DGGM 9. 2 Milyar

Bruk bruk bruk ...

Pintu rumah Azura tiba-tiba digedor dari luar hingga berulang kali. Melodi yang hanya sendirian di rumah sontak ketakutan. Ia pun bersembunyi di kamar dengan tubuh bergetar, tapi gedoran pintu itu tak kunjung berhenti hingga tak lama kemudian terdengar suara keributan membuat Melodi jadi penasaran.

Semakin di dengar, suara keributan itu makin merebak. Karena dilanda rasa penasaran, Melodi pun melangkahkan kakinya menuju ke luar kamar. Lalu melalui celah-celah kecil yang ada di pintu, Melodi mengintip ke luar. Mata Melodi membelalak saat melihat ternyata kakaknya tengah beradu mulut dengan anak buah pak Jono. Melodi mencoba memasang telinganya baik-baik dan mendengarkan apa yang diperdebatkan orang-orang itu dengan kakaknya.

"Nggak bisa gitu dong, baru juga bulan tadi pak Jono minta naikkin cicilannya jadi 10 juta, masa' 2 Minggu kemudian udah naik lagi jadi 25 juta. Kalian ini mau meras saya ya?" teriak Azura murka. Tangannya mengepal kuat menahan emosi yang membuncah di jiwa.

Melodi menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat mendengar protesan kakaknya itu. Bagaimana kakaknya bisa menyediakan uang 25 juta dalam 1 bulan? Pekerjaan apa yang bisa memberikan uang sebanyak itu? Ia tidak ingin kakaknya makin menggila bekerja demi membayar semua cicilan yang tiada habisnya itu.

"Maaf nona, tapi ini perintah langsung bos Jono." tukas salah seorang anak buah pak Jono sambil berkacak pinggang. "Sebenarnya mudah saja menghadapi bos Jono, kau tinggal menerima pinangannya menjadi istri ketiga, maka semua hutang orang tuamu akan segera dianggap lunas." imbuh anak buah pak Jono itu sambil menyeringai.

Azura tersenyum kecut. Ia bingung harus bagaimana sekarang. Mengumpulkan 10 juta perbulan saja ia harus berhemat mati-matian. Menahan lapar dan dahaga serta harus lebih sering menemani bos-bos besar minum demi mendapatkan tips dari mereka. Lalu kini ia harus kembali menaikkan cicilan menjadi 25 juta perbulan, darimana ia bisa mendapatkannya.

Pak Jono memberikan penawaran akan menghapus semua hutang orang tuanya tapi dengan syarat menikah dengannya untuk menjadi istri ketiga, apa dia sudah gila? Batin Azura berkecamuk. Mana mungkin ia mau. Jadi istri pertama saja ogah, apalagi istri ketiga. Sorry, dorry, morry, strawberry, acha acha nehi nehi. Inyong ora sudi.

"What? Istri ketiga?" seru Azura lalu ia terkekeh geli sendiri. "Katakan pada si bandot tua bangka itu, aku akan memenuhi permintaannya." ujarnya dingin membuat kedua orang anak buah pak Jono itu menyeringai. "Tapi ... bukan untuk jadi istri ketiganya, melainkan membayar cicilan hutang itu 25 juta perbulan.," imbuhnya lagi membuat kedua anak buah pak Jono itu tersenyum kecut.

"Percaya diri sekali Anda!" ejeknya seraya terkekeh. "Baiklah kalau itu yang kau pilih. Tapi ingat, bila sampai saatnya jatuh tempo uangnya belum ada, maka malam itu juga kau harus menerima pak Jono menikahimu." ancam mereka membuat mata Azura melotot tajam.

Bukan hanya Azura yang terkejut dengan ancaman itu, Melodi yang menguping pun sampai menutup mulutnya tak percaya dengan ancaman juga jawaban kakaknya. Bagaimana cara kakaknya untuk mencari uang sebanyak itu? Tapi ia juga tak rela bila kakaknya menuruti perkataan gila mereka untuk menjadikan kakaknya sebagai istri ketiga si bandot bau tanah itu

'Aku harus berusaha mencari uang untuk membantu kak Zura untuk membayar hutang-hutang itu.' batin Melodi bermonolog.

Lalu Melodi segera menyingkir dari balik pintu saat kakaknya hendak masuk ke dalam rumah. Melodi kembali ke kamar dan segera berbaring di kasur dengan mata terpejam. Azura yang baru saja masuk tersenyum melihat adiknya yang sedang tertidur dengan buku berada di tangan. Ia pikir adiknya kelelahan setelah belajar jadi ia segera membereskan beberapa buku yang masih tergeletak sembarangan di lantai. Ia memandangi sebentar wajah damai adiknya yang terlelap kemudian tersenyum.

"Doain kakak ya Di, semoga kakak bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Kamu belajar yang rajin ya!" lirih Azura seraya membelai lembut rambut Melodi.

Azura menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.

"Semangat, Ra! You can do it!" gumam Azura menyemangati diri.

Lalu Azura pergi dari rumah menuju club malam. Memang sebenarnya ini belum waktunya berangkat kerja, tapi bila di rumah saja ia akan makin pusing mencari jalan keluar. Entah mengapa pak Jono tiba-tiba seenaknya saja seperti itu. Sepertinya ia sengaja ingin mempersulit Azura.

"Nasib jadi orang miskin!" desah Azura seraya menjalankan motornya.

Azura melajukan motornya dengan kecepatan tidak terlalu tinggi. Pikirannya sedang semerawut kini karena itu ia tidak ingin membuat dirinya sendiri celaka karena mengemudikan motor dalam kecepatan tinggi. Hari ini merupakan malam Minggu jadi jalanan terlihat cukup ramai. Mungkin mereka terdiri atas pasangan-pasangan yang ingin menikmati waktunya dengan kekasih tercinta. Namun saat sedang melajukan motornya, tiba-tiba ia melihat seorang kakek yang kakinya tidak sedang baik-baik saja sedang berusaha menyeberangi jalanan. Tak tega melihat kakek itu kesulitan, Azura pun segera menepikan motornya dan melepaskan helmnya lalu segera menghampiri kakek tersebut.

"Kakek mau menyeberang?" tanya Azura ramah seraya tersenyum manis ke arah kakek yang sedang mengenakan tongkat itu.

"Iya nduk tapi jalanan rame bener kakek nggak berani nyeberang." ujar kakek itu seraya menyeka keringat yang mengalir di pelipisnya.

"Ya udah, Zura bantu ya, Kek! Yuk, kek!" ajak Azura seraya memapah tubuh ringkih kakek itu. Kakek itu pun menuruti titah Azura. Sesekali Azura melambaikan tangan sebagai kode ke pengguna jalan agar memelankan laju kendaraan mereka karena ada yang sedang hendak menyeberang. Setelah berada di seberang, Azura melihat ada seorang anak kecil penjual minuman. Azura pun membeli sebotol air mineral dan memberikannya kepada kakek itu. Tentu saja kakek itu senang bukan main mendapatkan perlakuan ramah seperti itu.

Setelah posisi sang kakek di rasa aman, Azura pun kembali menyeberang dan pergi dari sana. Tanpa sadar, ada sepasang mata yang lagi-lagi melihat sosok dirinya.

"Kenapa akhir-akhir ini jadi sering liat tuh cewek menyebalkan sih!" gumam Arkandra heran. "Tapi dia baik juga." imbuhnya seraya menganggukkan kepalanya sendiri.

...***...

Jarum jam baru menunjukkan pukul 7.30 malam, sedangkan club malam tempatnya bekerja baru buka pukul 8.30 jadi ia janjian di sebuah cafe yang bersebelahan dengan club' malam itu. Setibanya di cafe, Azura langsung menghempaskan bokongnya di kursi berseberangan dengan Leon membuat sahabatnya itu mendelik tajam.

"Leon, bantuan gue!" rengek Azura seperti anak kecil membuat Leon mengerutkan keningnya.

"Bantu apa?"

"Bantuin gue cari duit atau bantu cariin kerja yang duitnya gede. Please, Yon!"

"Lha, emang gue makelar kerjaan nanya sama gue!" desis Leon aneh.

"Ya jadi gue harus minta tolong siapa lagi dong! Soalnya satu-satunya sahabat gue cuma elo doang, Yon! Loe tega apa sahabat loe yang cantik, manis, dan imut ini dijadiin istri ketiga bandot tua bau tanah? Gue mah ogah, Yon! Tapi kalau gue nggak bisa siapin uang 25 juta setiap bulannya, siap-siap gue bakal dijadiin istri ketiga, gue nggak mau Yon! Gue harus gimana, Yoyon, gue bingung!" racau Azura membuat Leon bingung sendiri harus memberikan bantuan seperti apa.

"Ra, bukannya gue nggak mau bantu cuma ya gitu gue juga bingung harus gimana. Kayak kata gue tadi, gue bukan makelar kerjaan jadi nggak tau dan nggak bisa kasiin kerjaan yang gajinya gede. Lah, gue aja kerjaannya cuma sebagai bartender." Leon memijit pelipisnya yang mulai pusing karena memikirkan apa bantuan yang bisa berikan kepada sahabatnya ini.

"Jadi gimana dong? Masa' gue mesti nikah sama si bandot tua yang udah uzur itu. Nggak mau gue! Yang ada, umur gue bisa ikutan pendek gara-gara jadi bini si bandot itu." rengek Azura lagi hingga tiba-tiba ada sebuah suara yang menginterupsi pembicaraan dirinya dan Leon. Azura dan Leon pun menoleh ke arah wanita yang tiba-tiba saja memotong pembicaraan mereka.

"Saya bersedia bantu dan kasi kamu uang yang banyak asal kamu mau kerja sama dengan saya." tukas seseorang yang tiba-tiba saja mengejutkan Azura dan Leon. "2 Milyar ... Saya akan memberimu 2 milyar bila misi kamu sukses." ujar seseorang itu sambil menyeringai membuat baik Azura maupun Leon membelalakkan matanya dengan mulut menganga.

"Du ... dua Mil-yar." seru merek berdua bersamaan shock.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

apakah itu kencana kakaknya Arkandra thor

2025-03-15

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

arkanda atau kakaknya ya itu

2024-09-12

1

Putri Sera

Putri Sera

kencana

2024-08-01

1

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!