DGGM 16. Dinner

Melodi kian tertegun di tempatnya saat melihat lelaki itu melirik ke arahnya. Ia begitu tampan, rahangnya tegas dengan jambang tipis di sisi kanan dan kirinya. Rambutnya disisir klimis. Pakaiannya terlihat santai tapi berkelas. Semua yang melekat di tubuh pria itu dapat ia pastikan merupakan barang-barang bermerk.

"Silahkan duduk!" titahnya dengan suara tegas membuat Melodi tersadar dari kekagumannya.

"Ah, i-iya." Melodi pun segera duduk di seberang Gerald.

Tak lama kemudian, seorang pelayan datang mengantarkan pesanan Gerald yang ternyata sudah ia pesan terlebih dahulu. Bahkan untuk Melodi pun sudah ia pesankan tanpa peduli, Melodi menyukainya atau tidak.

"Terima kasih." ujar Melodi saat pelayan itu telah meletakkan minuman dan makanan yang dipesan Gerald.

"Sama-sama kak. Silahkan menikmati!" ujarnya lagi yang disambut Melodi dengan anggukan.

"Sebaiknya kita makan dulu baru kita bicarakan tujuanku ingin kau datang kemari." ujarnya datar. Dengan gugup, Melodi mengangguk tanpa berkata satu patah kata pun. Ia menyantap makan siang yang berupa pasta dan red Velvet. Gerald juga memesankan segelas manggo smoothies. Gerald makan dengan anggun. Kelihatan sekali, ia bukanlah orang biasa. Tak lama kemudian, Gerald tampak selesai makan lebih dahulu. Ia mengelap mulutnya dengan tisu. Melodi mengawasinya melalui ekor matanya. Entah mengapa, jantung Melodi kian dag dig dug karenanya. Seumur hidup, ia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Dan ini adalah kali pertama jantungnya berdebar saat melihat seorang lelaki.

"Sudah?" tanya Gerald dengan satu alis naik ke atas saat melihat Melodi mendorong piringnya yang hanya dimakan separuh.

"Su-sudah, pak " jawab Melodi gelagapan.

"Kau tak suka menunya?" tanyanya lagi.

"Em ... i-iya. Saya kurang suka makan pasta dan spaghetti." tukasnya gugup dengan tangan saling bertautan.

"Maaf, saya tidak bertanya terlebih dahulu." ucapnya. "Oh ya, sepertinya jarak usia kita tidak terjauh jadi jangan panggil saya pak. Lagi pula aku bukan atasanmu."

"Kalau saya panggil kak? Boleh?" tanya Melodi dengan mengerjap beberapa kali.

"Yah, itu masih lebih baik." tukasnya sambil meminum machiato miliknya. "Oh ya, mengenai pekerjaan yang aku tawarkan itu, sebenarnya bukan pekerjaan yang sulit. Tapi kita membutuhkan kerja sama yang natural. Aku ingin kau menjadi kekasih sementaraku atau lebih tepatnya kekasih pura-pura. Terutama di hadapan keluarga ku." tukasnya santai membuat Melodi membulatkan matanya.

"Ke-kekasih sementara? Pura-pura? Maksudnya?" tanya Melodi terbata.

"Ya, aku ingin kau menjadi kekasihku maksimal selama 6 bulan, sebelum kekasihku kembali dari luar negeri. Namun, bisa juga tidak sampai 6 bulan. Bila 3 atau 4 bulan kemudian kekasihku telah kembali, aku akan segera memutuskanmu. Jangan khawatir, Aku akan membayarmu sebesar 200 juta di muka. Jadi kapanpun perjanjian kita berakhir, yang itu tetap sepenuhnya milikmu." tukasnya membuat mulut Melodi menganga tak percaya.

"Ke-kenapa kau meminta bantuanku? Dan ... kapan kita bertemu? Mengapa kau bisa tiba-tiba menawarkan ku pekerjaan seperti ini?" tanya Melodi penasaran.

Gerald tersenyum kecil, nyaris tak nampak.

"Aku mendengar curhatanmu dengan Loli. Karena itu aku menawarkan mu pekerjaan ini sebab aku tau kau sedang membutuhkan uang yang banyak." ujar Gerald santai.

"Tapi ... bukankah itu ruangan khusus karyawan, lalu bagaimana kau bisa masuk dan mendengarkannya?" tanya Melodi penasaran. Gerald tersenyum miring.

"Sebab akulah pemilik cafe itu." pungkas Gerald membuat Melodi membelalakkan matanya dengan tangan kanan menutup mulut. Ini benar-benar hal yang tak terduga. Ya, selama bekerja di cafe itu, dia memang tidak mengenal sosok atasannya sebab ia hanya pekerja paruh waktu. Ia hanya bekerja saat siang hingga sore hari dan terkadang menjelang malam. Selama ini owner cafe itu hanya datang saat pagi hari atau malam, sebab menurut informasi dari karyawan yang lain, owner cafe itu tengah melanjutkan studinya. Selama ini ia belajar di luar negeri dan pengurusan cafe ia titipkan pada orang kepercayaannya. Dan kini ia telah kembali dan melanjutkan studi di tanah air, menuruti permintaan sang ibu.

...***...

Malam harinya, sesuai kesepakatannya dengan Eza, Azura pun menyanggupi ajakan makan malam dari rekan kerjanya itu. Azura sebenarnya ingin pergi sendiri, tapi Eza memaksa ingin menjemputnya alhasil di sinilah Eza sekarang. Ia mendatangi rumah kecil yang merupakan tempat tinggal Azura dan Melodi. Rumah ia sewa dari kenalan orang tuanya. Karena iba melihat dua beradik malang itu, kenalan ibu Azura pun menyewakannya dengan harga yang terjangkau.

"Loe keliatan cakep banget malam ini, Za,! Gue ampe pangling." puji Azura sambil mengedipkan sebelah matanya saat melihat penampilan Eza malam itu. Rambut disisir klimis dengan Pomade. Kemeja berwarna navy, jeans abu-abu, dan sepatu kets putih membuat penampilannya berbeda dari hari biasanya.

Eza tersipu mendengar pujian dari bibir Azura.

"Loe aja kelamaan nyadar. Anak Happymart yang lain aja udah banyak yang tau." sahut Eza seraya berjalan menuju mobilnya.

"Seriusan kita pake mobil? Loe nyolong mobil dimana? Kasi tau gue tempatnya dong siapa tau gue juga bisa dapet mobil bagus kayak gini." ujar Azura seraya terkekeh saat Eza membukakan pintu mobil untuknya.

"Hust, jangan sembarangan ngomong!" desis Eza sambil melihat ke kanan dan kirinya. Takut ada yang mendengar lalu salah paham dan benar-benar mengira itu mobil hasil curian. "Nih mulut sembarangan aja ngomong! Emang wajah gue yang cakep ini ada tampang jadi pencuri? Sekate-kate aja ngomong." imbuhnya sambil mengulum senyum Ia tau, Azura sekedar bercanda. Tapi bisa bahaya bila ada yang mendengar kemudian salah paham. Bisa-bisa ia diteriaki maling.

Azura terkekeh lalu mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya, "Canda cuy! Tapi ngomong-ngomong mobil siapa nih? Pinjam sama temen? Boleh kenalin nggak sama temennya? Siapa tau kapan-kapan gue pingin pinjem gitu kan tinggal ngomong aja " ujar Azura seraya memasang seat belt.

"Mau dikenalin? Boleh. Perkenalkan, saya Eza Saputra. Kalau kamu mau pinjam, silahkan bilang aja. Nggak perlu sungkan." ujarnya sambil mengulurkan tangan.

Azura mengerjap-ngerjapkan matanya, ia tidak pernah berpikir Eza merupakan orang berada sebab pekerjaannya saja seorang kasir. Jadi mana mungkin bisa punya mobil kan!

"Kok bengong? Nggak percaya? Ya udah nih, liat buktinya." ujar Eza seraya mengeluarkan surat tanda kepemilikan mobil miliknya.

Azura membaca nama pemiliknya, benar tertera nama Eza Saputra. Kalau ia orang kaya, kenapa bekerja sebagai kasir, pikirnya. Ia mencoba berpikir lagi, 'Oh mungkin dia ambil cicilan di dealer! Bisa aja sih.' Bukankah zaman sekarang banyak yang seperti itu. Itulah yang ada di pikirannya.

"Sorry, gue kira ... " Azura menyengir lebar membuat Eza terkekeh.

"Don't worry! Kenapa? Tampang gue keliatan nggak meyakinkan ya?"

"Ah, bukan gitu, Za! Kan selama ini gue liatnya loe naik motor ke Happymart, jadi gue nggak berpikir loe punya mobil." sahutnya cepat. "By the way, loe mau ajak gue makan dimana sih?"

"Ke cafe Starla. Loe tau kan cafe itu. Kata temen gue malam ini ada live performance Andmesh, makanya gue mau ajakin loe dinner disana aja."

"Wow, serius!" seru Azura dengan mata berbinar. "Wah, nggak nyesel gue mau diajakin dinner kalau gini. Sering-sering aja, Za."

"Buat Eneng, apa sih yang nggak." sahut Eza seraya terkekeh.

Setibanya di cafe Starla, cafe itu sudah tampak dipadati pengunjung. Padahal jarum jam baru menunjukkan pukul 19.50. Beruntung mereka masih kebagian meja, walaupun agak pojokan tapi masih dapat melihat ke arah panggung dengan jelas.

Eza pun segera menarik kursi dan mempersilahkan Azura duduk. Ia memperlakukan Azura bak putri membuat dua dari tiga orang yang duduk di meja tak jauh dari posisinya menatapnya dengan pandangan yang ... entahlah.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🙏...

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

makin seru aja nih ceritanya

2025-03-15

0

Putri Sera

Putri Sera

syarat utk menjadi pewaris harus menikah dulu

2024-08-02

0

Putri Sera

Putri Sera

jangan2 saudara tiri Arkan yg ingin menguasai prusahaan mendiang mama Arkan melodi nikah kontrak sebagai syarat hak waris dari papa arkan

2024-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2 DGGM 2. Awal pertemuan
3 DGGM 3. Gadis gila
4 DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5 DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6 DGGM 6. Kencan buta failed
7 DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8 DGGM 8.
9 DGGM 9. 2 Milyar
10 DGGM 10. He's a doctor.
11 DGGM 11. Surat Perjanjian
12 DGGM 12. Misi Perdana
13 DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14 DGGM 14. Makan siang
15 DGGM 15. Makan siang 2
16 DGGM 16. Dinner
17 DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18 DGGM 18. Miracle
19 DGGM 19. Timah panas
20 DGGM 20. So sexy
21 DGGM 21. Membentengi Hati
22 DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23 DGGM 23. Viral
24 DGGM 24. Skandal
25 DGGM 25. Hujatan
26 DGGM 26. Kamu dimana ...
27 DGGM 27. Ketemu
28 DGGM 28. Berlari
29 DGGM 29. Keyakinan diri
30 DGGM 30. Bicara berdua
31 DGGM 31. Ke rumah Azura
32 DGGM.32 Bertemu kakek
33 DGGM.33 Taruhan
34 DGGM 34.
35 DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36 DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37 DGGM 37. Mari kita bermain
38 DGGM 38. Mungkinkah
39 DGGM 39. Ke rumah Gerald
40 DGGM 40.
41 DGGM 41. Deal
42 DGGM 42. Di dalam mobil
43 DGGM.43 Gelisah
44 DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45 DGGM 45. Mario
46 DGGM 46. Calon suami cadangan
47 DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48 DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49 DGGM 49. Tremor
50 DGGM.50 Pertengkaran pertama
51 DGGM.51 Di kamar
52 DGGM.52 Cafe
53 DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54 DGGM 54. Saling mengerjai
55 DGGM 55. Resepsi
56 DGGM 56.
57 DGGM. 57 Pelakor ???
58 DGGM. 58 Terapi pertama
59 DGGM 59. Apartemen Arkandra
60 DGGM. 60
61 DGGM. 61 Terapi kedua ???
62 DGGM 62. Ciuman selamat malam
63 DGGM 63.
64 DGGM 64.
65 DGGM. 65
66 DGGM. 66
67 DGGM 67.
68 DGGM 68.
69 DGGM 69.
70 DGGM 70.
71 DGGM. 71 Warisan?
72 DGGM 72. Kekesalan Stevan
73 DGGM 73.
74 DGGM 74. Emosi Arkandra
75 DGGM 75. Duren Gatir
76 DGGM 76. Mungkinkah
77 DGGM. 77
78 DGGM. 78
79 DGGM. 79 Bagaimana ini?
80 DGGM 80. Ulah Alice
81 DGGM 81. Azura
82 DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83 DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84 DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85 DGGM 85. Diculik
86 DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87 DGGM 87. Maafkan aku ...
88 DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89 DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90 DGGM 90. Aku ... menyerah.
91 DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92 DGGM 92. Go back
93 DGGM 93. Arkandra dan Leon
94 DGGM 94. Talk
95 DGGM 95.
96 DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97 DGGM 97. Aku kalah
98 DGGM 98. I love you, too
99 DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100 DGGM 100. Lunas
101 DGGM 101. Galau
102 DGGM 102.
103 DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104 DGGM 104. Kejutan tak terduga
105 DGGM 105. Naik motor
106 DGGM 106. Rencana
107 DGGM 107. Resign
108 DGGM 108. Kekacauan Gerald
109 DGGM 109. Ungkapan hati
110 DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111 DGGM 111. Pernikahan dadakan
112 DGGM 112
113 DGGM 113. Berusaha kabur
114 DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115 DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116 DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117 DGGM 117.
118 DGGM 118. Hukuman
119 DGGM 119. First Kiss
120 DGGM 120. No judul hehehe ...
121 DGGM 121. Bucin effect
122 DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123 DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124 DGGM 124.
125 DGGM 125. Happy Family
126 DGGM 126. Gara-gara Bakso
127 DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128 DGGM 128.
129 DGGM 129. Ngidamnya Azura
130 DGGM 130. HAH!
131 DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132 DGGM 132. Bonchap 1
Episodes

Updated 132 Episodes

1
DGGM 1. Gadis Menyebalkan
2
DGGM 2. Awal pertemuan
3
DGGM 3. Gadis gila
4
DGGM 4. Bukan Pemuas Napsu
5
DGGM 5. Gadis gila yang hebat
6
DGGM 6. Kencan buta failed
7
DGGM 7. Kencana vs Arkandra
8
DGGM 8.
9
DGGM 9. 2 Milyar
10
DGGM 10. He's a doctor.
11
DGGM 11. Surat Perjanjian
12
DGGM 12. Misi Perdana
13
DGGM 13. Benar-benar menyebalkan
14
DGGM 14. Makan siang
15
DGGM 15. Makan siang 2
16
DGGM 16. Dinner
17
DGGM 17. Canda tawa yang membuat jengah
18
DGGM 18. Miracle
19
DGGM 19. Timah panas
20
DGGM 20. So sexy
21
DGGM 21. Membentengi Hati
22
DGGM 22. Kepentok cinta kulkas 10 pintu
23
DGGM 23. Viral
24
DGGM 24. Skandal
25
DGGM 25. Hujatan
26
DGGM 26. Kamu dimana ...
27
DGGM 27. Ketemu
28
DGGM 28. Berlari
29
DGGM 29. Keyakinan diri
30
DGGM 30. Bicara berdua
31
DGGM 31. Ke rumah Azura
32
DGGM.32 Bertemu kakek
33
DGGM.33 Taruhan
34
DGGM 34.
35
DGGM 35. Pernyataan cinta ...
36
DGGM 36. Bukan pernikahan impian
37
DGGM 37. Mari kita bermain
38
DGGM 38. Mungkinkah
39
DGGM 39. Ke rumah Gerald
40
DGGM 40.
41
DGGM 41. Deal
42
DGGM 42. Di dalam mobil
43
DGGM.43 Gelisah
44
DGGM 44. Seperti sepasang kekasih
45
DGGM 45. Mario
46
DGGM 46. Calon suami cadangan
47
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek
48
DGGM 48. Perlakuan sebagaimana mestinya
49
DGGM 49. Tremor
50
DGGM.50 Pertengkaran pertama
51
DGGM.51 Di kamar
52
DGGM.52 Cafe
53
DGGM. 53 Kedatangan Trio icikiwir
54
DGGM 54. Saling mengerjai
55
DGGM 55. Resepsi
56
DGGM 56.
57
DGGM. 57 Pelakor ???
58
DGGM. 58 Terapi pertama
59
DGGM 59. Apartemen Arkandra
60
DGGM. 60
61
DGGM. 61 Terapi kedua ???
62
DGGM 62. Ciuman selamat malam
63
DGGM 63.
64
DGGM 64.
65
DGGM. 65
66
DGGM. 66
67
DGGM 67.
68
DGGM 68.
69
DGGM 69.
70
DGGM 70.
71
DGGM. 71 Warisan?
72
DGGM 72. Kekesalan Stevan
73
DGGM 73.
74
DGGM 74. Emosi Arkandra
75
DGGM 75. Duren Gatir
76
DGGM 76. Mungkinkah
77
DGGM. 77
78
DGGM. 78
79
DGGM. 79 Bagaimana ini?
80
DGGM 80. Ulah Alice
81
DGGM 81. Azura
82
DGGM 82. Kegetiran seorang Azura
83
DGGM 83. Kegetiran seorang Azura II
84
DGGM 84. Ra, kamu dimana ?
85
DGGM 85. Diculik
86
DGGM 86. Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!
87
DGGM 87. Maafkan aku ...
88
DGGM 88. Maafin aku, Ra ...
89
DGGM 89. Perubahan sikap Azura
90
DGGM 90. Aku ... menyerah.
91
DGGM 91. Kedatangan Vinandia
92
DGGM 92. Go back
93
DGGM 93. Arkandra dan Leon
94
DGGM 94. Talk
95
DGGM 95.
96
DGGM 96. Ra, aku mau kamu sekarang!
97
DGGM 97. Aku kalah
98
DGGM 98. I love you, too
99
DGGM 99. Because you're mine, one and only.
100
DGGM 100. Lunas
101
DGGM 101. Galau
102
DGGM 102.
103
DGGM 103. Hasil Penyelidikan
104
DGGM 104. Kejutan tak terduga
105
DGGM 105. Naik motor
106
DGGM 106. Rencana
107
DGGM 107. Resign
108
DGGM 108. Kekacauan Gerald
109
DGGM 109. Ungkapan hati
110
DGGM 110. Aku tidak mau bertunangan denganmu
111
DGGM 111. Pernikahan dadakan
112
DGGM 112
113
DGGM 113. Berusaha kabur
114
DGGM 114. Kehancuran Vinandia
115
DGGM 115. Si galak yang bucin dan posesif
116
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?
117
DGGM 117.
118
DGGM 118. Hukuman
119
DGGM 119. First Kiss
120
DGGM 120. No judul hehehe ...
121
DGGM 121. Bucin effect
122
DGGM 122. Permohonan maaf Bimantara
123
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?
124
DGGM 124.
125
DGGM 125. Happy Family
126
DGGM 126. Gara-gara Bakso
127
DGGM 127. Odi, Yuya, dan Zia.
128
DGGM 128.
129
DGGM 129. Ngidamnya Azura
130
DGGM 130. HAH!
131
DGGM 131. Happiness of Azura and Arkandra
132
DGGM 132. Bonchap 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!