Gilang

Deghh

"I-itu a-aku ...."

Cklek.

Ucapan Luna terhenti oleh suara pintu yang terbuka, atensi mereka mengarah kepada seorang anak kecil yang mengintip ke dalam.

"Papa!" panggil Aqila.

Alden yang melihat itu langsung tersenyum, dia menoleh menatap Luna dengan tatapan tajam.

"Urusan kita belum selesai, aku tunggu penjelasanmu!" ancam Alden.

setelah mengatakan itu, Alden mengajak putrinya untuk bermain. sedangkan Luna, dia masih terdiam mendengar ancaman Alden.

Tersadar dari keterkejutannya, Luna segera menutup pintu dan mengambil ponselnya yang berada di sofa. Dengan tangan bergetar, dia mengetikkan kontak di ponselnya untuk menghubungi seseorang.

Luna menggigit jari telunjuknya saat orang yang dia telefon tak mengangkatnya.

"Aduh! kak gilang kemana sih! Gimana nih ... lagian aku ceroboh banget sih!" lirih Luna sambil berusaha menelefon kembali.

Tuut.

"Halo," jawab Gilang, pria yang Luna telefon.

"Kak! gimana ini hiks ... aku takut ..." adu Luna dengan berderai air mata.

"Lu kenapa sih?" tanya gilang dengan bingung.

Luna melihat ke arah pintu untuk memastikannya tertutup.

"Kak, aku hamil ... dan Alden sudah tahu karena dia melihat alat tes kehamilanku," jelas Luna.

Gilang tentu saja terkejut, dia mengucapkan kata-kata yang memaki sang adik.

"Bodoh! kecerobohan lu akan berdampak pada rencana kita!" teriak Gilang.

Luna hanya bisa menangis, dia tak bisa lagi berkata-kata saat sang kakak memarahinya.

"*Apa lu lupa hah! gue sudah bayar dokter untuk membohongi Alden tentang rahim lu yang diangkat! karena itu Alden mau nikahin lu bodoh*!" marah Gilang.

Luna membulatkan matanya, dia baru teringat dengan rencana awalnya. Bagaimana dia bisa begitu bodoh?

"Ini semua karena kakak! hiks ... kalau aja kakak gak paksa aku buat ngejual diri, aku gak bakal hamil begini hiks ... aku capek kak jadi wanita murahan hiks ..." tangis Luna.

"Ck, gausah drama deh lo ... dulu aja gak ada ngeluh begitu, ibu lu aja kupu-kupu malam yang papi gw nikahin. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya bukan?" ucap Gilang sambil terkekeh.

Luna meremas kencang ponselnya, dia tak terima jika sang ibu di rendahkan seperti itu. Luna tak bisa melawan sang kakak, dia tak memiliki kekuatan untuk melawannya kecuali satu.

"Kalau kakak gak mau bantu aku, aku bakal beri bukti tentang kejahatan kakak yang memperkosa Angel!" marah Luna.

Bukannya takut, Gilang malah tertawa terbahak-bahak.

"Lu mau laporin gue dengan bukti apa hah?" tanya Gilang dengan terkekeh.

"Aku menyimpan rekaman suara kakak yang mengakui semuanya," ucap Luna dengan tersenyum miring.

Lagi-lagi Gilang tertawa, Luna juga bingung apa yang membuat kakaknya tertawa.

"Hei, aku memperkosanya karena bantuan darimu ... jika aku masuk penjara, kau juga akan ikut bodoh ... karena kau yang membawa Angel ke apartemenku hahaha." ujar Gilang.

Tubuh Luna melemas, dia mendudukkan dirinya di tepi ranjangnya. Bagaimana dia bisa lupa? bahwa dalang sebenarnya adalah dia.

"Ingat Luna! tanpa gue, Lo gak bisa milikin Alden yang konglomerat itu. kalau lu mau bantuan gue, temuin gue sekarang di kafe biasa ... Ingat! semuanya gak gratis, gue lagi butuh duit lima puluh juta." ujar Gilang dan langsung mematikan sambungan telefonnya.

Luna yang mendengar itu, tentu saja menggeram marah. kakak tirinya selalu memanfaatkan kedudukan dia sebagai istri Alden.

"Arghh ... aku harus cari uang lima puluh juta dimana? uang bulanan yang Alden kasih udah aku belikan tas dan berlian." gumam Luna sambil menghentakkan kakinya.

Tiba-tiba dirinya mengingat sesuatu, dengan cekatan Luna membuka lemarinya. Dia mendapati sebuah cek yang memang sudah tertulis tanda tangan Alden.

Srek!

"kalau aku ambil cek ini selembar, mas Alden gak akan sadar kan? lagian, uang mas Alden kan banyak ... kalau cuman kehilangan lima puluh juta gak kelihatan kan?" gumam Luna.

Luna segera mengambil tas mahalnya, dia memasukkan cek tersebut kedalam tasnya beserta ponsel dan dompetnya.

Luna berjalan keluar, dia akan menuju kafe yang Gilang maksud. Bersamaan dia keluar kamar, ternyata Alden melihatnya. Senyum miring tercetak di bibir Alden, dia melihat istrinya yang keluar dengan terburu-buru.

"Aku memang mencintaimu, tapi rasa dendamku mengalahkan rasa cintaku ... yang kini telah berubah menjadi benci," lirih Alden.

Sementara di Mansion Amora, Elbert tengah membuka hadian yang Alden berikan. netranya seketika berbinar ketika melihat miniatur pesawat impiannya.

Sedangkan Amora dan Jeslyn meringis melihatnya, karena miniatur tersebut bukan miniatur biasa. Bahkan bisa membeli sebuah apartemen yang cukup besar.

mereka yang saat ini berada di kamar bermain Elbert, kamar yang Alden desain khusus untuk tempat bermain sang putra. Kamar ini sudah ada sebelum Alden masuk rumah sakit.

"Mom, apakah ini tidak terlalu berlebihan? tanya Amora tanpa melepaskan pandangannya dari sang anak.

Jeslyn menggeleng kaku, dia tak menyangka bahwa putranya membelikan cucunya miniatur yang sangat mahal.

" Mommy tidak tahu harus berkata apa, tapi yang jelas ... suamimu sangat royal terhadap anak," gumam Jeslyn.

"Bukan royal mom, tapi boros." kesal Amora sambil menghampiri sang anak yang terduduk di karpet bulu.

Amora menduduki dirinya disamping Elbert, dia tersenyum menatap sang anak yang memainkan miniatur pesawatnya.

"Oma!" panggil Elbert sambil menolehkan kepalanya ke arah sang oma.

Jeslyn menatap Elbert dengan senyum, dia menghampiri cucunya itu.

"kenapa sayang?" tanya Jeslyn sambil membungkukkan badannya.

"Opa mana?" tanya Elbert seperti sedang menunggu sesuatu.

"Opa di kantor sayang, El memangnya ada perlu apa sama opa?" tanya balik Jeslyn sambil mendudukkan dirinya.

"Tadi daddy bilang, opa mau belikan El miatul pecawat. kok cuman dali daddy doang?" jawab El.

Ucapan El tidak salah, tadi Alden mengatakan bahwa sang opa akan membelikannya miniatur. Namun, Alden berkata begitu hanya untuk mengelabui Luna yang menguping pembicaraan mereka.

"Loh, oma gak tau sayang. Nanti sore opa pulang ... sekarang El tidur dulu ya, sudah waktunya tidur siang. Nanti waktu El bangun tidur, opa pasti sudah pulang," bujuk Jeslyn ketika melihat raut cucunya yang sendu.

Amora bingung, mengapa Alden memberitahu Elbert kalau Jonathan akan membelikannya? Bukankah Alden sudah membelikannya, jadi ... untuk apa ayah mertuanya membeli lagi?

"Yah ... yaudah deh, mommy El mau bobo." ucap El sambil merentangkan tangannya ke arah Amora.

Amora yang mengerti, segera menggendong Elbert. Dia menyuruh maid yang kebetulan lewat di depan ruang bermain Elbert.

"Mbak lili, tolong buatkan Elbert susu ya ... masukkan ke dalam botol, nanti di antar ke kamar." pinta Amora kemudian pergi menuju kamarnya yang berada di samping ruang bermain Elbert.

Sedangkan Jeslyn mengikuti Amora di belakang, dia teringat sesuatu yang belum dia sampaikan pada Amora.

"Amora sebentar!" panggil Jeslyn.

Amora yang tadi akan membuka pintu kamarnya terhenti saat mendengar panggilan Jeslyn, dia menatap Jeslyn dengan bingung.

"Kenapa mom?" tanya Amora.

"Nanti sore, saat daddy pulang ... kamu siap-siap ya, kita akan ke mansion mommy. Alden menitipkan kamu dengan mommy, jadi kau lebih di awasi. Apalagi kau sedang hamil, Alden takut kandunganmu rewel." ujar Jeslyn sambil mengelus lengan Amora.

Amora mengerutkan keningnya, dia merasa tak ada masalah dengan kandungannya. Bahkan dia tak merasa mual atau ngidam yang aneh.

"Hm, baiklah mom, aku akan menidurkan Elbert dulu. Mommy kalau mau istirahat, nanti minta di antar maid ke kamar utama yah," ucap Amora dengan senyum manis di bibirnya.

Jeslyn mengangguk, dia menatap Amora yang telah membuka pintu dan memasuki kamarnya. setelah itu, Jeslyn berbalik badan dan berniat akan ke ruang Tv.

Terpopuler

Comments

Vera Wilda

Vera Wilda

Kasihan amat nasib Luna , jahat banget kakak tiri nya, kabur aja Lun , dr pada kamu d jadiin mesin pencetak uang dg cara menjual tubuh mu

2025-01-21

0

kalea rizuky

kalea rizuky

dendam apaan lu dendam. kasih fasilitas/Sleep/

2025-03-04

0

Anonymous

Anonymous

Keren 👍

2024-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 kedatangan Alden
3 kau masih istriku
4 Pertemuan tak terduga
5 Aku juga istrimu
6 Aku harus mendapatkan hatinya
7 Pelakor?
8 Kau harus putuskan
9 Bolehkah aku egois
10 Harus memilih
11 Teka Teki
12 kemarahan Jonathan
13 Hukuman Alden
14 Siapa orang tuaku
15 Keluarga Miller
16 Rahasia Alden
17 Jangan tinggalkan El
18 Masalah Alden dan Luna
19 Gilang
20 Pertemuan kedua Luna dan Amora
21 Sadarnya Gio
22 Mereka berbeda
23 Pertengkaran Alden dan Luna
24 Memutuskan
25 Pertemuan kakak adik
26 Pertemuan kembali El dan Qila
27 Luna
28 Tentang Amora
29 Kamu selingkuh?
30 Jebakan
31 Hemofilia
32 Teman istriku
33 kakak?
34 Siapa Zidan?
35 Masa lalu Jeslyn
36 Drama keluarga
37 Rencana yang berjalan mulus
38 pertemuan Gio dengan Aqila
39 Daddy yang peka
40 Arjuna
41 Duda karatan
42 Musibah
43 Keadaan Alden
44 pertemuan kembali
45 Kau harus bertemu dengan ibumu!
46 Kekesalan Deon
47 Pertemuan Jeslyn dan Zidan
48 Sadarnya Alden
49 Dia Zidan?
50 Permen kapas
51 Perdebatan Alden dan Zidan
52 Alden mual
53 Pembinol
54 Ular
55 Sekarang keadaannya berbeda
56 Perbuatan Luna lagi?
57 Aku lagi yang salah
58 Kelakuan El
59 Penangkapan Luna
60 Kamu selingkuh?
61 Gala-gala om pembinol
62 Keputusan hakim
63 Right?
64 Kembalilah!
65 Delusi?
66 Aqila telah mengetahuinya?
67 Terulang lagi?
68 Terungkap
69 Terungkap 2
70 Vani?
71 Vani 2
72 Akhir masalah Vani
73 Tentang Aira
74 Kenapa aku salah lagi?
75 Goa
76 Jacob
77 Elbert demam
78 Keluarga Lawrance
79 Kesadaran Aurel
80 Menghalalkannya
81 Prematur
82 Perdebatan marga
83 Warna mata
84 Keturunan
85 Kepulangan si kembar
86 om manol
87 Pion?
88 Penyelesaian
89 Konferensi pers 1
90 Selesainya konferensi pers
91 Elbert kabur
92 Elbert kabur 2
93 Bali
94 Sindiran Elbert
95 End
96 Pengumuman
97 Bonus part
98 Lanjutan Transmigrasi Mommy
99 Lewat bentar
100 Love binder's baby( bayi pengikat cinta)
101 Cerita Fantasi lagi nih
102 KARYA BARU: I'M COMING DADDY
103 CINTA YANG BELUM USAI
104 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
105 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK (KARYA BARU)
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Transmigrasi
2
kedatangan Alden
3
kau masih istriku
4
Pertemuan tak terduga
5
Aku juga istrimu
6
Aku harus mendapatkan hatinya
7
Pelakor?
8
Kau harus putuskan
9
Bolehkah aku egois
10
Harus memilih
11
Teka Teki
12
kemarahan Jonathan
13
Hukuman Alden
14
Siapa orang tuaku
15
Keluarga Miller
16
Rahasia Alden
17
Jangan tinggalkan El
18
Masalah Alden dan Luna
19
Gilang
20
Pertemuan kedua Luna dan Amora
21
Sadarnya Gio
22
Mereka berbeda
23
Pertengkaran Alden dan Luna
24
Memutuskan
25
Pertemuan kakak adik
26
Pertemuan kembali El dan Qila
27
Luna
28
Tentang Amora
29
Kamu selingkuh?
30
Jebakan
31
Hemofilia
32
Teman istriku
33
kakak?
34
Siapa Zidan?
35
Masa lalu Jeslyn
36
Drama keluarga
37
Rencana yang berjalan mulus
38
pertemuan Gio dengan Aqila
39
Daddy yang peka
40
Arjuna
41
Duda karatan
42
Musibah
43
Keadaan Alden
44
pertemuan kembali
45
Kau harus bertemu dengan ibumu!
46
Kekesalan Deon
47
Pertemuan Jeslyn dan Zidan
48
Sadarnya Alden
49
Dia Zidan?
50
Permen kapas
51
Perdebatan Alden dan Zidan
52
Alden mual
53
Pembinol
54
Ular
55
Sekarang keadaannya berbeda
56
Perbuatan Luna lagi?
57
Aku lagi yang salah
58
Kelakuan El
59
Penangkapan Luna
60
Kamu selingkuh?
61
Gala-gala om pembinol
62
Keputusan hakim
63
Right?
64
Kembalilah!
65
Delusi?
66
Aqila telah mengetahuinya?
67
Terulang lagi?
68
Terungkap
69
Terungkap 2
70
Vani?
71
Vani 2
72
Akhir masalah Vani
73
Tentang Aira
74
Kenapa aku salah lagi?
75
Goa
76
Jacob
77
Elbert demam
78
Keluarga Lawrance
79
Kesadaran Aurel
80
Menghalalkannya
81
Prematur
82
Perdebatan marga
83
Warna mata
84
Keturunan
85
Kepulangan si kembar
86
om manol
87
Pion?
88
Penyelesaian
89
Konferensi pers 1
90
Selesainya konferensi pers
91
Elbert kabur
92
Elbert kabur 2
93
Bali
94
Sindiran Elbert
95
End
96
Pengumuman
97
Bonus part
98
Lanjutan Transmigrasi Mommy
99
Lewat bentar
100
Love binder's baby( bayi pengikat cinta)
101
Cerita Fantasi lagi nih
102
KARYA BARU: I'M COMING DADDY
103
CINTA YANG BELUM USAI
104
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
105
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK (KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!