Memilih Sasaran

Beberapa tahun berlalu, Noah dilatih oleh Wilson menjadi lelaki tangguh. Bahkan Wilson mempercayakan Noah untuk memimpin klan mafianya.

Di bawah kekuasaan Noah, klan mafia yang dijuluki Black Mamba itu menjadi klan mafia terkuat. Berkat kejeniusan dan semua perhitungan Noah yang teliti klan mafianya bisa menguasai pasar gelap perdagangan senjata.

Kini klan Black Mamba menjadi klan mafia paling ditakuti. Tapi banyak juga musuh-musuh yang ingin menjatuhkan klan mafia mereka.

Karena itu, Noah menjadi pemuda yang bengis dan tak pandang bulu melawan musuh-musuhnya.

“Mobil mulai bergerak!“ lapor Ruzel dibalik chip yang dipakai Noah.

Noah yang sedari tadi diikuti oleh musuhnya semakin melajukan mobil yang dia pakai. Noah sudah curiga oleh karena itu dia menghubungi Ruzel untuk melacak situasinya dan melapor padanya.

“Aku lelah bermain-main, Ruzel!“ geram Noah yang ingin segera menghabisi orang-orang yang berani mengikutinya itu.

“Sabarlah, sebentar lagi ada belokan ke kiri! Kau bisa berbelok mengikuti hitunganku!“ sahut Ruzel yang mengamati situasi dari balik komputer canggihnya.

Merasa belokan yang dimaksud semakin dekat, Ruzel memberi komando pada Noah supaya lelaki itu berbelok tajam ke kiri.

“Satu!“

“Dua!“

“Sekarang!“

Noah langsung membanting setir ke kiri dengan tajam membuat orang-orang yang mengikutinya dari belakang tidak siap dan akhirnya mereka berhenti mendadak.

Brak!

Tabrakan pun tak terelakkan membuat kedua mobil yang mengikuti Noah sebelumnya langsung menabrak satu sama lain.

Noah keluar dari mobilnya dan tanpa ragu mendekati mereka yang saat ini keluar dari mobil.

“Rupanya kalian sudah bosan hidup, ya?“ Noah menyeringai dengan tatapan tajam begitu menusuk.

Bersamaan dengan itu, anak buahnya datang yang diperintahkan Ruzel untuk menyusulnya. Hari ini memang Noah pergi tanpa pengawalan karena dia ingin berkencan dengan wanita satu malamnya. Mungkin gerak-geriknya sudah dibaca oleh musuh sehingga mereka dengan mudah bisa mengikuti Noah.

Sebagai penguasa perdagangan senjata yang berteknologi tinggi hasil rancangannya tentu saja banyak musuh mengincar dan ingin merebut yang telah Noah bangun selama ini.

Bahkan, ada yang berniat menculik Noah dan memanfaatkan otak jeniusnya. Itu terjadi beberapa tahun lalu saat desas-desus ada anak jenius di klan mafia Black Mamba yang masih di pimpin oleh Wilson.

“Katakan! Apa ada alasan aku harus mengampuni kalian?“ tanya Noah yang sudah dikelilingi anak buahnya.

Orang-orang yang mengikuti Noah yang sejatinya hanya orang suruhan untuk menabrak Noah sampai kecelakaan tentu saja panik.

“Ampuni kami!“ ucap mereka yang tubuhnya penuh luka karena tabrakan sebelumnya.

“Kalian mengganggu waktu kencanku!“ dengus Noah dengan mengeratkan gigi gerahamnya.

Noah mendelik kearah anak buahnya yang memberinya sebuah senjata yang baru dia kembangkan.

“Senjata ini memang kecil tapi daya tembaknya sangat dahsyat bahkan pelurunya bisa menembus tubuh!“ jelas Noah tersenyum miring. “Aku akan menunjukkan pada kalian!“

Tanpa basa-basi Noah menembaki bahu mereka sampai peluru-peluru menembus ke bahu belakang mereka.

Suara teriakan kesakitan memenuhi pendengaran Noah dan sedetik kemudian Noah membidik ke atas di mana sebuah drone tampak terbang mengelilingi mereka. Dan sudah dipastikan itu adalah drone musuh.

Dor!

Drone itu terjatuh diantara orang-orang yang meringkuk kesakitan.

“Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan setelah ini!“ ucap Noah pada anak buahnya yang dibalas anggukan.

*****

Noah berada di kamar hotel president suite dengan seorang wanita bayaran yang telah dia sewa. Karena mood nya sudah diganggu sebelumnya, dia tidak berselera lagi untuk menuntaskan hasratnya.

“Enyahlah!“ tolak Noah pada wanita yang sudah berada di kedua pahanya dengan posisi berjongkok untuk memuaskannya.

“Apa kurang enak, Tuan?“ tanya wanita itu.

“Kalau kau banyak bertanya, entah apa yang akan aku lakukan padamu!“ ancam Noah yang membuat wanita itu seketika langsung ketakutan.

Dia memakai bajunya yang beserakan di lantai dan langsung pergi meninggalkan kamar itu. Wanita itu tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu padanya nanti.

Noah juga mengambil celananya dan memakainya kembali, dia berdiri di balkon kamar hotel dengan segelas wine di tangannya. Sekarang dia bukan Noah remaja yang bisa ditindas lagi bahkan semua tunduk akan kuasanya.

“Waktunya menghancurkanmu, Vector!“ geramnya sambil meremas gelas di tangannya sampai hancur.

Noah mengambil ponselnya dan menghubungi Ruzel untuk mengirim file mengenai Vector yang dimintanya tempo hari.

“Aku sudah mengirimnya!“ sahut Ruzel di sambungan telepon.

Saat panggilan terputus, Noah membaca file yang dikirimkan Ruzel padanya. Dia membaca semua informasi mengenai Vector yang saat ini sudah berhasil menjadi seorang CEO di perusahaan orangtuanya.

“Cih, tidak lama lagi semuanya akan berubah! Nikmatilah sejenak kesuksesanmu!“ decih Noah yang sangat merasa jijik pada Vector.

Lalu fokusnya teralihkan pada file seorang wanita cantik dan seksi yang tak lain adalah adik dari Vector yang seorang model.

Timbul skenario balas dendam di kepala Noah saat ini. “Sepertinya akan sangat menyenangkan bermain-main dengan adikmu!“

“Violet Bill, bersiaplah!“

Terpopuler

Comments

Nina

Nina

yg keren lah coi namanya, yakali black mamba, kek kon*ol aja

2024-01-31

1

Rika Yudesni

Rika Yudesni

insya cerita orang tua Trey ya

2023-12-26

0

Maharani

Maharani

Adek nya nggak salah apa-apa lo

2022-11-26

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!