Masalah Alden dan Luna

Luna saat ini tengah menanti kepulangan Alden di depan mansion, Netranya menangkap sebuah mobil yang baru memasuki pekarangan mansion.

Mobil yang di tumpangi Alden berhenti, dia keluar setelah sang supir membukakan pintu untuknya. Dia menatap Luna yang sedang berbinar menatap ke arahnya.

"Akhirnya kamu pulang, gimana perjalanannya?" ujar Luna sambil mendekati sang suami dan melingkarkan tangannya pada lengan Alden.

Alden melepaskan rangkulan Luna pada lengannya, dia menatap Luna dengan senyum yang terpaksa.

"Kenapa?" tanya Luna heran.

"Tidak ... Aku baru dari luar, banyak virus yang menempel padaku," alasan Alden.

Luna mengangguk, dia mengikuti Alden yang berjalan di depannya. Dia melihat Alden yang memasuki lift dan meninggalkannya.

"Mas Alden kenapa ya? kok rasanya beda, kayak lagi banyak masalah gitu?" heran Luna.

Sementara Alden menyandarkan tubuhnya pada dinding lift, dia sangat lelah dengan semuanya.

"Gue harus gimana? apa gue harus temuin Amora dengan orang tuanya? tapi, jika mereka tahu anaknya menjadi istri kedua ... apa mereka masih bisa menerima?" gumam Alden.

Ting

Pintu lift telah terbuka, tanpa menunggu lama Alden langsung saja keluar dan pergi menuju kamarnya.

sesampainya di kamar, Alden langsung membuka bajunya dan langsung memasuki kamar mandi.

Netranya menangkap sebuah alat tes kehamilan di tempat sampah. Alden mengulurkan tangannya untuk mengambil tespeck itu.

"Rahimnya harus diangkat karena terjadi komplikasi pasca melahirkan," ucap sang dokter.

"Apa tidak bisa dengan cara lain dok?" tanya Alden.

"Tidak ada tuan," jawabnya.

Alden mengingat kejadian 5 tahun silam saat Luna telah melahirkan Aqila.

"Positif? aku kan tidak pernah menyentuhnya, aku selalu menolak setiap sentuhannya ... dan mengapa tes ini menunjukkan positif?"

Bukan hanya satu melainkan tiga, dan ketiganya menunjukkan positif.

"Apa maksudnya ini? bukankah Luna juga mengetahui bahwa dia tak bisa hamil? atau jangan-jangan dokter itu berbohong dengan mengatakan bahwa rahim Luna di angkat? apa untungnya buat dia?" lirih Alden.

tok!

tok!

tok!

"Sayang! apa kau sedang mandi? cepat lah! Qila sedang menunggumu," teriak Luna di depan kamar mandi.

Alden terkejut, dia segera mengembalikan tes kehamilan itu ke tempat sampah. Alden segera menuntaskan mandinya agar cepat keluar.

cklekk

Luna yang sedang memainkan ponselnya menoleh ke arah Alden yang keluar dari kamar mandi dengan handuk yang berada di pinggangnya. Bahkan pesonanya bertambah saat air menetes dari kepalanya.

Luna menatap Alden tanpa berkedip, sedangkan Alden yang di tatap seperti itu merasa aneh.

"kenapa?" tanya Alden heran.

Luna tersadar dari kekagumannya, dia segera menuju lemari untuk mengambil baju Alden.

"Kau ingin memakai baju apa?" tanya Luna sambil memilihkan pakaian Alden.

"Baju santai saja, aku tidak berniat untuk keluar lagi," ujar Alden.

setelah mendapat pakaian Alden, Luna segera menghampiri suaminya. Dia menyerahkan pakaian Alden.

Alden menerimanya, dia melihat ke arah Luna yang masih diam di tempatnya.

"kenapa?" tanya Alden heran.

Luna tak menjawab, dia mendudukkan dirinya di sofa yang berada di kamar mereka. Dia menatap Alden yang tengah menatapnya heran.

"Kenapa kau masih disini? keluarlah, aku mau ganti baju," pinta Alden.

"Aku kan istri kamu mas, kalau kamu mau ganti baju ... ya ganti aja aku juga disini main ponsel kok." ujar Luna sambil mengambil ponselnya yang tergeletak dia atas meja.

Alden tentu saja menjaga dirinya, dia tak pernah melihatkan dirinya yang tidak memakai pakaian apapun kepada Luna. Bahkan Alden tak pernah menyentuh istrinya itu.

"Tak biasanya kau membantah? sudahlah, jangan pancing emosiku Lun! aku tidak suka jika kamu membantah!" sentak Alden.

Luna begitu terkejut, dia heran mengapa Alden selalu menyuruhnya keluar ketika suaminya itu selesai mandi. Bahkan suaminya tak pernah menyentuhnya.

"Kamu kenapa sih mas! aku ini istri kamu, aku berhak atas kamu! kita kan tidak pernah melakukan hubungan, bahkan kau selalu menolak ketika aku sentuh!" teriak Luna.

Alden begitu terkejut, dia tak menyangka bahwa Luna yang polos ... akan menunjukkan sikap yang berbeda.

Alden tak bisa meredam emosinya, dia segera memasuki kamar mandi dengan membawa bajunya. Dia tak habis pikir, mengapa sifat Luna sangat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu.

"Berhubungan? cih, apa dia tak pernah sadar jika dia mengajakku untuk berhubungan, aku selalu menolaknya," kesal Alden.

Alden memakai bajunya, dia tak mendengar jika ponselnya berdering. Bahkan Alden sekrang sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.

Luna yang belum keluar dari kamar, dia mendapati ponsel Alden yang berdering. Dia menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup, dia mendekat ke arah ponsel Alden yang berada di nakas samping tempat tidur.

"Amora? nama perempuan?" Gumam Luna.

Tangannya terulur untuk mengambil ponsel tersebut, akan tetapi ada suara yang mengagetkannya.

"Jangan coba kau sentuh ponsel ku!" sentaknya yang ternyata adalah Alden.

Alden menatap marah ke arah Luna yang sudah mulai berani untuk mengetahui isi ponselnya.

"Maaf mas, ak-aku tadi cuman mau bantu kamu angkat aja," bela Luna.

Alden tak menghiraukannya, dia menjauh dari Luna yang menatapnya bingung. Alden mengangkat telepon dari istri keduanya itu.

"Halo," panggil Alden.

"Al, maaf menganggu ... Elbert sedari tadi nangis, tadi dia bermain lipstikku dan mencoretnya ke wajah. sampai sekarang tidak hilang, dia semakin menangis dan berteriak mengatakan wajahnya sudah tidak tampan. huft ... aku bingung cara menenangkannya," Ujar Amora

Alden terkekeh, dia berjalan menuju balkon kamarnya. Alden tak menghiraukan tatapan Luna yang memandang dirinya dengan sendu.

"Berikan telfon ini padanya, aku akan bicara pada Elbert," pinta Alden.

tak menunggu lama, isakan Elbert terdengar oleh Alden. sungguh dia merasa rindu pada anaknya itu.

"El kenapa sayang?" tanya Alden dengan nada halus.

Elbert tak menjawab ucapannya, dia masih terisak malah semakin menangis ketika mendengar suara sang daddy.

"Hiks ... mutana El melah-melah hiks ... dantengna El hilang hiks ..." adu bocah itu.

Alden tertawa, dia tak menyangka bahwa putra yang dulu dia abaikan ... akan selucu ini.

Alden menolehkan kepalanya, dia menatap Luna yang masih memeprhatikan dirinya. Dia akan mengucapkan kata daddy, akan tetapi ... jika Luna mencurigainya bagaimana?

"El, jika kau berhenti menangis ... opa mu akan membawa miniatur pesawat yang kau mau bagaimana?" tawar Alden.

Tak ada sahutan dari sana, hanya isakan El yang mungkin sedang berpikir. Alden menunggu bocah itu menjawabnya.

"ote, El belhenti nanis tapi ... daddy belikan miatul pecawat untuk El duga," tawar bocah itu.

Alden memaksakan senyumnya, anaknya memang pintar mengambil keuntungan. Entah menurun dari siapa, yang jelas dirinya tak merasa seperti itu.

"Baiklah, tutup telfonnya. Hadiah El akan sampai dalam beberapa menit." ujar Alden lalu mematikan ponselnya.

Alden membalikkan tubuhnya, akan tetapi dia terkejut saat melihat Luna yang berada di belakangnya.

"Siapa Amora?" tanya Luna dengan penuh selidik.

"Kau tak perlu tau!" cuek Alden.

Luna menatap Alden yang menjauh darinya, dia yang belum mendapatkan jawabannya akhirnya mengikuti Alden.

"Siapa Amora mas!" sentak Luna.

Alden yang akan keluar dari kamarnya menghela nafas kasar, dia berbalik dan menatap Luna dengan tajam.

"Dia Temanku, puas!" sentak Alden.

"Teman? sejak kapan kamu punya teman perempuan mas? apa kamu mencoba menutupi sesuatu dari aku!" marah Luna.

Alden mengeraskan rahangnya, dia memejamkan matanya sejenak untuk mengontrol emosinya.

"Jangan memancing Emosiku Luna! aku sudah bilang padamu kan, jangan mencampuri urusanku! sadarlah kedudukanmu yang sebenarnya, aku menikahimu karena kau yang mengemis padaku. jadi, kau tak punya hak untuk melarangku!" tekan Alden.

Luna menegang ketika mendengar ucapan Alden, air matanya luruh. Bisakah dia berharap untuk diperlakukan istimewa sebagai istri?

"Tes kehamilan di tempat sampah kamar mandi milik siapa?" tanya Alden dengan penuh selidik.

Deghh ...

Terpopuler

Comments

Vera Wilda

Vera Wilda

Mending kamu jujur aja Alden, klo
Emang niat kamu menikah dg Luna karena mau menyelidiki kakaknya Luna , kasih tau k semuanya baik k orang tua mu, Amora, dan juga orang tua Amora

2025-01-21

0

fitriani

fitriani

wah gila sih si luna ini ngaku rahim d angkat gak bisa hamil eh ternyata malah hamil dan parahnya fix itu anak org lain secara alden gak pernah nyentuh dy

2025-04-03

0

aphrodite

aphrodite

Bullshit 5 taon..ngapain aja.. bukti gak ada duit habis di pake foya foya si Luna ..bener2 Be to Go ..TOLIL

2025-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 kedatangan Alden
3 kau masih istriku
4 Pertemuan tak terduga
5 Aku juga istrimu
6 Aku harus mendapatkan hatinya
7 Pelakor?
8 Kau harus putuskan
9 Bolehkah aku egois
10 Harus memilih
11 Teka Teki
12 kemarahan Jonathan
13 Hukuman Alden
14 Siapa orang tuaku
15 Keluarga Miller
16 Rahasia Alden
17 Jangan tinggalkan El
18 Masalah Alden dan Luna
19 Gilang
20 Pertemuan kedua Luna dan Amora
21 Sadarnya Gio
22 Mereka berbeda
23 Pertengkaran Alden dan Luna
24 Memutuskan
25 Pertemuan kakak adik
26 Pertemuan kembali El dan Qila
27 Luna
28 Tentang Amora
29 Kamu selingkuh?
30 Jebakan
31 Hemofilia
32 Teman istriku
33 kakak?
34 Siapa Zidan?
35 Masa lalu Jeslyn
36 Drama keluarga
37 Rencana yang berjalan mulus
38 pertemuan Gio dengan Aqila
39 Daddy yang peka
40 Arjuna
41 Duda karatan
42 Musibah
43 Keadaan Alden
44 pertemuan kembali
45 Kau harus bertemu dengan ibumu!
46 Kekesalan Deon
47 Pertemuan Jeslyn dan Zidan
48 Sadarnya Alden
49 Dia Zidan?
50 Permen kapas
51 Perdebatan Alden dan Zidan
52 Alden mual
53 Pembinol
54 Ular
55 Sekarang keadaannya berbeda
56 Perbuatan Luna lagi?
57 Aku lagi yang salah
58 Kelakuan El
59 Penangkapan Luna
60 Kamu selingkuh?
61 Gala-gala om pembinol
62 Keputusan hakim
63 Right?
64 Kembalilah!
65 Delusi?
66 Aqila telah mengetahuinya?
67 Terulang lagi?
68 Terungkap
69 Terungkap 2
70 Vani?
71 Vani 2
72 Akhir masalah Vani
73 Tentang Aira
74 Kenapa aku salah lagi?
75 Goa
76 Jacob
77 Elbert demam
78 Keluarga Lawrance
79 Kesadaran Aurel
80 Menghalalkannya
81 Prematur
82 Perdebatan marga
83 Warna mata
84 Keturunan
85 Kepulangan si kembar
86 om manol
87 Pion?
88 Penyelesaian
89 Konferensi pers 1
90 Selesainya konferensi pers
91 Elbert kabur
92 Elbert kabur 2
93 Bali
94 Sindiran Elbert
95 End
96 Pengumuman
97 Bonus part
98 Lanjutan Transmigrasi Mommy
99 Lewat bentar
100 Love binder's baby( bayi pengikat cinta)
101 Cerita Fantasi lagi nih
102 KARYA BARU: I'M COMING DADDY
103 CINTA YANG BELUM USAI
104 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
105 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK (KARYA BARU)
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Transmigrasi
2
kedatangan Alden
3
kau masih istriku
4
Pertemuan tak terduga
5
Aku juga istrimu
6
Aku harus mendapatkan hatinya
7
Pelakor?
8
Kau harus putuskan
9
Bolehkah aku egois
10
Harus memilih
11
Teka Teki
12
kemarahan Jonathan
13
Hukuman Alden
14
Siapa orang tuaku
15
Keluarga Miller
16
Rahasia Alden
17
Jangan tinggalkan El
18
Masalah Alden dan Luna
19
Gilang
20
Pertemuan kedua Luna dan Amora
21
Sadarnya Gio
22
Mereka berbeda
23
Pertengkaran Alden dan Luna
24
Memutuskan
25
Pertemuan kakak adik
26
Pertemuan kembali El dan Qila
27
Luna
28
Tentang Amora
29
Kamu selingkuh?
30
Jebakan
31
Hemofilia
32
Teman istriku
33
kakak?
34
Siapa Zidan?
35
Masa lalu Jeslyn
36
Drama keluarga
37
Rencana yang berjalan mulus
38
pertemuan Gio dengan Aqila
39
Daddy yang peka
40
Arjuna
41
Duda karatan
42
Musibah
43
Keadaan Alden
44
pertemuan kembali
45
Kau harus bertemu dengan ibumu!
46
Kekesalan Deon
47
Pertemuan Jeslyn dan Zidan
48
Sadarnya Alden
49
Dia Zidan?
50
Permen kapas
51
Perdebatan Alden dan Zidan
52
Alden mual
53
Pembinol
54
Ular
55
Sekarang keadaannya berbeda
56
Perbuatan Luna lagi?
57
Aku lagi yang salah
58
Kelakuan El
59
Penangkapan Luna
60
Kamu selingkuh?
61
Gala-gala om pembinol
62
Keputusan hakim
63
Right?
64
Kembalilah!
65
Delusi?
66
Aqila telah mengetahuinya?
67
Terulang lagi?
68
Terungkap
69
Terungkap 2
70
Vani?
71
Vani 2
72
Akhir masalah Vani
73
Tentang Aira
74
Kenapa aku salah lagi?
75
Goa
76
Jacob
77
Elbert demam
78
Keluarga Lawrance
79
Kesadaran Aurel
80
Menghalalkannya
81
Prematur
82
Perdebatan marga
83
Warna mata
84
Keturunan
85
Kepulangan si kembar
86
om manol
87
Pion?
88
Penyelesaian
89
Konferensi pers 1
90
Selesainya konferensi pers
91
Elbert kabur
92
Elbert kabur 2
93
Bali
94
Sindiran Elbert
95
End
96
Pengumuman
97
Bonus part
98
Lanjutan Transmigrasi Mommy
99
Lewat bentar
100
Love binder's baby( bayi pengikat cinta)
101
Cerita Fantasi lagi nih
102
KARYA BARU: I'M COMING DADDY
103
CINTA YANG BELUM USAI
104
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
105
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK (KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!