DGGM 6. Kencan buta failed

Tok tok tok tok ...

Terdengar pintu diketuk berulang kali tanpa jeda, membuat Azura yang tengah bersiap untuk kembali bersiap lanjut kerja di club' malam mendengus kesal. Siapa lagi kalau bukan bandot tua dan para anak buahnya.

Azura pun bergegas membuka pintu, bila terlambat sedikit saja, takutnya pintunya didobrak hingga rusak sebab ia pernah mengalami hal serupa. Karena ia sedang mandi, ia tidak tau kalau si bandot tua dan anak buahnya datang untuk menagih cicilan bulanannya. Karena merasa diabaikan, mereka mendobrak pintu hingga pintu rumah kontrakannya rusak. Kalau sudah begitu, ia lah yang rugi sebab harus keluar uang lagi untuk memperbaiki pintu yang rusak.

"Iya, sabar." seru Azura seraya berjalan cepat menuju pintu.

Ceklek ...

"Nggak sabaran amat sih, pak." kesal Azura pada pak Jono si rentenir berdasi.

"Nggak usah banyak bacot, mana setoran bulan ini?" tukasnya sambil menyeringai. Mata jelalatannya sibuk memindai tubuh Azura dari atas hingga ke bawah membuat Azura bergidik jijik.

"Iya iya, tunggu sebentar." tukasnya datar. Lalu ia menutup rapat pintunya dan memutar kunci supaya pak Jono dan anak buahnya tidak ada yang menerobos ikut masuk ke dalam rumah.

Azura pun bergegas mengambil uang yang telah disusunnya. Azura mendesah lirih melihat tumpukan uang yang dikumpulkannya dengan susah payah. Beruntung uangnya dapat terkumpul, bila tidak bisa-bisa si bandot tua kembali menekan dan menaikkan bunganya. Kapan hutangnya bisa lunas coba kalau bunganya dinaikkan lagi.

"Nih pak duitnya." Azura menyerahkan segepok uang berjumlah 10 juta. Tapi baru saja uang itu berada di tangan pak Jono, Azura dengan cepat mencabut uang senilai 50rb membuat mata pak Jono mendelik tajam.

"Heh, apa-apaan kau!" hardik pak Jono hendak mengambil kembali uang itu. Tapi dengan cepat Azura menghindar sehingga uang itu tidak sempat diambil pak Jono.

"Pak, korting 50rb ya, please! Zura udah nggak punya duit lagi. Semuanya udah Zura kasi ke pak Jono. Gimana Zura mau pergi kerja kalo nggak ada duit buat beli bensin, coba! Korting ya pak, please!" ujar Azura seraya memelas dengan menunjukkan puppy eyes'nya.

Pak Jono mendesah kesal. Bukan satu-dua kali Azura berbuat demikian. Sebenarnya ia enggan memberikan uang itu, tapi seperti katanya, gimana dia mau bekerja kalau dia tidak bisa beli bensin? Bisa-bisa Azura tidak bisa membayar hutang-hutang orang tuanya dan tentu itu akan merugikan dirinya.

"Ya ya ya, kau memang gadis menyebalkan. Selalu saja begitu." desis pak Jono kesal.

Sebenarnya pak Jono bukan berbaik hati pada Azura, tapi ia memiliki niat terselubung, yaitu ingin mendapatkan simpati dari gadis cantik itu.

Pak Jono pernah mengajak Azura bernegosiasi, ia akan menghapus semua hutang orang tuanya tapi dengan syarat, Azura mau menjadi istri ketiganya. Tentu saja Azura menolak mentah-mentah penawaran Pak Jono tersebut. Ia lebih suka bekerja keras banting tulang siang dan malam, dari pada menjadi istri ketiga bandot tua seperti pak Jono. Sudah seperti tak punya harga diri saja, pikirnya. Rugi dong, Azura yang cantik dan pintar masa' malah jadi istri ketiga, gumamnya penuh percaya diri. Ya, Azura memang memiliki rasa percaya diri yang tinggi, lebih tepatnya mendekati narsis. Hahaha ...

"Wah, pak Jono baik deh! Makasih ya, pak!" ujar Azura seraya tersenyum lebar membuat pak Jono merasa tersanjung. Dalam hati Azura mencibir, 'Dasar bandot tua nggak tau malu. Udah tua bukannya banyak ngamal, malah sibuk cari bini baru.'

...***...

Sesuai permintaan sang kakak, Arkandra akhirnya datang ke restoran Imperium untuk menemui perempuan yang hendak kakaknya jodohkan padanya.

[Imperium restaurant, table number 21. Don't be late, babe!]

Isi pesan Kencana tadi sebelum ia berangkat ke Imperium. Sebenarnya Arkandra enggan datang ke kencan buta yang direncanakan kakaknya itu. Tapi biarlah kali ini ia sanggupi permintaan itu. Anggap saja untuk yang terakhir kalinya.

"Hai, dokter Arkan kan!" sapa seorang gadis cantik berpakaian mini dress berwarna marun yang sudah duduk di meja nomor 21.

Arkandra hanya meliriknya sekilas tanpa minat dan langsung melesakkan bokongnya di kursi membuat gadis itu merasa canggung sendiri.

"Katanya biasanya kau selalu sibuk, terima kasih kau telah menyempatkan diri menemuiku di sini." ujar gadis itu seraya tersenyum manis.

"Berterima kasihlah pada Kencana karena saya hanya menuruti permintaannya." tukasnya dingin membuat gadis itu menggigil seketika.

"Kau mau memesan apa?" gadis itu terus berusaha memecah kecanggungan.

"Apa saja, terserah." sahutnya acuh tak acuh sambil memainkan ponselnya.

"Oh, oke." sahut gadis itu pasrah lalu ia memesankan beberapa jenis makanan berharap Arkandra menyukainya. Tak butuh waktu lama, berbagai hidangan pun mulai tersaji di hadapan mereka.

Arkandra pun menyantap makan malam itu dengan acuh. Gadis bernama Nara itu pun kembali membuka perbincangan berharap Arkandra dapat segera luluh di hadapannya.

"Oh ya, kesibukanmu setiap weekend apa?" tanya Nara.

"Olahraga, membaca, tidur."

"Ah, bagaimana kalau weekend nanti kita ... "

"Tidak bisa. Saya paling tidak suka acara me time saya diganggu." ketus Arkandra bertepatan ia yang selesai makan.

Diganggu? Sebuah kata yang cukup menusuk relung hati Nara yang merupakan model papan atas. Padahal ia sudah bersusah payah datang ke pertemuan ini karena tertarik dengan tawaran Kencana saat pertama kali melihat foto Arkandra. Tapi ia tak menyangka respon Arkandra akan seburuk ini. Ini pengalaman pertama baginya diabaikan oleh seorang lelaki. Bila biasanya ia yang menolak, namun kali ini Nara lah yang ditolak mentah-mentah sebelum lanjut ke jenjang yang cukup tinggi.

Gagal? Sudah terlihat jelas, bukan! Arkandra memang pria yang tak tersentuh. Apakah gosip yang beredar kalau dia sebenarnya seorang gay itu benar? Batin Nara berbicara.

Merasa tak ada yang ingin ia bahas lagi, Arkandra lun bergegas pergi begitu saja setelah meletakkan beberapa lembar uang merah di atas meja sebagai biaya makanan yang ia sentuh. Terserah kalau sikapnya ini membuat gadis itu sakit hati. Jangan salahkan dia! Salahkan saja rencana Kencana yang selalu seenaknya.

"Tunggu! Kau mau kemana?" Nara berusaha menghentikan langkahnya. "Oh kau terburu-buru ya? Kapan kira-kira kau ada waktu senggang lagi?" lanjut Nara.

Arkandra mengerutkan keningnya sambil menatap wajah cantik Nara, "Kau berharap ada pertemuan kedua?" tanya Arkandra dengan sorot mata tajam.

"Oh, itu, bukankah kata kak Kencana ... "

"Katakan padanya kalau ini merupakan pertemuan pertama dan terakhir. Jangan membuang-buang waktumu untuk bertemu denganku nona karena aku tak pernah tertarik dengan semua rencananya!" tegas Arkandra lalu ia segera membalikkan badannya menjauhi Nara yang sudah mengumpat kesal karena merasa diabaikan.

"Breng-sek!" umpat Nara saat melihat punggung lebar Arkandra makin menjauh. "Sok kecakepan banget tuh cowok! Jangan-jangan gosip itu benar!" imbuhnya saat punggung lebar Arkandra benar-benar menghilang.

...***...

Malam makin larut, tapi Melodi masih belum memejamkan matanya. Lalu ia iseng masuk ke dalam kamar Azura kemudian ia melirik sebuah buku jurnal milik kakaknya. Melodi pun membuka buku itu, sontak saja matanya membelalak sambil menutup mulutnya saat melihat besarnya total hutang yang harus dibayarkan kakaknya beserta rincian cicilan yang telah dibayarkan.

Mata Melodi berkaca-kaca membayangkan betapa berat beban sang kakak. Belum lagi kakaknya harus menanggung biaya hidup dan pendidikan dirinya, membuat Melodi makin sesak dan tak tega melihat penderitaan sang kakak. Ingin hati ia meringankan beban sang kakak, tapi bagaimana caranya, pikirnya.

Melodi sebenarnya secara diam-diam mulai bekerja part time. Berhubung kakaknya dari lagi sampai sore bekerja di minimarket, jadi sepulang kuliah ia bekerja menjadi pelayan di sebuah cafe. Dengan uang itu ia bisa memenuhi kebutuhannya walaupun tidak sepenuhnya karena gajinya yang tak seberapa. Untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri saja ia tak mampu, bagaimana ia bisa membantu kakaknya, pikirnya.

"Aku harus mencari cara agar bisa meringankan beban kakak." gumam Melodi penuh harapan.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

lanjut

2025-03-15

0

neng ade

neng ade

andai Azura tau kamu udh mulai bekerja tanpa pemberitahuan dia pasti marah .. walaupun niat mu baik ingin membantu meringankan beban kakak mu

2024-06-07

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Tapi yang Halal Lodi... jangan bikin kakakmu kecewa...

2024-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!