DGGM 7. Kencana vs Arkandra

Bugh ...

Tiba-tiba sebuah bantal melayang ke wajah Arkandra yang baru saja keluar dari dalam kamarnya. Sontak saja Arkandra terkejut, namun wajahnya tetap datar seperti tak ada masalah apa-apa.

"Arkan, loe ngomong apa sih sama sepupu temen gue?" desis Kencana kesal. Ia sengaja datang ke apartemen Arkandra pagi-pagi sekali agar dapat menemui adiknya yang nggak ada akhlak itu. Ia ingin meminta pertanggungjawaban atas tindakan menyebalkan adiknya itu pada sepupu temannya.

Arkandra menaikkan alisnya sebelah acuh dan melengos saja berjalan menuju dapur untuk mengambil air putih.

"Arkan, loe bisu apa, hah!" bentak Kencana saat Arkandra acuh tak acuh saja padanya.

Arkandra mendengus kesal melihat tingkah kakak perempuannya yang sangat menjengkelkan itu.

"Apa sih? Pagi-pagi udah berisik aja. Nggak malu apa sama anak loe!" seru Arkandra dingin membuat Kencana melirik ke arah anaknya yang sedang asik menonton pertengkaran mereka sambil bertopang dagu.

"Gue tanya loe sebenarnya ngomong apa sama sepupu temen gue semalam?" tanyanya lagi tapi agak pelan tak mau anaknya mendengarkan perdebatan mereka.

"Nggak ada." jawab Arkandra acuh.

"Mustahil dia temen aku sampai tersinggung gitu kalau kamu nggak bilang macam-macam, Kan!" ujar Kencana seraya berkacak pinggang. "Bisa nggak sih, Kan kamu nurutin omongan kakak sekali aja!"

"Nggak bisa." sahutnya cepat seraya melenggang dan duduk di samping Alice, putri dari Kencana.

"Lupakan niatmu untuk menjodoh-jodohkan aku pada para perempuan itu karena aku takkan pernah menyetujuinya." desisnya sinis.

"Lalu kau mau aku jodohkan dengan siapa? Lelaki?"

"Boleh." sahutnya singkat membuat mata Kencana membelalak.

"Arkan, kakak serius ."

"Apa aku terlihat main-main?" tatapan Arkandra menajam.

"Aaargh ... " Kencana menggeram frustasi. Ia benar-benar geram kali ini. Tau sang kakak sedang murka, Arkandra pun meminta Alice masuk ke dalam kamarnya sebentar sebab perbincangan mereka ini tak pantas untuk didengar bocah cilik itu.

"Kan, apa nggak ada harapan untuk sembuh?" tanyanya lirih dan Arkandra diam. Ia hanya bisa menyimak apa lagi yang ingin disampaikan Kencana padanya dan ide gila apa lagi yang akan ia lontarkan padanya.

"Kan, kita ke psikolog aja yuk! Kamu nggak bisa terus begini, Kan! Kamu harus sembuh. Apa kamu nggak kasihan sama mama di atas sana liat putra kesayangannya jadi gini?" ujar Kencana lirih. Tersirat kesedihan mendalam di mata kakaknya itu. Tapi kalau ingat ide-ide konyol kakaknya itu yang sangat gemar mengatur masalah perjodohannya membuatnya kembali kesal.

"Pulang sana! Aku mau siap-siap ke rumah sakit " usir Arkandra halus pada kakaknya.

"Tapi Kan, kamu harus nikah. Kalau nggak, sia-sia aja perjuangan mama selama ini."

"Dari awal aku tidak berminat menikah apalagi menginginkan apa yang mama perjuangan sebab dari awal itu semua memang bukan milikku." desisnya dengan mata memicing.

"Tapi Kan, kamu harus menyelamatkan semua aset kalau tidak semuanya akan jatuh ke tangan si breng-sek Bima. Apa kau rela mereka menikmati apa yang harusnya jadi milik kita?" geram Kencana sambil mencak-mencak seperti anak kecil.

"Aku tak peduli." sahutnya acuh.

"Arkandra ... " teriak Kencana murka dengan wajah memerah.

"Stop, Kencana! Kau memang kakakku tapi kau tak berhak mengatur hidupku. Urusan pernikahanku itu bukan ranahmu. Urus saja urusanmu sendiri dan jangan pernah libatkan aku dalam urusan perusahaan. Aku tidak berminat." tegas Arkandra kemudian berlalu menuju kamarnya untuk melihat keponakan kesayangannya.

"Aaargh ... Arkandra, anak itu, aku harus berbuat sesuatu, tetapi apa?" gumamnya seraya memijit pelipisnya.

...***...

"Di, loe lamunin apa sih?" tegur Yuya saat melihat Melodi tengah duduk di kursi kelas sambil menempelkan sebelah wajahnya di meja dengan tangan sebagai alasnya.

"Eh, Yuya, gue nggak lagi lamunin apapun kok!" ujarnya sambil menyengir lebar. "Gue cuma suntuk nungguin kalian kok lama banget sih datangnya. Padahal dari 30 menit yang lalu loe bilang udah dekat kampus tapi baru nyampe sekarang." omel Melodi mengalihkan perhatian Yuya dan Zia.

Yuya dan Zia kemudian sambil pandang lalu duduk mengalir Melodi sambil tersenyum cerah.

"Ssst ... kami lagi seneng tau. Loe bisa nebak kami tadi habis ngapain?" tanya Zia dengan semangat.

Melodi menggeleng pelan karena memang ia tidak bisa menebaknya.

"Di, rugi banget kamu tadi melamun di sini. Tadi itu ada mahasiswa dari luar yang lanjutin magisternya di sini. " tukas Zia semangat.

"Emang apa hubungannya dengan gue? Kenapa gue bisa rugi? Aneh!" cibir Melodi acuh.

"Ck ... rugi lah, loe tau orangnya itu cakep banget. Dengar-dengar sih, dia itu adik pak George, dosen matematika bisnis kita yang so humble itu. Loe bisa bayangin, wajah pak George aja cakepnya minta ampun. Apalagi senyumnya, bisa bikin melting, nah si adik ini kayak versi mudanya gitu cuma kulitnya agak kecoklatan gitu, kelihatan lebih manly dan hot." tukas Yuya dengan mata berbinar.

"Lap tuh iler kalian berdua!" cetus Melodi sambil menahan kedutan di bibirnya.

"Mana?" seru keduanya sambil mengelap sudut bibirnya.

"Ck ... loe ngerjain kami, ya!" ketus Zia mendengus membuat Melodi terkekeh.

"Kalian sih, kayak maniak orang cakep aja. Nggak bisa lihat orang cakep dikit, mulai deh menggila." ejek Melodi.

"Di, sumpah deh, kadang gue ni bertanya-tanya tentang sesuatu hal, tapi nggak enak nanyainnya." ucap Zia ambigu.

Melodi mengerutkan keningnya, "Apa? Tinggal tanya aja. Sudah banget."

Lalu Zia dan Yuya mendekatkan wajahnya dengan Melodi.

"Di, loe cewek normal kan?" tanyanya ragu-ragu membuat mulut Melodi menganga lebar. Apa maksudnya coba?

"Iya Di, asli, gue juga penasaran soalnya loe nggak pernah sekalipun dekat sama cowok. Boro-boro dekat, ngomongin cowok aja nggak pernah, jangan-jangan loe nggak normal? Loe bukannya ... " ucap Yuya sambil bergidik ngeri.

Plak ...

Melodi memukul lengan Yuya dan Zia yang sembarangan bicara. Untung saja kelas saat itu agak sepi, jadi tidak ada yang mendengar perkataan Yuya dan Zia

"Loe pikir gue lesbong gitu, hah?" potong Melodi. 'Otak loe udah terkontaminasi sama sianida kali ya, mikirnya aneh-aneh." decak Melodi kesal. "For your information ya, i'm normal. Sangat-sangat normal. Gue sukanya sama cowok, bukan cewek. Dan kalau sampai saat ini gue belum punya cowok, itu karena gue masih banyak pertimbangan. Gue bukan adik yang nggak punya hati, Ya, Zi, masa' di saat kakak gue sedang mati-matian ngidupin dan nyekolahin gue sampai dia ngelupain kebahagiaan dirinya sendiri, kerja siang malam, tidur kurang, eh gue malah sibuk pacaran. Kayak nggak punya hati banget kan? Karena itu, saat ini gue cuma mau fokus ke kuliah dan bantu kakak gue. " jelas Melodi dengan sedikit ketus membuat Yuya dan Zia bungkam.

...***...

...Happy reading 🥰🙏🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

hebat melodi patut di acungi jempol/Good//Good//Good/

2025-03-15

0

Neni marheningsih

Neni marheningsih

adik yg bener nih Thor ..semangat thor

2024-08-01

1

ri Ski

ri Ski

😂😂😂😂😂

2024-06-21

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!