Teka Teki

Mobil mereka telah memasuki pekarangan Mansion, Beberapa Bodyguard kedatangan mereka.

Amora turun dari terlebih dahulu, sedangkan Jeslyn masih menunggu suaminya yang mengurusi Elbert ya tertidur.

"Gimana? Awas itu kepala cucuku jangan sampe bengkok," ujar Jeslyn.

Jonathan memandang istrinya datar, memangnya istrinya kira leher cucunya dari besi apa.

"Iya-iya kamu jangan berisik nanti Elbert bangun," ucap Jonathan dan pergi dari hadapan Jeslyn.

"Kan, kan! Dasar! mentang-mentang udah punya cucu, bininya ditinggal." gerutu Jeslyn sambil berjalan dan menghentakkan kakinya.

Amora memasuki kamarnya, ia segera merebahkan tubuhnya. Mungkin karena efek kehamilannya yang membuat tubuhnya lebih mudah capek.

Saat dirinya akan memejamkan matanya, dia dikagetkan dengan ketukan pintu.

"Tok, tok, tok,"

Amora menatap pintu kamarnya yang terbuka, dia menatap ibu mertuanya yang berdiri di sana sambil tersenyum.

"Mommy ganggu yah, maaf ya. Abisnya mommy bingung Elbert tidur dimana, tadi mommy tanya sama maid katanya Elbert tidur sama kamu," ujar jeslyn.

"Sini mom, masuk. jangan berdiri disitu," Ucap Amora yang merasa tak enak.

Jeslyn masuk kamar Amora, dia melihat sekeliling kamar itu. Netranya tak mendapatkan apa yang ia cari.

"Amora, kok foto pernikahan kamu sama Alden gak ada? Ini kenapa hanya ada foto kamu semua?"

Amora menatap sekeliling kamarnya, dia juga baru menyadari bahwa tak ada foto Alden dan dirinya.

"Aku juga baru sadar, kalau foto pernikahan ana di dinding depan kamar mam. Mommy tadi gak liat pas ke kamar Amora?"

Jeslyn menggeleng, dia segera keluar dari kamar Amora dan melihat foto yang lumayan besar.

"Apa mataku udah rabun, masa foto sebesar ini aku gak liat," gumam Jeslyn.

"Daddy!" teriak jeslyn.

Jonathan yang sedang berjalan ke arah kamar Amora tersentak dengan teriakan sang istri. Bahkan Elbert sampai bangun yang mana membuat Jonathan menatap tajam Jeslyn.

"Mom! Kan gara-gara kamu Elbert bangun," kesal Jonathan

"Hiks ... Mommy, El mau mommy." nangis El, bahkan dia berusaha untuk turun dari gendongan Jonathan.

Jeslyn meringis melihat tatapan tajam sang suami, dia segera memasuki kamar Amora dan meninggalkan Jonathan yang sibuk menenangkan Elbert.

"El sama opa aja ya, sama mommynya nanti aja," bujuk Jonathan.

"Hiks ... Nda mau, opa selem," isak anak itu.

Jonathan sontak terkejut dengan perkataan cucunya. Dirinya seram dari mana? bahkan banyak wanita muda yang jatuh cinta karena ketampanannya.

"Iya, iya. Kita ke mommy, sudah jangan menangis," ujar Jonathan. Dengan Elbert di gendongannya, dia segera beranjak menuju kamar Amora.

Amora melihat mertuanya yang masuk bersama putranya, ia tersenyum melihat Elbert yang merentangkan tangan kepadanya.

"Kenapa sayang? Kok nangis, Elbert kan digendong sama opa," ujar Amora.

Jonathan meletakkan Elbert di kasur king size Amora.

"Mommy," lirih Elbert.

Amora bangun dari tidurnya, dia mendudukkan dirinya dan bersandar di kepala ranjang.

"Kenapa sayang?" tanya Amora dengan nada lembutnya.

"Mimi," gumam El.

Amora tersentak, ia melupakan waktu sang anak meminum susunya.

"Astaga, mommy lupa sayang. Sebentar ya mommy buatkan susu dulu, El sama opa dan oma dulu ya," bujuk Amora.

Elbert menggeleng brutal, dia belum terbiasa dengan kehadiran Jeslyn dan Jonathan.

"Mommy janji cuman sebentar, El kan anak baik." ucap Amora sambil mengelus kepala El.

El yang sedang duduk di depan Amora segera memeluk mommynya itu, bahkan dia menyembunyikan kepalanya di perut sang mommy.

"Biar mommy aja, daddy duduk dulu di sofa." ujar Jeslyn sambil bangkit dari duduknya dan beranjak pergi dari kamar Amora.

"ehm, duduk dad," pinta Amora saat Jonathan tak kunjung duduk.

Jonathan mengangguk dan berjalan ke arah sofa yang tadi di duduki Jeslyn, dia menatap sekelilingnya yang mana membuat keningnya mengkerut.

"Kenapa kamar ini kecil sekali?" tanya Jonathan sambil menatap Amora.

Amora tentu saja kaget, dia merasa bahwa kamarnya sudah sangat luas bahkan rumahnya di kehidupannya dulu tak sebesar kamarnya saat ini.

"Kecil dad? Maaf dad, tapi menurut Amora kamar ini sudah sangat besar," ujar Amora dengan senyum yang terkesan terpaksa.

"Kamu tahu, bahkan Kamar Alden dengan luna lebih besar dua kali lipat dari kamar ini." ucap Jonathan sambil menaikkan satu kakinya.

Amora tidak sedih dengan apa yang mertuanya katakan, akan tetapi dia hanya bingung dengan Jonathan. Mertuanya ini seperti memanasi dirinya.

"Kan hanya aku dikamar ini, mas Alden juga jarang kesini dad," ujar Amora.

Jonathan menurunkan kakinya, dia menatap dalam menantunya itu. Pertanyaannya bukan untuk memanasi Amora. Namun, dia ingin mendengar kejujuran dari menantunya tentang sang anak yang jarang bersama istri keduanya.

"Tepat! Daddy sudah menduganya. Maaf, daddy hanya memancingmu. Ternyata bocah itu menelantarkan mu heh?!" ucap Jonathan sambil mengangkat satu sudut bibirnya.

Amora tanpa sadar menutup mulutnya, dia tak sadar bahwa Jonathan menjebaknya.

"Jika daddy langsung menanyakannya pasti kau akan menjawab suamimu sering kesini begitu?" ujar Jonathan.

Amora menunduk melihat putranya yang sedang memainkan rambutnya, Elbert pasti mengerti apa yang mereka ucapkan.

"Tapi dad, mas Alden sudah membagi waktunya kok ... Dia selalu datang tiga kali seminggu." bela Amora sambil mengangkat wajahnya dan menatap mertuanya.

"Ya mungkin sekarang tiga minggu sekali, akan tetapi jika istri pertamanya menguasai waktu Alden. Maka, jangan harap sehari pun Dalam seminggu dia menemui kamu," jelas Jonathan.

Amora membulatkan matanya, bagaimana bisa mertuanya seperti memojokkan menantu pertamanya. Padahal dia yang sebagai istri kedua.

"Amora yakin mas Alden tidak seperti itu dad, dia pasti menyempatkan waktunya untuk kami," yakin Amora.

Jonathan tertawa, dia bahkan bangkit dari duduknya dan mendekati ranjang Amora.

"Kamu belum mengetahui siapa Luna yang sebenarnya, dia bahkan lebih berbahaya dari pada ular berbisa," ungkapnya.

Amora semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi dalam kehidupannya, terutama dari sang mertua yang terlihat membenci protagonis wanita. Padahal di dalam novel yang Amora baca, mertuanya sangat menyayangi Luna dan apa ini? Mengapa alurnya sangat berantakan?

Sementara di dapur, jeslyn sedang mengobrol dengan Ningsih. Dia sangat antusias ketika menceritakan bahwa dirinya sangat bahagia saat mengetahui ternyata dia memiliki seorang cucu laki-laki.

"Saya juga ikut bahagia nya. semenjak nyonya Amora siuman beberapa waktu lalu karena percobaan bunuh diri, nyonya jadi berubah total. Tadinya dia sangat membenci tuan kecil. setiap tuan Alden membuat nyonya kesal, pasti tuan kecil yang menjadi imbasnya," ucap Ningsih secara tak sadar.

Jeslyn yang sedang menyendokkan susu bubuk ke dalam botol Elbert tiba-tiba terhenti saat mendengar cerita Ningsih.

"Imbas? maksudnya gimana bi?" tanya Jeslyn sambil menatap ke arah kepala pelayan itu.

Ningsih tersadar, di menepuk mulutnya yang membocorkan hal yang tak sepatutnya dia ceritakan.

"Ehm, itu nya ... Nyonya Amora dulu sering mukul Elbert saat tuan Alden membuat dirinya kesal. tapi nya, nyonya Amora berbuat seperti itu karena terkena depresi nya," ujar nya menatap takut Jeslyn.

"Depresi? Kenapa bisa?"

"Apa nyonya belum tahu? Nyonya Amora menikah dengan tuan Alden setelah melahirkan tuan Kecil, bahkan setelah menikah tuan Alden selalu memarahinya dan berkata kasar. Nyonya Amora selalu merasa tertekan berada di rumah ini, bahkan saya pun tak pernah melihat kedatangan keluarga nyonya Amora," jelas Ningsih, sepertinya ia harus membongkar semuanya demi sang nyonya.

Jeslyn terdiam, dia menahan amarahnya yang akan keluar. Bagaimana bisa putra yang ia didik begitu br*ngs*knya hingga membuat hal seperti itu.

"Nyonya, kesalahan yang tuan Alden lakukan itu bukan sepenuhnya salah tuan. Dirinya di jebak oleh seseorang yang mana membuatnya memperkosa nyonya dan tentang keluarganya saya tak mengetahui apapun karena sepertinya tuan Alden menutupnya dengan sangat rapat." jelas Ningsih.

Jeslyn terdiam, dia tak menyangka jika Amora adalah korban dari putranya. Perempuan itu menderita karena Alden, bahkan Amora tak pantas untuk menjadi istri simpanan.

Jeslyn melanjutkan membuat susu Elbert, dia akan melabrak sang anak yang seperti sedang berada di mansion istri pertamanya.

"Bi, saya bawa susu Elbert dulu ya. Makasih atas infonya, saya harap bibi bisa memberi saya informasi yang lain," ucap Jeslyn dan segera pergi dari sana.

______________

Alden sedang bersama putrinya, ia menemani Aqila bermain di taman belakang mansion.

"Papah, gambarnya Qila baguskan." ujar anak itu sambil menyodorkan lukisannya.

"Iya bagus sayang," ujar Alden singkat.

Dia memang mengakui bahwa Aqila memiliki bakat melukis, akan tetapi pikirannya saat ini tertuju pada putranya.

"Elbert sedang apa ya? Amora sudah meminum vitaminnya belum? Apakah kandungannya akan rewel?" tanya Alden dalam hati.

Luna menyadari kebingungan suaminya, doa yang berada tepat di sebelah Alden tentu menyadari hal itu.

"Kamu sedang memikirkan apa mas?" tanya luna sambil mengelus pundak suaminya.

Alden tersentak kaget, dia menoleh menatap istrinya yang tengah menatapnya juga.

"Aku sedang memikirkan proyek yang akan aku bangun di negara prancis," ujar Alden.

"Benarkah? wah aku senang sekali, apakah kau akan kesana? Apa aku dan putri kita akan ikut." tanya luna antusias.

Alden meringis mendengar pertanyaan istrinya, padahal dirinya hanya asal bicara. Proyek itu memang benar adanya, akan tetapi Alden berniat akan menolaknya.

"Sepertinya tidak bisa, karena kau dan Qila pasti akan bosan disana. Aku hanya kerja dan tak ada liburan sama sekali." ucapnya sambil tersenyum.

Luna kecewa, tapi dia tetap memaksakan senyumnya.

"Oh gitu, yasudah tak apa. Kita kan bisa liburan lain kali," ucap Luna dan kembali menatap putrinya yang asik melukis.

Alden sedang memikirkan sesuatu, secara tak sadar dirinya tersenyum.

"kalau aku mengajak Amora dan Elbert ke prancis, pasti mommy tidak dapat mencegahku untuk bersama mereka kan?" ucap Alden dalam hati.

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

pembantu suka Gosip😡

2025-02-12

0

Ririn

Ririn

huweekk/Puke//Puke//Puke/

2024-12-01

0

flowers city

flowers city

🤣🤣🤣😃😃😄😃😃😃😃😃

2024-11-30

0

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 kedatangan Alden
3 kau masih istriku
4 Pertemuan tak terduga
5 Aku juga istrimu
6 Aku harus mendapatkan hatinya
7 Pelakor?
8 Kau harus putuskan
9 Bolehkah aku egois
10 Harus memilih
11 Teka Teki
12 kemarahan Jonathan
13 Hukuman Alden
14 Siapa orang tuaku
15 Keluarga Miller
16 Rahasia Alden
17 Jangan tinggalkan El
18 Masalah Alden dan Luna
19 Gilang
20 Pertemuan kedua Luna dan Amora
21 Sadarnya Gio
22 Mereka berbeda
23 Pertengkaran Alden dan Luna
24 Memutuskan
25 Pertemuan kakak adik
26 Pertemuan kembali El dan Qila
27 Luna
28 Tentang Amora
29 Kamu selingkuh?
30 Jebakan
31 Hemofilia
32 Teman istriku
33 kakak?
34 Siapa Zidan?
35 Masa lalu Jeslyn
36 Drama keluarga
37 Rencana yang berjalan mulus
38 pertemuan Gio dengan Aqila
39 Daddy yang peka
40 Arjuna
41 Duda karatan
42 Musibah
43 Keadaan Alden
44 pertemuan kembali
45 Kau harus bertemu dengan ibumu!
46 Kekesalan Deon
47 Pertemuan Jeslyn dan Zidan
48 Sadarnya Alden
49 Dia Zidan?
50 Permen kapas
51 Perdebatan Alden dan Zidan
52 Alden mual
53 Pembinol
54 Ular
55 Sekarang keadaannya berbeda
56 Perbuatan Luna lagi?
57 Aku lagi yang salah
58 Kelakuan El
59 Penangkapan Luna
60 Kamu selingkuh?
61 Gala-gala om pembinol
62 Keputusan hakim
63 Right?
64 Kembalilah!
65 Delusi?
66 Aqila telah mengetahuinya?
67 Terulang lagi?
68 Terungkap
69 Terungkap 2
70 Vani?
71 Vani 2
72 Akhir masalah Vani
73 Tentang Aira
74 Kenapa aku salah lagi?
75 Goa
76 Jacob
77 Elbert demam
78 Keluarga Lawrance
79 Kesadaran Aurel
80 Menghalalkannya
81 Prematur
82 Perdebatan marga
83 Warna mata
84 Keturunan
85 Kepulangan si kembar
86 om manol
87 Pion?
88 Penyelesaian
89 Konferensi pers 1
90 Selesainya konferensi pers
91 Elbert kabur
92 Elbert kabur 2
93 Bali
94 Sindiran Elbert
95 End
96 Pengumuman
97 Bonus part
98 Lanjutan Transmigrasi Mommy
99 Lewat bentar
100 Love binder's baby( bayi pengikat cinta)
101 Cerita Fantasi lagi nih
102 KARYA BARU: I'M COMING DADDY
103 CINTA YANG BELUM USAI
104 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
105 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK (KARYA BARU)
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Transmigrasi
2
kedatangan Alden
3
kau masih istriku
4
Pertemuan tak terduga
5
Aku juga istrimu
6
Aku harus mendapatkan hatinya
7
Pelakor?
8
Kau harus putuskan
9
Bolehkah aku egois
10
Harus memilih
11
Teka Teki
12
kemarahan Jonathan
13
Hukuman Alden
14
Siapa orang tuaku
15
Keluarga Miller
16
Rahasia Alden
17
Jangan tinggalkan El
18
Masalah Alden dan Luna
19
Gilang
20
Pertemuan kedua Luna dan Amora
21
Sadarnya Gio
22
Mereka berbeda
23
Pertengkaran Alden dan Luna
24
Memutuskan
25
Pertemuan kakak adik
26
Pertemuan kembali El dan Qila
27
Luna
28
Tentang Amora
29
Kamu selingkuh?
30
Jebakan
31
Hemofilia
32
Teman istriku
33
kakak?
34
Siapa Zidan?
35
Masa lalu Jeslyn
36
Drama keluarga
37
Rencana yang berjalan mulus
38
pertemuan Gio dengan Aqila
39
Daddy yang peka
40
Arjuna
41
Duda karatan
42
Musibah
43
Keadaan Alden
44
pertemuan kembali
45
Kau harus bertemu dengan ibumu!
46
Kekesalan Deon
47
Pertemuan Jeslyn dan Zidan
48
Sadarnya Alden
49
Dia Zidan?
50
Permen kapas
51
Perdebatan Alden dan Zidan
52
Alden mual
53
Pembinol
54
Ular
55
Sekarang keadaannya berbeda
56
Perbuatan Luna lagi?
57
Aku lagi yang salah
58
Kelakuan El
59
Penangkapan Luna
60
Kamu selingkuh?
61
Gala-gala om pembinol
62
Keputusan hakim
63
Right?
64
Kembalilah!
65
Delusi?
66
Aqila telah mengetahuinya?
67
Terulang lagi?
68
Terungkap
69
Terungkap 2
70
Vani?
71
Vani 2
72
Akhir masalah Vani
73
Tentang Aira
74
Kenapa aku salah lagi?
75
Goa
76
Jacob
77
Elbert demam
78
Keluarga Lawrance
79
Kesadaran Aurel
80
Menghalalkannya
81
Prematur
82
Perdebatan marga
83
Warna mata
84
Keturunan
85
Kepulangan si kembar
86
om manol
87
Pion?
88
Penyelesaian
89
Konferensi pers 1
90
Selesainya konferensi pers
91
Elbert kabur
92
Elbert kabur 2
93
Bali
94
Sindiran Elbert
95
End
96
Pengumuman
97
Bonus part
98
Lanjutan Transmigrasi Mommy
99
Lewat bentar
100
Love binder's baby( bayi pengikat cinta)
101
Cerita Fantasi lagi nih
102
KARYA BARU: I'M COMING DADDY
103
CINTA YANG BELUM USAI
104
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
105
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK (KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!