DGGM 2. Awal pertemuan

Hiruk pikuk memang sudah biasa terjadi di rumah sakit. Namun hiruk pikuk hari ini, lebih gencar dari biasanya sebab subuh tadi telah terjadi kecelakaan beruntun di sebuah jalan tol yang menyebabkan banyak korban jiwa. Akhirnya, Radika pun yang seharusnya libur hari itu, terpaksa diminta datang ke rumah sakit untuk membantu para dokter lainnya menangani para pasien yang jumlahnya tidak sedikit. Biarpun ia seorang obgyn, tetapi ia kerap diperbantukan untuk kasus dadakan seperti ini. Hari yang seharusnya Radika manfaatkan untuk bersantai ria sambil bermanja-manja dengan sang istri pun harus tersita dan tergantikan dengan melakukan banyak pemeriksaan dan pengobatan pasien korban kecelakaan.

Begitulah tugas seorang dokter, tak peduli apapun, ia harus mengutamakan tugasnya bilamana tenaganya dibutuhkan. Jadi jangan heran terkadang seorang dokter sampai abai dengan kesehatan diri sendiri akibat terlalu fokus pada tugas dan tanggung jawabnya. Alhasil, tanpa mereka sadari, tubuh mereka telah digerogoti berbagai macam penyakit. Orang awam kadang hanya bisa mencibir, dokter kok sakit padahal dokter juga manusia. Mereka tidak kebal terhadap penyakit jadi bila otak dan tenaga mereka telah terlalu diforsir, akibatnya penyakit dengan mudah berkembang.

Belum lagi mereka kerap abai dengan lelah di tubuh mereka sendiri. Jadwal tidur berkurang, makan tak tepat waktu, semua mereka lakukan demi menepati sumpah mereka, yang salah satunya membaktikan diri mereka guna perikemanusiaan. Jadi mulai sekarang hargailah para dokter.

Radika baru saja menyelesaikan tugasnya membantu rekannya mengoperasi korban tabrakan. Lalu ia segera melepas handscoon dan membuangnya di tempat sampah. Sebelum keluar ruang UGD, ia menyempatkan diri mencuci tangannya, barulah ia keluar dan menjelaskan sedikit mengenai kondisi pasien pada pihak keluarga yang telah menunggu di depan ruangan.

Setelah itu, ia pun bergegas menuju ruangannya. Tetapi baru beberapa langkah ia menjejakkan kakinya di koridor, ia berpapasan dengan seorang dokter yang sebenarnya sangat tampan bahkan paling tampan di rumah sakit itu mengalahkan dirinya, tapi sayang sifat galaknya membuat semua orang takut menyapanya kecuali dirinya yang memang sudah mengenalnya sejak zaman putih biru.

"Hai, bro! What's up man?" tanya Radika seraya menepuk pelan pundak sang dokter.

"Biasa, lagi-lagi dokter Bekti membuat emosiku rasanya naik hingga ke ubun-ubun." tukasnya penuh kegeraman.

"Lagi?" tanya Radika memastikan.

Dokter spesialis bedah bernama Arkandra itupun mengangguk.

Radika hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak habis pikir dengan dokter satu itu. Dia selalu bersikap perfeksionis tapi saat pasiennya kritis, ia malah lempar tangan dan selalu berakhir di tangan Arkandra. Arkandra kadang dijuluki tangan malaikat sebab semua operasi yang ia lakukan selalu berakhir sukses padahal ia hanya melakukan sesuai prosedur dan yang paling utama ketelitian juga kehati-hatian. Dan tak kalah penting sebelum memulai segala hal harus mengucapkan bismillah.

Setelah sedikit berbincang, Radika pun masuk ke ruangannya, begitu pula dokter Arkandra. Belum sempurna pintu tertutup, tiba-tiba ada seorang gadis masuk begitu saja ke ruangan dokter Arkandra dan menutup pintunya dengan nafas tersengal. Dokter Arkandra menyipitkan matanya saat melihat gadis yang tak ia kenali itu masuk ke ruangannya seenaknya.

"Siapa kamu dan mau apa kamu di ruanganku?" bentak dokter Arkandra pada seorang gadis tak dikenalnya yang tengah bersembunyi di ruangannya dengan sorot mata tajam dan kedua tangan bersedekap di depan dada.

"Astaga dok, galak amat. Amat aja nggak segalak dokter deh." ujar gadis itu cengengesan. Lalu matanya beralih ke pintu dan mengintip ke arah luar melalui kaca.

"Kalau kamu tidak ada urusan, cepat keluar!" usirnya sambil berusaha ingin membuka pintu tapi gadis itu justru menghalanginya dengan menempelkan tubuhnya di depan pintu.

"Please dok, tolong saya, tolong selamatkan hidup saya atau saya akan mati sekarang. Dokter kan manusia paling baik hati, pasti nggak mau melihat seseorang mati apalagi karena ketidakpeduliannya terhadap sesama ya kan ya kan! tolong ya! Ya ya ya, please!" mohon gadis itu dengan kedua tangan tertangkup di depan dada.

Duk Duk Duk ...

Tiba-tiba pintu digedor dari luar. Diam-diam gadis itu mengintip ke arah luar tepatnya di depan pintu. Ia pun membelalakkan matanya saat melihat siapa orang-orang itu.

"Zura ... Azura, kami tau kamu pasti bersembunyi di dalam kan! Cepat keluar atau kau akan habis di tangan kami." pekik seseorang dari luar membuat nyali gadis itu ciut.

"Mampus aku!" umpatnya dengan mata melotot.

Sebelum pintu benar-benar terbuka, ia segera melompat ke arah dokter Arkandra. Lalu ia membelikan kedua kakinya di pinggang sang dokter , kemudian tangan kirinya ia rangkulan di pundak, sedangkan tangan kanannya ia letakkan di belakang tengkuk sang dokter lalu tanpa pikir panjang ia menarik tengkuk dokter Arkandra hingga bibir mereka menyatu bersamaan dengan pintu yang terbuka. Karena tubuhnya yang mungil dan posisi dokter Arkandra yang membelakangi pintu membuatnya tidak terlihat orang-orang.

Arkandra mencoba melepaskan ciuman itu, tetapi Azura justru makin mengeratkan rangkulannya membuat Arkandra akhirnya membiarkan saja gadis itu mengeksplor mulut dengan rakus.

Melihat adegan 18+ itu, membuat orang-orang yang memaksa meringsek masuk tadi tak enak hati. Apalagi saat dokter Arkandra melirik tajam ke arah mereka membuat nyali mereka ciut bagai kerupuk tersiram air. Mereka pun meminta maaf dan segera berlalu dari situ.

Saat mengetahui orang-orang yang mengejarnya tadi telah menjauh, gadis itu pun bernafas lega. Sadar posisinya sangat tidak mengenakkan untuk dilihat, gadis itu pun hendak melepaskan diri. Tapi belum sempat ia melepaskan diri, dokter Arkandra justru lebih dahulu menjatuhkannya hingga bokongnya bersinggungan dengan lantai.

Bugh ...

"Awh ... " ringis gadis itu. "Jahat amat sih dok jadi orang. Untung tampan kalau nggak ... "

"Kalau nggak apa?" potong dokter Arkandra cepat.

"Kalau nggak, rugi dong aku kasi ciuman pertama aku ke dokter." ujarnya cengengesan sambil mengusap bokongnya yang sakit.

"Ciuman pertama? Cih, bulshit! Keluar sekarang!" usirnya sambil menunjuk ke arah pintu.

"Ya ampuuun, tampannya! Jadi pingin cium lagi deh!" ujar gadis bernama Azura itu sambil terkekeh. "By the way, makasih bantuannya dok. Kau telah menyelamatkan hidupku. Dok, mau jadi pacar aku nggak?" imbuhnya lagi dengan mata mengerjap-ngerjap. Bagi orang normal pasti ekspresi Azura sungguh menggemaskan, tapi bagi dokter Arkandra yang galaknya na'udzubillah hal itu sungguh menyebalkan.

"Dasar gadis gila!" desisnya dengan mata melotot tajam.

"Ukh, makin gemes deh sama dokter!"

Cup ...

"Bye dokter galak tapi sayangnya tampan." ucap Azura cengengesan sambil melambaikan tangan seperti Miss universe yang melambaikan tangan pada penggemarnya.

Mata dokter Arkandra membulat sempurna dengan tangan mengusap kasar pipinya yang baru saja dicium Azura.

"Benar-benar gadis gila. Jangan-jangan dia kabur dari rumah sakit jiwa." omel dokter Arkandra bersungut-sungut.

Sedangkan Azura, kini ia tengah berlarian sambil mengendap-endap untuk menghindari orang-orang yang tadi mengejarnya. Setelah ia berada di luar, segera ia menaiki taksi yang kebetulan sedang berhenti di sana. Saat taksi telah melaju, barulah ia dapat bernafas lega. Lalu ia mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan kepada sahabatnya yang tengah dirawat di rumah sakit. Ia mengabarkan kalau ia tidak jadi membesuk karena ada urusan mendadak.

Sebenarnya kedatangan Azura menuju rumah sakit untuk membesuk temannya yang tengah dirawat di rumah sakit. Siapa lagi kalau bukan sahabat lucknutnya, Leon. Tetapi saat baru saja memasuki taksi, ternyata ada anak buah bandot tua, julukan yang Azura berikan kepada para penagih hutang orang tuanya. Ia benar-benar tidak menyangka, orang-orang itu mengejarnya sampai ke rumah sakit. Padahal ia jatuh tempo pembayaran masih beberapa hari lagi.

"Semua itu gara-gara anak buah si bandot sialan. Huh, ya ampun, my first kiss! Kenapa gue bisa senekat itu sih? Untung cakep, klo jelek, rugi dong gue." gumamnya sambil mengusap lembut bibirnya. Ia tersenyum geli mengingat aksi nekatnya mencium seorang dokter muda yang tampan tapi sayangnya galaknya overload. Ia juga mengingat kecupan singkat yang ia berikan di pipi sang dokter sebagai kenang-kenangan. Ia pikir, pasti ia takkan pernah berjumpa lagi dengan sang dokter, tapi ia lupa , apapun bisa saja terjadi di kemudian hari. 'Semoga gue nggak ketemu lagi sama si dokter. Mau disimpan dimana muka gue kalau ketemu lagi.' batin Azura bermonolog.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

bar"àmat neng

2025-03-14

0

Sita Sit

Sita Sit

ya ampun Azura kamu nekat bgt deh

2024-10-03

0

martina melati

martina melati

tetap dmuka deh...

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!