DGGM 11. Surat Perjanjian

Sore hari di keesokan harinya, Azura datang kembali ke cafe dimana ia bertemu dengan Kencana. Azura sudah menghubungi Kencana perihal ia menyetujui penawarannya. Karena itu, sepulangnya dari bekerja di minimarket, Azura langsung mengendarai motornya menuju cafe. Di sana sudah ada Leon yang ia minta sebagai saksi sekaligus menemani dirinya. Mau bagaimana pun, ia tidak memiliki teman akrab selain Leon. Padahal mereka teman ketemu gede, tapi Leon telah menjelma bak sahabat terbaik yang akan selalu menemaninya kapan pun dan dimana pun juga dalam keadaan suka dan duka. Kalau kayak lagu zaman dulu itu, persahabatan bagai kepompong.

"Cie ... yang sebentar lagi cair!" goda Leon sambil memainkan matanya.

"Cair, cair, emang es batu." ketus Azura sambil mengibaskan rambutnya dan duduk di samping Leon.

"Hari ini gue ditraktir, kan! Kan udah temenin. Ingat, loe itu dapat tawaran pas lagi sama gue jadi ada rejeki gue juga di sana." ujar Leon yang sebenarnya hanya sekedar menggoda. Mana tega ia meminta bagian dari Azura sebab ia sangat tau kebutuhan dan kesulitan sahabatnya itu.

Azura berkacak pinggang dengan mata memicing tajam, lalu ia tersenyum lebar.

"Hanya traktir, kan! Oke, lagian cuma kopi doang." sahutnya sambil mengulum senyum saat melihat Leon hanya memesan secangkir kopi.

"Yah, kalau kopi mah gue bisa bayar sendiri, kutil! Makanan dong! Lapar nih!" ujar Leon sedikit menggeram.

Azura terkekeh melihatnya, "Iya iya, Leon yang guanteng. Silahkan pesan aja, entar Eneng Azura yang cantik jelita dan manja yang akan bayarannya." ujarnya seraya terkekeh.

"Nah, gitu dong! Itu baru Eneng kutilnya Leon yang cantik."

"Nggak usah paket kutil kenapa sih? " cebik Azura. "Eh, eh, itu si mbak konglomerat datang." ujar Azura bersemangat.

"Weis, nggak sabar banget kayaknya nih! Nggak sabar mau duitnya atau ketemu babang dokternya?" bisik Leon sambil berbisik.

"Dua-duanya. Siapa tau ganteng." balasnya antusias.

"Hei, udah lama? Maaf ya, tadi masih meeting soalnya jadi agak telat ke sininya." ujar Kencana seraya menyapa Azura dan Leon.

"Ah, nggak terlalu lama, kok mbak! Nyantai aja! Eh, by the way, aku boleh kan panggil mbak ke mbaknya?" tanya Azura ragu-ragu membuat Kencana terkekeh.

"Iya, boleh! Santai aja dengan saya mah. Saya juga manusia biasa, nggak makan orang. Nggak perlu terlalu kaku. Apalagi kalau kamu berhasil jadi kekasih adik saya, otomatis kita akan lebih sering bertemu." tukas Kencana santai tapi masih sedikit formal sebab ia belum biasa mengucap kata aku saat berbicara dengan Azura.

"Mbak nyuruh Zura santai, tapi mbak masih saya-saya. Lebih santai itu kayak loe-gue atau kamu-aku gitu, tapi terserah mbak aja deh mana enaknya. Zura mah enjoy aja." tukasnya ramah. "Tapi ngomong-ngomong, emang mbak yakin Zura bisa naklukkin adik mbak itu?" tanya Azura.

"Heh kutil, kemarin loe PD banget bilang loe pasti bisa naklukkin tuh cowok lah kok sekarang loe mendadak ragu gitu?" sembur Leon merasa aneh tidak biasanya seorang Azura ragu akan sesuatu.

"Gue bukan ragu dodol, emang nanya aja nggak boleh!" ketus Azura sambil melirik tajam pada Leon.

Kencana terkekeh melihat interaksi dua sahabat itu. Entah mengapa Kencana yakin rencananya kali ini akan berhasil. Bila sebelum-sebelumnya ada sedikit keraguan dengan gadis-gadis yang akan diperkenalkan kepada Arkandra, namun kali ini tidak ada sama sekali. Keyakinannya begitu kuat.

'Let's see, Arkandra Satya Nugraha, apakah kali ini kau tetap bisa menolak pesona dari gadis unik tapi cantik ini!' seringai Kencana dalam hati.

"Mbak, mbak Kencana!" panggil Azura saat melihat Kencana tersenyum sendiri.

"Eh, sorry! Kenapa tadi?"

"Ck ... kayaknya mbak belum minum Aqua deh! Nggak bisa fokus." ejek Azura tapi sambil terkekeh membuat Kencana tersenyum.

"Oh, yang tadi kamu tanyain, aku yakin 100% . So, gimana? Kamu setuju dengan penawaranku kemarin?" tanya Kencana harap-harap cemas.

"Oke, saya setuju. Zura mau menerima misi dari mbak Kencana." ucapnya mantap penuh keyakinan.

"Good girl. Kalau begitu, ini surat perjanjian kita. Silahkan dibaca, kalau semua sudah oke, tinggal tanda tangan aja." tukas Kencana seraya menyodorkan sebuah map biru ke depan Azura.

Azura pun gegas membuka map itu dan membaca poin demi poin persyaratan yang tertuang di dalam selembar kertas di dalam sana.

"Poin pertama, masa perjanjian berlaku selama 1 tahun." baca Azura.

"Ya, jadi kamu hanya memiliki waktu selama 1 tahun untuk menaklukkan adikku. Setelah 1 tahun, berhasil atau tidak, kau harus meninggalkan adikku." tegas Kencana membuat Azura tersenyum santai.

Dalam hati, ia yakin bisa menaklukkan adik Kencana dalam beberapa bulan saja jadi 750 juta akan aman masuk ke tabungannya dan setelah 1 tahun kemudian ia akan mendapatkan sisanya. Uang itu lebih dari sisa cicilan hutangnya. Ia berpikir, sisa yang itu bisa ia jadikan modal usaha kecil-kecilan untuk kehidupannya kelak.

Ia tidak berpikir, bagaimana kalau justru dirinya lah yang jatuh cinta. Sanggupkah ia meninggalkan pria itu di kemudian hari bila ia benar-benar telah jatuh cinta? Bukankah terkadang, apa yang kita rencanakan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

"Nggak masalah." sahutnya pasti. "Poin kedua yang muka 250 juta akan diberikan saat perjanjian dimulai, 750 juta setelah berhasil mendekati, dan 1 Milyar saat misi sukses. Bila dalam 1 tahun misi gagal, uang yang sudah ditransfer, tidak dapat diminta kembali." Azura melanjutkan membacanya hingga akhir sambil menganggukkan kepalanya. Tidak ada masalah, isi perjanjiannya tidak ada yang memberatkan dirinya. "Fine, aku setuju." tukas Azura lalu ia segera membubuhkan tanda tangannya. Rasanya tangannya sudah gatal ingin mendapatkan uang ratusan juta itu. Ia juga ingin segera membungkam mulut si bandot tua itu supaya tidak mengganggu dirinya lagi.

Kencana tersenyum senang. Lalu ia segera mengeluarkan ponselnya dan meminta nomor rekening Azura. Dalam hitungan detik, uang sebesar 250 juta telah masuk ke dalam rekening Azura membuatnya berteriak girang.

"Oh ya, ini identitas adik saya. Saya harap kamu segera memulai misi ini secepatnya. Makin cepat misi kamu sukses, maka saya akan memberikan bonus untukmu." ucap Kencana membuat Azura dan Leon membelalakkan matanya.

'Jadi penasaran, sebanyak apa duit di dalam rekening mbak Kencana ini ya! Kayak enteng banget ngeluarin duit segede itu. Kalo jadi adik iparnya kali enak ya!! Lumayan, bisa ikutan jadi orang kaya juga.' batin Azura bermonolog.

'Kira-kira dia masih single nggak ya! Enak banget kalau bisa jadi suaminya. Udah cantik, kaya lagi.' gumam Leon dalam hati.

Azura pun segera membuka sebuah map berwarna coklat. Di dalamnya terdapat CV yang menjelaskan detil mengenai identitas sosok yang akan menjadi targetnya. Seketika Azura membelalakkan matanya kembali saat melihat sosok yang ada di dalam pas foto berukuran 3R itu. Dadanya naik turun, kepalanya pening seketika. Azura bahkan sampai mengucek matanya berkali-kali untuk meyakinkan apa yang dilihatnya itu tidaklah salah. Tapi hingga beberapa kali mengucek mata, sosok yang ada di dalam foto itu tetap sama, tidak berubah sama sekali. Azura mengangkat wajahnya menatap Leon yang juga bingung melihat ekspresi sahabatnya itu.

"Loe kenapa?" tanya Leon penasaran.

"Kenapa? Adik saya ganteng banget ya?" tanya Kencana seraya terkekeh. "Semua orang yang pernah liat Arkan emang bilang begitu kok, jadi nggak heran lagi."

"Mbak, perjanjiannya masih bisa dibatalin nggak?" tanya Azura dengan mata mengerjap.

Kencana dan Leon menatap bingung. Aneh pikir mereka. Apalagi Kencana, baru kali ini ia bertemu perempuan yang menolak pesona sang adik yang ketampanannya di atas rata-rata.

"Nggak. Surat perjanjian sudah ditandatangani. Uang muka juga sudah saya transfer. Jadi tidak ada jalan lagi untuk membatalkan kesepakatan ini. Kecuali kamu siapa saya pidanakan." tegas Kencana yang membuat Azura menelan ludahnya bulat-bulat.

'Astaga, kenapa harus dia! Ganteng sih, tapi ... Ah, sudahlah. Jalanin aja. Semoga gue berhasil. Semangat Azura.' batin Azura sambil mengepalkan tangannya

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

seberapa kayanya ya Kencana suruh tahklukan Arkan aja sampai keluarin uang 2 m

2025-03-15

0

Putri Sera

Putri Sera

telat Leon dia udh beranak pula

2024-08-02

0

Soraya

Soraya

hadiah buat Azura semangat jgn menyerah selamat berjuang 💪

2024-07-02

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!