DGGM 8.

Seperginya Kencana dari apartemen Arkandra, ia pun segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Sejenak Arkandra termenung seorang diri di dalam kamarnya. Pikirannya menerawang memikirkan segala yang telah terjadi dalam hidupnya. Ia pikir sebenarnya wajar bagi kakaknya memikirkan nasibnya ke depannya, tapi ia benar-benar tidak suka dengan cara kakaknya. Selain itu, memang ia tidak menaruh minat sama sekali dalam hal pernikahan juga perusahaan.

Arkandra telah rapi dengan kemeja berwarna navy dan celana bahan berwarna abu-abu membalut tubuhnya yang lebih pantas dijadikan seorang model. Otot-ototnya memang tidak terlalu besar, tapi sangat menggoda dipandang mata. Tak lupa ia menyampirkan snellinya di lengan kanan, sedangkan tasnya ia genggam di tangan kiri. Rahang tegas, tatapan mata tajam, bibir merah karena tidak pernah terkontaminasi tembakau dan nikotin, serta tubuh yang proporsional membuatnya banyak digilai para wanita, baik muda maupun tua. Walaupun Arkandra minim senyum tapi mampu menggetarkan hati para gadis yang melihatnya. Tidak sedikit pasiennya yang menyatakan minat dan hendak menjodohkannya dengan Arkandra tapi ia selalu menolak dengan halus.

Arkandra memang terkenal galak, bukan hanya kepada para junior, bahkan para senior pun sering kena damprat. Tapi berbanding terbalik bila dengan pasien, Arkandra akan bersikap lembut walaupun tetap saja dengan minim senyum, bahkan nyaris tak pernah tersenyum.

Sebelum melajukan mobilnya menuju rumah sakit, Arkandra terlebih dahulu mampir ke minimarket yang tak jauh dari apartemennya. Sesaat sebelum turun dari mobilnya, Arkandra tercenung di tempat karena melihat pemandangan yang cukup unik baginya. Sebuah motor sport biasa dimodifikasi sedemikian rupa hingga terlihat gahar dan gagah berhenti tepat di samping mobilnya. Lalu sang pengemudi yang merupakan seorang perempuan dengan kemeja putih dan celana kulot hitam turun sambil membuka helmnya. Lalu ia mengibaskan rambutnya di udara dan mengikatnya rapi. Dengan sesekali menguap, gadis itu berjalan dengan sedikit mendesis, mungkin luka karena jatuh tempo hari belum benar-benar pulih. Arkandra terus memperhatikan gadis itu sampai ia menghilang di balik pintu minimarket. Arkandra menggeleng-gelengkan kepalanya heran, untuk apa coba ia memperhatikan gadis itu, pikirnya. Malas kembali diganggu apalagi di goda, Arkandra menyalakan kembali mobilnya lalu pergi dari minimarket itu.

"Hai Ra, masih ngantuk loe!" tegur Eza yang merupakan seorang kasir minimarket khusus shift mala seraya tersenyum. Minimarket Happymart memang buka 24 jam dengan pergantian shift 3 kali.

"Hmm ... ngantuk banget nih! Kalo bukan demi perut, rasanya pingin balik masuk selimut." sahut Azura seraya terkekeh.

"Ya udah, bawa selimutnya ke sini, tidur di mari aja " ujar Eza sambil mengulum senyum.

"Iya ya, anggap aja kita lagi nginap di kamar hotel. Enak banget kalo bisa tidur di sini, AC-nya 24 jam cuy jadi adem." Azura terkekeh sendiri membayangkan dirinya tidur di minimarket tempatnya bekerja.

"Ya udah, jadi istri bang Eza aja, entar bisa tidur di rumah ber-AC terus." ujar Eza sambil memainkan alisnya.

"Idih, kerjaan kita aja samaan gimana caranya rumah loe ber-AC 24 jam. Oh atau rumah loe punya AC alam soalnya jendelanya gede jadi angin bisa was wes wos ke dalam rumah terus bikin adem?" Azura geleng-geleng kepala mendengar candaan Eza. Ia pikir, mana mungkin orang yang kerjaannya aja cuma kasir minimarket bisa pasang AC di rumahnya. Kecuali dia ngekost di kost-kostan elit yang lengkap dengan fasilitas AC , tapi bukankah biaya sewa kost-kostan seperti itu tidak murah, bisa-bisa hasil kerja keras mereka sebulan cuma cukup untuk biaya sewa sebuah tempat tinggal. Ada-ada saja pikiran Eza, pikirnya.

Azura tidak tahu saja, sebenarnya Eza itu adalah anak pemilik minimarket itu. Sebenarnya Eza iseng saja menjadi kasir shift malam di minimarket itu, tapi lama-lama ia nyaman sendiri apalagi saat ia berjumpa Azura.

"Dah ah, minggir loe! Pulang sana terus tidur. Gue mau kerja dulu." tukasnya mengusir Eza dari tempatnya berdiri.

"Ck ... main usir aja. Nggak mau ditemenin nih? Gimana kalau aa' Eza temenin kerjanya biar makin semangat?" goda Eza sembari mengerlingkan sebelah matanya.

"Idih aa', apaan tuh? Entar gue salah panggil malah jadi ee' , gimana?" canda Azura garing sebab ia sudah malas digombali seperti itu.

"Huh, padahal gue serius eh malah ditanggapi kayak gitu. Si Eneng bikin hati aa' sedih aja." ucap Eza seolah-olah sedang mengalami patah hati.

"Udah iih, sana-sana, pulang terus tidur. " usir Azura sebab sudah ada pelanggan yang antri ingin membayar belanjaan mereka.

Eza mendengus lalu tersenyum manis pada Azura, "Iya iya, selamat bekerja, Ra." ucapnya lembut seraya mengerlingkan sebelah matanya kembali. Azura hanya tersenyum sembari mendengus melihat sikap dan tingkah laku Eza yang sebenarnya cukup manis dan menyenangkan.

...***...

"Silahkan dinikmati makan dan minumannya, kak." ujar Melodi setelah pesanan pelanggan telah ia hidangkan di meja.

Pelanggan itu mengangguk dan mengucapkan terima kasih kembali.

Lalu Melodi menghampiri meja yang lainnya dan mencatat kembali pesanannya. Tak lama kemudian, ia kembali dengan membawa baki berisi makanan dan minuman di atasnya dan menghidangkannya di meja pemesan. Begitulah seterusnya pekerjaan Melodi.

Melodi pekerja yang giat dan disiplin, tapi biarpun ia telah berusaha semaksimal mungkin nyatanya ia belum juga bisa membantu sang kakak membayar hutang mendiang orang tuanya. Setelah selesai dengan tugasnya, ia membaringkan kepalanya di atas meja dapur, dengan kedua tangan sebagai alasnya.

"Kamu kenapa, Di?" tanya Loli, manajer cafe tempat Melodi bekerja.

"Eh, kak Loli. Melodi nggak papa kok." ujarnya tersenyum lembut. Tapi hal itu tetap tak dapat menutupi kegundahannya.l yang begitu kentara di wajahnya.

"Udah, nggak usah bohong. Cerita aja. Anggap aja curhat sama kakak sendiri. Dengan senang hati kakak akan mendengarkan, walaupun tidak bisa membantu, minimal bisa meringankan beban di hatimu, bukan." tukasnya lembut.

Melodi mendesah pasrah, lalu ia pun mulai menceritakan kegundahan hatinya. Loli pun memaklumi permasalahan Melodi dan kakaknya. Andai ia terlahir dari keluarga berada, ia pasti akan dengan senang hati membantu Melodi yang sudah ia anggap seperti adik sendiri.

"Masalah kalian berat juga ya, Di. Tapi kakak mendukung pemikiran kakak kamu, lebih baik kamu sekarang fokus sama kuliah kamu. Kamu pasti ingin membuat kakakmu bangga, bukan? Percayalah pada kakakmu sendiri, ia pasti tau apa yang terbaik bagi dirinya ataupun dirimu. Dia begitu menyayangimu, jadi jangan sampai mengecewakan kakakmu yang sudah mati-matian berjuang. Tinggal kamu satu-satunya harapan dan sumber kebahagiaan kakakmu, jadi jangan terlalu ambil pusing. Bukannya tidak lama lagi kuliahmu selesai, jadi fokus dulu ke kuliahmu, okay." pungkas Loli memberikan nasihat untuk Melodi. Melodi pun tersenyum sebab apa yang dikatakan Loli ada benarnya juga.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

semangat melodi

2025-03-15

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Nah Khan...

2024-06-02

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Kali kali... si Eza yang punya HappyMart Zura....

2024-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!