Memotong Kuku

Kurang ajar! Lelaki yang ditatap oleh Violet seakan tidak merasa bersalah sedikitpun padanya. Bahkan Noah masih santai mengiris daging steak dan memasukkan ke mulutnya tanpa beban yang berarti.

“Binatang, bajingan, keparat!“ sumpah serapah keluar dari mulut Violet.

“Apa salahku padamu? Kenapa kau lakukan ini padaku?“

“Aku akan menuntutmu, aku akan membayar pengacara terbaik supaya bisa menjebloskanmu ke penjara!“

Noah terkekeh mendengarnya, dia menghentikan makannya sejenak. Sebenarnya lelaki itu masih kelaparan mengingat dia melewatkan jam makan malamnya tapi melihat Violet berani menantangnya membuat selera makannya menghilang.

“Sepertinya akan menarik jika kau melakukannya!“ ucap Noah kemudian. “Lihat bagaimana semua media menyorotmu karena scandal ini!“

Violet langsung tergagap, tentu saja yang dikatakan Noah itu benar adanya. Karirnya dipertaruhkan saat dia melaporkan Noah kepada pihak berwajib.

Tapi Violet tidak takut, dia akan melawan sampai titik darah penghabisan. Karena Violet merasa dirinya dalam posisi yang benar.

“Lepaskan aku dari sini! Kita lihat siapa yang hancur! Kau atau aku?“ Violet menantang.

Noah tersenyum penuh arti. “Aku menekankan sesuatu padamu! Jadi dengarkan aku baik-baik!“

“Setelah kau keluar dari bangunan ini, sudah dipastikan agensi model yang menaungimu akan memutuskan kontrak sepihak karena kau dianggap sudah tidak kompeten lagi. Jika kau nekat melaporkanku ke polisi yang ada, aku akan menghabisi pengacara yang kau bayar tanpa kehilangan jejak sedikitpun!“

Tubuh Violet langsung bergetar mendengarnya. Wajahnya memucat dan dia menggigit bibir bawahnya dengan kuat menahan tangisannya.

“Kau memang seorang iblis!“ geram Violet dengan tatapan tajamnya.

“Yang iblis itu kakakmu, entah berapa orang tidak berdosa jatuh karena ketamakannya!“ sahut Noah dengan mengeratkan gigi menahan emosi jika mengingat kejadian dirinya dibully beramai-ramai.

“Kau mengenal kakakku Vector?“ tanya Violet yang semakin kebingungan dengan keadaan yang dialaminya.

Noah tidak mau menjawab pertanyaan Violet tapi matanya menatap Sarah yang sedari tadi ada di belakang Violet dengan wajah tertunduk.

“Lakukan tugasmu dengan baik! Jika sampai wanita ini berani keluar kamar tanpa persetujuanku, akan aku pastikan besok hanya tertinggal namamu di sini!“ ucap Noah dengan nada ancaman yang kental.

“Ma__ maafkan saya, Tuan!“ jawab Sarah dengan terbata karena takut.

Lalu Sarah mencoba mendekati Violet dan memohon pada wanita itu. “Tolong saya, Nona!“

Karena kasihan pada Sarah, Violet menurut untuk kembali ke kamar. Sesampai di kamar, Violet juga pasrah saat dirinya dimandikan oleh Sarah.

Violet berendam di dalam bathup dengan Sarah menggosok badannya, bahkan menyadari jika banyak tanda merah yang ditinggalkan oleh Noah ditubuhnya Violet seakan tidak peduli.

Wanita itu justru bergelut dengan pikirannya, apa hubungannya semua ini dengan kakaknya?

Apakah dirinya dijadikan objek balas dendam permusuhan antara Noah dan kakaknya?

Hanya hal itu yang masuk akal. Dan Violet semakin dilanda kecemasan luar biasa. Keluarga Violet bukanlah keluarga harmonis seperti kebanyakan keluarga lain.

Orangtuanya begitu gila kekuasaan sehingga sibuk bekerja. Waktu untuk bersamanya dan juga kakaknya pun tidak ada. Dan sifat itu menurun pada Vector sang kakak, Vector suka menindas orang-orang yang lemah supaya dirinya dianggap kuat dan berkuasa. Tapi berbanding terbalik dengan Violet menjadi sosok penyayang karena dirinya tahu rasanya kekurangan kasih sayang orangtua.

Pertanyaannya, apakah keluarganya mau membebaskan dirinya dari belenggu Noah?

Seketika Violet memijit pelipisnya karena merasakan sakit di kepalanya. Vector adalah harapan satu-satunya supaya dia bisa terbebas dari Noah.

Walaupun Vector terkesan arogan tapi selama ini kakaknya itu begitu menyayanginya.

“Sudah selesai, Nona!“ ucap Sarah yang membuyarkan lamunan Violet.

Violet mengangguk dan menerima handuk yang diberikan Sarah padanya.

“Apakah ada baju yang bisa aku pakai? Aku juga membutuhkan pakaian dalam!“ ucap Violet kemudian.

“Hm, tuan Noah berkata anda tidak perlu berpakaian, Nona!“ sahut Sarah lambat-lambat.

“Apa? Pria itu memang tidak waras!“

Sarah tidak menjawab lagi tapi dia meraih sebuah jepitan kuku untuk memotong kuku indah milik Violet.

“Aku melakukan perawatan mahal pada kuku ku! Jadi aku tidak akan mau memotongnya!“ tolak Violet.

“Tapi Nona ini perintah tuan Noah, saya harus memotongnya!“

“Kenapa harus kuku?“

“Supaya Nona tidak bisa mencakar punggung tuan Noah lagi!“

Seketika Violet langsung meremas handuk yang dia pakai sebagai bentuk perlindungan diri.

Terpopuler

Comments

Siti Shiro

Siti Shiro

ketagihan rupanya noah

2024-01-16

1

N'Dön Jùañ Shakespeare

N'Dön Jùañ Shakespeare

😁😁😁

2023-04-01

0

Rara

Rara

aku suka
makasih Thor. dan semangat

2023-02-05

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!