DGGM 20. So sexy

Seketika pistol yang ada di dalam genggaman lelaki itu terlempar jauh. Sambil meringis, ia memegangi lengannya yang telah berlumuran darah. Matanya mengerjap, melihat ke sisi lain, ia pun membelalakkan matanya saat melihat dua orang yang sudah berjalan ke arahnya dengan salah satu memegang pistol sambil diputar-putar. Kedua orang itu menyeringai membuat lelaki itu tertegun.

"Tangkap dia!" seru seseorang yang sedang memegang pistol membuat lelaki itu panik. Ia pun berusaha berdiri hendak melarikan diri dengan masuk ke dalam mobil.

Namun aksinya kembali gagal karena William telah menembak ban mobil lelaki itu.

"Sial!" umpatnya sambil memukul kemudi. "Aaargh ... " ringisnya tak sadar kalau tangan kanannya tenagh terluka.

Dalam hitungan detik, lelaki itu telah diringkus bawahan William. Setelah lelaki itu di bawa ke tempat yang semestinya, Stevan dan William pun menghampiri Arkandra yang tengah membaringkan Azura di dalam mobilnya.

"Loe kenal?" tanya Stevan penasaran. Sebab setahunya, ia tak pernah terlihat dekat dengan perempuan manapun setelah peristiwa yang terjadi di masa lalunya.

Arkandra hanya diam. Ia sedang mengecek denyut nadi Azura kemudian memasangkan sabuk pengaman dan menutup pintu mobilnya dengan perlahan.

"Ar, loe kenal sama tuh cewek? Tumben-tumbenan loe mau ikut turun tangan nolongin orang." tanya William yang juga penasaran.

"Hanya ungkapan rasa kemanusiaan, apa nggak boleh?" ucap Arkandra datar membuat kedua orang itu makin bingung.

"Bukan nggak boleh Kan, justru itu bagus. Artinya rasa kemanusiaan loe masih hidup. Tapi yang jadi pertanyaannya itu, kami merasa aneh sama tingkah loe? Apalagi loe sampai emosi gitu tadi. Kalau loe nggak kenal kan nggak mungkin." cecar Stevan mengeluarkan unek-uneknya.

Arkandra hanya diam sambil melirik jam dipergelangan tangannya. William yang paham Arkandra enggan memberikan keterangan pun lantas mengalihkan pertanyaannya.

"Dia baik-baik aja kan?" tanya William.

Arkandra mengangguk. "Dia pingsan karena obat bius. Tapi bibirnya robek dan pipinya memar. Kemungkinan dia melakukan perlawanan jadi ditampar b@jingan itu." tukas Arkandra menjelaskan.

"Loe mau bawa dia kemana?" tanya Stevan.

"Rumah sakit. Dia butuh divisum juga kan buat laporan."

William mengangguk setuju. Kemudian mereka pun berpisah di parkiran club malam Miracle.

...***...

Sayup-sayup terdengar suara kicau burung. Langit tampak begitu cerah, bahkan cahaya mentari telah menerangi sebagian bumi di pagi itu. Azura tampak mengerjapkan matanya, penglihatannya masih agak terganggu akibat pusing yang dideranya. Setelah semua telah terlihat jelas, Azura terduduk dengan mat melotot. Aroma ini, ruangan ini, ia tau ini dimana.

Lalu ingatannya berputar kembali saat ia diseret oleh seorang lelaki yang tidak dikenalnya kemudian lelaki itu membekap mulutnya dengan sapu tangan yang ia yakini telah diberi obat bius. Tapi dari suaranya, ia tau kalau itu lelaki yang menyewa ruang VIP dan hendak melecehkannya. Azura mengepalkan tangannya saat mengingat hal itu.

"Breng-sek! Dasar b@jingan." geram Azura dengan sorot mata penuh amarah.

Azura memeriksa seluruh tubuhnya, ia khawatir lelaki itu telah berbuat macam-macam padanya. Pakaiannya memang telah berganti menjadi pakaian pasien. Namun ia tidak menemukan apa-apa kecuali memar di pergelangan tangannya akibat cengkraman lelaki itu. Azura menggerakkan rahangnya, namun ternyata masih terasa sakit. Azura menghela nafas panjang.

Namun ia penasaran, mengapa ia bisa sampai di rumah sakit ini? Apakah ada yang telah menolongnya saat ia pingsan? Tapi siapa? Ia tidak mengingat apa-apa setelahnya.

"Kau sudah bangun?" tiba-tiba suara yang akhir-akhir ini begitu familiar terdengar di indra pendengarannya.

Azura lantas menoleh dan membelalakkan matanya saat melihat itu benar-benar Arkandra.

Azura mengucek kedua matanya dengan tangan, namun wajah itu tidak berubah.

Arkandra menggelengkan kepalanya dengan wajah datar lalu meletakkan sebuah kantong di atas nakas do sebelah tempat tidurnya.

"Makanlah." ujarnya singkat membuat Azura mengerutkan keningnya.

"Pak dokter, kok aku ada di sini?" tanya Azura yang sudah kadung penasaran.

"Karena kamu pingsan." sahutnya singkat.

Azura manggut-manggut, "Tapi siapa yang membawaku kemari? Nggak mungkin pak dokter kan? Nggak mungkin pak dokter sebaik itu mau nolongin aku." tukasnya penuh keyakinan membuat Arkandra mendengus.

'Sudah ditolong, bukannya makasih, malah bilang nggak mungkin.'

"Memangnya kenapa nggak mungkin?" tanya Arkandra penasaran.

"Karena pak dokter nggak mungkin sepeduli itu sama aku."

Arkandra menghela nafas lelah, "Terserah kau sajalah." ketus Arkandra seraya berlalu keluar dari kamar rawat Azura.

Azura mengerutkan keningnya dengan bibir mengerucut.

"Dia kenapa sih?" gumam Azura bingung. Lalu ia segera membuka kantong yang ternyata berisi nasi uduk. Azura tersenyum lebar, kebetulan sekali ia sedang sangat lapar. Ia pun melahap nasi itu dengan begitu lahap. Tak lama kemudian seorang perawat masuk ke ruangan Azura untuk memeriksanya.

"Sus, boleh aku nanya sesuatu?" tanya Azura.

"Silahkan, Bu. Apa yang ingin ibu tanyakan?" tanya perawat itu.

"Ck ... aku masih muda gini dipanggil ibu. Panggil Azura aja, sus." ujarnya dengan mulut penuh berisi nasi membuat perawat itu terkekeh sendiri melihatnya.

"Iya mbak Azura, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya seraya tersenyum.

"Sus, kalau boleh tau, siapa ya yang bawa saya kemari?" tanya Azura penasaran.

"Sebenarnya saya kurang tau, mbak. Soalnya saya baru tugas pagi ini. Tapi menurut bisik-bisik para perawat di sini sih, mbak dibawa dokter Arkandra sendiri kemari dalam keadaan pingsan." ujarnya sambil memeriksa tekanan darah Azura.

"Hah! Ukhuk ... ukhuk ... ukhuk ... " Azura tersedak hingga nasinya menyembur ke sembarangan. Mata Azura melotot tak percaya. "Suster yakin?" tanyanya setelah Azura menenggak air minum yang disodorkan perawat itu.

"Semua bilang sih gitu. Ada dokter residen juga yang bilang jadi berita ini pasti benar." ujarnya seraya tersenyum. "Mbak ada hubungan apa emangnya sama dokter Arkan?" tanya perawat itu mulai kepo.

"Ck ... suster kepo deh!" ejeknya seraya terkekeh membuat perawat itu memberengut, tapi hanya sesaat. Kemudian ia kembali tersenyum, "Mbak bisa pulang siang ini setelah menyelesaikan administrasi. Kalau begitu, saya permisi." ujar perawat itu seraya mengundurkan diri.

"Apa mungkin pak dokter galak yang udah bawa aku ke sini? Kok bisa?" Azura mencoba mengingat-ingat apa yang sebenarnya telah terjadi malam itu, namun ia tak kunjung mengingatnya. Karena terlalu memikirkan hal tersebut, Azura sampai lupa mengabari keberadaannya pada sang adik yang tengah khawatir.

Tak mau berlama-lama penasaran, selesai makan, Azura pun turun dari atas brankar dan berjalan menuju ruangan Arkandra.

Setibanya di ruangan Arkandra, ia justru tak menemukan dokter galaknya itu. Tiba-tiba saja Azura kebelet pipis jadi tanpa mengetuk ia langsung masuk ke kamar mandi yang ada di ruangan itu. Baru saja menutup pintu dan membalik badannya, Azura langsung memekik kaget. Pun seseorang yang sedang berada di dalam sana. Dengan wajah memerah, Azura bergegas keluar dari kamar mandi. Jantungnya berdegup kencang. Tenggorokannya tiba-tiba kering. Ia memukul kepalanya, bisa-bisanya ia masuk ke kamar mandi orang lain tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

Sekelebat bayangan Arkandra yang sedang tersiram air shower melintas di benaknya. Walaupun Arkandra masih mengenakan bawahan bokser, tapi tubuh itu terlihat sangat ... sangat ... jantan. Dadanya yang bidang, perutnya yang kotak-kotak, bisepnya yang terlihat kokoh dan kencang, kulitnya yang putih bersih, oh my God, teriak Azura dalam hati. Bahkan kadar ketampanannya jadi berkali-kali lipat . Azura menggeleng-gelengkan kepalanya untuk membuang jauh bayangan itu, bagaimana ia bisa membayangkan tubuh Arkandra di saat seperti ini. Ia harus segera keluar dari ruangan itu. Baru saja Azura hendak membuka pintu untuk melarikan diri, tiba-tiba sebuah tangan menarik pergelangan tangannya hingga tubuhnya terhuyung ke belakang menabrak dada bidang Arkandra. Seketika Azura tertegun. Rambut basah dan air yang mengalir di sisi wajah hingga leher membuat Arkandra terlihat sangat seksi.

'You're so sexy, pak dokter galak!'

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

jadi malu sendiri deh akibat kecerobohan azura

2025-03-15

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Jangan gitu dong Ra...
emang bener pak dokter kok... yang nolongin kamu...

2024-06-02

1

Wirda Wati

Wirda Wati

🤣🤣🤣🤣🥰

2024-05-26

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!