DGGM 3. Gadis gila

Pagi ini seperti biasa Azura memulai harinya dengan penuh semangat. Jam 7 pagi ia telah tapi mengenakan celana kulot hitam panjang dan kemeja berwarna biru laut. Rambutnya di kuncir satu ke belakang menampakkan lehernya yang putih bersih. Tak lupa sepasang anting mutiara kecil peninggalan sang mama membuat tampilannya begitu cantik dan menawan. Tak salah kadang para pelanggan minimarket khususnya kaum Adam jadi terpesona dan suka berlama-lama berdiri di dekat meja kasir hanya untuk memandangi wajah cantik dan ramah Azura. Kadang juga mereka tak sungkan-sungkan mengajak berkenalan dan meminta nomor telepon, tetapi Azura hanya menanggapinya dengan senyum tipis dan menolak secara halus dengan alasan pekerjaan.

"Kak, ini nasi goreng jatah kakak." ujar Melodi seraya menyodorkan sepiring nasi goreng yang dilengkapi telur dadar dan segelas teh manis.

"Makasih, Di. Kamu ada jadwal pagi hari ini?" tanya Azura seraya menyantap nasi goreng buatan adiknya.

"Iya kak." sahut Melodi. "Oh ya kak, kemarin anak buah pak Gatot datang kemari. Katanya ... jangan sampai telat bayar hutang." lirih Melodi seraya menyantap nasi goreng miliknya.

Azura menarik nafas lelah, namun ia tetap berusaha untuk tersenyum. Ia tidak mau menunjukkan beban dan kesulitannya pada adiknya. Ia ingin adiknya tetap tetap ceria tanpa terganggu dengan masalah hutang yang tidak sedikit itu. Cukuplah ia yang menderita. Cukuplah ia yang kesulitan, tapi jangan adiknya.

"Dia nggak ngapa-ngapain kamu kan, Di?" tanya Azura. Ia sebenarnya cukup was-was sebab anak buah pak Gatot itu terkenal sangar dan kejam. Ia takut orang-orang itu menyakiti adiknya.

"Nggak kok kak. Mereka nggak ngapa-ngapain, Lodi. Tapi ya itu, mereka ngancam jangan sampai telat." ujarnya lirih. Sebenarnya sudah lama Melodi penasaran dengan nominal hutang yang harus dilunasi kakaknya itu, tapi Azura tak pernah mau jujur. Azura justru menegaskannya agar tetap fokus pada kuliahnya. Bila adiknya sukses, maka ia akan jadi kakak yang paling bahagia. Ia tidak menuntut apa-apa pada adiknya. Bisa melihat adiknya berhasil dan bahagia saja, ia sudah cukup bahagia.

"Kalau mereka nemuin kamu lagi, bilang aja nggak usah khawatir, kakak nggak akan telat bayar kok."

"Kak ... "

"Hmmm ... "

"Lodi kerja part time, boleh?"

"Tidak boleh." tegas Azura. Bahkan ia sampai menghempaskan sendok yang ada di tangannya ke atas piring hingga menimbulkan bunyi yang nyaring.

"Tapi Lodi pingin kerja kak. Lodi pingin bantu kakak. Lodi pingin ringanin beban kakak." melas Melodi dengan mata berkaca-kaca. Sebenarnya ia sungguh tak tega melihat kakaknya harus banting tulang siang dan malam untuk menghidupi dirinya dan melunasi hutang-hutang peninggalan orang tuanya. Sudah sejak lama Melodi ingin membantu, tapi Azura selalu menolaknya dengan keras.

"Sekali kakak bilang tidak, tetap tidak Lodi. Fokus saja pada kuliah kamu, dek. Kamu kan tau, kebahagiaan terbesar kakak adalah melihat kamu bahagia dan jadi orang yang sukses. Kakak nggak mau karena kamu sibuk bekerja, kamu jadi melalaikan kuliah kamu. Sebentar lagi, Lodi. Tinggal sebentar lagi, bukankah sebentar lagi kamu wisuda. Jadi bersabarlah. Kamu tenang saja, dek. Kakak masih bisa. Fokus saja pada kuliahmu." pesan Azura dengan tersenyum hangat.

...***...

"Selamat datang di Happymart. Selamat berbelanja." ujar Azura saat ada pelanggan yang masuk ke minimarket tempatnya bekerja.

"Ada lagi kak?" ujar Azura saat ada seorang wanita yang hendak membayar belanjaannya.

"Nggak kak, ini aja." sahutnya.

"Totalnya Rp 153.500,- kak."

Lalu wanita itu menyerahkan 3 lembar uang 50 ribuan dan 1 lembar uang 5 ribuan pada Azura."

"Ini kembaliannya, kak." ujar Azura seraya menyerahkan uang kembalian senilai Rp 1.500,-. "Terima kasih sudah berbelanja di Happymart." tukasnya saat pelanggan wanita itu mengambil belanjaan yang diserahkan Azura.

"Hai kak, pulsanya dong?" ujar seorang pemuda berseragam putih abu-abu.

"Pulsa yang berapa kak?" tanya Azura sopan.

"Yang seratus ribu, kak. Ini nomornya." ujar pemuda itu sambil menatap Azura dan tersenyum-senyum memandangi wajah Azura membuat Azura jengah. Tapi Azura hanya diam saja, sudah biasa.

"Sudah, kak. Harganya 102.000 ya kak." ujar Azura lalu pemuda tanggung itu pun menyerahkan uang pas.

"Terima kasi, kak."

"Kak, kan saya udah kasi nomor saya ke kakak, giliran kakak dong kasi nomor kakak ke saya, siapa tau kita bisa jadi ... "

"Maaf dek, tolong kasi tempat untuk ibu itu. Ibu itu kayaknya sedang terburu-buru." potong Azura membuat pemuda itu seketika cemberut dan menyingkir dari sana. 'Dasar anak-anak zaman sekarang, bukannya sibuk belajar, malah mau modus. Emang gue penyuka berondong? Nehi ... Mendingan sama dokter galak deh. Eh, kok malah jadi ingat si dokter galak ya!' gumam Azura hingga tanpa sadar tersenyum sendiri saat melayani pelanggan.

"Ternyata dugaan saya tempo hari benar, kamu ini memang gadis gila. Tersenyum-senyum sendiri." cibir seseorang dengan nada sinis seraya meletakkan beberapa kotak jus kemasan dan minuman isotonik membuat Azura mengerutkan keningnya dan mengalihkan pandangannya dari layar komputer ke arah seseorang itu.

Mata Azura seketika melotot saat melihat siapa yang mencibirnya itu.

'Astaga, kok bisa-bisanya gue ngayalin tu dokter galak ada di mari. Sepertinya otak gue perlu diruqiyah ni.' gumam Azura sambil menepuk kedua pipinya agar sadar dari khayalannya.

Tapi semakin kuat ia menepuk pipi, orang itu tidak kunjung hilang dari pelupuk matanya hingga Azura berinisiatif mencubit pipi si dokter galak itu.

"Hei, apa-apaan sih kamu!" tepis Arkandra saat Azura mencubit pipinya. Arkandra bahkan sampai mengambil sapu tangan dari sakunya dan mengelap pipinya yang dicubit Azura.

"Astaga, ini beneran pak dokter galak? Jadi gue nggak mimpi ini?" seru Azura dengan mata berbinar.

"Cepat hitung itu!" titah Arkandra tegas membuat Azura mengerucutkan bibirnya.

"Ish, ibu pak dokter ngidam apa sih pas hamil bapak? Kok galak bener?" cibir Azura sebodoh amat deh dibilangin kasir nggak ada sopan santun.

Arkandra hanya diam seolah mengunci mulutnya, enggan menanggapi celotehan Azura.

"Ck ... sekarang bapak dokter selain galak, ternyata bisu juga ya? Diem aja. Percuma aja punya tampang cakep, tapi ditekuk mulu, Udah kayak orang patah hati. Eh jangan-jangan emang bapak lagi patah hati ya?" cerocos Azura seenaknya sambil menghitung pesanan Arkandra. Untung saja sedang sepi, jadi tidak ada yang mendengarkan omelan unfaedahnya.

Kesal mendengar omelan Azura yang tiada henti, Arkandra membalik badan berniat meninggalkan begitu saja belanjaannya.

Tau Arkandra akan kabur begitu saja, Azura segera mengejar dan menghadangnya.

"Eh, pak dokter galak, mau kabur ya? Bayar dulu dong! Pasti pak dokter mau alasan dompetnya tinggal terus mau kabur, iya kan! Masa' pak dokter kere sih! Padahal belanjaannya nggak banyak kok, cuma 132.200 doang eh malah nggak bisa bayar. Malu tuh sama gelar." ledek Azura membuat emosi Arkandra rasanya ingin meluap-luap.

Arkandra sudah kesal setengah mati, ia mengangkat tangannya seperti ingin mencekik dengan gigi bergemeletuk.

"Kenapa? Marah? Mau cekik? Cekik nih kalau bisa? Atau pak dokter kangen saya cium lagi? Hayo ngakuuuu!"

"Aaaargh ... dasar gadis gila!" desis Arkandra yang rasanya ingin sekali berteriak.

Lalu ia segera mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang seratus ribuan 2 lembar lalu meletakkannya di tangan Azura. Tanpa kata, ia segera mengambil belanjaannya dan pergi dari hadapan Azura yang sudah tertawa terpingkal-pingkal.

"Pak dokter galak, ini ada kembaliannya." teriak Azura tapi Arkandra mengabaikannya.

Brakkk ...

Arkandra masuk ke dalam mobilnya sambil membanting pintunya dengan kasar.

"Sial banget sih! Bisa-bisanya ketemu gadis gila itu lagi. Apa katanya tadi? Kangen dicium dia? Gila. Asli gila. Bener-bener gila."

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

serù nih kàyaknÿa

2025-03-14

0

Sita Sit

Sita Sit

/Facepalm//Facepalm//Facepalm/Azura genit bgt deh

2024-10-03

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

seru nih,,ternyata azura bner² mengebalkan ya

2024-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!