena tersedak.

"Lho sih Kan, nggak kasian apa liat dia sampai tersedak gitu!" desis Mario sambil memberikan segelas air putih dan menepuk-nepuk pelan punggungnya.

Arkandra hanya berdecih saat mendengar protesan Mario.

"Lho itu sebenarnya kenapa sih, Kan? Marah-marah nggak jelas gitu?" Mario melirik Arkandra dari ekor matanya. Ia merasa temannya satu itu main hari makin aneh. Tiap hari kerjaannya marah-marah melulu.

"Iya nih pak dokter, pak dokter Arkan itu galak ya udah kayak singa mau nerkam aja. Udah ah pak dokter, cuekin aja. Nih, cicip udang goreng krispi nya. Enak nggak?" ujar Azura seraya menyuapkan udang goreng krispi ke mulut Mario. Mario pun membuka mulut dengan senang hati dan mengunyahnya.

"Hmmm ... so delicious." ujar Mario. "Duh, jadi pingin cepet punya bini nih apalagi istrinya itu kamu Ra, udah cantik, pinter masak, mau nggak Ra jadi istriku?" goda Mario sambil mengerlingkan sebelah matanya.

Belum sempat Azura menjawab, tiba-tiba saja Arkandra datang dan duduk di dekatnya. Sofa itu cukup panjang membuat Azura seketika terhenyak melihatnya.

Arkandra melirik sinis saat melihat ekspresi Azura yang seperti melihat hantu gentayangan.

Lalu tanpa basa-basi, Arkandra mengambil piring dan mengisinya nasi. Kemudian lauk pauk yang berada di dekat Mario ditariknya semua agar lebih dekat dengannya lalu ia pun menyantapnya dengan lahap dan acuh tak acuh tak peduli pada Azura dan Mario yang menatapnya horor.

"Sudah ngeliatinnya?" desis Arkandra sambil memasukkan semua udang di rantang ke dalam piringnya.

"Woy, jangan dihabisin curut! Udang gue itu. Kata loe tadi nggak mau makan." seru Mario yang kesal saat semua udang krispi dimasukkan Arkandra ke dalam piringnya.

"Kapan? Gue nggak ada bilang gue nggak mau makan." sahut Arkandra acuh tak acuh. Lalu ia menyendokkan telur balado dan sisa capcay ke piringnya.

"Anjir, nih orang kesurupan kali ya! Tadi kayak nggak minat makan, giliran orang mau makan malah dihabisin semua." ketus Mario yang kini hanya kebagian sisa ikan asin saja.

"Udah pak dokter, jangan menggerutu terus. Nggak baik. Nih, ambil yang Zura aja udangnya. Masih bersih kok , belum digigit." ujar Azura seraya ingin memasukkan beberapa potong udang goreng ke piring Mario. Tapi gerakan Mario malah kalah cepat dengan Arkandra. Ia lebih dulu menarik tangan Azura membuat udang-udang itu masuk ke dalam piringnya.

Mario menggeleng-gelengkan kepalanya heran melihat tingkah absurd Arkandra.

"Duh, maaf ya pak dokter, udangnya udah masuk ke piring dokter galak semua. Kapan-kapan deh Zura masakkin lagi." ucap Azura tak enak hati.

"Yah, kok kapan-kapan! Emang besok kenapa?"

"Zura mesti kerja pak dokter. Zura nggak enak minta gantiin temen terus. Ini aja temen Zura tuh kasi syarat biar bisa tolong gantiin sebentar jadi lain kali aja! Oke!"

"Syarat? Emang temennya kasi syarat apa? Nggak ikhlas banget nolongin." ujar Mario sambil membereskan bekas makannya.

Arkandra hanya mendengarkan saja tanpa ikut menimpali pembicaraan kedua orang tersebut.

"Eza minta temenin makan malam aja sih. Jadi nggak masalah." ujarnya santai lalu ia ikut membereskan rantang yang sudah kosong.

"Apa? Makan malam? Kayak kencan gitu?" seru Mario. Arkandra hanya memicingkan matanya, sedangkan Azura mengedikkan bahunya acuh sebab ia pun tak tahu. Toh hanya sekedar makan malam pikirnya. Tak masalah, bukan!

...***...

Sementara itu, Melodi baru saja sampai di cafe Starla. Melodi berdiri di depan pintu masuk. Ia bingung, haruskah ia menemui laki-laki itu. Melodi merogoh ponsel yang berada di saku celananya. Diliriknya sederetan angka yang belum ia simpan di kontak ponselnya. Tangannya bergetar bahkan berkeringat dingin. Dengan ragu, ia ingin menekan deretan angka tersebut. Belum sempat ia menekan ikon bergambar gagang telepon, ponselnya sudah berbunyi terlebih dahulu membuatnya tersentak kaget dan hampir menjatuhkan ponselnya.

Dengan gugup ia mengangkat panggilan itu.

"Ha-halo." cicit Melodi.

"Temui pelayan cafe, katakan saja kau ingin bertemu Gerald." tukasnya kemudian terdengar suara panggilan yang ditutup membuat Melodi membulatkan matanya.

Sesuai instruksi, Melodi pun mengatakan perihal ia yang ingin menemui Gerald. Pelayan pun mengantarkan Melodi ke sebuah ruangan privat di cafe Starla.

Jantungnya berdegup kencang. Melodi berdiri di depan sebuah pintu bercat coklat. Dengan peluh yang mulai mengembun di pelipisnya, ia pun mengetuk pintu kemudian masuk setelah mendengar suara dari dalam sana.

Jantung Melodi makin berdetak dengan kencang saat ia melihat sosok yang sedang duduk dengan angkuhnya di sofa ruang VIP cafe Starla. Sambil meneguk ludahnya, ia berjalan mendekati pria yang bernama Gerald itu.

"Ha-halo, saya ... saya Melodi." ujar Melodi terbata.

Melodi kian tertegun di tempatnya saat melihat lelaki itu melirik ke arahnya. Ia begitu tampan, rahangnya tegas dengan jambang tipis di sisi kanan dan kirinya. Rambutnya disisir klimis. Pakaiannya terlihat santai tapi berkelas. Semua yang melekat di tubuh pria itu dapat ia pastikan merupakan barang-barang bermerk.

"Silahkan duduk!" titahnya dengan suara tegas membuat Melodi tersadar dari kekagumannya.

"Ah, i-iya." Melodi pun segera duduk di seberang Gerald.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Novano Asih

Novano Asih

ini Gerald yg mahasiswa baru itu bukan

2025-03-12

0

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

lanjut

2025-03-15

0

suharwati jeni

suharwati jeni

semoga meladi gak di apa²in sama gerald

2024-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!