DGGM 5. Gadis gila yang hebat

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, sudah waktunya Azura bersiap untuk pulang. Lalu lintas saat jam itu sungguh sangat sepi. Hanya sekitar 2-3 kendaraan roda empat saja yang terkadang lewat. Pangkalan ojek cukup jauh dari sana. Angkutan umum hanya terlihat di pagi hingga malam sebelum jam 10, jadi tidak memungkinkan untuk Azura menaiki mobil sejuta umat itu. Naik taksi tentu boros untuk ukuran Azura yang pengeluarannya sudah sangat besar. Beruntung ia telah memiliki motor Jupiter MX kesayangannya. Meskipun second, tapi masih sangat layak pakai dan masih sangat gagah serta kokoh. Tidak seperti gadis yang lain yang lebih suka dengan motor matic, ia justru menyukai motor bebek sport.

Jupiter MX Azura sudah keluar dari pelataran parkir club' malam tempatnya bekerja. Ia mengemudikan motornya bak pembalap profesional. Namun saat mengendarai motornya, ia merasakan seperti ada sebuah mobil berwarna hitam yang tampak mengekorinya dari semenjak di club' malam hingga hampir setengah perjalanan ini. Azura pun makin mempercepat laju motornya.

Sadar incarannya sudah menyadari keberadaan mobil mereka, 2 orang yang berada di dalam mobil itu pun menaikkan kecepatannya hingga mobil mereka bersisian dengan motor Azura. Lalu mereka memepet motor itu hingga membuat Azura kehilangan keseimbangan dan terjatuh di atas trotoar.

"Aaargh ... Bang-sat!" umpat Azura saat motornya terbalik membuat kakinya terjepit. Motor yang berat, ditambah kakinya yang mulai nyeri, membuat Azura sedikit kesulitan berdiri. Tapi bukan Azura namanya bila langsung menyerah dan merasa kalah. Sekuat tenaga, ia tahan rasa sakit itu untuk berusaha berdiri sambil menegakkan motornya.

Setelah berhasil, ia menatap nyalang 2 orang pria yang baru saja turun dari sebuah mobil hitam. Kedua pria itu pun berjalan mendekati Azura dengan kedua tangan berasa di saku celana. Mereka menatap sinis Azura dengan wajah angkuhnya seolah mereka begitu hebat dan tak bisa diremehkan.

Tanpa rasa takut, Azura pun ikut mendekati kedua orang itu dengan seringai di bibirnya.

"Oh, ternyata kalian! Para banci yang cuma berani sama perempuan." cibir Azura dengan tersenyum sinis.

"Ternyata mulutmu masih saja tajam padahal sudah terdesak seperti ini. Tapi tak apa. Karena sebentar lagi mulutmu pasti takkan mampu berkata tajam lagi, sebaliknya kau akan kami buat menjerit nikmat di bawah kungkungan kami." cibir pria yang sempat ingin melecehkan Azura di club' malam tadi.

Azura terkekeh mendengarkan sesumbar pria itu.

"Apakah kau mampu?" ejek Azura lalu diperhatikannya secara seksama pria itu dari atas ke bawah. "Apakah milikmu segagah itu hingga mampu membuatku menjerit nikmat? Ah, mengapa aku meragukannya ya? Liat saja, tonjolannya saja hanya sebesar ini, bagaimana bisa membuatku menjerit nikmat? Yang ada baru 3 detik langsung muntah." ejek Azura seraya membuat kepalan dari tangannya yang kecil untuk menggambarkan ukuran kejantanan lelaki itu.

"Kau ... kurang ajar. Sepertinya kita harus segera membungkam mulut tajamnya itu supaya dia tau siapa kita." desis lelaki itu sambil berbicara dengan temannya.

"Ayo, aku juga sudah tak sabar ingin menikmatinya dan membuatnya takluk di bawah kungkunganku!" desis teman lelaki itu yang ditanggapi kekehan oleh Azura.

Lalu lelaki itu bergerak untuk menangkap Azura tapi dengan sigap Azura menangkap pergelangan tangan salah satu lagi lelaki itu dan menekuknya kebelakang hingga membuat lelaki itu mendesis kesakitan kemudian tanpa aba-aba Azura langsung menerjang bokong lelaki itu hingga ia terjerembab ke trotoar.

Lelaki satunya pun terkejut melihat betapa luwesnya badan Azura dalam menghadapi temannya. Padahal tangan dan kakinya kelihatan sedang terluka saat ini tapi ia tetap mampu menghadapi temannya. Di pun segera mendekat dan melayangkan tangannya untuk memukul Azura. Tapi dengan cepat, Azura menangkap tangan lelaki itu dan menghempasnya. Kemudian ia mengangkat kaki kanannya ke atas dengan gerakan sedikit menyamping hingga brakkk ... kaki itu mendarat tepat di leher lelaki itu hingga ia jatuh tersungkur.

Azura menepuk-nepuk kedua telapak tangannya seperti membersihkan kotoran sambil menyeringai.

"Jangan suka meremehkanku, bro!" kekeh Azura. "Itu akibatnya bila macam-macam denganku. Jangan sekali-kali kalian berani macam-macam lagi denganku! Kalau tidak, jangan salahkan aku bila membuat milik kalian tidak bisa kembali menegang." desis Azura seraya menatap tajam pada kedua lelaki itu.

Kedua lelaki yang masih terkapar kesakitan di trotoar itupun langsung menangkupkan kedua telapak tangannya menutupi junior mereka dengan mata membelalak.

"Oke, oke, kami janji takkan mengganggumu lagi."

"Benar, kami janji takkan mengganggumu lagi. Maafkan kami." tukas keduanya bergantian membuat Azura tersenyum mengejek.

'Dasar lemah, dasar payah!'

Kemudian Azura segera kembali menaiki motornya dan meninggalkan kedua lelaki itu yang masih berusaha berdiri menahan sakit.

"Gadis gila, ternyata kau hebat juga." desis Arkandra dari balik kemudinya.

Ya, saat di club' malam tadi, Arkandra sempat mendengar pembicaraan kedua orang itu. Sebenarnya Arkandra tak mau ambil pusing, tapi tiba-tiba naluri kemanusiaannya muncul. Ia tak tega saat tau ada seseorang akan dilecehkan. Karena itu, ia pun membuntuti kedua orang itu dan benar saja kedua orang itu ingin menangkap Azura untuk dilecehkan. Tapi sungguh di luar dugaan, Azura justru dapat menangani kedua orang berotak me-sum itu dengan mudahnya.

...***...

Bila ada seseorang yang bertanya, apa tempat yang tak pernah sepi selain pasar , maka jawabnya adalah rumah sakit. Mereka datang ke rumah sakit untuk berbagai tujuan, mulai dari check up kesehatan, control kesehatan, berobat, hingga mengunjungi pasien yang mereka kenal.

Di pagi ini Arkandra kembali di sibukkan dengan kegiatannya yang dimulai dari visit pasien yang berada di bawah pengawasannya. Setelah selesai, ia pun bergegas kembali ke ruangannya untuk mempelajari catatan kesehatan pasien yang akan ditanganinya.

"Kau ... mau apa kau ke sini?" desis Arkandra dingin saat melihat seorang perempuan cantik duduk santai di ruangannya.

"Ck ... kau ini! Aku ini kakakmu, bukan musuhmu. Apa salahnya aku mengunjungi adikku sendiri." kesal Kencana Satya Ayudya, kakak kandung dari Arkandra Satya Nugraha.

"Tentu salah. Setiap kedatanganmu pasti ujung-ujungnya memberikanku masalah." ejek Arkandra membuat Kencana terkekeh.

"Aku kan hanya melaksanakan tugasku sebagai seorang kakak yang baik. Apa salahnya aku memperhatikan adikku sendiri. Ingat, umurmu sudah berapa. "

"Ada apa lagi kali ini? Jangan bilang kau belum bosan untuk menjodohkan ku dengan gadis-gadis itu?" desis Arkandra kesal sebab setiap kedatangan Kencana pasti berujung memintanya datang ke kencan buta.

"Tentu belum. Aku takkan pernah bosan sampai kau benar-benar menikah dan mengambil alih dan memimpin Satya Medika."

"Sudah aku bilang aku tidak akan menikah dan aku juga tidak suka bekerja di perusahaan." tegas Arkandra.

Kencana mendesah lelah sambil menggelengkan kepalanya.

"Sampai kapan? Jangan karena sampah itu kau jadi membiarkan perusahaan yang harusnya milik kita jatuh ke tangan bajing@n itu." tegas Kencana dengan suara meninggi.

"Kalau kau mau, kau saja yang memimpin."

"Andai aku laki-laki, aku tidak akan bersusah payah memintamu memimpinnya. Andai garis kepemimpinan tidak harus jatuh ke tangan anak laki-laki, aku pasti akan maju tanpa melibatkanmu. Aku takkan rela apa yang menjadi hak kita jatuh ke tangan mereka yang sudah membuat mama jatuh sakit dan meninggal. Apa kau tidak pernah sekali saja memikirkan mama, Kan? Jangan egois kamu! Jangan hanya karena luka masa lalumu, kau jadi mengabaikan mama!" seru Kencana berapi-api.

"Tapi mama telah tiada." lirih Arkandra.

"Karena itu, kau harus memperjuangkan Satya Medika, Kan. Aku tidak rela mereka menikmati hasil perjuangan mama selama hidupnya."

Arkandra terdiam, enggan mendebat Kencana.

"Pokoknya malam ini datang ke Imperium. Aku yakin, kau akan suka dengan gadis ini." final Kencana sebelum keluar dari ruangan Arkandra.

Arkandra mendengus, "Kita lihat saja nanti!" desis Arkandra yang sudah jengah kembali dijodoh-jodohkan.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🙏...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

apakah gadis yg di maksud azura

2025-03-15

0

Purwanti Wanti

Purwanti Wanti

kakak nya y

2024-06-24

0

neng ade

neng ade

Arkandra punya adik perempuan toh ..ada konflik dlm keluarga nya hingga orangtua nya meninggal ..

2024-06-07

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!