DGGM 13. Benar-benar menyebalkan

Sementara itu, di saat Azura sedang sibuk menjalankan misinya mendekati Arkandra, Melodi tampak melamun memandangi selembar kertas yang berisi nomor ponsel yang diberikan seseorang siang tadi. Orang yang memberikannya mengatakan kalau ia bisa mendapatkan uang yang banyak dengan menghubungi nomor pemilik kartu nama tersebut. Sebenarnya pikiran Melodi sedang kacau malam ini. Ia ingin sekali membantu sang kakak, haruskah ia menghubungi nomor tersebut? Mungkinkah ia dapat memberikan pekerjaan yang berpenghasilan besar? Tak apalah ia bekerja lebih keras asal bisa membantu kakaknya. Lagipula ia sudah tidak memiliki kesibukan lagi di kampus.

Tapi yang membuatnya penasaran, nomor siapa itu? Mengapa ia tiba-tiba memberikan nomornya padanya?

Mungkinkah ada seseorang yang mendengarkan curhatannya tadi siang pada Loli? Tapi siapa? Mengapa ia bisa mendengar pembicaraannya dengan Loli sebab ia tadi mengobrol di ruangan khusus karyawan cafe?

Melodi mendesah berat. Lalu ia kembali memandangi sederetan angka yang tertera di kertas yang tengah dipegangnya. Setelah menimbang beberapa saat, ia pun segera mengambil ponsel dan menghubunginya.

"Halo." terdengar suara berat dan tegas tapi indah dari seberang telepon.

Melodi mengatupkan mulutnya rapat lalu menggigit bibirnya sendiri bingung harus mengatakan apa pada orang itu.

"Halo, siapa ini?" ucapnya lagi membuat Melodi akhirnya mengeluarkan suaranya.

"Ha-halo." ujar Melodi terbata.

"Ya, siapa? Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya. Entah mengapa suara itu terdengar begitu seksi membuat jantung Melodi berdetak dengan kencang

"Sa-saya Melodi. Saya tadi mendapatkan nomor Anda dari seseorang." ujar Melodi terbata lalu ia kembali menggigit bibirnya karena kesulitan menetralkan debaran jantungnya.

"Oh. Karyawan cafe itu?" tanyanya lagi dan Melodi mengangguk. Namun setelah sepersekian detik, Melodi menepuk kepalanya sendiri. Memangnya orang itu bisa melihat anggukannya. Dasar bodoh!

"I-iya. Kata orang tersebut Anda bisa memberikan banyak uang. Apa Anda ingin memberikan pekerjaan padaku?" tanya Melodi akhirnya.

"Temui saya besok di cafe Starla pada jam makan siang. Saya akan mengatakannya di sana. Kalau sudah sampai, hubungi saya kembali." ucapnya sebelum panggilan ditutup secara sepihak tanpa menunggu jawaban Melodi lagi.

"Huh, dasar! Nggak punya sopan santun banget." omel Melodi saat panggilannya ditutup sepihak tanpa basa-basi.

Melodi mendesah kasar. Haruskah ia menemui orang tersebut. Tapi bila orang tersebut dapat memberikannya uang yang banyak, kenapa tidak. Bukankah ini yang ia inginkan. Mendapatkan uang yang banyak dan membantu kakaknya melunasi hutang-hutang orang tuanya. Tapi kira-kira apa pekerjaan yang akan orang itu berikan? Semoga saja tidak terlalu aneh-aneh pikirnya.

Lalu, siapa orang itu? Melodi memegang dadanya yang masih saja berdegup dengan kencang. Baru mendengar suaranya saja sudah bisa membuat Melodi berdebar-debar dan panas dingin, apalagi bertemu secara langsung. Semoga jantungnya tetap dapat berfungsi dengan baik setelah pertemuan itu. Lagipula, bukankah suara yang bagus belum tentu mencerminkan orangnya, bukan.

...***...

Bau khas obat-obatan tercium jelas di indra penciuman Azura. Perlahan kelopak mata Azura pun terbuka. Perlu beberapa detik bagi Azura untuk menyesuaikan penglihatannya yang mengabur. Setelah penglihatannya mulai jernih, Azura sontak mendudukkan tubuhnya dengan mata mengerjap bingung.

"Kenapa aku di sini?" gumam Azura saat melihat ke sekeliling. Ia ingat, ini ruangan si dokter galak. Tapi mengapa ia bisa berbaring di atas ranjang ini. Azura lantas memeriksa pakaiannya yang masih tampak utuh. Lalu ia melirik ke dalam pakaiannya, ia mendesah lega. Tidak terjadi apa-apa pada dirinya.

"Sudah pura-pura pingsannya?" tiba-tiba terdengar suara tegas dari arah pintu membuat Azura tersentak. "Mengapa? Kau pikir aku akan melakukan sesuatu padamu? Cih, jangan harap!" desisnya sinis membuat Azura mendelik sebal.

"Saya pingsan beneran pak dokter. Nggak pura-pura. " Azura memberengut kesal saat dituding pura-pura pingsan. "Emang kalau saya mengharapkan pak dokter mau ngapa-ngapain kenapa? Mau diapa-apain juga nggak papa kok dok?" goda Azura sambil mengerlingkan sebelah matanya genit.

Seolah tak mau kalah dengan Azura, Arkandra pun mendekatkan wajahnya pada Azura yang sontak saja membuat Azura gelagapan. Bahkan ia sampai menahan nafasnya saat wajah Arkandra makin dekat ke wajahnya.

"Kau ... kau pikir aku tertarik padamu, hm? Jangan harap!" cibir Arkandra dengan salah satu sudut bibir terangkat yang sontak saja membuat dada Azura seketika panas. Lalu tanpa basa-basi, seolah ingin mengulangi adegan di pertemuan pertama mereka, Azura segera melingkarkan tangannya di leher Arkandra hingga tubuhnya terdorong ke depan menimpa tubuh Azura yang sudah terguling. Lalu Azura menyergap bibir Arkandra dan mencumbunya. Walaupun gerakannya kaku, Azura tetap berusaha mengecupi bibir itu persis seperti adegan-adegan kissing di drama Korea yang sering ia tonton. Arkandra berusaha melepaskan ciuman itu, tapi Azura justru makin mengeratkan pelukannya seperti lintah yang menempel erat. Akhirnya, Arkandra membiarkan saja apa yang Azura lakukan tanpa membalas maupun mencoba melepaskannya.

"Aaargh ... " teriak perawat yang hendak menyerahkan laporan yang diminta Arkandra tadi.

Cekrek ...

Seketika, Azura dan Arkandra melepaskan pertautan bibir mereka. Wajah Azura memerah menahan malu, tetapi Arkandra tampak biasa saja. Tetap datar, dingin, nyaris tanpa ekspresi.

"Ah, maaf dok! Silahkan dilanjutkan lagi!" ujar Perawat itu. "Eh, iya , hampir lupa! Ini laporannya dok." imbuh perawat itu seraya meletakkan laporan yang dibawanya ke atas meja kerja Arkandra.

"Wow, foto yang sangat mengagumkan! Hari ini sepertinya hari keberuntunganku. Aku akan barter foto ini sama kak Kencana, pasti Kak Kencana bakalan suka melihat foto ini." ujar Mario yang lagi-lagi memergoki Arkandra dan Azura di ruangan itu.

"Jangan macam-macam kamu, Yo!" ancam Arkandra kesal.

"Aku nggak macam-macam kok, Ar! Cuma satu macam aja. Eh, ternyata kamu beneran cantik! Padahal tadi kami pakai masker kan! Mataku memang jeli." celoteh Mario sambil melenggang keluar dari ruangan Arkandra.

"Sialan!" umpat Arkandra kesal.

"Nggak boleh ngumpat lho, dok! Jelek tau. Ngomong itu ya harus baik-baik." nasihat Azura seperti seorang pasangan yang mengingatkan sang kekasih.

"Pergi!" desis Arkandra mengusir Azura.

"Ish, pak dokter kok kasar sama pacar sendiri!" Azura pura-pura merajuk.

"Pergi saya bilang!" usirnya lagi.

"Ya ampun, galaknya pacar aku!" gumam Azura seraya mengusap dadanya.

Brakkkk ...

Arkandra menggebrak meja keras-keras membuat Azura ngacir keluar dari ruangan Arkandra. Takut tiba-tiba diserang singa ngamuk.

Belum sempat Azura menjauh, ia kembali mengintip dari balik pintu.

"Sampai besok pak dokter. Besok aku balik lagi ya, sayang!" ujar Azura cengengesan sambil mengerlingkan sebelah matanya lalu ia benar-benar kabur dari pandangan Arkandra.

Arkandra mendengus seraya memijit pelipisnya yang tiba-tiba saja sakit karena menghadapi gadis seperti Azura.

"Huh, dasar gadis gila! Benar-benar menyebalkan!" desisnya sambil menyugar rambutnya kasar.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

kamu kan disuruh belajar yg ràjin kenapa masih ngotot mau kerjà jangan yg mau kasih kerjaan orang jahat

2025-03-15

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

aku fokus ke melodi,,jgn sampe niat kamu bantuin kakakmu malah jd boomerang sendiri melodi 🤦‍♀️🤦‍♀️

2024-09-13

1

suharwati jeni

suharwati jeni

aq koq takut melodi ketemu orang jahat

2024-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!